• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan Hasil

4.3.1 Jenis Kalimat Ditinjau Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan TBBBI (1988 : 267), jenis kalimat ditinjau berdasarkan bentuknya dapat dibagi menjadi dua yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal terbagi lagi menjadi lima jenis kalimat yaitu kalimat tunggal dengan predikat frasa nomina, predikat frasa ajektiva, predikat frasa verbal, predikat frasa preposisional, dan predikat frasa lain. Sementara itu kalimat majemuk dapat terbagi menjadi kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Namun, menurut Soegorno (2009 : 195) ada kalanya kalimat yang digunakan tidak dapat disebut kalimat majemuk setara dan tidak dapat pula sesebut kalimat bertingkat. Kalimat yang digunakan adalah kalimat majemuk

campuran. Untuk itu, pada penellitian ini kalimat majemuk diklasifikasikan menjadi kalimat majemuk setara, majemuk bertingkat, dan majemuk campuran.

1. Kalimat Tunggal

Berdasarkan hasil penelitian dari kelima jenis kalimat tunggal yang ada, guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua hanya hanya menggunakan tiga jenis kalimat. Tiga jenis kalimat tersebut adalah kalimat tunggal dengan predikat frasa nominal, kalimat tunggal dengan frasa verbal, dan kalimat tunggal dengan frasa preposisional.

Jenis-jenis kalimat tunggal tidak banyak diguanakan oleh guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Maokwari, Papua. Jenis kalimat tunggal yang paling banyak digunakan adalah kalimat tunggal dengan predikat frasa verbal. Penggunaan kalimat dengan predikat frasa nominal dan frasa preposisional masing-masing hanya ditemukan 1 kalimat. Berdasarkan data yang diperolah, tidak semua guru menggunakan kalimat tunggal. Terdapat 8 reponden yang tidak menggunakan kalimat tunggal sama sekali. Kehadiran kalimat tunggal sangat minim dalam karangan tersebut. Hal ini membuktikan jika kalimat dalam karangan narasi guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Kauskupan Manokwari, Papua tidak bervariasi.

Kalimat tunggal merupakan kalimat yang memiliki struktur cukup sederhana yaitu terdiri dari satu klausa. Karena struktur yang sederhana inilah, kalimat tunggal hanya menyampaikan satu informasi saja. Penggunaan kalimat ini memudakan pembaca dalam menangkap pesan sedarhana dari penulis. Menurut peneliti, penggunaan variasi kalimat tunggal sangat dibutuhkan pembaca supaya

tidak jenuh dalam membaca kalimat yang panjang dan terdiri dari beberapa informasi.

2. Kalimat Majemuk

Berdasarkan hasil penelitian, kalimat majemuk merupakan kalimat yang paling banyak diguanakan oleh guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua. Dari tiga jenis kalimat yang ada, guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua menggunakan semuanya. Ketiga jenis kalimat majemuk yang digunakan adalah kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Jenis kalimat yang paling banyak digunakan adalah majemuk campuran.

Kalimat majemuk dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi yang sejenis dan berkaitan. Untuk itu penggunaan kalimat majemuk kehadiran kalimat majemuk sangat dibutuhkan dalam sebuah karangan. Namun, penggunaan kalimat majemuk haruslah hati-hati. Apabila kalimat tersebut terlalu luas, maka akan menjadi kalimat yang sangat luas dan akhirnya pembaca menjadi kerepotan dalam menangkap maksudnya. Pada kenyataanya, kalimat majemuk yang digunakan dalam karangan narasi terdiri dari beberapa klausa yang terlalu luas. Hal ini dapat terlihat pada jenis kalimat majemuk setara, bertingkat, maupun campuran. Misalnya saja kalimat majemuk setara pada kode (19.2), yang terdiri dari lima klausa. Contoh lain dapat dilihat pada kalimat mejmuk campuran pada kode (15.8). Kalimat tersebut terdiri dari lebih dari tiga klausa, sehingga kalimat tersebut menjadi terlalu luas dan susah untuk dipahami.

Selain terdiri dari kalimat yang terlalu luas, penggunaan kalimat majemuk terlalu mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 8 guru yang hanya menggunakan kalimat majemuk saja di dalam karangannya. Hal ini membuktikan bahwa karangan tersebut tidak bervariasi. Menurut Peneliti, variasi kalimat berdasarkan bentuk sangat diperlukan dalam karangan narasi. Hal ini penting karena ada kalianya pembaca memerlukan kalimat yang singkat, dan ada kalanya juga pembaca memerlukan beberapa informasi yang terkandung dalam kalimat.

3. Relevansi dengan Penelitian Terdahulu.

Penelitian ini mengacu pada penalitian terdahulu milik Susana Ekawati (2006) dan Yunita Utami (2012). Pada penelitian Susana Ekawati (2006) salah satu tujuan penelitiannya adalah mendeskripsikan jenis kalimat majemuk bahasa Indonesia pada karangan narasi siswa kelas IV SD Demak Ijo 2 Yogyakarta. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah jenis kalimat majemuk yang digunakan dalam karangan narasi siswa adalah kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Hal ini menunjukkan bahwa hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti mendapatkan mempeoleh data bahwa jenis kalimat yang digunakan oleh guru SD di lingkungan YPPK Maybrat Keuskupan Manokwari, Papua terdapat tiga jenis kalimat majemuk yaitu kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran. Perbedaannya penelitian milik Susana Ekawati hanya memfokuskan pada kalimat majemuk saja, sedangkan penelitian yang ini juga membahas mengenai jenis kalimat tunggal. Perbadaan lainnya terdapat pada objek penelitian. Jika pada

penelitian Susana Ekawati objek penelitiaanya dalah karangan narasi siswa, penelitian ini subjeknya adalah karangan narasi guru.

Penelitian yang dilakukan oleh Yunita Utami (2012) memiliki persamaan dan perbedaan pada penelitian ini. Objek penelitian Yunita Utami adalah wacana iklan bank pada surat kabar. Persamaannya, penelitian milik Yunita Utami meneliti variasi kalimat yang ditinjau berdasarkan bentuknya, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Analisis kalimat tunggal pada penelitian Yunita Utami didasarkan pada kategori kata pada predikat. Hasil yang diperolah dari penelitian iini adalah variasi kalimat tunggal dalam wacana iklan bank adalah kalimat tunggal berpredikat nomina, kalimat tunggal berpredikat ajektiva, kalimat tunggal berpredikat verba, dan kalimat tungal berpredikat frasa lain. Pebedaannya, penelitian Yunita Utami menganalisis kaimat majemuk berdasarkan struktur fungsionalnya, sedangkan pada penelitian ini meneliti kalimat mejemuk berdasarkan jenisnya.

Dokumen terkait