• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kebutuhan

Instrumen pengumpulan data lembar pedoman wawancara analisis kebutuhan digunakan untuk mengetahui realita yang terdapat di lapangan (lingkungan sekolah). Pertanyaan dalam pedoman wawancara ini merupakan jenis pertanyaan terbuka di mana responden dapat menjawab secara bebas dan leluasa berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh peneliti seperti yang disusun dapat dilihat pada tabel 3.1. Sedangkan secara rincinya dijabarkan dalam daftar pertanyaan wawancara analisis

kebutuhan berisi 26 pertanyaan yang terdapat pada lampiran 2.

Pertanyaan dalam pedoman wawancara merupakan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran IPA dan permasalahan kompetensi atau materi yang terjadi di sekolah. Hasil wawancara bersama guru IPA tersebut akan dianalisis mengenai kebutuhannya terkait dengan permasalahan yang terjadi di sekolah.

Tabel 3.1. Kisi-Kisi Pertanyaan Analisis Kebutuhan

No. Aspek pertanyaan No pertanyaan

1. Identitas guru 1

2. Standar Ketuntasan (KKM) 2

3. Kompetensi Dasar (KD) 3

4. Media dalam Pembelajaran 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 26 5. Metode dan model Pembelajaran 12, 13

6. Hasil belajar 14, 15, 16, 17, 18, 19 7. Evaluasi proses pembelajaran 20, 21, 22, 23, 24, 25

2. Lembar Kuesioner Validasi

Pengukuran kelayakan produk yang dikembangkan dilakukan melalui validasi oleh ahli media dan ahli materi dan dua guru IPA.

Pengukuran ini bertujuan untuk menguji kelayakan produk yang dikembangkan berdasarkan pemikiran rasional dan pengetahuan para ahli.

Instrumen yang digunakan dalam validasi produk ditujukan untuk penilaian aspek materi pembelajaran di antaranya konten atau isi, bahasa dan latihan soal. Sedangkan aspek media pembelajaran di antaranya tampilan, inovasi dan efektivitas, cara penggunaan dan penyajian.

Instrumen validasi aspek materi pembelajaran akan dinilai oleh ahli

materi dan guru IPA, sedangkan instrumen aspek media akan digunakan oleh ahli materi dan guru IPA dalam penilaian produk.

Berikut ini pada tabel 3.2 kisi-kisi dalam pembuatan kuesioner validasi pengembangan produk yang ada dalam lembar kuesioner pada tabel 3.3 dan 3.4. Sedangkan untuk rubrik penskoran kuesioner ahli materi dapat dilihat pada lampiran 3 dan untuk rubrik penskoran kuesioner ahli media dapat dilihat pada lampiran 4.

Tabel 3.2. Kisi-Kisi Instrumen Lembar Validasi Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku Android untuk Ahli Materi dan Ahli Media Aspek

Kesesuaian materi dengan Kompetensi Dasar (KD)

1 1

Kesesuaian materi dengan indikator 2 1

Ranguman materi 3 1

Motivasi dan semangat peserta didik 4 1 Kesesuaian dengan kemampuan

peserta didik

5 1

Kesesuaian media pembelajaran dengan materi klasifikasi makhluk hidup

6 1

Materi dibuat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

7 1

Kejelasan dalam penulisan dan gambar 8 1 Kesesuaian latihan soal dengan

kemampuan dan pemahaman peserta didik kelas VII SMP

9 1

Kesesuaian latihan soal dengan materi pembelajaran Inovasi dan efektifitas media

pembelajaran Buku Saku Android

6, 7 2

Pengunaan dan Penyajian Buku Saku Android

8, 9, 10 3

Tabel 3.3. Instrumen Lembar Validasi Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku Android untuk Ahli Materi

No. Aspek yang dinilai Skor dengan indikator materi yang telah disusun dalam RPP

3. Aspek ringkasan materi pada media mudah dipahami

4. Meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik 5. Materi pembelajaran sesuai dengan

tingkat kemampuan peserta didik kelas VII SMP

6. Kesesuaian media pembelajaran dengan materi klasifikasi makhluk hidup

7. Materi dibuat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar 8. Kejelasan dalam penulisan gambar

pada media

9. Kesesuaian latihan soal dengan kemampuan dan pemahaman peserta didik kelas VII

10. Kesesuaian latihan soal dengan materi pembelajaran

Tabel 3.4. Instrumen Lembar Validasi Pengembangan Media Pembelajaran Buku Saku Android untuk Ahli Media

No. Aspek yang diamati Skor

Komentar 1 2 3 4

1. Kesesuaian layout buku saku android dengan isi materi

2. Keruntutan konsep dan kemenarikan desain

3. Kesesuaian dalam pemilihan warna 4. Pemilihan jenis dan ukuran huruf 5. Ketepatan dalam penempatan

tombol

6. Keefektifan media dalam mendukung kemandirian dan

pemahaman peserta didik

7. Kreativitas dan inovasi media pembelajaran

8. Kejelasan petunjuk penggunaan 9. Kelengkapan penyajian

10. Kemudahan dalam penggoperasian media

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data secara kualitatif dan analisis data secara kuantitatif. Berikut ini penjelasan mengenai kedua teknik analisis data tersebut:

1. Analisis Data Kualitiatif

Analisis data kualitatif merupakan hasil dari wawancara analisis kebutuhan dan lembar validasi. Dengan tujuan untuk melihat penilaian produk buku saku android secara kualitatif. Data yang diperoleh berupa komentar atau saran yang didapat dari satu ahli materi, satu ahli media dan dua guru IPA kelas VII. Hasil tersebut dianalisis untuk mengetahui kualitas dan kelayakan dari media pembelajaran berupa buku saku android yang telah dibuat dan selanjutnya, akan dilakukan revisi produk.

2. Analisis Data Kuantitatif

Analisis data kuantitatif dapat dilakukan menggunakan skala pengukuran yaitu Likert. Analisis data kuantitatif merupakan jumlah skor yang diperoleh dari hasil penilaian satu ahli materi, satu ahli media dan dua guru IPA kelas VII untuk menilai buku saku android. Kategori yang digunakan untuk penilaian media pembelajaran dan materi yaitu sangat baik (4), baik (3), kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

Selanjutnya, dilakukan rekapitulasi dan perhitungan rata-rata skor data validasi dengan rumus sebagai berikut:

Rata-rata = Ʃx N dengan keterangan:

Ʃx = Total skor

N = Jumlah pertanyaan kuesioner

Setelah memperoleh skor rata-rata langkah selanjutnya, adalah menentukan rentang skala dengan rumus:

RS = (m − n) b Keterangan :

RS = Rentang skala m = Skor tertinggi n = Skor terendah b = Jumlah kelas

Perhitungan rentang skala menjadi RS = 4−1

4 sehingga diperoleh RS = 0,75. Skor rata-rata yang diperoleh dalam hasil validasi kemudian dikoversikan dalam data kualitatif berdasarkan skala likert pada tabel 3.5 di bawah ini:

Tabel 3.5. Tabel Skala Likert dalam Sukmadinata (2013)

Interval Skor Data Kualitatif (Kategori)

3,25 ≤ x ≤ 4 Sangat baik

2,50 ≤ x < 3,25 Baik

1,75 ≤ x < 2,50 Kurang baik 1 ≤ x < 1,75 Sangat kurang baik

F. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini berdasarkan hasil validasi dari produk berupa media pembelajaran buku saku android pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP yang dikembangkan, yaitu:

1. Dihasilkan produk berupa media pembelajaran buku saku android pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP.

2. Produk yang dihasilkan layak digunakan dan memiliki kualitas yang baik jika memenuhi kategori baik dengan rentang skor 3 > x > 4.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kebutuhan

Langkah awal pada penelitian pengembangan media pembelajaran ini ialah dengan melakukan kegiatan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang terdapat di sekolah, ketika guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melakukan kegiatan belajar mengajar kepada peserta didik. Kegiatan analisis kebutuhan ini dilakukan pada setiap sekolah yang sudah ditentukan oleh peneliti dan yang sudah memberikan izin untuk melakukan kegiatan wawancara terkait analisis kebutuhan. Peneliti menggunakan metode wawancara kepada guru IPA kelas VII dengan mempersiapkan daftar pertanyaan yang terstruktur untuk mempermudah pada saat proses wawancara berlangsung. Adapun lima sekolah yang digunakan dalam kegiatan analisis kebutuhan penelitian ini antara lain SMPN 4 Pakem, SMP Taman Ibu Dewasa Taman Siswa, SMP Kanisius Gayam, SMP Negeri 2 Depok dan SMP Kanisius Kalasan.

Langkah selanjutnya, yaitu melakukan kegiatan wawancara untuk mengetahui fakta dan permasalahan yang dihadapi oleh guru terkait selama kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan. Pada penelitian ini, terdapat 26 butir pertanyaan pada lembar analisis kebutuhan yang di antaranya terdapat sebanyak 7 aspek meliputi 1 pertanyaan untuk identitas guru, 1 pertanyaan untuk standar ketuntasan (KKM), 1 pertanyaan untuk

kompetensi dasar (KD), 9 pertanyaan untuk media dalam pembelajaran, 2 pertanyaan untuk metode dan model pembelajaran, 6 pertanyaan untuk hasil belajar kemudian 6 pertanyaan untuk kegiatan evaluasi proses pembelajaran.

Hasil wawancara analisis kebutuhan tersebut disajikan pada Tabel 4.1 berikut ini:

Rangkuman hasil wawancara analisis kebutuhan dari lima sekolah dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini:

Tabel 4.1 Ringkasan Wawancara Analisis Kebutuhan

No. Pertanyaan SMP Negeri 4 pembelajaran daring.

Terdapat pengurangan

PPT dan buku paket yang disampaikan

No. Pertanyaan SMP Negeri 4 yang ada pada media tersebut kecil. kepada peserta didik.

Guru mengalami

jaringan serta kuota peserta didik. jika oleh guru IPA kelas VIII dan IX.

No. Pertanyaan SMP Negeri 4

metode diskusi serta model pembelajaran yang biasa digunakan

guru ialah mana yang dirasa sulit untuk disampaikan

No. Pertanyaan SMP Negeri 4

smartphone atau alat bantu belajar (IT). ini sangat diperlukan oleh guru untuk

No. Pertanyaan SMP Negeri 4 diakses oleh peserta didik di mana saja

Berdasarkan analisis kebutuhan di atas, peneliti menemukan bahwa guru dari kelima sekolah telah menggunakan media pembelajaran pada saat proses belajar mengajar. Namun peneliti juga menemukan masalah yakni di mana adanya keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran di sekolah. Analisis kebutuhan dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman guru terkait ketersediaan media pembelajaran daring selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan. Berdasarkan rangkuman hasil wawancara pada kelima guru mengatakan bahwa selama pembelajaran daring masing-masing dari kelima SMP tersebut terdapat pengurangan kompetensi dasar (KD). Selain itu, pihak sekolah juga melakukan pengurangan indikator dikarenakan keterbatasan waktu untuk kegiatan pembelajaran daring. Oleh sebab itu, penyampaian materi pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

Model pembelajaran yang digunakan di lima sekolah menggunakan model pembelajaran yang sama akan tetapi, terdapat satu sekolah yang menggunakan model pembelajaran yang berbeda. Model pembelajaran yang digunakan dari kelima sekolah yaitu Discovery learning dan Problem Based Learning (PBL) yang diterapkan melalui metode pembelajaran seperti pengamatan, observasi langsung, ceramah, diskusi dan tanya jawab. Model pembelajaran yang digunakan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari pengunaan model pembelajaran Discovery learning dan Problem Based Learning yang mengacu pada pendekatan pembelajaran dengan tujuan pengajaran tahap dalam kegiatan

pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas sesuai dengan model pembelajaran kurikulum 2013 (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014). Model pembelajaran yang digunakan guru, akan dimodifikasi lagi oleh guru sesuai dengan materi, kondisi dan ketertarikan peserta didik di kelas online, sehingga secara keseluruhan semua peserta didik dapat menerima dan mengikuti proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di lima sekolah pada aspek hasil belajar materi yang dianggap sulit oleh peserta didik selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) ialah materi klasifikasi makhluk hidup. Semua guru berpendapat bahwa materi klasifikasi makhluk hidup memiliki beberapa kendala, di antaranya yaitu cakupan materi yang luas atau banyak dan tergolong sulit baik untuk guru dalam menyampaikan materi karena keterbatasan media dan waktu pembelajaran yang diperlukan untuk menyampaikannya dan peserta didik yang kesulitan menerima materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Menurut kelima guru media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam pembelajaran karena dengan adanya media pembelajaran tersebut dapat membantu guru dalam menyampaikan pesan dan informasi kepada peserta didik. Media pembelajaran juga membantu siswa dalam memahami materi. Media pembelajaran juga dapat memotivasi siswa agar lebih aktif dalam pembelajaran dan media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar bagi peserta didik.

Media pembelajaran yang digunakan oleh guru pada saat pembelajaran jarak jauh masih kurang bervariasi seperti PPT yang didominasi teks, buku

paket, modul (PDF), video, gambar dan lingkungan sekitar yang disampaikan melalui Google classroom, Google meet, Zoom, FCC, Whatsapp grup, Quizizz, Google form. Namun dalam hal ini terdapat permasalahan yaitu dikarenakan cakupan materi yang luas dan banyak terdapat nama-nama ilmiah yang bersifat hapalan, serta penggunaan media PPT yang didominasi teks dan keterbatasan waktu sehingga menyebabkan kurangnya pengetahuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran khususnya klasifikasi makhluk hidup. Hal ini dapat dilihat dengan hasil belajar peserta didik di mana disebutkan bahwa nilai peserta didik masih di bawah KKM pada materi klasifikasi makhluk hidup. Hasil wawancara menunjukan bahwa guru memerlukan media pembelajaran yang menarik, dapat menyampaikan materi pembelajaran secara keseluruhan tanpa adanya batasan waktu dan dapat diakses di mana saja dan kapan saja oleh peserta didik.

Media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan ini diharapkan dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan dan memenuhi kebutuhan sekolah. Media yang dikembangkan dapat berupa media bantu yang berisikan gambar, video serta penjelasan singkat mengenai klasifikasi makhluk hidup supaya kegiatan pembelajaran daring dapat menarik dan peserta didik dapat belajar mandiri tanpa adanya keterbatasan waktu. Maka dari itu solusi yang dapat dilakukan ialah pertama adanya inovasi media pembelajaran baru yang menarik minat belajar peserta didik sesuai dengan KI, KD, dan Indikator yang ditetapkan berdasarkan kurikulum 2013. Kedua media pembelajaran dapat digunakan untuk mewakili guru dalam

menyampaikan materi kepada peserta didik. Ketiga media pembelajaran mudah diakses oleh guru dan peserta didik melalui smartphone sehingga dapat dipelajari di mana saja dan kapan saja. Berdasarkan jurnal pada penelitian relevan disebutkan kesimpulan dari ketiga jurnal tersebut bahwa media pembelajaran berbasis android dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan pada kegiatan pembelajaran yang terjadi di lima sekolah tersebut. Solusi yang dapat dilakukan berdasarkan permasalahan yang terjadi di sekolah dan didukung oleh penelitian relevan maka dapat dikembangkan sebuah buku saku android pada materi klasifikasi makhluk hidup.

Pada kegiatan pembelajaran sebelumnya, guru dari lima sekolah belum pernah menggunakan media pembelajaran berupa buku saku android sehingga media pembelajaran ini masih jarang didengar apalagi digunakan. Namun, melihat dari permasalahan di atas media pembelajaran yang akan dikembangkan oleh peneliti ini sudah mendapatkan dukungan dari guru dengan pendapat dan usulan para guru untuk menerima ide pengembangan buku saku android pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP.

Berdasarkan pernyataan guru, media pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi acuan sehingga dapat membantu dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan jangkauan materi yang luas dengan objek yang lebih lengkap dan dapat diakses di mana saja, tidak terdapat batasan waktu.