ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
3. Analisis KeYiatan Penilaian Pembelajaran
Untuk mengetahui bahwa guru mata pelajaran akuntansi telah menyusun soal latihan di kelas yang mengarah pada indikator pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka peneliti
mengumpulkan dokumen berupa soal latihan siklus akuntansi perusahaan jasa.Soal latihan yang diberikan kepada siswa terdiri dari dua bagian yaitu soal untuk mengecek sejauh mana pengetahuan siswa mengenai laporan keuangan yang berjumlah lima soal dan soal keterampilan untuk mengecek apakah siswa sudah mampu dalam menyusun laporan keuangan yang berjumlah sembilan soal. Berdasarkan taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl (Sani,2010:99-130) yang masuk dalam indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu: menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Soal yang dibuat oleh guru untuk soal latihan dikelas belum mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, karena dilihat dari kata kerja operasional yang digunakan guru dalam pembuatan soal bahwa guru menggunakan kata kerja operasionaltingkat rendah pada tingkatan C1 (mengetahui), C2 (memahami), dan C3 (mengaplikasikan). Berikut hasil analisis soal latihan aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dibuat oleh guru mata pelajaran akuntansi dapat dilihat pada Tabel 5.6 dan 5.7 berikut ini.
Tabel 5.6 Hasil Analisis Kegiatan Penilaian Kelas untuk Soal Pengetahuan
No. Soa l Kata kerja/Perintah Pengerjaan Soal LOT S HOT S Keterangan 1 Jelaskan pengertian neraca lajur √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Memahami” 2 Jelaskan minimal 2
bentuk neraca lajur
√ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Memahami” 3 Bagaimana prosedur penyusunan neraca lajur √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Memahami” 4 Jelaskan pengertian laporan keuangan √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Memahami” 5 Jelaskan bentuk-bentuk laporan keuangan √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Memahami” Jumlah indikator 5 0
Tabel 5.7 Hasil Analisis Kegiatan Penilaian Kelas untuk Soal Keterampilan
No. Soa l Kata kerja/Perintah Pengerjaan Soal LOT S HOT S Keterangan 1 Catatlah transaksi di atas kedalam jurnal umum
√
Termasuk dalam tingkatan C1 dengan
No. Soa l Kata kerja/Perintah Pengerjaan Soal LOT S HOT S Keterangan “Mengetahui” 2 Posting jurnal umum
kedalam buku besar
√ Termasuk dalam
tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengaplikasikan” 3 Susunlah neraca saldo
√ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengaplikasikan” 4 Buatlah jurnal penyesuaian √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengaplikasikan” 5 Buatlah neraca lajurnya
√ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengaplikasikan” 6 Buatlah laporan keuangan √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengaplikasikan” 7 Buatlah jurnal penutup
√
Termasuk dalam tingkatan C3 dengan
kata kerja “Mengaplikasikan” 8 Susunlah neraca saldo
setelah penutupan √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengaplikasikan” 9 Buatlah jurnal pembalik √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengaplikasikan”
No. Soa l Kata kerja/Perintah Pengerjaan Soal LOT S HOT S Keterangan Jumlah indikator 9 0
Berdasarkan tabel 5.6 dan tabel 5.7 di atas, ditemukan bahwa penilaian yang dilakukan guru belum mengarah pada pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi, hal ini dapat ditunjukkan dari kata kerja operasional atau perintah pengerjaan soal pada aspek pengetahuan dan aspek keterampilan masih berada pada kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) yaitu pada tingkatan C1 (mengetahui), C2 (memahami) dan C3 (mengaplikasikan).
Menurut Widana (2017:36), karakteristik soal HOTyaitu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, berbasis permasalahan kontektual, membangun bentuk soal beragam. Soal yang dibuat guru belum mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, karena soal yang dibuat guru belum mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui kemampuan siswa untuk memecahkan masalah, mampu berpikir kritis, berpikir kreatif, kemampuan mengambil keputusan dalam mengerjakan soal. Soal yang dibuat guru mata pelajaran Akuntansi tidak beragam seperti yang dikatakan dalam teori bahwa soal HOTS adalah soal yang beragam tetapi guru hanya membuat soal dengan satu bentuk yaitu uraian. Kata kerja operasional
yang digunakan oleh guru dalam menyusun soal masih menggunakan kata kerja operasional yang berada pada keterampilan berpikir tingkat rendah.
B. Pembahasan
1. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap komponen dan langkah-langkah pembelajaran dalam RPP, dapat diketahui bahwa RPP yang dibuat oleh salah satu guru mata pelajaran akuntansi kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta dapat dikatakan sudah baik dan sesuai dengan teori menurut Majid & Rochman. Hal tersebut dikarenakan guru sudah mencantumkan satuan pemdidikan; mata pelajaran; kompetensi keahlian; materi pokok; kelas/semester; tahun pelajaran; pertemuan ke-; alokasi waktu; kompetensi inti; kompetensi dasar; indikator pencapaian kompetensi (IPK); tujuan pembelajaran; materi pembelajaran; pendekatan, model dan metode; kegiatan pembelajaran; alat dan bahan; sumber belajar; penilaian. Secara keseluruhan komponen dan langkah-langkah pembelajaran dalam RPP yang dibuat oleh guru sudah baik, tetpi masih ada komponen yang belum lengkap yanitu pada bagian tujuan pembelajaran guru belum mencantumkan salah satu unsur yaitu Degree(D), dan pada teknik penilaian guru tidak memcantumkan teknik penilaian sosial dan spiritual.
Berdasarkan hasil analisis RPP, guru belummampu memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi. Guru belum mampu menyusun RPP yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, karena dapat dilihat dariKompetensi Dasar (KD) tidak dapat dirumuskan pada indikator pencapaian kompetensi yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu yang berada pada tingkatan C4, C5, C6. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang disusun oleh guru masih menggunakan kata kerja operasional yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat rendah.
Rumusan IPK yang dibuat oleh guru diturunkan menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan IPK. Tujuan pembelajaran yang dibuat guru dalam RPP masih menggunakan keterampilan berpikir tingkat rendah. Tujuan pembelajaran yang dibuat agar memudahkan guru untuk menentukan model, metode, dan langkah-langkah pembelajaran di kelas. Model pembelajaran yang tercantum dalam RPP yang dibuat guru adalah discovery learning, proSlem Sased learning.
Metode pembelajaran yang digunakan guru yaitu ceramah, diskusi, Tanya jawab, observasi, penugasan, unjuk kerja. Salah satu metode pembeljaran yang dicantumin guru yaitu metode ceramah belum sesuai dengan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru, karena melaului kegiatan ceramah siswa hanya akan dapat
menjelaskan kembali apa yang didapat dalam pembelajaran. Dalam langkah-langkah pembelajaran guru sudah membuat RPP dengan langkah-langkah pembelajaran yang mengarah pada kegiatan 4C(creativity, critical thinking, collaSorative dan communicative). 2. Penerapan Pelaksanaan KeYiatan Pembelajaran
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran, kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Akuntansi sudah sesuai dengan teori menurut Majid (2014:229-331). Guru sudah menerapkan kegiatan berupa mempersiapkan peserta didik secara fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, guru memberikan/mengajukan pertanyaan kepada siswa, guru sudah menjelaskan tujuan materi pembelajaran yang akan dicapai. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran, kegiatan inti yang dilakukan oleh guru mata pelajaran akuntansi sudah menggunakan kegiatan 5M (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan data, Mengasosiasikan dan Mengomunikasikan)sesuai dengan teori menurut Majid (2014: 229-331) dalam pembelajaran guru menerapkan kegiatan 5M dengan mengimplementasikannya dalam pembelajaran yang mengarah pada kegiatan 4C (creativity, critical thinking, collaSorative dan communicative) dengan model pembelajaran proSlem Sased learning.
Hasil observasi yang dilakukan dapat diketahui bahwa guru sudah menerapkan kegiatan penutup sesuai dengan teori Majid (2014:229-331). Guru sudah menerapkan kegiatan penutup berupa melakukan refleksi untuk memperjelas hal yang masih diragukan selama proses pembelajaran, guru membuat kesimpulan/rangkuman bersama siswa, guru memberikan tugas tindak lanjut kepada siswa dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, dan guru menyampaikan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
Menurut Sani (2009:62-72), aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas belum sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, karena pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dikelas lebih banyak menggunakan metode ceramah sehingga tidak mengembangkan aktivitas siswa untuk aktif dalam berpikir. Penyusunan laporan keuangan memiliki penyusunan yang umum atau sudah diketahui oleh seluruh siswa melalui penjelsan guru, sehingga siswa masih kurang memiliki kesempatan untuk menemukan masalah yang kompleks dan memecahkan masalah tersebut melalui strategi yang dikembangkan melalui pemikiran siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Kegiatan pengumpulan data yang dilakukan oleh siswa hanya sebatas mendengarkan penjelasan dari guru tentang cara menyusun laporan keuangan dan membaca materi laporan keuangan dari buku
pegangan siswa. Kegiatan tersebut belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
Apabila dilihat dari persepsi siswa terhadap guru, siswa menilai bahwa guru belum menerapkan kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi guru. Hasil yang diperoleh dari penilaian persepsi siswa sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap kegiatan pelaksanan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas.