4.4 Uji Reliabilitas
4.6.1 Analisis Jalur Sub-Struktur Y
Persamaan sub-struktur : Y = ρYX1 X1 + ρYX2 X2 + ρYX3 X3 + ρYX4 X4 + ρYX5 X5 + ε1. Variabel yang digunakan pada analisis jalur pada sub-struktur Y adalah : tangible (X1), reliability (X2) , responsiveness (X3), assurance (X4), emphaty (X5), dan brand image (Y).
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008
Gambar 4.7 Diagram Jalur untuk Sub-Struktur Y
Berdasarkan diagram jalur diatas, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghitung koefisien korelasi antar variabel.
• Analisis Korelasi Antar Variabel Tangible, Reliability, Responsiveness,
Assurance dan Emphaty
Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui erat tidaknya hubungan antar variabel yang diuji yang didasarkan pada kriteria pengambilan keputusan berikut ini :
• Jika nilai signifikansi pada tabel < 0.01 maka hubungan kedua variabel signifikan. • Jika nilai signifikansi pada tabel > 0.01 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan.
Catatan : digunakan angka 0.01 karena hasil perhitungan SPSS 16.0 memberikan nilai
sigifikansi sebesar 0.01 yang ditandai dengan dua bintang (**). Standar SPSS antara 0.01 sampai dengan 0.05. X1 X4 X3 X2 X5 Y
Tabel 4.22 Correlations Correlations
Tangible Reliability Responsiveness Assurance Emphaty
Pearson Correlation 1 .533** .721** .281** .122 Sig. (2-tailed) .000 .000 .005 .228 Tangible N 100 100 100 100 100 Pearson Correlation .533** 1 .435** .450** .015 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .881 Reliability N 100 100 100 100 100 Pearson Correlation .721** .435** 1 .102 .076 Sig. (2-tailed) .000 .000 .311 .454 Responsiveness N 100 100 100 100 100 Pearson Correlation .281** .450** .102 1 .159 Sig. (2-tailed) .005 .000 .311 .113 Assurance N 100 100 100 100 100 Pearson Correlation .122 .015 .076 .159 1 Sig. (2-tailed) .228 .881 .454 .113 Emphaty N 100 100 100 100 100
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008 Kriteria pengambilan keputusan :
Berdasarkan pengolahan data diatas, kesimpulannyal adalah sebagai berikut : 1. Hubungan korelasi antara variabel tangible dan variabel reliability
Berdasarkan pengolahan data diperoleh angka korelasi antara variabel tangible dan variabel reliability sebesar 0.533 (dibulatkan menjadi 0.53). Korelasi sebesar 0.53 mempunyai arti bahwa hubungan cukup kuat dan searah (karena hasilnya positif), searah artinya jika variabel tangible tinggi maka variabel reliability juga
tinggi. Korelasi dua variabel bersifat signifikan karena nilai signifikansi pada tabel < 0.01 (0,00 < 0.01).
2. Hubungan korelasi antara variabel reliability dan variabel responsiveness
Berdasarkan pengolahan data diperoleh angka korelasi antara variabel reliability dan variabel responsiveness sebesar 0.435 (dibulatkan menjadi 0.44), korelasi sebesar 0.44 mempunyai arti bahwa hubungan cukup kuat dan searah. Korelasi dua variabel bersifat signifikan karena nilai signifikansi pada tabel < 0.01 (0.00 < 0,01).
3. Hubungan korelasi antara variabel responsiveness dan variabel assurance
Berdasarkan pengolahan data diperoleh angka korelasi antara variabel responsiveness dan variabel assurance sebesar 0.102 (dibulatkan menjadi 0.10), korelasi sebesar 0.10 mempunyai arti bahwa hubungan korelasi sangat lemah dan searah. Korelasi dua variabel tidak signifikan karena nilai signifikansi pada tabel > 0.01 (0.31 > 0.01).
4. Hubungan korelasi antara variabel assurance dan variabel emphaty
Berdasarkan pengolahan data diperoleh angka korelasi antara variabel assurance dan variabel emphaty sebesar 0.159 (dibulatkan menjadi 0.16), korelasi sebesar 0.16 mempunyai arti bahwa hubungan korelasi sangat lemah dan searah. Korelasi dua variabel tidak signifikan karena nilai signifikansi pada tabel > 0.01 (0.11 > 0.01).
5. Hubungan korelasi antara variabel tangible dan variabel emphaty
Berdasarkan pengolahan data diperoleh angka korelasi antara variabel tangible dan variabel emphaty sebesar 0.122 (dibulatkan menjadi 0.12), korelasi sebesar 0.12 mempunyai arti bahwa hubungan korelasi sangat lemah dan searah.
Korelasi dua variabel tidak signifikan karena nilai signifikansi pada tabel > 0.01 (0.23 > 0.01).
• Analisa pengaruh Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan
Emphaty Secara Gabungan Terhadap Brand Image
Untuk melihat pengaruh variabel tangible, reliability, responsive, assurance dan emphaty secara gabungan terhadap brand image, kita akan melihat hasil perhitungan dalam model summary, khususnya angka R Square dibawah ini :
Tabel 4.23 Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .325a .106 .058 1.940
a. Predictors: (Constant), Emphaty, Reliability, Responsiveness, Assurance, Tangible
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008
Berdasarkan hasil pengolahan data diatas diketahui bahwa besarnya angka R Square (r2) adalah 0.106 (dibulatkan menjadi 0.11). Angka tersebut digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel tangible, reliability, responsive, assurance dan emphaty terhadap brand image dengan cara menghitung koefisien determinasi (KD) dengan rumus sebagai berikut :
KD = r2 × 100%
KD = 0.11 × 100%
KD = 11%
Angka tersebut mempunyai maksud bahwa pengaruh variabel tangible, reliability, responsive, assurance dan emphaty terhadap brand image secara gabungan adalah 11%
sedangkan sisanya sebesar 89% (100% − 11%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dibahas lebih lanjut dalam penelitian kali ini.
Dengan kata lain, variabilitas kepuasan yang dapat diterangkan dengan menggunakan variabel tangible, reliability, responsive, assurance dan emphaty sebesar 11% sementara pengaruh sebesar 89% disebabkan oleh variable-variabel lain di luar model ini yang tidak dapat dijelaskan secara mendalam dalam penelitian ini.
Untuk mengetahui kelayakan model regresi akan digambarkan melalui angka-angka dari tabel anova dibawah ini
Tabel 4.24 ANOVA Variabel Y, X1, X2, X3, X4 dan X5
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
Regression 41.858 5 8.372 2.224 .058a
Residual 353.782 94 3.764
1
Total 395.640 99
a. Predictors: (Constant), Emphaty, Reliability, Responsiveness, Assurance, Tangible
b. Dependent Variable: Brand_Image Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008
Hipotesis :
Ha : Ada pengaruh antara tangible, reliability, responsive, assurance dan emphaty dengan brand image.
Ho : Tidak ada pengaruh antara tangible, reliability, responsive, assurance dan emphaty dengan brand image.
Pengujian dilakukan dengan dua cara, Pertama dengan membandingkan besarnya angka Fhitung dengan Ftabel.Berdasarkan hasil pengolahan data diatas, maka didapatkan hasil Fhitung sebesar 2.224 (dibulatkan menjadi 2.22) dan Ftabel sebesar 2.32. Dari hasil pengolahan
data didapatkan angka Fhitung lebih kecil dari Ftabel (2.22 < 2.32), sehingga Ha ditolak dan Ho diterima.
Cara yang kedua adalah dengan membandingkan tingkat signifikansi yang digunakan dengan tingkat signifikansi hasil pengolahan data yang terdapat pada tabel anova. Tingkat signifikansi yang diperoleh dari hasil pengolahan data sebesar 0.058 (dibulatkan menjadi 0.06) dan tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0.05.
Hal tersebut memiliki pengertian tingkat signifikansi yang diperoleh dari pengolahan data lebih besar dari tingkat signifikansi yang digunakan (0.06 > 0.05).
Kesimpulannya adalah Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh antara variable tangible, reliability, responsive, assurance dan emphaty secara gabungan terhadap variable brand image.
• Analisa pengaruh Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan
Emphaty Secara Parsial Terhadap Brand Image
Analisa ini digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap variabel brand image dengan menggunakan uji t.
Berikut merupakan hasil pengolahan data yang menggunakan SPSS 16.0 pada tingkat signifikansi 0.05%. Untuk melihat besarnya pengaruh, digunakan angka beta atau standardized coefficient pada tabel coefficient dibawah ini :
Tabel 4.25 Coefficients
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008
Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai ttabel sebesar 1.66, dengan ketentuan sebagai berikut :
• Jika thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. • Jika thitung < ttabel maka Ha ditolak dan Ho diterima.
Dan :
• Jika nilai tingkat signifikan yang diperoleh < 0.05, maka pengaruh dianggap signifikan. • Jika nilai tingkat signifikan yang diperoleh > 0.05, maka pengaruh dianggap tidak
signifikan.
Maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh antara variable tangible dan variabel brand image
Hipotesis :
Ha : Ada pengaruh antara variabel tangible dan variabel brand image Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel tangible dan variabel brand image Kesimpulan :
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
(Constant) 8.429 2.160 3.903 .000 Tangible .097 .122 .122 .797 .427 Reliability .040 .105 .048 .381 .704 Responsiveness .029 .160 .026 .182 .856 Assurance .212 .207 .116 1.025 .308 1 Emphaty .271 .090 .301 3.011 .003
Didasarkan hasil perhitungan, diperoleh angka thitung sebesar 0.797 (dibulatkan menjadi 0.80). sehingga thitung < ttabel (0.80 < 1,66). Maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh antara variabel tangible dan variabel brand image. Besarnya pengaruh variabel tangible terhadap variabel brand image adalah sebesar 0.122 (dibulatkan menjadi 0.12) atau 12% dianggap tidak signifikan. Hal ini tercermin dalam angka signifikansi yang terletak pada tabel koefisien sebesar 0.427 (dibulatkan menjadi 0.43) lebih besar dari tingkat signifikan yang digunakan sebesar 0.05 (0.43 > 0.05). Berdasarkan atas hasil pengolahan data diatas, diketahui bahwa variabel tangible bukanlah variabel yang dominan dalam mempengaruhi pembentukan brand image dari Bank Mandiri.
2. Pengaruh antara variabel reliability dan variabel brand image Hipotesis :
Ha : Ada pengaruh antara variabel reliability dan variabel brand image Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel reliability dan variabel brand image Kesimpulan :
Didasarkan hasil perhitungan, diperoleh angka thitung sebesar 0.381 (dibulatkan menjadi 0.38). sehingga thitung < ttabel (0.38 < 1,66). Maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh antara variabel reliability dan variabel brand image. Besarnya pengaruh variabel reliability terhadap variabel brand image adalah sebesar 0.048 (dibulatkan menjadi 0.05) atau 5% dianggap tidak signifikan. Hal ini tercermin dalam angka signifikansi yang terletak pada tabel koefisien sebesar 0.704 (dibulatkan menjadi 0.70) lebih besar dari tingkat signifikan yang digunakan sebesar 0.05 (0.70 > 0.05). Berdasarkan atas hasil pengolahan data diatas, diketahui bahwa variabel reliabi;ity bukanlah variabel yang dominan dalam mempengaruhi pembentukan brand image dari Bank Mandiri.
3. Pengaruh antara variabel responsiveness dan variabel brand image Hipotesis :
Ha : Ada pengaruh antara variabel responsiveness dan variabel brand image Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel responsiveness dan variabel brand image Kesimpulan :
Didasarkan hasil perhitungan, diperoleh angka thitung sebesar 0,182 (dibulatkan menjadi 0.18). sehingga thitung < ttabel (0.18 < 1,66). Maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh antara variabel responsiveness dan variabel brand image. Besarnya pengaruh variabel responsiveness terhadap variabel brand image adalah sebesar 0.026 (dibulatkan menjadi 0.03) atau 3% dianggap tidak signifikan. Hal ini tercermin dalam angka signifikansi yang terletak pada tabel koefisien sebesar 0.856 (dibulatkan menjadi 0.86) lebih besar dari tingkat signifikan yang digunakan sebesar 0.05 (0.86 > 0.05). Hal ini tercermin dalam angka signifikansi yang terletak pada tabel koefisien sebesar 0.856 (dibulatkan menjadi 0.86) lebih besar dari tingkat signifikan yang digunakan sebesar 0.05 (0.86 > 0.05). Berdasarkan atas hasil pengolahan data diatas, diketahui bahwa variabel responsiveness bukanlah variabel yang dominan dalam mempengaruhi pembentukan brand image dari Bank Mandiri.
4. Pengaruh antara variabel assurance dan variabel brand image Hipotesis :
Ha : Ada pengaruh antara variabel assurance dan variabel brand image Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel assurance dan variabel brand image Kesimpulan :
Didasarkan hasil perhitungan, diperoleh angka thitung sebesar 1,025 (dibulatkan menjadi -1.03). Sehingga thitung < ttabel (1.03 < 1,66). Maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh antara variabel assurance dan variabel brand image. Besarnya
pengaruh variabel assurance terhadap variabel brand image adalah sebesar 0.116 (dibulatkan menjadi 0.12) atau 12% dianggap tidak signifikan. Hal ini tercermin dalam angka signifikansi yang terletak pada tabel koefisien sebesar 0.308 (dibulatkan menjadi 0.3) lebih besar dari tingkat signifikan yang digunakan sebesar 0.05 (0.3 > 0.05). Berdasarkan atas hasil pengolahan data diatas, diketahui bahwa variabel assurance bukanlah variabel yang dominan dalam mempengaruhi pembentukan brand image dari Bank Mandiri.
5. Pengaruh antara variabel emphaty dan variabel brand image Hipotesis :
Ha : Ada pengaruh antara variabel emphaty dan variabel brand image Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel emphaty dan variabel brand image Kesimpulan :
Didasarkan hasil perhitungan, diperoleh angka thitung sebesar 3.011 (dibulatkan menjadi 3.01). sehingga thitung > ttabel (3.01 > 1,66). Maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh antara variabel emphaty dan variabel brand image. Besarnya pengaruh variabel emphaty terhadap variabel brand image adalah sebesar 0.301 (dibulatkan menjadi 0.30) atau 30% dianggap signifikan. Hal ini tercermin dalam angka signifikansi yang terletak pada tabel koefisien sebesar 0.003 (dibulatkan menjadi 0.00) lebih besar dari tingkat signifikan yang digunakan sebesar 0.05 (0.00 > 0.05). Berdasarkan atas hasil pengolahan data diatas, diketahui bahwa variabel emphaty dapat memberikan pengaruh yang siginifikan terhadap pembentukan brand image dari Bank Mandiri. Untuk itu, sebaiknya Bank Mandiri terus meningkatkan kualitas para karyawannya dalam memberikan pelayanan kepada para nasabah. Hal ini bisa dilakukan salah satunya adalah dengan mempertahankan hubungan baik dengan para nasabah, yang berdasarkan atas
pengolahan data penilaian nasabah mengenai variabel emphaty memperoleh hasil yang paling tinggi.
Berdasarkan atas hasil pengolahan data diatas maka digram jalur untuk sub-suktur Y adalah sebagai berikut :
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008
Gambar 4.8 Hubungan Kausal X1, X2, X3, X4, X5 Terhadap Y
Keterangan gambar :
Variabel endogen dalam gambar tersebut adalah variabel Y, sedangkan variabel eksogen dalam gambar tersebut adalah variabel X1, X2, X3, X4, dan X5.
X1 X4 X3 X2 X5 Y ρyx3 0.03 rx1x2 0.53 rx2x3 0.44 rx3x4 0.10 rx1x5 0.16 ρyx4 0.12 rx1x5 0.12 ρyx2 0.05 ρyx5 0.30 ρyx1 0.12 ε1 0.89
Persamaan Struktur : Y = ρYX1 X1 + ρYX2 X2 + ρYX3 X3 + ρYX4 X4 + ρYX5 X5 + ε1 Y = 0.12 X1 + 0.5 X2 + 0.03 X3 + 0.12 X4 + 0.30 X5 + 0.89 ε1