• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Kebutuhan

Dalam penelitian ini, melakukan analisis kebutuhan merupakan

langkah awal yang dilakukan oleh peneliti. Analisis kebutuhan tersebut

dilakukan berdasarkan langkah-langkah prosedur pengembangan yang telah

diuraikan dalam bab III. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan cara

melakukan wawancara bersama ibu NN, guru kelas I SD Negeri Percobaan 3

Pakem. Wawancara tersebut dilaksanakan pada hari selasa, 15 April 2014,

pukul 13.00 WIB di SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Adapun tujuan dari

wawancara tersebut yaitu untuk mengetahui pemahaman guru terhadap

penerapan kurikulum SD 2013 dan mengetahui masalah yang terjadi di

lapangan berkaitan dengan perangkat pembelajaran di sekolah. Perangkat

pembelajaran itu sendiri memegang peran penting dalam terselenggaranya

kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga perangkat pembelajaran yang

dikembangkan oleh peneliti diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran

yang sesuai dengan acuan kurikulum SD 2013.

4.1.1 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Peneliti melakukan wawancara dengan ibu Nn, guru kelas 1 SD

Negeri Percobaan 3 Pakem pada hari selasa, 15 April 2014, pukul 13.00

WIB. Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam wawancara

kebutuhan perangkat pembelajaran sesuai kurikulum SD 2013. Berikut ini

merupakan data hasil wawancara dengan ibu Nn, guru kelas 1 SD N

Percobaan 3 Pakem yang akan diuraikan pada setiap butir pertanyaan.

Butir pertayaan pertama mengenai pemahaman guru terhadap

Kurikulum SD 2013. Menurut Ibu Nn, kurikulum 2013 merupakan

kurikulum yang menggunakan pendekatan saintifik dalam proses

pembelajarannya sehingga dengan diterapkannya kurikulum 2013 ini,

anak-anak diharapkan akan lebih aktif dalam mencari informasi melalui

berbagai sumber, misal dari buku pendukung selain buku siswa, internet,

dan lain-lain.

Butir pertayaan kedua mengenai pemahaman guru terkait dengan

perumusan indikator dan tujuan pembelajaran yang mempertimbangkan

keutuhan pribadi siswa. Menurut ibu Nn, indikator dan tujuan

pembelajaran sudah tersedia dalam buku guru. Selain itu, dalam buku guru

juga sudah mempertimbangkan kepribadian dan karakteristik peserta

didik.

Butir pertayaan ketiga mengenai pemahaman Bapak/Ibu terkait

dengan pendekatan tematik integratif dalam pembelajaran. Menurut Ibu

Nn dalam pembelajaran walaupun dalam 1 hari terdapat beberapa muatan

pelajaran (semisal Bahasa Indonesia, Matematika, dan SBDP) tetapi siswa

tidak merasakan adanya perpindahan antar mata pelajaran tersebut.

Butir pertayaan keempat mengenai pemahaman Bapak/Ibu terkait

menjelaskan bahwa pendekatan saintifik itu ada mengamati, menalar,

mencoba, menganalisis, dan mengkomunikasikan. Jadi penerapannya

dengan cara anak secara aktif mencari informasi tentang hal-hal yang

dipelajari pada hari itu, kemudian dari hal yang ditemukan anak bisa

menyimpulkan dan bisa menyampaikan ke teman-teman. Untuk

mempermudah pemahaman siswa guru sering menggunakan media yang

mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Butir pertayaan kelima mengenai pemahaman Bapak/Ibu terkait

dengan penilaian otentik. Menurut Ibu Nn, penilaian otentik merupakan

penilaian yang tidak hanya dinilai dari hasil kerja anak tersebut, tetapi

selama proses pembelajaran itu berlangsung. Selain menilai tugas, guru

juga menilai skap yang ditunjukkan oleh siswa, misal guru menilai dari

perilaku siswa yang dilakukan saat pembelajaran, dalam KI-3 penilaian

dari ulangan, KI-4 dari keterampilan dinilai saat membuat keterampilan.

Jadi, dalam sehari guru dapat menilai siswa dari KI-1 sampai KI-4.

Butir pertayaan keenam mengenai apakah Bapak/Ibu masih

memerlukan contoh-contoh rubrik penilaian non tes. Menurut Ibu Nn,

beliau mengatakan masih membutuhkan contoh rubrik penilaian non tes

karena masih kesulitan dalam membuat rubrik penilaian.

Butir pertayaan ketujuh mengenai pemahaman Bapak/Ibu terkait

dengan penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Menurut Ibu

muncul dalam KI-1 dan KI-2) lebih karena setiap pembelajaran harus

menggunakan KI-1 sampai KI-4.

Butir pertayaan kedelapan mengenai pemahaman Bapak/Ibu terkait

dengan jenis-jenis karakter yang akan dikembangkan oleh Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Menurut Ibu Nn, karakter yang

diharapkan dalam kurikulum SD 2013 adalah anak mempunyai rasa sosial

yang tinggi dengan teman-temannya, mau bekerjasama dengan temannya

dan selalu bersyukur dengan segala sesuatu yang ada di lingkungan

sekitar.

Butir pertayaan kesembilan mengenai kesulitan-kesulitan yang

Bapak/Ibu alami dalam mengembangkan perangkat pembelajaran

mengacu Kurikulum SD 2013. Ibu Nn mengatakan kesulitan dalam hal

penilaian karena penilaian dilakukan setiap hari dan harus menilai siswa

satu persatu. Guru juga mengalami kesulitan dalam membuat RPPTH

karena belum ada contohnya. Selama ini, guru mengajar hanya mengacu

pada buku guru saja karena buku guru sudah seperti RPPTH. Guru juga

mengatakan bahwa selama mengikuti pelatihan kegiatan yang dilakukan

lebih banyak tentang menganalisis buku guru dan buku siswa jadi untuk

pembuatan rubrik penilaian beliau hanya belajar sendiri dari buku guru

yang tersedia.

Butir pertayaan kesepuluh mengenai apakah contoh-contoh

perangkat pembelajaran yang sesuai tuntutan Kurikulum SD 2013 tersedia

sudah tersedia akan tetapi belum lengkap, hanya ada buku guru, buku

siswa dan panduan kurikulum 2013, sedangkan RPPTH belum dibuat dan

hanya melihat pada buku guru saja untuk dikembangkan oleh guru itu

sendiri. Selain itu, guru belum mempunyai contoh silabus, promes, dan

prota, jadi beliau bingung apakah formatnya sama dengan KTSP atau

berbeda.

Butir pertayaan kesebelas mengenai apakah Bapak/Ibu masih

memerlukan contoh-contoh perangkat pembelajaran yang sesuai dengan

tuntutan Kurikulum SD 2013. Ibu Nn mengatakan masih sangat

memerlukan karena perangkat pembelajaran yang diberikan dari dinas

kurang lengkap hanya berupa buku guru, buku siswa, dan panduan

kurikulum 2013. Dalam membuat perangkat pembelajaran guru

membutuhkan contoh supaya semua orang mempunyai persepsi yang

sama.

Butir pertayaan kedua belas mengenai karakteristik/ciri-ciri

RPPTH yang mengacu Kurikulum SD 2013 yang guru butuhkan. Ibu Nn

mengatakan bahwa semua yang dibutuhkan sudah ada dalam buku guru

jadi jadi guru hanya tinggal mengikuti dan mengembangkannya saja.

Pertanyaan terakhir yaitu butir pertayaan ketiga belas mengenai

saran apa yang dapat Bapak/Ibu berikan terkait dengan penyusunan

perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013. Ibu Nn

mengatakan bahwa sebaiknya guru-guru diberikan sosialisasi atau

selama ini jika ada hal-hal yang kurang mengerti guru akan bertanya

kepada narasumber dan kadang narasumber juga belum menguasai secara

detail sehinga guru semakin kebingungan dalam menyusun perangkat

pembelajaran yang mengacu pada kurikulum yang dilaksanakan.

4.1.2 Pembahasan Hasil wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah diuraikan di atas, peneliti

dapat menarik kesimpulan bahwa guru sudah memiliki pemahaman yang

cukup tentang kurikulum SD 2013 dan sudah menerapkan kurikulum SD

2013 dengan baik. Kesulitan yang masih dialami oleh guru terletak pada

pembuatan rubrik penilaian karena kurangnya contoh perangkat

pembelajaran membuat guru kesulitan dalam membuat perangkat

pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum SD 2013. Selain itu, guru

sudah menggunakan penilaian otentik dalam kegiatan pembelajaran.

Media yang digunakan guru dalam mengajar juga sudah beragam dan

mudah dijumpai di lingkungan sekitar.

Dokumen terkait