HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Kebutuhan
Langkah awal dalam penelitian pengembangan ini adalah melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui permasalahan serta kebutuhan yang seharusnya terdapat dilapangan dan mencari solusi dalam memecahkan permasalahan tersebut. Analisis kebutuhan dilakukan oleh peneliti berdasarkan langkah-langkah pengembangan bahan ajar yang telah diuraikan di bab III.
Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada guru kelas II di SD Negeri Kenaran 3, yang beralamat Gunungcilik, Sumberharjo, Prambanan, Sleman yaitu Ibu Martutik pada hari Sabtu, 25 April 2015. Tujuan dari wawancara adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan yang berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis permulaan bagi siswa kelas II sekolah dasar. Berdasarkan hasil wawancara didapat beberapa permasalahan yaitu (1) beberapa siswa belum mampu membaca lancar, (2) siswa belum begitu mahir dalam menulis tegak bersambung, (3) siswa kesulitan dalam membedakan beberapa huruf b, p, dan d, (4) tulisan siswa masih banyak yang tidak rapi, (5) siswa membutuhkan buku untuk belajar menulis tegak bersambung.
Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 24 April dan 1 Mei 2015 pada saat pelajaran Bahasa Indonesia dapat diketahui adanya beberapa permasalahan. (1) beberapa siswa belum mampu membaca dengan lancar, masih mengeja (2) tulisan siswa kurang rapi ketika menulis menggunakan huruf lepas dan huruf tegak bersambung (3) penggunaan huruf kapital yang masih salah, (4) kurang teliti dan kurang lengkap ketika menulis kata, (5) kurang teliti dalam penggunaan tanda baca pada akhir kalimat seperti tanda titik pada akhir kalimat.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, maka bahan ajar yang dikembangkan akan disusun sedemikian rupa sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan siswa. Peneliti berupaya menyusun buku suplemen membaca dan menulis permulaan bagi siswa kelas II semester 2 pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mempermudah siswa dalam memahami pembelajaran membaca dan menulis permulaan.
4.1.1 Hasil Wawancara Survei Kebutuhan
Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas I SD Negeri Kenaran 3 pada tanggal 25 April 2015. Peneliti melakukan wawancara dengan memberikan 7 butir pertanyaan terkait kemampuan siswa dalam membaca dan menulis permulaan di kelas rendah. Hasil dari wawancara ini menjadi pedoman dalam pembuatan bahan ajar. Berikut data hasil wawancara dengan guru SD Negeri Kenaran 3, Prambanan, Sleman, yang akan dijelaskan setiap butirnya.
Butir pertanyaan yang pertama yaitu tentang gambaran pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SD N Kenaran 3. Guru menyatakan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia yang ada masih disampaikan menggunakan metode ceramah. Sampai saat ini masih terpaku dalam mengajari siswa yang
belum lancar membaca. Beberapa siswa masih terbata-bata ketika membaca, dan ada juga yang masih mengeja ketika membaca. Pemahaman siswa terhadap bacaan masih rendah.
Butir pertanyaan yang kedua yaitu tentang sejauh mana kemampuan membaca dan menulis siswa kelas II pada semester ini. Guru menyataan bahwa di SD N Kenaran 3, Prambanan, Sleman, pada semester ini sebagian siswa sudah mampu membaca dengan lancar, tetapi sebagian siswa ada yang masih mengeja atau masih terbata-bata. Ada salah seorang siswa yang belum dapat membaca bahkan mengeja. Siswa tersebut belum hafal huruf abjad.
Butir pertanyaan ketiga adalah kesulitan yang dialami siswa dalam membaca dan menulis permulaan. Guru menjelaskan jika ada seorang siswa yang belum mampu menghafal huruf abjad, akibatnya sampai saat ini masih belum dapat membaca. Beberapa siswa masih belum lancar membaca. Siswa tidak terlatih menulis menggunakan huruf tegak bersambung
Butir pertanyaan yang keempat yaitu berkaitan dengan buku penunjang untuk pembelajaran Bahasa Indonesia untuk membaca dan menulis permulaan. Guru memaparkan hanya menggunakan satu buku paket dan satu buku LKS. Selama ini latihan-latihan hanya didapat melalui kedua sumber tersebut dan dirasa sangat kurang. Isi buku paket dan LKS tidak menarik karena tidak berwarna, dan tidak bergambar.
Butir pertanyaan yang kelima tentang materi yang perlu ditambahkan/diperbanyak dalam melatih kemampuan berbahasa siswa. Guru menyatakan perlunya menambahkan banyak bahan bacaan, selain itu materi terhadap pemahaman mengenai teks bacaan. Perlu juga menambahkan latihan
kepeda siswa untuk menilis menggunakan huruf lepas maupun menggunakan huruf tegak bersambung.
Butir pertanyaan keenam tentang kepemilikan buku suplemen yang berguna untuk membantu siswa dalam membaca dan menulis pemulaan. Guru memaparkan sejauh ini belum pernah ada buku suplemen untuk membaca dan menulis permulaan. Buku yang dipakai hanya buku paket biasa.
Butir pertanyaan yang ketujuh mengenai kebutuhan buku suplemen umtuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis permulaan bagi siswa. Guru menyatakan sangat membutuhkan buku suplemen ini. Harapan guru buku suplemen tersebut mampu untuk mengembangkan kemampuan siswa membaca, memahami isi bacaan, latihan menulis menggunakan huruf lepas dan menggunakan huruf tegak bersambung dengan materi yang diperinci sehingga siswa mampu untuk belajar sendiri.
4.1.2 Pembahasan Hasil Wawancara Survei Kebutuhan
Peneliti telah melakukan wawancara wawancara dan observasi survey kebutuhan kepada guru kelas II. Kesimpulan yang didapat adalah masih banyak permasalahan yang berkaitan dengan membaca dan menulis permulaan. Berdasarkan hasil wawancara siswa membutuhkan bahan bacaan untuk berlatih membaca, bacaan untuk berlatih akan pemahaman isi teks, membutuhkan banyak latihan menulis menggunakan huruf lepas maupun tegak bersambung. Hasil wawancara ini membantu peneliti untuk pembuatan buku suplamen membaca dan menulis permulaan kelas II semester 2 agar sesuai dengan kebutuhan siswa.
Hasil wawancara survei kebutuhan juga menjelaskan bahwa guru SD N kenaran 3 akan sangat terbantu jika memiliki sebuah buku yang memuat materi
khusus tentang membaca dan menulis. Buku tersebut dibuat dengan ukuran huruf yang besar dan memiliki banyak gambar sehingga siswa lebih tertarik untuk belajar. Buku tersebut juga memuat banyak variasi dalam belajar membaca dan menulis. Akan lebih baik lagi ketika dilengkapi sebuah CD yang berisi rekaman bagaimana membaca dengan nyaring menggunakan lafal dan intonasi yang tepat.