• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELAYAKAN REKLAMASI KAWASAN TANJUNG CARAT

B. Perhitungan Biaya

5.3 Analisis Kelayakan Finansial

117,261.29 TOTAL BIAYA (Rp. 1.000,-) BIAYA REKLAMASI / M2 (Rp)

KAWASAN REKLAMASI TAHAP II (LUAS 832 HA)

NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME HARGA

SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA (Rp. 1.000,-)

1 Urugan Dasar (Pasir Laut) m3 55,419,541.00 30,000.00 1,662,586,230.00 2 Urugan Lapisan Atas (campuran tanah, pasir dan batu) m3 4,991,250.00 65,000.00 324,431,250.00 3 Lapisan Batu Pengaman (batu alam) m3 40,267.00 85,000.00 3,422,695.00 4 Lapisan Penahan Pasir (Geotextile) m2 80,535.00 25,000.00 2,013,375.00 1,992,453,550.00 239,513.57 TOTAL BIAYA (Rp. 1.000,-) BIAYA REKLAMASI / M2 (Rp) Tabel 5.4

Perhitungan Perkiraan Biaya Tahap I

Sumber: hasil perhitungan

Tabel 5.5

Perhitungan Perkiraan Biaya Tahap II

Sumber: hasil perhitungan

5.3

Analisis Kelayakan Finansial

Tahapan kegiatan analisis finansial meliputi penentuan komponen kegiatan yang terdiri dari komponen pengeluaran dan komponen penerimaan. Selanjutnya dilakukan perhitungan finansial dengan berdasarkan pada asumsi-asumsi terhadap aspek komponen penerimaan dan komponen pengeluaran.

Komponen pengeluaran meliputi:

1. komponen perencanaan masterplan, bisnis plan, DED, Amdal; 2. perizinan

3. konstruksi meliputi kegiatan reklamasi (penimbunan, bangunan penahan, breakwater, kanal, dll), prasarana & dasar (jalan, drainase, listrik, air bersih, limbah), lansekap, kantor pengelola;

4. O&M

5. operasional (gaji, office running cost) 6. marketing

Draft Laporan Akhir

Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat V - 19

I PENGELUARAN satuan volume biaya per-satuan 10,551,714,461.54

1perencanaan

Masterplan, bisnis plan paket 1 2,500,000 2,500,000

DED paket 1 1,000,000 1,000,000

Amdal paket 1 750,000 750,000

perizinan paket 1 3,750,000 3,750,000

2konstruksi

Reklamasi (penimbunan, bangunan penahan, breakwater, kanal, dll) m2 29,230,080 300 8,769,024,000 Prasarana & Dasar (jalan, drainase, listrik, air bersih, limbah) m2 2,923,008 250 730,752,000

lansekap m2 292 1500 438,462

kantor pengelola unit 1 2,500,000 2,500,000

3 O&M

operasional (gaji, office running cost) bulan 240 150,000 36,000,000

4 marketing paket 1 5,000,000 5,000,000

5 Kontingensi (tidak terduga) unit 1 1,000,000,000 1,000,000,000

II PEMASUKAN 18,210,448,000.00

kavling siap bangun

1 industri m2 16,500,000 800 13,200,000,000

2 komersial (termasuk kws wisata) m2 1,500,000 2,500 3,750,000,000

3 perumahan m2 1,000,000 1,000 1,000,000,000

4 jasa pengelolaan (listrik, air bersih, telpon ) bulan 240 5,200 1,248,000

listrik bulan 240 1,080,000 259,200,000

III Balance 7,658,733,538.46

Komponen penerimaan meliputi:

1. Penjualan kavling siap bangun untuk : industry, komersial (termasuk kws wisata), perumahan,

2. jasa pengelolaan (listrik, air bersih, telpon ). Beberapa asumsi yang digunakan adalah:

1. Periode waktu pengelolaan selama 30 tahun 2. Tingkat bunga 12%

3. Biaya per-satuan menggunakan standar yang berlaku serta menggunakan beberapa asumsi

Hasil analisis finansial adalah sbb: 1. NPV = Rp. 683,051,898, 00 2. IRR = 14.50 % 3. BCR = 1,11 Tabel 5.6 Perhitungan Finansial

Draft Laporan Akhir

Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat V - 20

5.4 Uraian Kegiatan Reklamasi Kawasan Tanjung Carat

Secara keseluruhan, tahapan kegiatan rencana reklamasi pantai dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pra-konstruksi, konstruksi, dan tahap operasi kawasan. 5.4.1 Tahap Pra Konstruksi

Kegiatan pada tahap Pra-Konstruksi rencana reklamasi Kawasan tanjung Carat meliputi : (1) survei detail lokasi dan perizinan, (2) sosialisasi dan (3) pembebasan kawasan dari usaha masyarakat

(1) Survei Lokasi dan Perizinan

Survei detail lokasi merupakan awal perencanaan reklamasi pantai. Kegiatan survei yang dilakukan adalah kajian kesesuaian lahan dari berbagai aspek, antara lain iklim, topografi bawah laut, hidrologi, fisiografi, oceonografi, biologi, sosial masyarakat ,kebijakan dan regulasi. Hasil perhitungan awal menunjukkan areal yang diperkirakan layak direklamasi adalah seluas 2 923 hektar Terdiri dua tahap. Pada tahap kesatu untuk lokasi reklamasi dengan kedalaman -1 meter, yaitu sekitar seluas 2091 Ha dan untuk tahap kedua dengan kedalalaman sampai – 3 meter adalah seluas 832 Ha.

(2) Sosialisasi

Sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan dan stakeholder yaitu pemberian penjelasan secara langsung dan transparan mengenai latar belakang kegiatan, jenis-jenis dan tahapan kegiatan, rencana teknis kegiatan, tujuan, kegunaan dan sasaran reklamasi pantai, prakiraan dampak lingkungan yang akan timbul, serta alternatif kegiatan untuk meminimalkan dampak negatif yang akan terjadi dan mengoptimalkan dampak positif yang akan timbul. Dengan pemahaman yang cukup mengenai rencana kegiatan, diharapkan masyarakat dapat berperan serta dalam mendukung keberhasilan reklamasi pantai.

(3) Pembebasan kawasan dari usaha masyarakat

Pembebasan kawasan secara prinsip adalah menentukan luas dan posisi koordinat lokasi reklamasi. Pengurusan perijinan dan administrasi pembebasan kawasaan yang didukung oleh surat dan status yang hukum yang jelas dan pasti serta penataan lokasi baru atau relokasi usaha perikanan ‘bagan’ di sekitar muara Sungai Banyuasin..

5.4.2 Tahap Konstruksi

Kegiatan pada tahap konstruksi dalam rencana reklamasi pantai meliputi : (1) rekrutmen tenaga kerja, (2) mobilisasi peralatan dan material konstruksi, (3) pengangkutan material (4) penimbunan/pengurugan areal serta (5) pembangunan sarana dan prasarana

Draft Laporan Akhir

Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat V - 21 (1) Rekrutmen Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk reklamasi pantai Kawasan Tanjung Carat diperkirakan lebih dari 100 orang dari berbagai disiplin ilmu dan jenjang keahlian. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan setiap bulan berubah-ubah tergantung pada kebutuhan sesuai tahap kegiatan konstruksi. Dalam pelaksanaan, pihak pelaksana pembangunan (kontraktor) harus berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banyuasin dan untuk memudahkan dalam proses pengadaan tenaga kerja yang mengutamakan pencari kerja lokal yang memnuhi persyaratan yang dibutuhkan dalam kegiatan reklamasi.

(2) Mobilisasi Peralatan dan Material Konstruksi

Mobilisasi peralatan pada tahap konstruksi adalah kegiatan mendatangkan dan penempatan peralatan terutama alat-alat berat yang sebagian besar akan digunakan pengambilan dan pengangkutan material dan penyiapan areal reklamasi. Adapun jenis alat berat dan kendaraan yang digunakan mencakup kendaraan operasional (kapal keruk, ponton, perahu/tongkang, mobil, sepeda motor, pick up, truk) dan alat-alat berat (buldozer, excavator dan motor grader). Selain peralatan, akan dilakukan mobilisasi material untuk bahan bangunan berbagai fasilitas konstruksi.

(3) Pengangkutan Material

Pengangkutan material yang berasal dari sumber material baik di darat maupun di laut melalui pengerukan dasar laut (dredging) ke lokasi penimbunan sementara dengan menggunakan kapal maupun kendaraan sesuai dengan jumlah dan sifat material urug yang diperlukan untuk penimbunan

(4) Penimbunan area

Penimbunan area dilakukan melalui pengerukan dasar laut (dredging) atau penimbunan material dari darat (querry) yaitu merupakan rangkaian kegiatan untuk penyiapan area reklamasi.. Penimbunan area diawali dengan penyiapan areal meliputi pekerjaan konstruksi lokasi timbunan dan penimbunan material untuk mendapatkan luasan area yang direncanakan. (5) Pembangunan Sarana dan Prasarana (Fasilitas)

Pembangunan sarana prasarana kegiatan reklamasi pantai bertujuan untuk menunjang kegiatan di antaranya dengan melakukan bufferzone , membangun jalan, saluran, dan sarana pelayanan lainnya . :

a. Fasilitas utama, terdiri dari fasilitas basecamp dan perkantoran, area peralatan berat, lokasi material.

b. Fasilitas penunjang, terdiri dari penyediaan, perbengkelan, karantina, pergudangan, fasilitas boga, fasilitas pemadam kebakaran, fasilitas penyediaan bahan bakar, fasilitas pelayanan karyawan.

Draft Laporan Akhir

Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat V - 22 c. Fasilitas umum, terdiri dari penyediaan air bersih dan jaringannya,

penyediaan listrik dan jaringannya, jaringan komunikasi, jalan akses dan fasilitas transportasi serta fasilitas parkir. Bila ada, bisa ditambahkan fasilitas penyediaan toko dan restoran/warung makanan dan kebutuhan sehari-hari .

(6) Tahap Pengelolaan Kawasan

Kegiatan pada tahap pengelolaan dalam reklamasi pantai meliputi pematangan dan pemeliharaan lahan. Tahap pematangan lahan dilakukan setelah dilakukan penimbunan areal reklamasi membutuhkan beberapa waktu supaya lahan menjadi kompak dan padat serta memperbaiki lokasi yang mengalami abrasi atau erosi. Selanjutnya untuk mendapatkan areal yang baik dan siap untuk dimanfaatkan, lokasi reklamasi pantai perlu dipelihara dan dijaga struktur dan kompaksi lapisan tanahnya , supaya tidak terjadi longsoran maupun penurunan lahan pada waktu diberi beban bangunan mapun fasilitas lainnya.

5.4.3 Tahap Operasional Kawasan Industri dan Pelabuhan

Tahap ini merupakan tahap berfungsinya kawasan industri dan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan pembangunan Tanjung Api-Api serta tumbuhnya konektivitas ekonomi yang dicerminkan dari meningkatnya arus barang dan jasa antar wilayah ekonomi dalam Provinsi Sumatera Selatan maupun antara wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan wilayah provinsi lainnya dalam dan luar negeri.

5.5 Analisis Kelayakan Lingkungan