BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.1 Analisis Kalimat Ditinjau Berdasarkan Bentuk
Berdasarkan bentuk, kalimat dapat dibagi menjadi kalimat dua yaitu kalimat tunggal dna kalimat majemuk. Kedua jenis kalimat ini digunakan oleh guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua. Berikut hasil analisis terhadap kedua jenis kalimat ini.
4.2.1.1 Kalimat Tunggal
Berdasarkan TBBBI (1988) kalimat tunggal merupakan kalimat yang terdiri dari satu klausa. Dalam karangan guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua, kalimat tunggal tidak banyak digunakan. Kalimat tunggal terbagi menjadi lima jenis, namun yang digunakan oleh guru hanya terdapat tiga jenis saja yaitu kalimat tunggal dengan predikat frasa nomina, kalimat tunggal dengan predikat frasa verbal, dan kalimat tunggal dengan predikat frasa preposisional. Berikut hasil analisis terhadap ketiga jenis kalimat tunggal.
a. Kalimat Tunggal dengan Predikat Frasa Nomina
Kalimat tunggal dengan predikat frasa nominal merupakan kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa dan unsur pengisi predikat pada klausa tersebut adalah nomina. Dalam karangan guru hanya ditemukan 1 kalimat yaitu pada karangan Sandra Togas. Berikut ini adalah kalimat tunggal dengan predikat frasa nomina.
(1) Itulah kegiatan Andi Setiap harinya pada pagi hari. (Kode 14.13) P S KET
Kalimat (1) menunjukkan bahwa unsur pengisi predikat pada kalimat tersebut berupa nomina. Pada umumnya, urutanya adalah frasa nomina yang pertama merupakan subjek, sedangkan frasa nomina kedua adalah predikat. Namun, kalimat tersebut terdapat kata itu yang dibubuhi partikel –lah, maka kata itulah
menjadi predikat. Hal ini karena dalam struktur bahasa Indonesia secara keseluruhan, partikel lah umumnya menandai predikat (TBBBI 1988 : 169).
b. Kalimat Tunggal dengan Predikat Frasa Verbal
Frekuensi penggunaan kalimat tunggal dengan predikat frasa verbal merupakan jenis kalimat tunggal yang paling banyak digunakan oleh guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua. Berikut contoh kalimat tunggal dengan predikat frasa verbal. (Selengkapnya lihat Lampiran)
(2) Bu Tuti mengajarkan pelajaran matematika. (Kode 1.9) S P O
(3) Biasanya Doni bangun pagi pada pukul 06.00 (Kode 15.1) KET S P KET KET
Kalimat (2) terdiri dari dari S, P, dan O yang mennjukkan hanya terdapat satu klausa di dalam kalimat tersebut. Unsur pengisi predikat pada kalimat tersebut adalah verba transitif yaitu mengajarkan. Begitu pula kalimat (3) hanya terdapat satu klausa yang terdiri dari S, P, dan KET. Unsur pengisi predikat pada kalimat tersebut adalah kata bangun yang merupakan verba transitif.
c. Kalimat Tunggal dengan Predikat Frasa Preposisional
Dari seluruh karangan narasi, hanya ditemukan 1 kalimat yang menggunakan kalimat tunggal dengan frasa preposisional. Kalimat tersebut ditemukan pada karangan Yanuarius Fanataf (Responden 18.). Beikut contoh kalimat tunggal dengan frasa preposisional.
(4) Analisis seorang siswa kelas V di SD YPPPK St. Petrus Ayawasi. S P
(Kode 18.1)
Kalimat (4) memperlihatkan bahwa kalimat tersebut hanya terdiri dari satu klausa yang terdiri dari S dan P. Unsur pengisi predikat pada kalimat tersebut adalah preposisional di SD YPPPK St. Petrus Ayawasi. Preposisi yang digunakan adalah
di-.
4.2.1.1 Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk merupakan kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, dan di dalamnya terdiri dari satu bagian inti, baik dengan maupun tanpa bagian inti. Dalam karangan guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua, kalimat majemuk banyak digunakan. Berikut analisis jenis kalimat majemuk.
a. Kalimat Majemuk Setara
Penggunaan kalimat majemuk setara dalam karangan narasi guru memiliki frekuensi terendah daripada kalimat majemuk lainnya yaitu sebanyak 28 kalimat. Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih
yang digabungkan menjadi sebuah kalimat baik dengan bantuan penghubung atau tidak. Pada karangan guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua banyak kalimat majemuk setara yang terdiri lebih dari tiga klausa. Berikut contoh kalimat majemuk setara. (Selengkapnya lihat di Lampiran)
(5) Ia menyiapkan semua kelengkapan sekolahnya dan S P O
meletakkannya di dalam tas sekolahnya. (Kode 14.5) P KET
(6) Mereka terpaksa menolong dia dan bawa ke rumah sakit S P O P KET dan juga mereka memberikan kepada orang tuanya dan S P O
juga dapat melapor ke Polisi. (Kode 17.3)
P O
(7) Budi membersihkan seluruh anggota tubuh dengan air dan S P O KET
sabun, lalu budi keluar menuju ruangan dan membuka S P KET P almari, dan mengambil pakaian seragam dan O P O
memakai seragam. (Kode 19.2) P O
Kalimat (5), (6) dan (7) merupakan kalimat majemuk setara karena terdiri dari dua klausa atau lebih yang digabungkan menjadi sebuah kalimat baik dengan bantuan penghubung atau tidak. Hubuangan antar klausa pada ketiga contoh kalimat tersebut setara. Pada kalimat (5) terbentuk dari klausa yang terdiri dari S- P-O dan S-P-KET. Klausa kedua pada kalimat (5) terdapat penghilangan subjek. Hal ini biasa dilakukan pada kalimat majemuk karena memiliki kesamaan dengan
klausa sebelumnya. Selain terdapat lebih dari satu klausa, kalimat tersebut juga terdapat kata dan yang menunjukkan hubungan koordinasi antarklausa.
Kalimat (6) terbentuk dari empat klausa yaitu S-P-O, S-P-KET, S-P-O dan S-P-O. Seperti halnya contoh (5), kalimat tersebut juga terdapat klausa yangdihilangkan subjeknya. Kalimat tersebut terdapat kata dan yang digunakan sebagai hubungan koordinasi antarklausa. Setiap klausa yang membentuk kalimat tersebut dapat berdiri sendiri.
Pada kalimat (7) terdiri dari empat klausa yaitu S-P-O-KET, S-P-KET, S- P-O, dan S-P-O. Hubungan antarklausa pada kalimat tersebut ditandai dengan konjungsi lalu, dan dan. Setiap klausa pada kalimat tersebut dapat beridiri sendiri.
b. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan antarklausanya memiliki hubungan tidak sedrajat, terdapat satu klausa yang menjadi bagian dari klausa lainnya. Pada karangan guru masih terdapat penggunaan penanda hubungan subordinasi yang tidak tepat, namun masih dapat dikategorikan sebagai kalimat majemuk bertingkat. Berikut contoh kalimat majemuk bertingkat. (Selengkapnya lihat di Lampiran)
(8) Ketika turun dari taxi, ia berjumpa dengan 4 orang teman : P KET
KET S P PEL Sandre, Andi, Karo, dan John (Kode 1.6)
(9) Mobil itu lalu melewati dihadapan mereka
S P O
maka Doni bergegas menumpang mobil ( Kode 6.8) S P O
KET
(10) Sebelum ia berngkat ke sekolah ia berpamitan dulu S P KET
KET S P dengan kedua orang tuanya. (Kode 9.4)
KET
Kalimat (8), (9) dan (10) menunjukkan bahwa kalimat majemuk memiliki hubungan antarklausa yang tidak sedrajat. Terdapat satu klausa yang menjadi bagian dari klausa lain yang disebut denngan klausa anak. Unsur pengisi keterangan pada kalimat (8) berupa klausa turun dari taxi dan dihubungkan dengan hubungan subordinasi ketika. Pada kalimat (9) unsur pengisi keterangan diisi oleh klausa Doni bergegas menumpang mobil dan dihubngkan dengan penanda subordinasi maka. Pada kalimat tersebut terdapat pula kata lalu yang fungsinya sebagai penghubung antarklausa setara tetapi karena penggunaannya tidak tepat, kata tersebut tidak diperhitungkan sebagai penanda hubungan antarklausa. Sama seperti kedua contoh sebelumnya, unsur pengisi keterangan pada kalimat (10) juga berupa klausa dan ditandai dengan penanda hubungan subordinatif ketika. Klausa yang mengisi keterangan pada kalimat tersebut adalah
ia berngkat ke sekolah.
c. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat dalam karangan narasi guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua, jenis kalimat majemuk yang paling banyak
digunakan adalah kalimat majemuk campuran. Kalimat majmuk campuran merupakan gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk campuran yang digunakan guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua, terdiri dari beberapa klausa dan mengandung banyak informasi. Berikut contoh kalimat majemuk campuran. (Selengkapnya lihat di lampiran)
(11) Sebelum (Beni ) ke sekolah Beni sarapan pagi terlebih dahulu S P
KET S P KET KET
dan tidak lupa menyikat giginya. (Kode 4.5) KET P O
(12) Setelah diberikan arahan lalu disuruh anak-anak muridnya P O
KET P PEL
masuk sekolah dan adakan kegiatan belajar mengajar. (Kode 5.5) KET P PEL
(13) Setibanya disekolah mobil berhenti KET S P
sambil memberi salam pada ibunya dan ia keluar P O KET
KET S P
dari mobil dan menuju sekolah bersama teman-teman lainya.
KET P O KET
(Kode 15.8)
Kalimat (11) terdapat klausa anak dan klausa induk yang memiliki kedudukan setara. Kalimat tersebut terdiri dari dua klausa setara yaitu KET-S-P- KET-KET dan S-KET-P-O. Sementara itu, unsur pengisi keterangan pada salah
satu klausa tersebut adalah semuah klausa S-P. Kalimat tersebut juga terdapat penanda hubunagan koordinasi dan, dan penanda hubungan subordinasi ketika.
Pada kalimat (12) terdapat klausa anak dan klausa induk yang memilliki kedudukan setara. Kalimat tersebut terdiri dari dari dua klausa induk yang berpola KET-P-PEL-KET dan P-PEL, serta terdapat pula penanda hubuangan koordinasi
dan dan lalu. Dalam kalimat tersebut terdapat pula klausa anak yang terlihat pada
unsur pengisi keterangan yaitu klausa diberikan arahan, serta terdapat penanda hubungan subordinasi setelah. Jika diperhatikan, klausa pada kalimat tersebut tidak lengkap,karena subjeknya dihilangkan. Namun, klausa pada kalimat tersebut masih dapat disebut sebagai klausa karena subjek masih dapat dihadirkan dalam kalimat berdasarkan subjek pada kalimat sebelumnya.
Sama seperti contoh sebelumnya, kalimat (13) juga terdapat klausa anak dan klausa induk yang memiliki kedudukan setara. Klausa induk pada kalimat tersebut berpola KET-S-P-KET, S-P-KET, dan S-P-O-KET. Sementara itu, klausa anak terlihat pada salah satu unsur pengisi keterangan yang berupa klausa
memberi salam pada ibunya.