• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Temuan dan Pembahasan

3. Analisis Jalur Setelah Trimming

Pengujin analisis jalur setelah rimming terdiri dari 2 (dua) sub struktur, yaitu :

• Pengaruh variabel antara Inflasi dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) baik secara simultan maupun secara parsial.

Pengaruh Variabel Estimasi Probabilitas Kesimpulan

Inflasi FDR 0.442 0.000 Signifikan

SBIS FDR -0.579 0.000 Signifikan

Inflas ROA -0.293 0.011 Signifikan

FDR ROA 0.418 0.008 Signifikan

SBIS ROA 0.558 0.000 Signifikan

107 Inflasi SBIS PUAS FDR ROA --.20 -.35 .43 .442 -.29 e1 e2 .41 -.579 .42 .00 .00 .71 .48

• Pengaruh variabel antara Inflasi, Sertifikat bank Indononesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dan

Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return On Assets (ROA) baik secara simultan maupun secara parsial.

Dari hasil penghitungan setelah trimming dengan mengunakan Amos 18, maka dapat digambarkan diagram jalur setelah trimming sebagai berikut :

Gambar 4.9

Hasil Perhitungan Diagram Jalur Setelah Trimming

(Sumber : Output Amos 18)

Agar lebih jelas diagram jalur tersebut disajikan dalam bentuk ringkasn tabel sebgai berikut :

108 Tabel 4.13

Hasil Korelasi Antara Variabel Eksongen

(Sumber : Output AMOS 18)

Korelasi antara variabel Inflasi, Pasar Uang Atarbank Syariah (PUAS) dan SBIS tidak ada perubahan setelah dilakukan Trimming.

a. Analisis Jalur Pengaruh Inflasi dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) Secara simultan dan parsial.

Adapun gambar hasil analisis diagram jalur sub struktur pertama adalah sebagia berikut :

Gambar 4.10

Diagram Jalur Sub Struktur I Setelah Trimming

(Sumber: Output Amos 18)

Agar lebih jelas diagram jalur tersebut disajikan dalam bentuk ringkasn tabel sebgai berikut :

Korelasi Antar Variabel Estimasi Probabilitas Inflasi < - - > SBIS -0,354 0,005 Inflasi < - -> PUAS -0,196 0,104 PUAS < - - > SBIS 0,426 0,000 Inflasi SBIS PUAS .00 FDR -.20 -.35 .44 e1 -.58 .71 .43

109 Tabel 4.14

Hasil Uji Pengaruh antara Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) terhadap Financing to Deposit

Ratio (FDR)

(Sumber : data diolah)

Besarnya pengaruh variabel Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBIS),dan Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) terhadap Financing to Deposit Ratio (FDR) secara simultan adalah 71,1 % sedangkan sisanya sebesar 28,9 (100% - 71,1) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitia. Besarnya pengaruh masing-masing variabel secara simultan antra lain, Inflasi terhadap Financing to Deposit Ratio

(FDR) sebesar 0,442 atau 44,2% dan pengaruh SBIS terhadap FDR sebesar -0,579 atau -57,9%.

b. Anlisis Jalur pengaruh Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) pada Return On Assets (ROA) Secara Simultan dan Parsial.

Pengaruh antar variable Estimasi Probabilitas R Square Inflasi - - > FDR 0,442 0,000

0.711 SBIS - - > FDR -0,579 0,000

110 Gambar 4.11

Diagram Jalur Sub Struktur II Setelah Trimming

(Sumber : data diolah)

Agar lebih jelas diagram jalur tersebut disajikan dalam bentuk ringkasn tabel sebgai berikut :

Tabel 4.15

Hasil Uji Pengaruh Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antarbank Syariah dan Financing to Deposit Ratio (FDR) pada Return

On Asset (ROA)

(Sumber : data diolah)

Besarnya pengaruh variabel Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) pada Return On Assets (ROA) secara simultan sebesar 48,4% sedangkan slisihnya sebesar 51,6% (100% - 48,4%) dipengaruhi oleh

Pengaruh antar variable Estimasi Probabilitas R Square Inflasi - - > ROA -0,293 0,011 0.484 SBIS - - > ROA 0,558 0,000 PUAS - - > ROA 0,412 0,000 FDR - - > ROA 0,418 0,008 Inflasi SBIS PUAS FDR -.20 -35. ROA -.29 e2 .758 .48 .00 .42 .00 e1 .00 .43 .41 .56

111 variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian. Besarnya penagruh masing – masing variabel secara parsial antara lain, Inflasi terhadap ROA sebesar -0,293 atau -29,3%, pengaruh SBIS terhadap ROA sebesar 0,558 atau 55,8%, PUAS terhadap ROA sebesar 0,412 atau 41,2%, sedangkan FDR terhadap ROA sebesar 0,418 atau 41,8%.

1) Pengaruh antara variabel Inflasi dengan Return On Asset (ROA).

Hasil menujukkan angka sebesar 0,011 > 0,05. Maka telah cukup data untuk menolak H0 dan meneriama Ha. Artinya, ada hubungan linier antara variabel inflasi dengan ROA. Besarnya pengaruh inflasi dengan ROA sebesar -0,293 atau -29,3%.

Inflasi memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan pada ROA. Artinya, apabila terjadi kenaikan pada inflasi maka ROA akan mengalami penurunan, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan penelitian dari Epos Mardika (2010), terjadinya inflasi yang terus menerus mengakibatkan ROA akan menurun.

2) Pengaruh variabel Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dengan Return On Assets (ROA).

Hasil menujukkan angka sebesar 0,000 > 0,05. Maka telah cukup data untuk menolak H0 dan meneriama Ha. Artinya, ada hubungan linier antara variabel SBIS dengan ROA. Besarnya pengaruh SBIS dengan ROA sebesar 0,558 atau -55,8%.

Posisi SBIS mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan pada ROA. Artinya, apabila terjadi keanikan posisi SBIS, maka ROA akan

112 mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan teori Menurut Tomas Suyanto, dkk (1997:123) Aktiva produktif adalah semua aktiva dalam rupiah maupun valuta asing yang dimiliki oleh bank dengan maksud untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya yang meliputi kredit yang diberikan, surat-surat berharga dan penempatan pada bank lain baik dalam negeri maupun luar negeri.

3) Pengaruh antara variabel Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dengan

Return On Assets (ROA)

Hasil perhitungan menunjukan angka 0,000 < 0,05. Maka telah cukup data untuk menolak H0 dan menerima Ha. Artinya, ada hubungan linier antara variabel PUAS denagan ROA sebesar 0,366 atau 36,6%.

PUAS mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Artinya, apabila terjadi kenaikan pada PUAS, maka ROA juga mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesui dengan teori Muhammad (2005:392)Piranti yang digunakan dalam PUAS adalah Sertifikat IMA, sertifikat ini digunakan sebagai sarana investasi bagi bank yang kelebihan dana untuk mendapat keuntungan, permodalan yang tinggi bank dapat leluasa untuk menempatkan dananya dalam investasi yang menguntungkan, hal tersebut mampu meningkatkan kepercayaan nasabah karna memungkinkan bank memperoleh laba sangat tinggi dan kemungkinan bank tersebut terlikudasi juga kecil.

4) Pengaruh antara variabel Financing to Deposit Ratio (FDR) dengan

113 Hasil perhitungan menunjukan angka 0,008 < 0,05. Maka telah cukup data untuk menolak H0 dan menerima Ha. Artinya, ada hubungan linier antara variabel FDR denagan ROA sebesar 0,418 atau 41,8%.

FDR mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Artinya, apabila terjadi kenaikan FDR maka ROA juga mengalami kenaiakan, begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan penelitian Aisyah Harahap (2006) dan Adi Setiawan (2009). Hal ini ini terjadi ketika kinerja bank dalam menempatkan dananya berupa pembiayaan semakin baik sehingga laba yang diperoleh bank semakin meningkat.

c. Uji Kesesuaian Model ( Goodness of Fit) setelah Trimming.

Untuk mengetahui apakah model tersebut sudah sesui atau belum, maka dilakukan uji kesesuain model (Goodness of Fit) sebagai berikut :

114 Tabel 4.16

Hasil Uji Goodness of Fit Setelah Trimming Laporan Statistik Nilai yang Direkomendasikan

Imam Ghozali (2008)

Cut of value Hasil Keterangan

Absolut Fit

Probabilitas

χ

2 Tidak signifikan (p > 0.05) 0,070 Model cocok

2

χ

/df 5 < 2 3,276 good fit RMSEA < 0.1 < 0.05 < 0.01 0.05 x 0.08 0,179 good fit

GFI > 0.9 0,982 good fit

Incremental Fit

AGFI 0.9 0,734 poor fit

TLI 0.9 0,853 poor fit

NFI 0.9 0,980 good fit

Parsimonious Fit

PNFI 0-1.0 0,098 lebih besar lebih baik PGFI 0-1.0 0,o65 lebih besar lebih baik (Sumber :data diolah)

Dilihat dari nilai chi-square sebesar 3,276 denagan probabilitas 0,070 yang jauh diatas 0,05 bahwa data empiris sesuai dengan model. Begitu juga bila dilihat ukuran Fit lainnya seperti CMIN / DF (

χ

2/df) sebesar 3,276 yang dapat disimpulkan model sangat kurang baik karena berada dibawah 2 (dua). Begitu juga bila dilihat dari ukuran Fit lainnya seperti GFI, TLI, NFI, AGFI, yang berada diatas 0.90 dapat dikatakan model

115 sangat baik. Nilai PNFI dan PGFI masih relatif kecil yang menujukan tidak ada perbedaan model yang signifikan. Menurut Imam Ghojali (2008) apabila salah satu kreteria tidak Fit maka dapat melihat kreteria Fit lainnya.

d. Hubungan Langsung dan Tidak Langsung

Pengaruh langsung dan tidak langsung (melalui Financing to deposit Ratio, Return On Asset) serta pengaruh total Inflasi, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS) dan

Financing to Deposit Ratio pada Return On Assets (ROA) dapat dilihat pada tabel dan uraian sebagai berikut:

1) Pengaruh antara variabel Inflasi terhadap Financing to Deposit Ratio

(FDR).

Inflasi memiliki pengaruh langsung terhadap FDR sebesar 0,442. 2) Pengaruh anatara variabel Inflasi pada Return On Assets (ROA).

Inflasi memiliki pengaruh langsung terhadap ROA sebesar -0,293. Pengaruh tidak langsung inflasi pada ROA melalui FDR sebesar 0,185 (0,442 x 0,418). Pengaruh total inflasi pada ROA sebesar -0,108 (0,185 + (-0,293)).

3) Pengaruh antara variabel Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) pada Financing to Deposit Ratio (FDR).

SBIS memiliki pengaruh langsung pada FDR sebesar -0,579.

4) Pengaruh antara variabel Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) pada Returen On Assets (ROA).

116 SBIS memiliki pengaruh tidak langsung pada ROA sebesar 0,558. Pengaruh tidak langsung SBIS melalui FDR sebesar -0,242 (-0,558 x 0,418). Pengaruh total SBIS pada ROA sebesar -0,316 (0,558 + (-0,242)).

5) Pengaruh antara variabel PUAS terhadap Return On Assets (ROA). PUAS memiliki pengaruh langsung terhadap ROA sebesar 0,412 6) Pengaruh antara variabel Financing to Deposit Ratio (FDR) pada

Return On Assets (ROA).

FDR mempunyai pengaruh langsung pada ROA sebesar 0,418. Tabel 4.17

Rangkuman Dekomposisi dari Koefisien Jalur, Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung dan Pengaruh Total tentang Inflasi (X1), SBIS (X2) PUAS

(X3) dan FDR (Y) terhadap ROA (Z) Pengaruh

variable

Pengaruh Kausal

Langsung Tidak Langsung Total Melalui Y X1 terhadap Y 0,442 - 0,442 X1 terhadap Z -0,293 -0,185 -0,108 X2 terhadap Y -0,579 - -0,579 X2 terhadap Z 0,558 -0,242 -0,316 X3 terhadap Z 0,412 - 0,412 Y terhadap Z 0,418 - 0,418

(Sumber : data diolah)

Berdasarkan urain tersebut maka dapat disusun persamaan path analysis setelah trimming sebagai berikut :

117 1. Persamaan Sub Struktur I

FDR = 0,442 (Inflasi) + -0,579 (SBIS) ε1 ; R square = 0,711 2. Persamaan Sub Struktur II

ROA = -293 (inflasi) + 0,558 (SBIS) + 0,412 (PUAS) + 0,418 (FDR) ε1 ; R square = 0,484