• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kebutuhan

Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian pengembangan lembar kerja siswa (LKS) ini adalah melakukan kegiatan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan oleh peneliti berdasarkan langkah-langkah pengembangan LKS yang telah dijabarkan dalam bab III. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara. Wawancara dilakukan dengan Ibu EC selaku wali kelas II pada hari Senin, 29 Juni 2015 pukul 10.20 yang bertempat di SD Negeri Kalasan 1. Wawancara ini dimaksudkan mengidentifikasi adanya potensi dan masalah yang terjadi dilapangan terkait dengan penggunaan lembar kerja siswa (LKS) yang mengacu pada pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013. Hasil wawancara ini digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan LKS menggunakan pendekatan saintifik mengacu kurikulum 2013 pada subtema bermain di lingkungan rumah untuk siswa kelas II SD Negeri Kalasan 1.

1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Peneliti melakukan wawancara dengan salah satu guru kelas II SD Negeri Kalasan 1 pada hari Senin, 29 Juni 2015. Wawancara ini berpedoman pada 10 butir pertanyaan untuk melakukan survei

kebutuhan terkait LKS yang menggunakan pendekatan saintifik. Berikut ini data hasil wawancara dengan salah satu guru kelas II SD Negeri Kalasan 1 yang akan dijelaskan setiap butirnya.

Butir pertanyaan pertama yaitu keseringan guru dalam menggunakan media LKS dalam kegiatan belajar. Guru memberikan jawaban bahwa media LKS telah sering digunakan dalam kegiatan belajar, dikarenakan LKS merupakan bukti nyata dari hasil pekerjaan siswa. LKS merupakan sarana bagi siswa untuk memahami materi pelajaran karena disajikan secara bervariasi. Oleh karena itu, LKS juga dapat dikatakan sebagai pengukur keberhasilan siswa.

Butir pertanyaan kedua yaitu keunggulan dan kelemahan mengajar menggunakan media LKS. Guru memberikan jawaban bahwa keunggulan dalam menggunakan media LKS yaitu 1) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, 2) menarik minat belajar siswa, 3) membangkitkan semangat dan motivasi untuk belajar sehingga dapat mencapai prestasi belajar yang menyenangkan, 4) efektif dan efisien, 5) tidak mudah jenuh, dan 6) lebih praktis apabila menggunakan LKS yang telah diperjualbelikan. Adapun beberapa kelemahan dikarenakan penggunaan LKS yang diperjualbelikan dalam kegiatan belajar. Akibatnya 1) guru menjadi tidak kreatif, 2) guru menjadi tidak inovatif karena LKS lebih banyak bersifat kognitif, 3) mal praktik karena dikomersialkan dalam dunia pendidikan, 4) tingkat

memperhatikan kompetensi yang akan diperoleh siswa dalam suatu mata pelajaran.

Butir pertanyaan ketiga yaitu keterampilan guru dalam membuat LKS. Guru memberikan jawaban bahwa keterampilan guru dalam membuat LKS yang sederhana tidak bermasalah.

Butir pertanyaan keempat yaitu tentang penerapan media LKS sesuai dengan tuntutan Kurikulum Sekolah Dasar 2013 yang mengemas materi pelajaran secara tematik integratif dan pendekatan pembelajaran saintifik. Guru memberikan jawaban bahwa penerapan media LKS sesuai dengan tuntutan Kurikulum Sekolah Dasar 2013 yang mengemas materi pelajaran secara tematik integratif dan pendekatan pembelajaran saintifik sudah coba diterapkan karena dapat meningkatkan sikap dan pemikiran ilmiah siswa. Selain itu guru juga menjelaskan dalam penerapan langkah-langkah kegiatan belajar yang sesuai dengan pendekatan saintifik belum tersusun secara sistematis. Hal ini dikarenakan tidak semua kegiatan mata pelajaran dapat dikemas dan disusun sesuai dengan urutan pendekatan saintifik.

Butir pertanyaan kelima yaitu pemahaman guru terkait komponen- komponen yang harus ada dalam LKS menggunakan pendekatan saintifik. Guru memberikan jawaban bahwa komponen-komponen yang harus ada dalam LKS yang menggunakan pendekatan saintifik adalah kegiatan saintifik yang meliputi 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan.

Butir pertanyaan keenam yaitu kesulitan guru dalam menyusun dan mengembangkan LKS menggunakan pendekatan saintifik mengacu Kurikulum 2013. Guru memberikan jawaban bahwa guru mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan langkah-langkah pendekatan saintifik dalam LKS secara sistematis, waktu dalam membuat LKS, serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat LKS karena kurangnya pengetahuan IT.

Butir pertanyaan ketujuh yaitu usaha yang dilakukan guru dalam

untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam menyusun dan

mengembangkan LKS yang menggunakan pendekatan saintifik mengacu kurikulum 2013. Guru memberikan jawaban bahwa usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi kesulitan yang dialami adalah dengan bekerjasama dengan teman sejawat yang ada di sekolah, mengembangkan LKS yang disesuaikan dengan tahapan berpikir siswa, dan memperhatikan hal-hal dalam menyusun LKS.

Butir pertanyaan kedelapan yaitu karakteristik LKS yang baik, yang dibutuhkan guru yang menggunakan pendekatan saintifik dan mengacu kurikulum 2013. Guru tidak menjabarkan mengenai karakteristik LKS yang menggunakan pendekatan saintifik dan mengacu pada kurikulum 2013, tetapi guru memberikan jawaban LKS yang baik adalah LKS yang merupakan bahan ajar cetak, memiliki pertanyaan untuk dikerjakan oleh siswa, materi yang disajikan merupakan rangkuman yang tidak terlalu luas pembahasannya tetapi

sudah mencakup hal-hal yang akan dikerjakan oleh siswa, memiliki komponen seperti kata pengantar, pendahuluan, isi penutup, dan lain- lain, serta memperhatikan beberapa hal menyusun LKS yaitu susunan tampilan dimulai dari yang paling mudah, judul ditulis singkat, mempunyai struktur kognitif yang jelas, mempunyai rangkuman dan tugas, menggunakan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami, berorientasi pada berpikir kritis agar sesuai dengan ciri dalam pendekatan saintifik.

Butir pertanyaan kesembilan yaitu guru membutuhkan contoh LKS yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Guru memberikan jawaban bahwa guru sangat membutuhkan LKS yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Apabila kesesuaian LKS dengan silabus mencapai persentase sekitar 75% maka dapat digunakan sebagai referensi.

Butir pertanyaan kesepuluh yaitu saran yang dapat diberikan guru terkait dengan penyusunan dan pengembangkan LKS menggunakan pendekatan saintifik mengacu kurikulum 2013. Guru memberikan saran bahwa LKS yang dibuat diusahakan lebih disederhanakan dan disesuaikan dengan sekolah dasar di masing-masing daerah, LKS harus tersusun secara lengkap dan mencakup komponen 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan), dan perlu adanya sosialisasi dari pemerintah terkait penyusunan dan

pengembangkan LKS menggunakan pendekatan saintifik yang mengacu pada Kurikulum 2013.

2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dijabarkan di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pemahaman guru terhadap LKS yang menggunakan pendekatan saintifik yang mengacu Kurikulum 2013 sudah cukup baik. Hal tersebut dapat diketahui dari pemahaman guru, tentang komponen-komponen yang harus ada dalam LKS yang menggunakan pendekatan saintifik yaitu 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasi). Kesulitan yang dialami guru, yaitu dalam mengaplikasikan pendekatan saintifik pada setiap proses belajar dikelas. Hal ini dikarenakan tidak semua langkah pendekatan saintifik dapat diterapkan secara sistematis dalam setiap mata pelajaran, waktu dalam membuat LKS, serta kurangnya keterampilan guru dalam menyusun LKS. Oleh karena itu, sejauh ini dalam kegiatan belajar di kelas guru sering menggunakan LKS yang diperjualbelikan.

Dokumen terkait