• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada pertanyaan kesepuluh, penulis memberikan soal mengenai siswa yang ingin menanyakan kepada seorang guru yang tidak mengajar di sekolahnya, serta tidak terlalu mengerti bahasa Jepang, mengenai koran yang siswa tersebut berikan, apakah telah dibaca atau belum.

Pertanyaan yang diberikan oleh penulis adalah

Soal 10: 皆さんが人にさしあげた新聞をもうお読みになったかどうか、お聞 きしたいと思う場合は、どんな表現を使いますか。(その人は先生 ですが、皆さんの学校からの先生ではなくて、日本語があまり分か らないほかの国からの先生です。例えば、先生の名前はマイク先生 です)。

Terjemahan: Anda ingin bertanya kepada seseorang mengenai koran yang Anda pinjamkan kepadanya, apakah telah dibaca atau belum. Ungkapan apa yang Anda gunakan? (Orang tersebut adalah seorang guru, namun tidak mengajar di sekolah Anda dan Beliau adalah guru dari negara lain yang tidak terlalu mengerti bahasa Jepang. Misalnya nama guru tersebut adalah Mike).

Dari soal tersebut, penulis memberikan empat pilihan jawaban, yaitu

ア.マイク先生、私がさしあげた新聞をもう読まれましたか。

イ.マイク先生、私があげた新聞をもう読みましたか。

ウ.マイクさん、私があげた新聞をもう読みましたか。

Analisis data

Dari keempat pilihan ungkapan di atas, jawaban yang benar adalah pilihan「ア」 yaitu Mike Sensei, watashi ga sashiageta shinbun wo mou yomaremashitaka「マイ ク先生、私がさしあげた新聞をもう読まれましたか」. Hal ini disebabkan

ungkapan tersebut merupakan ungkapan bentuk sonkei 「尊敬」dan kenjou「謙 譲」(Machida, 1999: 141). Contohnya, irassharu「いらっしゃる」, ossharu「お っしゃる」, omenikakaru「お目にかかる」, go annaisuru「ご案内する」, dan lain-lain.

Pada pola kalimat Mike Sensei, watashi ga sashiageta shinbun wo mou yomaremashitaka「マイク先生、私がさしあげた新聞をもう読まれましたか」,

terdapat dua bentuk keigo 「 敬 語 」 yaitu sashiageta 「 さ し あ げ た 」 dan yomaremashita「読まれました」.

Kata kerja sashiageta「さしあげた」dibentuk dari pola kata kerja sashiageru 「さしあげる」+ ~ta「~た」. Sedangkan kata kerja yomaremashita「読まれま した」dibentuk dari pola kata kerja yomu「読む」+ ~rareru「~られる」+ ~ta 「~た」.

Kata kerja sashiageru 「 さ し あ げ る 」 adalah bentuk merendah atau bentuk kenjou「謙譲」dari kata kerja ageru「あげる」, yang berarti “memberikan”. Hal

ini dinyatakan oleh Nagasaki (2004: 143), yang membagi kata sashiageru「さしあ げる」ke dalam bentuk kenjou「謙譲」.

Selain itu, Hagino (2005: 73), yang menyatakan bahwa “さしあげる(やる・渡 す)。”, yang didukung oleh Kamatani, et al (2009: 28), yang menyatakan “「さし

あげる」やる / あげる”, serta “「やる」は与えるの意味ですから、「あげ る」「さしあげる」など、たくさんの謙譲語があります。” (Nagasaki, 2004: 249).

Kata kerja yomu「読む」, yang berarti “membaca”, bila ditambah dengan pola ~rareru「~られる」, yang merupakan salah satu fungsi pembentukkan dalam

sonkeigo「尊敬語」akan menjadi bentuk sopan atau bentuk keigo「尊敬」, yaitu

sonkei no joudoushi “reru” “rareru” 尊敬の助動詞「れる」「られる」(Hagino, 2005: 64).

Nagasaki (2004: 15), juga menyatakan bahwa karena “reru” “rareru”「れる」 「られる」merupakan bentuk yang pasti dan polos, ada kemungkinan baik sebagai

bentuk sonkeigo「尊敬語」selanjutnya, “このように、ある面では少し混乱する 難点はありますが、「れる」「られる」の形式は平易で、定まった形になる ので、これからの尊敬語としては有望だと言う人がいます。”.

Kata kerja pembentukkan yomareru 「 読 ま れ る 」 mendapat tambahan pola ~mashita masu + ta「~ました ます+た」. Penambahan pola ~masu 「~ます」berfungsi untuk menjadikan verba tersebut menjadi verba sopan, sebab

~masu「~ます」merupakan bentuk teinei「丁寧」(Nakagawa, 2008: 40).

Kedua kata kerja yomareru 「 読 ま れ る 」 dan sashiageru 「 さ し あ げ る 」 mendapat pola bentuk lampau ~ta「~た」, yang berarti “sudah / telah” (Sugiyanto dan Djamaludin, 2009: 90).

Menurut Slobin, et al (1996: 237), seseorang yang memiliki gelar atau panggilan khusus, akan terdengar lebih sopan bila dipanggil dengan menggunakan gelarnya

tersebut. Oleh sebab itu, kata Mike Sensei「マイク先生」lebih sopan dibandingkan dengan Mike San「マイクさん」.

Terhadap usia tertentu, bentuk bahasa yang digunakan oleh pelaku bahasa tersebut bervariasi, dimana dalam hubungan atas-bawah, usia menjadi syarat pertimbangan. “Pihak bawah” akan menyapa “pihak atas” dengan sapaan jabatan, seperti terhadap guru (disapa dengan ~sensei「~先生」), direktur (disapa dengan ~shachou「~社長」, kepala bagian (disapa dengan ~buchou「~部長」, dan sebagainya (Wamafma, 2010: 52).

Dari hasil analisis data untuk pertanyaan kesepuluh, penulis memperoleh data sebagai berikut

Diagram 3.1.10

Diagram Hasil Jawaban Siswa untuk Pertanyaan Kesepuluh

3 8 23 6 0 5 10 15 20 25 30 ア イ ウ エ

Sumber penelitian: 28 Mei 2011

Pada diagram di atas, dapat dilihat bahwa hanya ada 6 orang siswa yang menggunakan bentuk sonkei「尊敬」dan kenjou「謙譲」atau menjawab pilihan 「ア」saat berbicara dengan guru yang bukan orang Jepang dan kurang mengerti bahasa Jepang. Pilihan yang paling banyak dipilih oleh siswa lainnya adalah pilihan 「イ」, yaitu sebanyak 23 orang, dan 8 orang menjawab pilihan「ウ」. Kedua

pilihan jawaban tersebut merupakan bentuk teineigo 「 丁 寧 語 」 , serta 3 orang lainnya menjawab pilihan「エ」.

Bila jawaban 「 ア 」 tersebut dianalisis ke dalam bentuk tabel, maka hasil analisisnya adalah sebagai berikut

Tabel 3.1.10

Tabel Jumlah Siswa yang Menggunakan Sonkeigo untuk Pertanyaan Kesepuluh

年齢 性別 17 歳 18 歳 19 歳 20 歳 21 歳 22 歳 合計 男性 - 2 人 5% - 1 人 2.5% - 1 人 2.5% 4 人 10% 女性 1 人 2.5% - 1 人 2.5% - - - 2 人 5% 合計 1 人 2.5% 2 人 5% 1 人 2.5% 1 人 2.5% - 1 人 2.5% 6 人 15% Sumber penelitian: 28 Mei 2011

Berdasarkan hasil data yang terdapat pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa dari 40 orang siswa yang diberikan angket, hanya 6 orang yang menjawab Mike Sensei, watashi ga sashiageta shinbun wo mou yomaremashitaka「マイク先生、私がさし あげた新聞をもう読まれましたか」untuk pertanyaan kesepuluh, yaitu ketika bertanya tentang barang yang siswa tersebut pinjamkan kepada gurunya.

Hal di atas juga menunjukkan bahwa hanya sedikit siswa yang masih menggunakan sonkeigo「尊敬語」dan kenjougo「謙譲語」saat berbicara dengan guru yang bukan orang Jepang asli dan tidak terlalu mengerti bahasa Jepang serta tidak mengajar di sekolah tempat siswa tersebut berada.

Dokumen terkait