• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data 1.Uji Instrumen 1.Uji Instrumen

1) Analisis jalur ( path analysis )

Robert D. Rutherford (1993) dalam Jonathan Sarwono (2007:1) menjelaskan bahwa analisis jalur ialah suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung.

Analisis jalur digunakan untuk menguji hipotesis dari penelitian ini dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a) Menentukan model diagram jalurnya berdasarkan paradigma hubungan antar variabel sebagai berikut :

b) Membuat diagram jalur strukturalnya sebagai berikut :

2 1

Gambar 2. Model Diagram Jalur

Gambar 3. Diagram Jalur Struktural

Y1 Y2 X1 X2 X3 Perilaku Tidak Etis Kecenderungan Kecurangan Akuntansi Keefektifan Pengendalian Internal Ketaatan Aturan Akuntansi Kesesuaian Kompensasi 1 2

Diagram jalur di atas terdiri atas dua persamaan struktural, di mana X1,X2, dan X3 adalah variabel eksogen dan Y1 serta Y2 adalah variabel endogen. Persamaan strukturalnya yaitu :

Y1 = P Y1X1 + P Y1X2 + P Y1X3 + €1 (sebagai persamaan substruktur 1)

Y2 = P Y2X1 + P Y2X3 + P Y2Y1 + €2 (sebagai persamaan substruktur 2)

(Jonathan Sarwono, 2007:27) c) Analisis dengan SPSS yang terdiri atas dua langkah, analisis

untuk substruktur 1 dan untuk substruktur 2. Substruktur 1

Analisis

Persamaan strukturalnya :

Y1 = P Y1X1 + P Y1X2 + P Y1X3 + €1

Keterangan :

Y1 = Perilaku Tidak Etis

X1 = Keefektifan Pengendalian Internal X2 = Ketaatan Aturan Akuntansi X3 = Kesesuaian Kompensasi €1 = error

Pertama adalah menghitung persamaan regresinya dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS dan menggunakan menu analyse. Setelah itu didapatkan hasil perhitungannya (output) berupa tabel model summary, anova, dan coefficients. (Jonathan Sarwono, 2007:27-28) Substruktur 2 Analisis Persamaan strukturalnya : Y2 = P Y2X1 + P Y2X3 + P Y2Y1 +€2 Keterangan :

Y1 = Perilaku Tidak Etis

Y2 = Kecenderungan Kecurangan Akuntansi X1 = Keefektifan Pengendalian Internal X2 = Ketaatan Aturan Akuntansi X3 = Kesesuaian Kompensasi €2 = error

(Jonathan Sarwono, 2007:27) Pertama adalah menghitung persamaan regresinya dengan menggunakan bantuan SPSS Statistics 17.0 For Windows dan menggunakan menu analyse. Setelah itu didapatkan hasil perhitungannya (output) berupa tabel model summary, anova, dan coefficients (Jonathan Sarwono, 2007:27-28).

d) Penafsiran hasil untuk substruktur 1 (1) Analisis regresi

Melihat pengaruh Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi secara parsial terhadap Perilaku Tidak Etis.

(a) Pengaruh antara Keefektifan Pengendalian Internal dan Perilaku Tidak Etis.

(b) Pengaruh antara Ketaatan Aturan Akuntansi dan Perilaku Tidak Etis.

(c) Pengaruh antara Kesesuaian Kompensasi dan Perilaku Tidak Etis

Untuk melihat besarnya pengaruh variabel Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi terhadap Perilaku Tidak Etis secara sendiri-sendiri/parsial, digunakan Uji T. Sementara untuk melihat besarnya pengaruh, digunakan angka Beta atau Standardized Coeffecient. Langkah-langkah dalam menguji hipotesis adalah :

(a) Menentukan hipotesis yaitu H0 dan H1 (b) Menghitung besarnya t penelitian

Besarnya t penelitian terdapat pada hasil perhitungan SPSS (tabel Coefficients).

(c) Menghitung besarnya angka t tabel dengan ketentuan sebagai berikut :

Tarif signifikan 0,05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan:

DK = n – 2 atau 53 – 2 = 51

(Jonathan Sarwono, 2007:30) (d) Menentukan kriteria

Kriteria uji hipotesisnya sebagai berikut :

Jika t penelitian > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika t penelitian < t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

(Jonathan Sarwono, 2007:30) (e) Membuat keputusan apakah terdapat pengaruh dari masing-masing variabel X1, X2 dan X3 terhadap variabel Y1.

e) Penafsiran hasil untuk substruktur 2 (1) Analisis regresi

Melihat pengaruh Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi, Kesesuaian Kompensasi dan Perilaku Tidak Etis secara parsial terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi.

(a) Pengaruh antara Keefektifan Pengendalian Internal dan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi.

(b) Pengaruh antara Ketaatan Aturan Akuntansi dan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

(c) Pengaruh antara Kesesuaian Kompensasi dan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

(d) Pengaruh antara Perilaku Tidak Etis dan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi.

Untuk melihat besarnya pengaruh variabel Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi dan Kesesuaian Kompensasi terhadap Perilaku Tidak Etis secara sendiri-sendiri/parsial, digunakan Uji T. Sementara untuk melihat besarnya pengaruh, digunakan angka Beta atau Standardized Coeffecient. Langkah-langkah dalam menguji hipotesis adalah

(a) Menentukan hipotesis yaitu H0 dan H1

(b) Menghitung besarnya t penelitian

Besarnya t penelitian terdapat pada hasil perhitungan SPSS (tabel Coefficients).

(c) Menghitung besarnya angka t tabel dengan ketentuan sebagai berikut :

Tarif signifikan 0,05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan:

DK = n – 2 atau 53– 2 = 51

(Jonathan Sarwono, 2007:39) (d) Menentukan kriteria

Kriteria uji hipotesisnya sebagai berikut :

Jika t penelitian > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima

Jika t penelitian < t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak

(Jonathan Sarwono, 2007:39) (e) Membuat keputusan apakah terdapat pengaruh dari masing-masing variabel X1, X2, X3 dan Y1 terhadap variabel Y2.

f) Perhitungan pengaruh

(1) Pengaruh langsung (direct effect atau DE)

Jonathan Sarwono (2007:46) menjelaskan bahwa untuk mengetahui pengaruh langsung atau DE, digunakan formula sebagai berikut :

(a) Pengaruh variabel Keefektifan Pengendalian Internal terhadap Perilaku Tidak Etis

(b) Pengaruh variabel Ketaatan Aturan Akuntansi internal terhadap Perilaku Tidak Etis

X2 Y1

(c) Pengaruh variabel Kesesuaian Kompensasi terhadap Perilaku Tidak Etis

X3 Y1

(d) Pengaruh variabel Keefektifan Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

X1 Y2

(e) Pengaruh variabel Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

X2 Y2

(f) Pengaruh variabel Kesesuaian Kompensasi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

X3 Y2

(g) Pengaruh variabel Perilaku Tidak Etis terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

Y1 Y2

(2) Pengaruh tidak langsung (indirect effect atau IE)

Jonathan Sarwono (2007:46) menjelaskan bahwa untuk mengetahui pengaruh tidak langsung atau IE, digunakan formula sebagai berikut :

(a) Pengaruh variabel Keefektifan Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi melalui Perilaku Tidak Etis

X1 Y1 Y2

(b) Pengaruh variabel Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi melalui Perilaku Tidak Etis

X2 Y1 Y2

(c) Pengaruh variabel Kesesuaian Kompensasi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi melalui Perilaku Tidak Etis

X3 Y1 Y2 (3) Pengaruh total (total effect)

Jonathan Sarwono (2007:46) menjelaskan bahwa untuk mengetahui pengaruh total (total effect), digunakan formula sebagai berikut :

(a) Pengaruh variabel Keefektifan Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi melalui Perilaku Tidak Etis

(b) Pengaruh variabel Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi melalui Perilaku Tidak Etis

X2 Y1 Y2

(c) Pengaruh variabel Kesesuaian Kompensasi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi melalui Perilaku Tidak Etis

X3 Y1 Y2

(d) Pengaruh variabel Keefektifan Pengendalian Internal terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

X1 Y2

(e) Pengaruh variabel Ketaatan Aturan Akuntansi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

X2 Y2

(f) Pengaruh variabel Kesesuaian Kompensasi terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

X3 Y2

(g) Pengaruh variabel Perilaku Tidak Etis terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

Y1 Y2

g) Membuat diagram jalur untuk model II dengan memperhatikan pengaruh-pengaruh baik secara tidak langsung, langsung dan pengaruh total.

h) Menentukan kesimpulan-kesimpulan dari penelitian ini mengenai pengaruh Keefektifan Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi, dan Kesesuaian Kompensasi terhadap Perilaku Tidak Etis dan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi baik secara parsial.