• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

B. Langkah-Langkah Penelitian dan Pengembangan

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa buku saku android pada materi klasifikasi makhluk hidup.

Pengembangan dan penelitian menurut Borg and Gall (1983) dalam Sugiyono (2016) terdiri dari 10 langkah. Adapun alasan peneliti menggunakan model pengembangan ini yaitu karena tahapan dasar desain pengembangan yang terdapat pada Sugiyono (2016) cukup sederhana, mudah dipelajari dan dipahami serta mudah dipraktikan dalam pengembangan media pembelajaran.

Berikut ini penjelasan mengenai 10 langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall sebagai berikut:

1. Potensi dan Masalah

Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi masalah. Potensi merupakan segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Masalah merupakan suatu penyimpagan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah tersebut dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga ditemukan suatu model atau pola penanganan untuk menangani masalah tersebut.

2. Pengumpulan Data

Setelah potensi dan masalah diperoleh dan dibuktikan kebenarannya melalui fakta kemudian selanjutnya, perlu dikumpulkan melalui berbagai informasi yang digunakan sebagai bahan untuk melakukan perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah.

3. Desain Produk

Produk yang dihasilkan dalam penelitian Research and Development bermacam-macam. Pada bidang pendidikan, produk-produk yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan.

Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuat produk.

4. Validasi Produk

Validasi produk merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini secara rasional. Dikatakan secara rasional hal ini dikarenakan validasi produk disini masih bersifat rasional dan belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar atau tenaga ahli tersebut diminta untuk melakukan penilaian terhadap desain.

Selanjutnya, dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari produk yang dibuat.

5. Revisi Produk

Setelah produk dilakukan tahapan validasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli, maka akan diketahui kelemahan dari produk tersebut.

Kelemahan tersebut yang selanjutnya, akan dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain produk. Kemudian barulah peneliti memperbaiki kelemahan dari desain produk yang dibuat.

6. Ujicoba Produk

Desain produk yang sudah dibuat tidak dapat secara langsung diujicobakan akan tetapi, desain produk tersebut harus dibuat terlebih dahulu menjadi suatu produk selanjutnya, baru dapat diujicobakan.

Setelah itu, produk tersebut dilakukan validasi dan revisi maka produk tersebut dibuat dalam bentuk prototipe. Prototipe inilah yang kemudian akan diujicobakan. Pengujian dilakukan supaya peneliti memperoleh informasi mengenai produk baru yang telah dibuat, apakah produk tersebut lebih efektif dari produk sebelumnya.

7. Revisi Produk

Pengujian produk dapat menunjukan keefektifan suatu produk yang dibuat. Terdapat perbedaan yang sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan. Akan tetapi, tidak seutuhnya produk yang telah dibuat memperoleh penilaian maksimum, maka dari itu perlu adanya revisi desain produk. Revisi ini berguna untuk menyempurnakan kekurangan produk sebelumnya, sehingga terdapat adanya kenyamanan pemakaian produk bila dilakukan produksi secara massal untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

8. Ujicoba Pemakaian

Pengujian produk yang telah dilakukan dan kemungkinan adanya revisi tidak terlalu penting maka selanjutnya, produk tersebut diharapkan dalam kondisi yang nyata untuk lingkup yang luas. Tahapan ujicoba ini harus adanya penilaian kekurangan atau hambatan yang ada pada produk supaya dapat dilakukannya tahapan revisi ulang produk.

9. Revisi Produk Akhir

Revisi produk akhir dilakukan pada saat terdapat kekurangan dan kelemahan terhadap produk yang telah diujicobakan. Peneliti harus melakukan evaluasi kinerja produk baru yang telah dibuat dan dapat mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada pada produk. Hal ini digunakan oleh peneliti untuk menyempurnakan produk baru yang akan dibuat.

10. Produksi Massal

Pembuatan produk secara massal atau produksi massal dilakukan jika produk yang telah dilakukan tahapan ujicoba dinilai efektif dan layak untuk digunakan kemudian barulah produk tersebut dilakukan produksi massal.

Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap kelima yaitu revisi produk. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya untuk mengembangkan produk secara massal. Jika penelitian dan pengembangan dilakukan hingga sepuluh tahapan maka akan memerlukan proses yang panjang serta waktu yang lebih lama dalam proses pembuatan buku saku android. Melalui pelaksanaan kelima tahapan ini diharapkan agar penelitian dan pengembangan ini dapat selesai dengan waktu yang lebih efisien akan tetapi, tetap efektif pada proses dan hasilnya. Kelima tahapan penelitian dan pengembangan yang telah disederhanakan tersebut dapat diuraikan oleh peneliti sebagai berikut:

1. Potensi dan Masalah

Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi suatu permasalahan dengan melakukan analisis kebutuhan. Potensi merupakan segala sesuatu yang bila digunakan memiliki manfaat. Masalah ini dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga dapat menemukan suatu model atau pola penanganan terpadu yang efektif dan dapat digunakan untuk menangani permasalahan tersebut. Metode penelitian yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode wawancara atau kualitatif.

Berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya, dapat dirancang model pengembangan yang efektif. Analisis kebutuhan dilakukan melalui wawancara terhadap kelima guru pengampu mata pelajaran IPA kelas VII pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masing-masing guru berasal dari kelima SMP yang berbeda-beda yaitu di SMP Negeri 4 Pakem, SMP Negeri 2 Depok, SMP Taman Ibu Dewasa Taman Siswa, SMP Kanisius Gayam, SMP Kanisius Kalasan.

Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti adalah menentukan topik yang digunakan untuk membuat kisi-kisi pedoman wawancara analisis kebutuhan. Pelaksanaan kegiatan wawancara yang dilakukan oleh peneliti ialah untuk memperoleh gambaran mengenai persepsi guru IPA kelas VII mengenai pembelajaran daring dan mendapatkan data penggunaan dan pengembangan media daring yang digunakan guru lebih beragam.

2. Pengumpulan Data

Setelah potensi dan masalah dapat dibuktikan melalui fakta maka selanjutnya, perlu dikembangkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Pengumpulan data analisis kebutuhan dilakukan melalui teknik wawancara dengan guru IPA kelas VII SMP. Wawancara dilakukan di setiap sekolah yang telah ditentukan oleh peneliti, kemudian dirangkum dan dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pengembangan produk. Pengumpulan data berdasarkan yang didapat dari hasil wawancara analisis kebutuhan dan mencari referensi-referensi yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan lewat internet maupun buku.

3. Desain Produk

Hasil wawancara yang sudah diperoleh oleh peneliti kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan pembuatan produk yang tepat. Produk yang akan dikembangkan oleh peneliti adalah sebuah media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai sumber belajar berupa buku saku android tentang materi klasifikasi makhluk hidup yang dibuat efektif, menarik. Produk yang dibuat tersebut terdapat materi pembelajaran yang diajarkan dan disertai dengan petunjuk penggunaan media, gambar, video bahan ajar dan latihan soal untuk evaluasi peserta didik. Pembuatan desain media pembelajaran tersebut menggunakan Canva yang kemudian dijadikan dalam sebuah aplikasi dengan

menggunakan perangkat lunak yang bernama Android. Software Android Studio ini berfungsi untuk mengcodding data-data sehingga menjadi sebuah aplikasi berupa buku saku digital. Desain produk ini terdiri dari 5 tahap yaitu:

a. Menentukan Materi

Pada tahapan ini, ditentukan materi ilmu pengetahuan alam (IPA) yang akan digunakan berdasarkan hasil dari analisis kebutuhan wawancara dengan beberapa sekolah. Materi ini kemudian akan di gunakan dalam media pembelajaran buku saku android yaitu materi klasifikasi makhluk hidup berdasarkan kurikulum 2013. Dalam buku saku ini terdapat ringkasan materi dan beberapa gambar serta video yang dibuat per topik sesuai dengan urutan materi dalam buku paket serta berdasarkan kompetensi dasar yang ditentukan oleh pemerintah yaitu ciri-ciri makhluk hidup dan tak hidup, klasifikasi makhluk hidup (tahapan klasifikasi, urutan taksonomi dalam klasifikasi, kunci identifikasi, metode penamaan ilmiah, manfaat klasifikasi), perkembangan sistem klasifikasi serta peranan kingdom makhluk hidup.

b. Pembuatan Storyboard

Pembuatan storyboard buku saku android ini didesain menggunakan aplikasi Canva. Storyboard dibuat sebagai gambaran mengenai keseluruhan bentuk dan isi dari produk aplikasi yang akan dikembangkan. Pembuatan storyboard ini bertujuan sebagai panduan

dalam bentuk seperti konsep, tujuannya untuk memudahkan pada saat proses pembuatan media.

c. Penyusunan Bahan Ajar

Penyusunan bahan ajar, soal dan jawaban serta pembahasan dalam media pembelajaran buku saku android dibuat dari beberapa referensi di antaranya buku IPA Biologi untuk SMP/MTS Kelas VII.

Penerbit Erlangga: Jakarta (Triyono, Agus. 2013) dan buku Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP / MTS Kelas VII Semester I Edisi Revisi 2017. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia: Jakarta (Widodo, W., & Rachmadiarti, F. 2017).

d. Gambar, Font dan Background

Gambar yang ditampilkan pada media diunduh dari berbagai sumber yang tersedia di internet. Cover yang dibuat disajikan dalam media gambar sebagian dirancang oleh peneliti menggunakan aplikasi Canva. Pengumpulan gambar untuk menu diunduh dari Flaticon sedangkan untuk gambar materi klasifikasi makhluk hidup diunduh dari web Yandex.com. Pemilihan font untuk judul setiap bagian menu menggunakan Alegreya Sans Bold sedangkan pada bagian isi materi menggunakan Aileron Regular. Latar belakang pada setiap halaman memiliki warna yang selaras sehingga membuat media lebih menarik dan memperindah tampilan buku saku android.

e. Pembuatan Produk Media Buku Saku Android

Produk media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan software android studio. Komponen yang dikumpulkan, kemudian dibuat menjadi sebuah media dalam Canva dengan mengacu pada storyboard yang telah disusun sebelumnya. Canva tersebut berisikan gambaran awal dalam pembuatan aplikasi sebelum masuk pada tahapan codding.

4. Validasi Produk

Menurut Sugiyono (2016), validasi produk merupakan suatu proses kegiatan untuk menilai rancangan produk secara rasional. Dikatakan secara rasional karena validasi disini masih bersifat rasional dan belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap tenaga ahli diminta untuk menilai desain produk tersebut sehingga selanjutnya, dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari suatu produk yang dibuat. Desain produk yang dikembangkan yaitu buku saku android divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Penilaian dari validator (ahli) tersebut bertujuan untuk mengetahui kelayakan suatu produk yang telah dibuat. Tenaga ahli akan menilai kelebihan dan kekurangan dari suatu produk. Para ahli yang sudah menilai produk buku saku android tersebut kemudian memberikan komentar dan saran untuk selanjutnya, dilakukan perbaikan dalam menyempurnakan produk media yang akan dibuat sehingga produk dapat menjadi lebih baik.

5. Revisi Produk

Pada tahapan revisi produk dilakukan oleh peneliti berdasarkan masukan perbaikan dari hasil validasi ahli materi dan ahli media. Hasil validasi tersebut menunjukan kelemahan dari produk yang dikembangkan, sehingga perlu dilakukannya revisi untuk menghasilkan produk akhir berupa prototipe hasil revisi media pembelajaran buku saku android materi klasifikasi makhluk hidup kelas VII SMP yang lebih baik.