PENGAMBILAN KEPUTUSAN REKLAMASI KAWASAN TANJUNG CARAT
8. Environmental aspect
6.1.3 Analisis Penilaian Faktor dan Indikator
Hasil penilaian kelayakan reklamasi Kawasan Tanjung Carat untuk pengembangan kawasan industri dan pelabuhan pada level kesatu, yaitu terhadap 10 faktor kelayakan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut
Draft Laporan Akhir
Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat VI - 8 sebagaimana disajikan pada Tabel 6-1 mempunyai nilai 3,97 yaitu pada kategori cukup layak dikembangkan.
Adapun faktor kelayakan tersebut adalah sebagai berikut:
a. terdapat tiga faktor pendukung kelayakan pada kategori sangat layak yaitu connectivity, regulation dan availability of land masing dengan nilai skor 4,71, 4,71 dan nilai 3,29.
b. terdapat lima faktor penentu kelayakan pada kategori cukup layak dengan nilai skor yaitu demand analysis, (4,14); infrastructure (4,14); possibility of investment (4,00); security/social condition (3,71) dan existing resources (3,57).
c. terdapat dua faktor pertimbangan kelayakan pada kategori layak, yaitu manpower intensive (3,29) dan environmental aspect (3,14)
Tabel 6-1:
Kelayakan Reklamasi Kawasan Tanjung Carat Untuk Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan
Rataan Kategori
1 2 3 4 5 6 7 Skor Kelayakan
1 Demand Analysis 4 4 5 4 4 4 4 4,14 Cukup Layak
2 Possibility of Investment 4 4 4 4 4 4 4 4,00 Cukup Layak
3 Existing Resources 4 3 4 4 3 4 3 3,57 Cukup Layak
4 Availability Of Land And Space 4 5 4 5 4 4 4 4,29 Sangat Layak
5 Infrastructure 5 4 4 4 4 4 4 4,14 Cukup Layak
6 Manpower Intensive 4 4 3 3 3 3 3 3,29 Layak
7 Security/Social Condition 4 3 4 5 4 3 3 3,71 Cukup Layak
8 Environmental Aspect 3 4 3 3 3 3 3 3,14 Layak
9 Connectivity 5 5 4 5 5 5 4 4,71 Sangat Layak
10 Regulation 4 5 5 4 5 5 5 4,71 Sangat Layak
Rataan 10 Faktor 4,10 4,10 4,00 4,10 3,90 3,90 3,70 3,97 Cukup Layak
Kategori nilai skor kelayakan Sangat Layak = > 4,20 Cukup Layak = 3,41 s/d 4,20 Layak = 1,61 s/d 3,40 Kurang Layak = 0,81 s/d 1,60 Tidak Layak = < 0,80
Faktor Kelayakan Kawasan Rekamasi Tanjung Carat
Draft Laporan Akhir
Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat VI - 9 Gambar 6.1:
Grafik Kelayakan Reklamasi Kawasan Tanjung Carat Untuk Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan
6.2. Implikasi Kebijakan
Berdasarkan hasil penilaian kelayakan tersebut yang menunjukkan bahwa Kawasan Tanjung Carat cukup layak direklamasi untuk pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan, maka diperlukan tindak lanjut pemerintah provinsi untuk:
a. Menyiapkan pengembangan Master Plan Kawasan, yang meliputi penyusunan RDTR Kawasan, Model Pengembangan, Pola Pembiayaan, Penetapan Champion, Dukungan infrastruktur wilayah dan dukungan insentif pajak
b. Penyusunan Bisnis Plan yang meliputi penyusunan DED, AMDAL, Perijinan Lokasi, Corporate Plan, Ijin Prinsip, Persetujuan HPL dan HGB Kawasan. c. Pembangunan Fisik Kawasan terkait Infrastruktur, Blok industri, pergudangan
dll.
d. Pengembangan Ekonomi Khusus melalui aglomerasi industri, Pusat Pertumbuhan ekonomi Regional
Salah satu kegiatan yang segera perlu ditindaklanjuti adalah Penyusunan Dokumen Master Plan Kawasan Tanjung Carat. Untuk itu, berikut diuraikan pokok-pokok acuan dalam penyusunan dokumen tersebut serta kerangka kelembagaannya 6.2.1. Master Plan Kawasan
Maksud dilakukan “Masterplan Kawasan Industri dan Pelabuhan Kawasan Tanjung Carat” adalah menyusun rencana induk (master plan) pengembangan perwilayahan industri dan pelabuhan yang terintegrasi dengan pembangunan Kawasan Tanjung Api-Api sehingga dapat menciptakan sinergi pembangunan yang optimal bagi kawasan tersebut sebagai dasar mewujudkan KEK Sumatera Bagian Selatan.
Tujuannya adalah agar pengembangan perwilayahan industri dan pelabuhan di Kawasan Tanjung Carat dapat berlangsung terkendali, partisipatif,
Draft Laporan Akhir
Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat VI - 10 sinergis, menghasilkan manfaat yang optimal bagi perekonomian masyarakat di wilayah sekitar, serta berdampak minimal terhadap kelestarian lingkungan fisik dan sosial masyarakat dan tidak menimbulkan permasalahan pasca pembangunan yaitu operasionalisasi kawasan.
Sasaran yang akan dicapai adalah :
a) Tersedianya acuan dan pedoman bagi penyelenggaraan pembangunan kawasan industri dan pelabuhan yang terintegrasi dengan pembangunan infrastuktur pelabuhan, jalan tol, dan jaringan rel kereta api, serta rencana tata ruang wilayah Kawasan Tanjung Api-Api sehingga terjadi sinergi pembangunan yang optimal di kawasan tersebut sebagai dasar mewujudkan KEK Sumatera Bagian Selatan.
b) Tersusunnya naskah akademis yang menjadi landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis bagi penyusunan Peraturan Presiden tentang Percepatan Pengembangan Kawasan Tanjung Carat.
Dokumen ini sangat strategis, karena akan menjadi pedoman dan acuan rencana investasi oleh pemerintah, pemerintah daerah dan sektor swasta sebagai penerima manfaat dari pekerjaan Penyusunan Dokumen Masterplan p
Kawasan Industri dan Pelabuhan Kawasan Tanjung Carat serta seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) dalam sektor Industri dan pelabuhan. Ruang Lingkup Kegiatan mencakup pekerjaan-pekerjaan :
1. Melakukan survey lapangan, pengumpulan data dan informasi terkini dan lebih rinci.
2. Melakukan analisis dan penataan struktur dan pola ruang kawasan. 3. Melakukan analisa kebutuhan kawasan industri dan pelabuhan (potensi,
permasalahan, dan prospek pengembangan kawasan industri dari sisi sosial, ekonomi, lingkungan, dan sebagainya).
4. Menyusun konsep pengembangan infrastuktur atau sarana/prasarana. 5. Melakukan analisis industri dan pelabuhan yang akan dikembangkan
dengan mempertimbangkan aspek supply chain management.
6. Menyusun konsep strategi pengembangan kawasan industri dan pelabuhan yang terintegrasi dengan Kawasan Tanjung Api-Api.
7. Menyusun rencana aksi pengembangan perwilayahan industri dan pelabuhan .
8. Menyusun naskah akademis dan draft Peraturan Presiden tentang Percepatan Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan di Kawasan Tanjung Carat.
Draft Laporan Akhir
Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat VI - 11 6.2.2. Arti Penting Penyusunan Master Plan Kawasan Industri dan Pelabuhan
Tanjung Carat sebagai Sarana Investasi
Tersedianya master plan kawasan yang akan menjadi acuan investasi pembangunan di Kawasan Tanjung Carat, karena telah ada kepastian dalam aspek (a) tersedia Kavling Industri Siap Bangun dan Bangunan Siap Pakai (b) tersedia Prasarana dan Sarana yang dibutuhkan investor (c) menciptakan lingkungan usaha yang aman dari gangguan (d) adanya kemudahan pelayanan dan perizinan. Berikut uraian singkat mengenai aspek-aspek tersebut.
a. Kavling Industri Siap Bangun dan Bangunan Siap Pakai
Salah satu tujuan pembangunan kawasan industri sebagaimana disebutkan dalam Keppres tentang kawasan industri adalah memberikan kemudahan kepada investor dalam menanamkan modalnya melalui penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik maupun bangunan siap pakai untuk penyimpanan. Sejalan dengan tujuan tersebut, maka di dalam kawasan industri telah disiapkan kavling-kavling tanah dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan investor, yang telah dilengkapi dengan perizinan dan dalam kondisi siap bangun. Dengan kondisi tersebut para investor akan memperoleh kemudahan mencari lokasi pabrik tanpa melakukan pembebasan tanah sendiri yang akan memakan banyak waktu dan biaya, dan kesulitan lain terkait status penguasaan dan pemilikan lahan. Ada beberapa alternatif jasa penyediaan tempat industri/pabrik yang diberikan kepada calon investor dalam suatu kawasan industri, antara lain :
menjual kavling siap bangun (KSB) untuk pabrik berikut prasarananya. Yang dimaksud kavling siap bangun adalah kavling atau lahan yang dijual merupakan lahan yang sudah matang, rata, lengkap dengan fasilitas jaringan utilitas, jalan, saluran, dan lain sebagainya, sehingga investor tinggal membangunan pabriknya saja. Dalam jasa jual kavling siap bangun tersebut, selain harus membayar harga jual lahan, kepada investor masih dibebani biaya pemeliharaan atau sevice charge bulanan. Kegunaan biaya pemeliharaan tersebut adalah untuk memelihara infrastruktur yang ada seperti, jalan, saluran, dan utilitas lainnya. Di samping itu, apabila pabrik akan menghasilkan limbah cair yang harus di tampung oleh kawasan melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL), maka biasanya akan dikenakan pula tarif pembuangan sendiri, semua perizinan seperti izin bangunan akan diselesaikan oleh pengelola kawasan industri.
Menyewakan kavling siap bangun. Pada hakekatnya, jasa ini sama dengan jasa menjual kavling. Bedanya hanya pada status kepemilikan. Di sini, kepemilikan kavling masih menjadi hak pengelola, sedang investor hanya mempunyai hak pakai sampai pada batas masa perjanjian sewa saja. Biaya pemeliharaan kawasan dan biaya pajak tanah dan bangunan juga tetap menjadi kewajiban investor. Keuntungan pihak investor pada
Draft Laporan Akhir
Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat VI - 12 sewa lahan ini adalah pihak investor tidak perlu mengeluarkan biaya untuk modal yang besar (pembelian tanah) sehingga biaya awal dapat dialokasikan untuk modal kerja pabrik.
Menyewakan bangunan untuk usaha industri. Jenis jasa lainnya yang biasa disediakan oleh pengelola kawasan industri adalah menyewakan bangunan, atau sebagian bangunan untuk usaha industri. Untuk sebagian investor, terutama yang jenis industrinya yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, dengan menyewa bangunan pabrik biaya awal untuk usaha industri tersebut menjadi relatif kecil. Hanya saja ada keterbatasannya, yakni besaran bangunan biasanya sudah standar dari pengelola kawasan dan perlengkapan mesin-mesinnya juga harusmengikuti standar spesifikasi dari pengelola. Menyewa bangunan pabrik ini pada prinsipnya hampir sama dengan meny ewa ruangan untuk kantor. Semua sarana sudah tersedia, seperti listrik, air, gas, telepon dan bahkan gudangpun sudah ada. Kewajiban dari penyewa, selain membayar sewa ruangan/bangunan, juga membayar biaya listrik, air, telepon dan gas. Untuk memudahkan dan mengoptimalkan bangunan, biasanya bangunan tersebut mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai tempat berproduksi (pabrik), kantor dan sekaligus sebagai tempat tinggal, atau lebih popular disebut three in one building
menjual bangunan untuk usaha industri. Jenis jasa menjual bangunan untuk usaha industri tersebut pada dasarnya sama seperti pada jenis jasa menyewakan bangunan untuk usaha industri. Perbedaannya pada status kepemilikan. Biasanya, menjual bangunan termasuk dengan tanahnya, atau semacam strata title.
Menyewakan lahan untuk persediaan material bahan baku pabrik dan barang produksi jadi (stock yard). Dalam kegiatan operasional seharihari, adakalanya investor masih memerlukan lahan tambahan selain lahan yang sudah ada, seperti lahan untuk menyimpan bahan mentah (material industri), juga lahan untuk bahan jadi (hasil produksi) sebelum dikirim ke pemesan (distributor/konsumen). Lahan tersebut biasanya disebut sebagai stock-yard.
b. Tersedia Prasarana dan Sarana yang Dibutuhkan Investor.
Untuk menjamin operasional pabrik dapat berjalan dengan lancar serta untuk menciptakan suasana usaha yang aman dan nyaman bagi para investor, kavling-kavling tanah dan bangunan siap pakai yang disediakan di dalam kawasan industri telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana, dan fasilitas lainnya. Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap tersebut, diharapkan semua kebutuhan investor dapat dicukupi, sehingga para investor dapat konsentrasi penuh dalam operasional pabriknya, dan mencari keuntungan yang besar sebagaimana diharapkan pada setiap berinvestasi. Prasarana dan Sarana penunjang yang wajib dibangun di
Draft Laporan Akhir
Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat VI - 13 dalam kawasan industri antara lain diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 50/MPP/Kep/2/1997 pasal 1 angka 9 dan 10, yang meliputi : Prasarana, berupa jaringan jalan, saluran air hujan, instalasi penyediaan air bersih, instalasi/jaringan distribusi dan pembangkit tenaga listrik, jaringan distribusi telekomunikasi, saluran pengumpulan air limbah industri, instalasi pengolahan air limbah, penampungan sementara limbah padat, penerangan jalan, unit pemadam kebakaran, dan pagar kawasan industri. Sedangkan sarana penunjang adalah berupa kantor pengelola, bank, kantor pos, kantor pelayanan telekomunikasi, poliklinik, kantin, sarana ibadah, perumahan karyawan industri dan mess transito, pos keamanan, sarana kesegaran jasmani, halte angkutan umum dan fasilitas penunjang lainnya.
c. Menciptakan Lingkungan Usaha Yang Aman Dari Gangguan
Salah satu faktor yang menjadi keluhan para investor dan menjadi hambatan masuknya inestor investasi di Indonesia adalah faktor keamanan, faktor keamanan dalam hal ini dapat terjadi dari gangguan keamanan dan ketertiban maupun dari faktor sosial. Lingkungan tempat usaha yang aman dan nyaman mutlak diperlukan bagi para pelaku usaha, dengan lingkungan yang kondusif maka kelangsungan operasional usaha/pabrik dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti, sehingga pabrik dapat mengoptimalkan produksinya sehingga keuntungan yang diharapkan dapat diraih. Kawasan Industri sebagai lokasi tempat usaha telah di disain sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan bagi para investor atas rasa aman dan nyaman dalam berusaha. Keamanan dan kenyamanan di dalam kawasan industri dapat tercipta karena ditunjang oleh beberapa hal seperti adanya sistem keamanan terpadu didalam kawasan industri yang dijaga selama 24 jam yang disediakan oleh pengelola kawasan industri, areal kawasan industri dikelilingi pagar keliling dengan sistem satu pintu masuk dan keluar, dengan sistem tersebut diharapkan kondisi keamanan di dalam kawasan industri dapat terjamin, disamping itu gangguan sosial juga dapat diminimalisasi.
Sebelum kawasan industri dibangun, perusahaan kawasan industri wajib memiliki izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sehingga dampak sosial atas keberadaan kawasan industri terhadap masyarakat sekitar dapat di kondisikan, dengan demikian gangguangangguan sosial yang muncul dapat terhindarkan. Selain upaya yang telah dilakukan sebagaimana diuraikan diatas, untuk memberikan kenyamanan berusaha di dalam kawasan industri, maka bagi suatu kawasan industri diharuskan untuk menyusun tata tertib kawasan industri, hal ini dapat dimaklumi mengingat di dalam kawasan industri banyak pabrik-pabrik yang berlokasi di sana sehingga memerlukan suatu tata tertib. Pasal 15 ayat (3) Kepmen perindustrian dan perdagangan RI nomor 50/MPP/Kep/2/1997, tentang pemberian izin usaha Kawasan Industri Dan Izin Perluasan Kawasan Industri, menyatakan bahwa setiap kawasan industri yang telah memiliki izin
Draft Laporan Akhir
Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan Kawasan Strategis Tanjung Api-Api/ Tanjung Carat VI - 14 usaha Kawasan Industri wajib memberlakukan ketentuan Tata Tertib Kawasan Industri yang berada di dalam Kawasan Industrinya. Tata tertib kawasan industri disusun oleh Perusahaan Kawasan Indutri dengan maksud untuk memerinci ketentuan mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terkait dalam pengelolaan kawasan industri dan pihak perusahaan industri yang berada didalam kawasan industri.
d. Adanya Kemudahan Pelayanan dan Perizinan
Kemudahan yang dapat diperoleh bagi perusahaan industri yang berlokasi di dalam kawasan industri antara lain adalah investor akan mendapatkan pelayanan guna memenuhi kebutuhan produksi maupun kebutuhan diluar produksi. Pelayanan tersebut seperti : tersedianya jaringan listrik, air industri, telekomunikasi, pelayanan keamanan, pemeliharaan sarana dan prasarana lingkungan dilakukan oleh pengelola kawasan industri. Di samping itu untuk menanamakan modalnya di dalam kawasan industri, investor akan di fasilitasi dalam pengurusan perizinan oleh pengelola kawasan industri. Beberapa perizinan yang tidak diperlukan lagi bagi investor yang menanamakan modalnya di dalam kawasan industri yaitu bebas dari izin HO, Bebas dari izin Amdal, izin prinsip, izin lokasi