Trimming I Absolut Fit
3. Analisis Jalur Setelah Trimming
Pengujian analisis jalur setelah trimming terdiri dari 2 (dua) sub struktur. Yang pertama adalah menganalisis pengaruh antara pengaruh CAR, NPL, dan LDR terhadap ROA baik secara simultan maupunparsial. Yang kedua menganalisis pengaruh CAR, NPL, dan LDR terhadap Kredit Investasi baik secara simultan maupun parsial. Dari hasil perhitungan setelah trimming dengan menggunakan AMOS 16, maka dapat digambarkan diagram jalur setelah trimming sebagai berikut.
102 Gambar 4.9
Hasil Perhitungan Diagram Jalur Setelah Trimming
(Sumber : Output Amos 16)
Tabel 4.13
Hasil Korelasi antara CAR, NPL, dan LDR setelah Trimming
Korelasi Antar Variabel Estimasi Probabilitas
CAR <--> NPL 0,538 0,000
NPL <--> LDR -0,480 0,000
CAR <--> LDR -0,881 0,000
( Sumber : data diolah)
Korelasi antara CAR, NPL dan LDR bank Persero tidak berbeda dengan analisis korlasi sebelum trimming.
a. Analisis Jalur Pengaruh CAR, NPL, dan LDR terhadap ROA Secara Simultan dan Parsial
Adapun gambar hasil analisis diagram jalur sub struktur pertama adalah sebagai berikut.
CAR
NPL
LDR
.63ROA
.85KI
-.48 .54 -.88 .95 -.85 .67 -.55 .23 -.26e1
e2
103 Gambar 4.10
Diagram Jalur Sub Struktur I Setelah Trimming
(Sumber : data diolah)
Agar lebih jelas diagram jalur tersebut disajikan dalam bentuk ringkasan tabel sebagai berikut.
Tabel 4.14
Hasil Uji Pengaruh antara CAR, NPL, LDR terhadap ROA Pengaruh antar variable Estimasi Probabilitas R Square
CAR - - > ROA 0,955 0,000
0,632
NPL - - > ROA -0,852 0,000
LDR - - > ROA 0,673 0,013
(Sumber : data diolah)
Besarnya pengaruh variabel CAR, NPL, dan LDR terhadap ROA secara simultan adalah 63,2%, sedangkan sisanya sebesar 36,8% (100%-63,2) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian. Besarnya pengaruh CAR terhadap ROA sebesar 0,955 atau 95,5%, NPL terhadap ROA sebesar -0,852 atau -85,2%, LDR terhadap ROA sebesar 0,673 atau 67,3%.
CAR
NPL
LDR
.63ROA
-.48 .54 -.88 .95 -.85 .67e1
104 b. Analisis Jalur Pengaruh CAR, NPL dan LDR terhadap Kredit
Investasi Secara Simultan dan Parsial
Adapun gambar hasil analisis diagram jalur sub struktur kedua adalah sebagai berikut.
Gambar 4.11
Diagram Jalur Sub Struktur II Setelah Trimming
(Sumber : data diolah)
Agar lebih jelas diagram jalur tersebut disajikan dalam bentuk ringkasan tabel sebagai berikut.
Tabel 4.15
Hasil Uji Pengaruh CAR, NPL dan LDR terhadapKredit Investasi Pengaruh antar variable Estimasi Probabilitas R Square
CAR - - > KI -0,553 0,000
0,854
NPL - - > KI -0,257 0,000
LDR - - > KI 0,227 0,013
(Sumber : data diolah)
Besarnya pengaruh variabel CAR, NPL dan LDR terhadap Kredit Investasi secara simultan adalah 85,4%, sedangkan sisanya sebesar 14,6% (100%-85,4%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian. Besarnya pengaruh CAR terhadap Kredit Investasi sebesar -0,553 atau -5,53%, pengaruh NPL terhadap
CAR
NPL
LDR
.-25 .85KI
.54 -.48 -.88 .-56 .22 E2105 Kredit Investasi sebesar -0,257 atau -2,57%, pengaruh LDR terhadap Kredit Investasi sebesar 0,227 atau 2,27%.
1) Pengaruh antara variabel CAR terhadap Kredit Investasi
Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,000 < 0,05. Maka telah cukup data untuk menolak H0 dan menerima Ha. Artinya, ada hubungan linier antara variabel CAR terhadap Kredit Investasi. Besarnya pengaruh CAR terhadap Kredit Investasi sebesar -0,553 atau -5,53%.
CAR memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Kredit Investasi. Artinya, apabila nilai CAR meningkat maka jumlah Kredit Investasi mengalami penurunan, begitu pula sebaliknya. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Amiranti Marsya (2009), Hal ini dikarenakan dana atau modal yang dimiliki suatu bank tersalurkan kepada kredit UMKM yang diberikan kepada masyarakat sehingga mengurangi permodalan bank. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Luh Gede Meydianawathi (2007) dengan menggunakan metode (OLS) Ordinary Least Square dan bantuan program Eviews, yang
menemukan bahwa variabel CAR secara parsial menunjukan pengaruh yang signifikan
2) Pengaruh antara variabel NPL terhadap Kredit Investasi.
Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,000 < 0,05. Maka telah cukup data untuk menolak H0 dan menerima Ha. Artinya,
106 ada hubungan linier antara variabel NPL terhadap Kredit Investasi. Besarnya pengaruh NPL terhadap ROA sebesar -0,257 atau -2,57%.
NPL memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Kredit Investasi. Artinya, apabila nilai NPL meningkat maka jumlah Kredit Investasi mengalami penurunan, begitu pula sebaliknya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Luh Gede Meydianawathi (2007) dengan menggunakan metode (OLS) Ordinary Least Square dan bantuan program Eviews, yang menemukan bahwa variabel NPL secara parsial menunjukkan pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja bank Umum pada sector UMKM. Selama masa observasi NPL kredit Investasi dan Modal Kerja yang tinggi menyebabkan Kredit Investasi dan Modal Kerja bank Umum kepada sector UMKM berkurang. Sebaliknya, NPL yang rendah secara signifikan meningkatkan Kredit Investasi bank Umum kepada sector ini. Hasil ini sejalan dengan fenomena dimana NPL yang tinggi menyebabkan bank harus membentuk cadangan penghapusan yang lebih besar sehingga dana yang dapat disalurkan lewat pemberian kredit juga semakin berkurang. 5) Pengaruh antara variabel LDR terhadap Kredit Investasi.
Hasil perhitungan menunjukkan angka 0,013 < 0,05. Maka telah cukup data untuk menolak H0 dan menerima Ha. Artinya,
107 ada hubungan linier antara variabel LDR terhadap Kredit Investasi. Besarnya pengaruh LDR terhadap Kredit Investasi sebesar 0,220 atau 2,20%.
LDR memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ROA. Artinya, apabila terjadi kenaikan nilai LDR maka jumlah Kredit Investasi juga akan mengalami kenaikan. Hasil penelitian Dewi Nur sa’adah (2006) dan Nila Kurniawati (2010), menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif signifikan terhadap Kredit. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang penulis lakukan. Kenaikan simpanan masyarakat selalu diikuti dengan kenaikan secara proporsional pada kredit yang disalurkan oleh perbankan. Karena simpanan masyarakat sangat berpengaruh terhadap ekonomi perbankan terutama di bidang penyaluran kredit.
c. Uji Kesesuaian Model (Goodness of Fit) Setelah Trimming
Untuk mengetahui apakah model tersebut sudah sesuai atau belum, maka dilakukan uji kesesuaian model (Goodness of Fit) sebagai berikut.
108 Tabel 4.16
Hasil Uji Goodness of Fit Setelah Trimming
(Sumber : data diolah)
Dilihat dari nilai chi-square sebesar 0,018 dengan probabilitas 0,892 yang jauh diatas 0,05 dapat disimpulkan bahwa data empiris sesuai dengan model. Begitu juga apabila dilihat dari kriteria fit lainnya seperti CMIN/DF (χ2/df) sebesar 0,018 yang dapat disimpulkan bahwa model sangat baik karena berada dibawah 2. Begitu juga apabila dilihat dari krteria fit lainnya seperti GFI, TLI, NFI, AGFI yang berada di atas 0,90 yang dapat disimpulkan bahwa model sangat baik. Nilai PNFI dan PGFI masih relatif kecil yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan model yang signifikan.
Laporan Statistik Nilai yang Direkomendasikan (Imam Ghozali, 2008) Hasil Keterangan Absolut Fit 2
χ
(prob.) Tidak signifikan (p > 0.05) 0,892 Model cocokDf 1 2 χ /df
≤
5 < 2 0,018 good fit RMSEA < 0.1 < 0.05 < 0.01 0,05 ≤x≤ 0,08 0,000 good fitGFI > 0,9 1 good fit
Incremental Fit
AGFI
≥
0,9 0,999 good fitTLI
≥
0,9 1,027 good fitNFI
≥
0,9 1 good fitParsimonious Fit
PNFI 0-1,0 0,1 Lebih besar lebih
baik
PGFI 0-1,0 0,067 Lebih besar lebih
109 Menurut Imam Ghozali (2008) apabila salah satu kriteria tidak fit maka dapat melihat kriteria fit yang lainnya.
d. Hubungan Langsung dan Tidak Langsung
Beberapa pengaruh langsung, tidak langsung, dan pengaruh total tentang pengaruh antara CAR, NPL, dan LDR terhadap Kredit Investasi serta Dampaknya terhadap ROA dapat dilihat pada tabel dan uraian sebagai berikut:
1) Pengaruh antara variabel CAR terhadap ROA.
CAR memiliki pengaruh langsung terhadap ROA sebesar 0,955. 2) Pengaruh antara variabel NPL terhadap ROA.
NPL memiliki pengaruh langsung terhadap ROA sebesar -0,852. 3) Pengaruh antara variabel LDR terhadap ROA.
LDR memiliki pengaruh langsung terhadap ROA sebesar 0,673. 4) Pengaruh antara variabel CAR terhadap Kredit Investasi.
CAR memiliki pengaruh langsung terhadap Kredit Investasi sebesar -0,553.
5) Pengaruh antara variabel NPL terhadap Kredit Investasi.
NPL memiliki pengaruh langsung terhadap Kredit Investasi sebesar -0,257.
6) Pengaruh antara variabel LDR terhadap Kredit Investasi.
LDR memiliki pengaruh langsung terhadap Kredit Investasi sebesar 0.227.
110 Tabel 4.17
Rangkuman Dekomposisi dari Koefisien Jalur, Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung, dan Pengaruh Total tentang pengaruh antara CAR (X1),
NPL (X2), dan LDR (X3) terhadap Kredit Investasi (Y) serta Dampaknya
pada ROA(Z) Pengaruh variabel Pengaruh Kausal Langsung Tidak Langsung Melalui Y Total X1 Y 0,955 - 0,955 X2 Y -0,852 - -0,852 X3 Y 0,673 - 0,673 X1 Z -0,553 - -0,553 X2 Z -0,257 - -0,257 X3 Z 0,227 - 0,227
(Sumber : data diolah)
C. Interpretasi
Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disusun persamaan path analysis setelah trimming sebagai berikut :
1. Persamaan Sub Struktur I
ROA = 0,955 CAR - 0,852 NPL + 0,673 LDR
ε
1 ; R square =0,632
Hasil pengujian setalah trimming secara simultan, diketahui variabel CAR, NPL, dan LDR berpengaruh signifikan terhadap ROA pada Bank Persero.
111 Hasil pengujian secara parsial, diketahui variabel CAR dan LDR memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan NPL memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap ROA di Bank Persero. CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Artinya, apabila terjadi kenaikan CAR, maka ROA juga akan mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Werdaningtyas (2002), Lattu Merissa (1999), dan Amiranti Masya (2009). Hasil ini juga didukung oleh pendapat yang dikemukakan oleh Amiranti Masya (2009) yang secara rinci berpendapat bahwa rasio CAR berpengaruh secara signifikan terhadap ROA, dimana bila terjadi kenaikan CAR maka ROA akan semakin tinggi pula, hal ini terjadi karena kondisi bank yang beroperasi di Indonesia mulai membaik akibat crisis ekonomi yang terjadi. Kecukupan modal bank yang digunakan untuk aktivitas operasionalnya mampu menghasilkan laba yang tinggi.
NPL memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Artinya, apabila terjadi kenaikan NPL, maka Return On Assets (ROA) akan mengalami penurunan, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Anisyah Harahap (2006) hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL berpengaruh signifikan terhadap ROA.
112 Dalam laporan keuangan perbankan tahun 2004, secara global dapat dilihat bahwa rata-rata nilai NPL terus menerus menurun meskipun belum mencapai angka dibawah 5% sebagaimana yang diinginkan Bank Indonesia. Namun demikian, sebuah bank yang memilki nilai NPL sangat tidak serta merta berarti hampir seluruh kredit bank tersebut adalah kredit lancar. Yang menunjukkan betapa sehatnya bank tersebut. Karena NPL yang sangat kecil dapat saja dicapai oleh suatu bank yang hanya sedikit menyalurkan kreditnya.
LDR memilki pengaruh yang positif dan signifikan pada
Return on Assets (ROA). Artinya, apabila terjadi kenaikan pada
LDR, maka Return on Assets (ROA) juga akan mengalami kenaikan. Hal sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dendawijaya (2003), dan Sodikin (2002). Hasil ini juga didukung oleh pendapat yang dikemukakan oleh Dendawijaya (2003:118) yang secara rinci berpendapat bahwa tingginya rasio LDR menunjukkan rendahnya likuiditas dan rendahnya likuiditas akan menyebabkan laba meningkat. Sebaliknya rendahnya rasio LDR menunjukkan tingginya likuiditas dan menyebabkan laba menurun.
Tingginya rasio LDR mengindikasikan bahwa dana deposito dari masyarakat yang tertanam dalam pinjaman semakin besar. Dengan semakin besarnya penanaman kredit maka dalam
113 kondisi yang normal akan menyebabkan laba yang meningkat. Laba ini berasal dari penerimaan bunga pinjaman dari kredit yang disalurkan. Tetapi jika bank mengurangi jumlah kredit yang telah dikucurkan (mengubah aktiva kredit menjadi aktiva yang kurang produktif), maka kemampuan bank untuk menghasilkan penghasilan (terutama penghasilan yang berasal dari bunga pinjaman) akan turun. Penurunan ini akan berakibat menurunnya ROA.
.
2. Persamaan Sub Struktur II
Kredit Investasi= -0,553 CAR - 0,257 NPL + 0,227 LDR
ε
1 ; R square =0,854Hasil pengujian setalah trimming secara simultan, diketahui variabel CAR, NPL dan LDR signifikan pada Kredit Investasi pada Bank Persero.
Hasil pengujian secara parsial, diketahui variabel CAR dan NPL memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan pada Kredit Investasi, sedangkan LDR memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada Kredit Investasi di Bank Persero.
CAR memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan pada Kredit Investasi. Artinya, apabila terjadi kenaikan pada CAR, maka Kredit Investasi akan mengalami penurunan. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Amiranti Marsya (2009) Hal ini
114 dikarenakan dana atau modal yang dimiliki suatu bank tersalurkan kepada kredit UMKM yang diberikan kepada masyarakat sehingga mengurangi permodalan bank. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Luh Gede Meydianawathi (2007) dengan menggunakan metode (OLS) Ordinary Least Square dan bantuan program Eviews, yang menemukan bahwa variabel CAR secara parsial menunjukan pengaruh yang signifikan
NPL memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Penawaran Kredit Investasi. Artinya, apabila terjadi kenaikan NPL, maka Penawaran Kredit Investasi akan mengalami penurunan, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Luh Gede Meydianawathi (2007) dengan menggunakan metode (OLS) Ordinary Least Square dan bantuan program Eviews, yang menemukan bahwa variabel NPL secara parsial menunjukan pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap penawaran Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja bank Umum pada Sektor UMKM.
LDR memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Penawaran Kredit Investasi. Hasil penelitian Dewi Nur sa’adah (2006) dan Nila Kurniawati (2010), menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif signifikan terhadap Kredit. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang penulis lakukan. Kenaikan simpanan masyarakat selalu diikuti dengan kenaikan secara proporsional
115 pada kredit yang disalurkan oleh perbankan. Karena simpanan masyarakat sangat berpengaruh terhadap ekonomi perbankan terutama di bidang penyaluran kredit
116 BAB V