4.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data
4.4.3 Analisis Keberlanjutan Secara Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan dar
Terbentuknya Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota
Margorukun Setelah Mendapat Predikat Sebagai Kampung Hijau
Kriteria keberlanjutan suatu rezim (pengelolaan) dapat dinilai dari sisi sikap masyarakat untuk menjaga lingkungan dan sumber daya (stewardship) dan kelenturan (resilience) sistem. Sikap dan tindakan masyarakat yang stewardship adalah kecenderungan masyarakat untuk mempertahankan produktivitas serta karakteristik ekologi sumber daya. Kelenturan (resilience) adalah kemampuan sistem untuk menerima,mengadaptasi serta mengantisipasi perubahan serta hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba,tanpa mengorbankan atau mematikan sistem sendiri.
Pada tahap ini proses analisis dilakukan secara kualitatif, melalui penelusuran komponen stewardship dan resilience sebagai berikut : stewardship dibagi menjadi 3 (tiga) komponen yaitu : (1) horizon waktu, (2) pemantauan, (3) penegakan hukum. Sedangkan tiga komponen kelenturan (resilience) adalah : (1) fleksibilitas peraturan, (2) adaptasi struktural, (3) adaptasi pasar (Thenu 2004).
30
Keberlanjutan Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota Margorukun dalam menjaga lingkungannya dapat dilihat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal ini akan ditunjukkan pada Tabel 10.
Tabel 10 Matriks analisis keberlanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan di Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota Margorukun
No Aspek Indikator
1. Sosial Manfaat sosial yang dirasakan oleh masyarakat dari terbentuknya Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota Margorukun antara lain: a. Kesadaran diri dari masyarakat
b. Terciptanya silaturahmi antar sesama warga c. Meningkatkan kedisiplinan masyarakat d. Terciptanya gotong royong
e. Menjaga tradisi masyarakat yang sudah ada
2. Ekonomi Manfaat ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dari terbentuknya Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota Margorukun antara lain:
a. Peningkatan nilai tambah barang bekas b. Terbukanya lapangan pekerjaan
c. Adanya pemasukan dari kunjungan wisata d. Penghematan biaya penggunaan air
3. Lingkungan Manfaat lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat dari terbentuknya Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota Margorukun antara lain: a. Kenyamanan yang dirasakan oleh masyarakat
b. Lingkungan sekitar terlihat bersih c. Tercipta udara yang lebih segar
d. Tercipta keindahan di lingkungan sekitar
Sumber: Data primer (2013)
Semua indikator dalam ketiga aspek dinilai dengan alternatif penilaian berdasarkan skala Likert. Skala Likert merupakan metode untuk mengukur luas/dalamnya persepsi dan pendapat dari responden. Dalam metode ini sebagian besar pertanyaan dikumpulkan, setiap pertanyaan disusun sedemikian rupa sehingga bisa dijawab dalam lima tingkatan jawaban (Gumilar 2012). Urutan untuk skala Likert menggunakan lima angka penilaian, yaitu:
Sangat Setuju, bobot 5
Setuju, bobot 4
Netral, bobot 3
Tidak Setuju, bobot 2
Untuk mengetahui aspek manakah yang mempengaruhi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota Margorukun maka akan dibuat matriks analisis keberlanjutan dengan strata keberlanjutan sebagai berikut:
Tabel 11 Matriks strata keberlanjutan Kampung Wisata Lingkungan Tengah Kota Margorukun Strata Keberlanjutan Skor Keterangan 0-25 Tidak Berkelanjutan >25-50 Kurang Berkelanjutan >50-75 Cukup Berkelanjutan >75-100 Sangat Berkelanjutan
Misalkan dari 40 responden yang digunakan dalam menilai aspek keberlanjutan, masing-masing responden memberikan bobot (1-5) pada setiap pernyataan yang terdapat pada masing-masing aspek (sosial, ekonomi, dan lingkungan). Kemudian bobot tersebut dijumlahkan serta dibagi dengan jumlah responden dan didapatkan nilai rata-rata. Setelah itu, agar mendapat skor (1-100), maka skor tertinggi yaitu 100 dibagi dengan jumlah pernyataan pada masing-masing aspek dan dibagi dengan nilai rata-rata. Hasil skor yang didapatkan kemudian diinterpretasikan pada tabel strata keberlanjutan diatas.
32
V GAMBARAN UMUM LOKASI
5.1 Kondisi Umum RW 10 Kelurahan Gundih
Rukun Warga (RW) 10 Margorukun secara geografis terletak di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya Pusat, dengan ketinggian 4 meter di atas permukaan laut. RW 10 merupakan wilayah pemukiman berpenduduk padat. Hal ini ditunjukkan oleh jumlah penduduk sebanyak 715 Kepala Keluarga (KK) atau 2.497 jiwa dengan luas wilayah sebesar 34.320 m2. Pemukiman-pemukiman ini umumnya berada dalam gang sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil. RW 10 Margorukun merupakan wilayah yang cukup ramai karena selain berada di pusat kota, kawasan ini juga berdekatan dengan pusat perbelanjaan Grosir PGS (Pusat Grosir Surabaya), stasiun Pasar Turi, dan toko buku Kampung Ilmu.
Sumber: Arsip Data Kependudukan RT 07 RW 10 (2013)
Gambar 3 Peta Lokasi Wilayah RT 07 RW 10
RW 10 Margorukun ini dibatasi oleh beberapa RW yang berada di sekitar wilayah Kelurahan Gundih. Berikut merupakan batas administrasi RW 10:
a. Sebelah Utara : RW 07 Margodadi
b. Sebelah Selatan : Jalur Rel Kereta Api – Pemakaman Umum Wilayah RT 07 RW 10
c. Sebelah Timur : RW 02 Margorukun d. Sebelah Barat : RW 09 Margorukun
RW 10 Margorukun terbagi atas 7 RT (Rukun Tetangga) yang tersebar di wilayah Kampung Margorukun dengan 4 Gang sebagai berikut:
a. Margorukun Gang III : Terdiri RT 01 dan RT 02 b. Margorukun Gang IV : Terdiri RT 03 dan RT 04 c. Margorukun Gang V : Terdiri RT 05 dan RT 06 d. Margorukun Gang VI : Terdiri satu RT 07
RT 07 RW 10 Margorukun mempunyai jumlah penduduk sebanyak 624 jiwa yang terdiri dari 183 Kepala Keluarga (KK). Karakteristik penduduk RT 07 RW 10 bersifat heterogen yang dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat usia, mata pencaharian, dan status penduduk. Data karakteristik penduduk RT 07 RW 10 tersaji dalam Tabel 12.
Tabel 12 Data karakteristik penduduk RT 07 RW 10 Margorukun Tahun 2012 No. Penduduk RT 07 RW 10 Jumlah (dalam jiwa) Persentase (%)
1. Rasio Jenis Kelamin
a. Laki-Laki 325 52,08
b. Perempuan 299 47,92
Total 624 100,00
2. Rasio Tingkat Usia
a. Balita/ Anak (1-16 Tahun) 124 19,87
b. Remaja (17-25 Tahun) 168 26,92
c. Dewasa/ Lansia (27-80 Tahun) 332 53,21
Total 624 100,00 3. Mata Pencaharian a. PNS 8 3,27 b. ABRI/ POLRI 1 0,41 c. Buruh 236 96,33 Total 245 100,00 4. Status Penduduk a. Penduduk Asli 452 72,44 b. Pendatang 172 27,56 Total 624 100,00
Sumber: Arsip Data Kependudukan RT 07 RW 10 (2013)
Berdasarkan data pada Tabel 12, rasio jenis kelamin di RT 07 RW 10 menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada perempuan yaitu sebesar 52,08% atau sebanyak 325 orang. Mayoritas penduduknya berada
34
pada tingkat usia dewasa atau lansia (27-80 tahun) yaitu sebesar 53,21 persen atau sebanyak 332 orang. Mata pencaharian penduduk sebagian besar sebagai buruh yaitu sebesar 96,33% atau sebesar 236 orang. Penduduk yang tinggal di RT 07 RW 10 mayoritas merupakan penduduk asli wilayah tersebut. Data menunjukkan sebanyak 452 orang atau sebesar 72,44% merupakan penduduk asli yang menempati wilayah RT 07 RW 10.
Kampung Margorukun RW 10 terdiri dari 7 RT yang telah mampu menerapkan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Sebagian besar kampung di wilayah RW 10 mengikuti program lingkungan Green & Clean. Sebanyak lima dari tujuh RT yang ada, sudah mampu meraih prestasi di tingkat kota Surabaya khusunya di bidang lingkungan. Peran serta masyarakat di tiap-tiap RT untuk terus mengembangkan potensi yang mereka miliki merupakan hal yang positif. Hal tersebut tidak terlepas dari kegiatan lingkungan yang berjalan secara berkelanjutan sehingga menjadikan masyarakat lebih aktif dan semangat dalam menjalankan program kerja.
Gerakan lingkungan yang diawali oleh warga RT 07 pada tahun 2007 mempunyai pangaruh sangat besar di wilayah RW 10 dan kampung lainnya di Kelurahan Gundih. Kerja keras dan konsistensi para tim penggerak lingkungan mampu dibuktikan dalam kurun waktu satu tahun di Kampung Margorukun. Tidak hanya Tim Penggerak Lingkungan saja, peran Ketua RT dan RW yang berkomitmen kuat untuk merubah kampung menjadi kampung yang hijau dan bersih dari sampah ternyata mampu merubah perilaku dan kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal.