IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan
4.2. Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Jamur Mandiri 1 Analisis Trend dan Forecasting
4.2.2. Analisis Kelayakan Aspek Pasar dan Pemasaran
Sebelum melakukan suatu bisnis, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah mengetahui potensi pasar yang akan dimasuki oleh produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan analisis aspek pasar dan pemasaran dari bisnis yang akan dijalankan. Selain itu, salah satu manfaat dari analisis aspek ini adalah sebagai titik tolak untuk melakukan penilaian apakah bisnis yang dijalankan dapat berkembang, sama seperti saat ini, atau malah akan mengalami penurunan.
Aspek pasar dan pemasaran ini dapat memberikan gambaran bagi pengusaha untuk mengetahui tingkat permintaan, penawaran, persaingan, dan ancaman dalam industri yang sama sehingga dapat mempersiapkan produk yang akan dihasilkan agar dapat bersaing dan menjadi pemimpin pasar.
a. Bentuk Pasar
Usaha Jamur Mandiri menghasilkan jamur tiram putih segar yang dijual ke pengumpul yang langsung datang ke tempat budidaya. Bentuk pasar dari usaha Jamur Mandiri ini adalah pasar persaingan sempurna. Usaha Jamur Mandiri tidak dapat menentukan harga dan mengubah harga pasar. Harga jamur tiram segar ditentukan oleh kondisi permintaan pasar. Petani yang membudidayakan dan menjual jamur tiram sangatlah banyak dan mudah keluar masuk pasar.
Pasar persaingan sempurna juga dapat dilihat pada saat perusahaan jamur mengalami kerugian, maka dapat dengan mudah meninggalkan industri tersebut. Sebaliknya, saat ada perusahaan yang ingin masuk ke dalam industri tersebut maka dapat dengan mudah untuk melakukannya. Sehingga, banyak usaha yang sejenis menjadi pesaing dalam industri ini di daerah Kecamatan Pamijahan pada khususnya dan Kabupaten Bogor pada umumnya. Tetapi, banyak juga yang tidak dapat bertahan dan mengalami kebangkrutan. Hal tersebut sebagian besar disebabkan karena pengusaha tidak membuat sendiri bag log, akan tetapi
32
membelinya dengan harga yang tinggi. Akibatnya biaya produksi jamurnya lebih besar dari pada pendapatan yang diperoleh. Namun demikian, aktivitas persaingan tidaklah begitu tampak karena tidak terbatasnya jumlah produsen (sehingga pangsa pasarnya terkotak-kotak atau kecil-kecil). Selain itu, konsumen pun dapat membeli atau menjual berapa pun tanpa ada batas asal bersedia membeli atau menjual pada harga pasar.
Dari sisi konsumen, jenis pasar jamur tiram putih segar ini adalah pasar penjual kembali (Reseller). Para Reseller ini menjual kembali jamur yang dibeli dari Usaha Jamur Mandiri ke Pasar Tanah Tinggi, Tangerang.
b. Potensi Pasar Jamur Tiram Putih
Jumlah permintaan jamur pada Usaha Jamur Mandiri rata-rata berkisar antara 300 kg-400 kg per hari dan permintaan untuk pasar Tanah Tinggi sebesar 4.000 kg per hari. Akan tetapi, kapasitas maksimum produksi jamur yang dapat dihasilkan oleh Usaha Jamur Mandiri rata-rata hanya berkisar antara 30 kg-50 kg per hari. Selisih yang sangat besar tersebut membuat jamur tiram selalu habis terjual.
Berdasarkan hasil analisis trend dan forecasting, jumlah permintaan jamur tiram putih pada Usaha Jamur Mandiri untuk satu tahun ke depan akan mengalami peningkatan yaitu sebesar 117.810 kg per tahun. Jumlah peningkatan ini jauh lebih besar dari jumlah produksi yang akan dilakukan oleh Usaha Jamur Mandiri yaitu 13.500 kg per tahun. Hal ini merupakan potensi pasar yang baik dan harus dimanfaatkan oleh Usaha Jamur Mandiri.
Permintaan terhadap jamur bukan hanya berasal dari pasar tradisional, rumah makan, dan restoran. Akan tetapi dapat pula berasal dari industri rumahan yang membuat produk differensial dari jamur, seperti jamur crispy yang saat ini mulai banyak di kembangkan. Berdasarkan hal di atas maka dapat disimpulkan bahwa permintaan jamur tiram putih segar sangatlah tinggi sedangkan penawaran yang ada saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar yang ada.
Hal yang dilakukan oleh Usaha Jamur Mandiri untuk dapat memasok jamur untuk pelanggannya setiap hari adalah dengan menjaga kontinuitas produksi. Oleh sebab itu, strategi yang dilakukan oleh Usaha Jamur Mandiri
33
adalah dengan melakukan pembuatan bag log (media tanam) setiap lima hari sekali.
c. Analisis Persaingan
Sebagai salah satu kecamatan penghasil jamur tiram di Jawa Barat, di Kecamatan Pamijahan terdapat banyak petani jamur tiram yang menjadi pesaing bagi Usaha Jamur Mandiri. Akan tetapi, karena jumlah permintaan jamur tiram yang begitu besar setiap harinya, saat pembeli kekurangan pasokan jamur, para petani jamur biasanya saling merekomendasikan tempat budidaya jamur lainnya yang ada di daerah sekitar kepada para pembeli.
Para petani jamur di Kecamatan Pamijahan, saling membantu satu sama lain dalam hal pemenuhan bahan baku dan saling berbagi ilmu dalam teknik pembudidayaan. Saat salah satu petani jamur kekurangan bag log, maka petani lainnya siap untuk membantu menyediakan. Jadi, persaingan antar produsen jamur tiram di Kecamatan Pamijahan tidak tampak.
d. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Manajemen pemasaran dipecah atas beberapa kebijakan pemasaran yang disebut dengan bauran pemasaran. Bauran pemasaran ini memberikan gambaran atas kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Bauran pemasaran suatu produk terdiri dari komponen produk (product), harga (price), distribusi (place), dan pomosi (promotion).
1). Produk (Product)
Usaha Jamur Mandiri menghasilkan jamur tiram putih segar yang dipanen setiap hari dan dijual kepada pengumpul. Jamur tiram yang dijual hanyalah jamur tiram yang memiliki kondisi yang baik dan sudah lolos tahap penyortiran. Jamur tiram yang dijual adalah jamur tiram yang memiliki diameter tidak terlalu kecil dan tidak pula terlalu besar, yaitu kira-kira yang berdiameter 5 cm-14 cm. Jika jamur yang dijual terlalu kecil atau terlalu besar, maka harga jualnya akan rendah.
Jamur yang dijual dikemas dalam plastik berukuran 5 kg, kemudian diikat dengan menggunakan tali. Proses pengemasan dilakukan dengan cara disusun rapi di dalam karung agar jamur tidak rusak saat dibawa oleh pembeli.
34
2). Harga (Price)
Harga jual yang diterima saat ini oleh Usaha Jamur Mandiri adalah harga yang berlaku di pasar, yaitu sebesar Rp. 8.000,00 per kg. Harga jual jamur tiram sebenarnya relatif stabil yaitu berkisar antara Rp. 7.000,00-Rp. 9.000,00 per kg. Harga jual di pedagang pengecer berkisar Rp. 10.000,00-Rp. 12.000,00 per kg. 3). Distribusi (Place)
Distribusi merupakan hal penting yang harus diperhatikan agar konsumen dapat memperoleh produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Usaha Jamur Mandiri adalah produsen jamur tiram putih segar yang melakukan transaksi (penjualan) kepada pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul bertindak sebagai pelantara yang menjual kembali jamur kepada pedagang pengecer. Kemudian para pengecer menjual kembali jamur tersebut kepada konsumen akhir. Saluran distribusi yang dilakukan oleh Usaha Jamur Mandiri dapat dilihat pada gambar 3.
Gambar 3. Saluran Distribusi Usaha Jamur Mandiri 4). Promosi (Promotion)
Promosi merupakan salah satu dari kegiatan pemasaran yang memiliki peranan yang penting bagi suatu perusahaan. Tanpa promosi, target pasar tidak akan mengetahui keberadaan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Upaya yang dilakukan oleh Usaha Jamur Mandiri untuk mempromosikan produknya adalah dengan melakukan hubungan baik dengan para petani jamur lainnya yang ada di sekitar Kecamatan Pamijahan dan Kecamatan Cibungbulang. Karena saat konsumen kekurangan pasokan jamur, petani merekomendasikan petani jamur lainnya kepada pembeli. Dari situlah para konsumen mulai mengetahui keberadaan usaha yang dilakukan oleh Usaha Jamur Mandiri. Selain itu, konsumen pun berperan dalam kegiatan promosi Usaha Jamur Mandiri. Konsumen mengetahui keberadaan Usaha Jamur Mandiri dari konsumen lain. Dengan kata lain, promosi yang dilakukan bersifat mulut ke mulut (word of mouth). Usaha Jamur Mandiri Pedagang Pengumpul Pedagang pengecer Konsumen akhir
35
4.2.3. Analisis Kelayakan Aspek Teknik dan Teknologi