Analisis pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada mata pelajaran akuntansi. Studi kasus kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ANALISIS PEMBELAJARAN BERBASIS HIGHER ORDER EHINKING SKILL (HOES) PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI Studi Kasus Kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. Oleh: Desi Lestari NIM: 151334030. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 201. i.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis persembahkan kepada: 1. Allah, Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu menyertai dan membimbing serta menuntun setiap langkah hidupku. 2. Kedua orangtuaku yang terkasih Bapak Herman Yosep Sutiyono dan Ibu Monica Mujini yang selalu memberikan kasih sayang, semangat, motivasi dan nasehat didalam hidupku. 3. Kakak kandungku Mas Budi, Mas Wayan, Mas Ruby yang selalu memberikan semangat, motivasi dan dukungan. 4. Kakak Iparku Mbak Etik, Mbak Ely, Mbak Betha yang selalu memberikan semangat dan dukungan. 5. Dosen pembimbing skripsi yang selalu sabar membimbingku dalam proses penyusunan skripsi ini. 6. Almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 7.. iv.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”. (1Korintus 15:58). v.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA. Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.. Yogyakarta, 22 Juli 2019 Penulis. Desi Lestari. vi.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama. : Desi Lestari. Nomor Mahasiswa. : 151334030. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharmakarya ilmiah saya yang berjudul: “Analisis Pembelajaran Berbasis Higher Order Ehinking Skill (HOES) Pada Mata Pelajaran Akuntansi Studi Kasus Kelas X Akuntansi Di SMK NeYeri 7 YoYyakarta” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di interner atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 22 Juli 2019 Yang menyatakan. Desi Lestari. vii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK. ANALISIS PEMBELAJARAN BERBASIS HIGHER ORDER EHINKING SKILL (HOES) PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI Studi Kasus Kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta Desi Lestari Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru akuntansi di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang memenuhi unsur keterampilan berpikir tingkat tinggi; (2) menganalisis pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru akuntansi di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi; (3) menganalisis penilaian atau evaluasi pembelajaran yang dibuat guru akuntansi di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang mengarah pada unsur pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi. Jenis penelitian ini adalah mixed methodsdengan model sequential exploratory. Subjek dalam penelitian ini adalah guru akuntansi dan siswa kelas X Akuntansi 2. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru akuntansi kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta belum memenuhi unsur keterampilan berpikir tingkat tinggi; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran oleh guru akuntansi di SMK Negeri 7 Yogyakarta kelas X Akuntansi belum mengimplementasikan kegiatan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi; (3) penilaian atau evaluasi pembelajaran yang dibuat oleh guru akuntansi di SMK Negeri 7 Yogyakarta kelas X Akuntansi 2 belum mengarah pada unsur pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi.. Kata kunci: Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi,Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran, Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran.. viii.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSERACE. LEARNING ANALYSIS BASED ON HIGHER ORDER EHINKING SKILL (HOES) ON ACCOUNEING SUBJECES A Case Study on The Tenth Class of SMK Negeri 7 Yogyakarta. Desi Lestari Sanata Dharma University 2019 This study aims toanalyze: (1) the design of the Learning Implementation Plan (RPP) made Sy accounting teachers at SMK Negeri 7 Yogyakarta that meets the elements of higher order thinking skill; (2) the implementation of learning activities carried out Sy accounting teachers at SMK Negeri 7 Yogyakarta which leads to higher order thinking skill; (3) the assessment or evaluation of learning made Sy accounting teachers at SMK Negeri 7 Yogyakarta which leads to the element of measuring higher order thinking skill. This type of research is mixed methods with a sequential exploratory model. The suSjects of this study were accounting teachers and students of the tenth class of Accounting 2. Data were collected Sy using interview techniques, oSservation, documentation and questionnaires. The results of the study show that: (1) the design of the Learning Implementation Plan (RPP) made Sy the tenth class of accounting teacher at SMK Negeri 7 Yogyakarta has not fulfilled the element of higher order thinking skill; (2) the implementation of learning activities carried out Sy accounting teachers at SMK Negeri 7 Yogyakarta in the tenth class of Accounting has not implemented learning activities that lead to higher order thinking skill; (3) the assessment or evaluation of learning made Sy accounting teachers at SMKS Negeri 7 Yogyakarta in the tenth class of Accounting 2 has not led to an element of understanding higher order thinking skill.. Keywords: Higher order thinking skill, Learning Implementation Plan (RPP), implementation of learning activities, implementation of learning assessment.. ix.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha kasih karena skripsi ini telah selesai tepat pada waktunya. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan PS Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi. Penulis menyadari bahwa proses penyusunan skripsi ini mendapatkan masukan, kritik dan saran dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1.. Bapak Dr. Yohanes Haryoso, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;. 2.. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua PS Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;. 3.. Bapak Dr. Sebastianus Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;. 4.. Staf pengajar PS Pendidikan Ekonomi yang telah memberikan tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan;. 5.. Seluruh mahasiswa angkatan 2015 yang juga telah memberi masukan selama proses diskusi dalam mata kuliah Seminar Proposal Penelitian dan kerjasama yang baik selama ini;. 6.. Tenaga administrasi Prodi Pendidikan Ekonomi yang telah membantu kelancaran proses belajar selama ini;. x.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 7.. Ibu Sri Hartati, S.Pd.,MPd. selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian;. 8.. Ibu Asih selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian;. 9.. Ibu Dra. Titik Komah Nurastuti, M.Pd. selaku guru mata pelajaran Akuntansi kelas X yang telah bersedia membantu penulis dalam proses observasi, kerjasama, bantuan, dan memberikan informasi yang baik selama penulis melakukan penelitian;. 10. Orang tua yang telah memberikan dukungan doa selama ini; 11. Kakak saya yang telah memberikan dukungan doa selama ini.. Penulis. Desi Lestari. xi.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.........................................................ii HALAMAN PENGESAHAN...................................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................................iv MOTTO......................................................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA....................................................................vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS................................................................................vii ABSTRAK...............................................................................................................viii ABSTRACT..............................................................................................................ix KATA PENGANTAR................................................................................................x DAFTAR ISI............................................................................................................xii DAFTAR TABEL...................................................................................................xvi DAFTAR GAMBAR.............................................................................................xviii DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................................xix. xii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1 A. Latar Belakang masalah..................................................................................1 B. Batasan Masalah.............................................................................................5 C. Rumusan Masalah...........................................................................................6 D. Tujuan Penelitian............................................................................................6 E. Manfaat Penelitian..........................................................................................7 BAB II KAJIAN TEORI............................................................................................9 A. Kurikulum 2013..............................................................................................9 1. Pengertian Kurikulum...............................................................................9 2. Pengembangan Kurikulum 2013.............................................................10 3. Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum 2013...........................................15 4. Struktur Kurikulum SMK.......................................................................18 B. Berpikir Tingkat Tinggi................................................................................22 1. Pengertian Berpikir Tingkat Tinggi........................................................22 2. Landasan Berpikir Tingkat Tinggi..........................................................23 3. Kategori-kategori dalam Dimensi Proses Kognitif Berpikir Tingkat Tinggi......................................................................................................25 C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.............................................................28 1. Pengertian Rencana Pelaksanaan pembelajaran.....................................28 2. Prinsisp-prinsip Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. . .30 3. Komponen dan Langkah-langkah Penyusunan RPP...............................32 4. Karakteristik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang Mengarah pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi...................................................34. xiii.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. D. Pelaksanaan Kegiatan pembelajaran.............................................................38 1. Pengertian Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran....................................38 2. Prinsip Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran..........................................43 3. Pembelajaran yang Berpusat pada Guru.................................................44 4. Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa................................................47 5. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi......................................................................................................63 E. Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran............................................................67 1. Pengertian Penilaian................................................................................67 2. Penilaian Kurikulum 2013......................................................................68 3. Karakteristik Penilaian Kurikulum 2013................................................69 4. Fungsi Penilaian......................................................................................73 5. Karakteristik Soal HOTS........................................................................74 F. Penelitian Yang relevan................................................................................77 G. Kerangka Berpikir.........................................................................................81 BAB III METODE PENELITIAN...........................................................................84 A. Metode Penelitian Mixed Methods................................................................84 B. Tempat Dan Waktu Penelitian......................................................................85 C. Subjek Dan Objek Penelitian........................................................................85 D. Operasionalisasi Variabel Penelitian............................................................86 E. Sumber Data Penelitian...............................................................................107 F. Teknik Pengumpulan Data Penelitian.........................................................108 G. Instrumen Penelitian...................................................................................111. xiv.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. H. Teknik Analisis Data...................................................................................117 I. Tahap Pelaksanaan Penelitian.....................................................................122 BAB IV GAMBARAN UMUM.............................................................................126 A. Deskripsi Lokasi.........................................................................................126 B. Deskripsi Responden..................................................................................129 BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN...........................................................132 A. Deskripsi Data.............................................................................................133 1. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.......................................133 2. Penerapan Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran...................................143 3. Analisis Penilaian Pembelajaran...........................................................153 B. Pembahasan.................................................................................................156 1. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.......................................156 2. Penerapan Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran...................................158 3. Analisis Penilaian Pembelajaran...........................................................160 BAB VI PENUTUP................................................................................................162 A. Kesimpulan.................................................................................................162 B. Keterbatasan Penelitian...............................................................................163 C. Saran...........................................................................................................164 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................167 LAMPIRAN ...........................................................................................................170. xv.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Struktur Kurikulum SMK .......................................................................21 Tabel 2.2 Revisi Taksonomi Bloom........................................................................24 Tabel 2.3 Format Pasangan KD Pengetahuan dan Keterampilan...........................35 Tabel 2.4 Format Penetapan Target KD Pengetahuan dan Keterampilan...............35 Tabel 2.5 Perbedaan Pembelajaran Berpusat Pada Guru dengan Pembelajarn Berpusat pada Siswa...............................................................................62 Tabel 2.6 Perbedaan Aktivitas Belajar LOTS dan HOTS.......................................63 Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrument RPP........................................................................87 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Aktivitas Guru Di Kelas.........................................94 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kegiatan Penilaian Pembelajaran..........................................100 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrument Persepsi Siswa.....................................................104 Tabel 3.5 Interpretasi Nilai r.................................................................................116 Tabel 3.6 Uji Reliabilitas Persepsi Siswa..............................................................117 Tabel 3.7 Penilaian Persepsi Siswa.......................................................................122 Tabel 4.1 Jumlah Siswa 3 Tahun Terakhir............................................................130 Tabel 4.2 Daftar Rekapitulasi Siswa Tahun Pelajaran 2018/2019........................130. xvi.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel 5.1 Hasil Analisis Kompetensi Dasar pada RPP Laporan Keuangan.........136 Tabel 5.2 Hasil Analisis Indikator Pencapaian Kompetensi Pada RPP Akuntansi Dasar Kelas X Materi Laporan Keuangan...........................138 Tabel 5.3 Hasil Analisis Tujuan Pembelajaran pada RPP Akuntansi Dasar Kelas X Materi Laporan Keuangan.....................................................................140 Tabel 5.4 Hasil Analisis Kegiatan Pembelajaran pada RPP Akuntansi Dasar Kelas X Materi Laporan Keuangan...............................................................143 Tabel 5.5 Hasil Analisis Kuesioner Persepsi Siswa..............................................152 Tabel 5.6 Hasil Analisis Kegiatan Penilaian Kelas (Assessment).........................154. xvii.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Tingkatan Proses Kognitif Menurut Anderson dan Kathwohl...........24 Gambar 2.2 Langkah-Langkah Pembelajaran Berbass Proyek..............................60 Gambar 2.3 Kerangka Berpikir..............................................................................83 Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMK Negeri 7 Yogyakarta..............................128 Gambar 5.1 Diagram Batang Hasil Analisis Kuesioner Persepsi Siswa.............152. xviii.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Izin Penelitian Dari Dikpora............................................ 171 Lampiran 2 Surat Izin Dari Kampus............................................................ 172 Lampiran 3 Surat Pernyataan Telah Melakukan Penelitian......................... 173 Lampiran 4 Hasil Validasi Instumen RPP................................................... 174 Lampiran 5 Hasil Validasi Instrumen Pelaksanaan Kegiatan Pembelajarn................................................................................. 180 Lampiran 6 Hasil Validasi Instumen Penilaian Pembelajaran .................... 186 Lampiran 7 Hasil Validasi Instumen Persepsi Siswa.................................. 191 Lampiran 8 Hasil Validasi Instumen Wawancara Guru .............................. 197 Lampiran 9 Hasil Analisis Penilaian Persepsi Siswa................................... 200 Lampiran 10 Hasil Analisis Wawancara Guru............................................. 201 Lampiran 11 Hasil Analisis RPP.................................................................. 206 Lampiran 12 Hasil Analisis Kegiatan Pelaksanaan Pembelajaran............... 211 Lampiran 13 Hasil Analisis Penilaian Pembelajaran................................... 215 Lampiran 14 RPP Laporan Keuangan.......................................................... 218 Lampiran 15 Soal Latihan Laporan Keuangan............................................ 233. xix.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 16 Kelompok Kata Kerja Operasional pada Tingkatan Taksonomi Bloom............................................................................... 237. xx.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN A. Latar BelakanY Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting untuk mempersiapkan kesuksesan dimasa yang akan datang.. Menurut. Kurniawan. (2013:49),. sebuah. pendidikan. mempunyai tiga komponen utama yaitu pendidik, peserta didik, dan kurikulum. Ketiga komponen tersebut tidak dapat dipisahkan dan komponen-komponen tersebut berada di lingkungan sekolah agar proses kegitan belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Pendidikan tidak terlepas dengan tenaga pendidik yaitu guru, salah satu kemampuan guru yang harus dimiliki dan menjadi bagian yang paling penting adalah kemampuan menanamkan dan mengembangakan keterampilan berpikir siswa. Berpikir merupakan suatu kegiatan mental yang dialami seseorang jika mereka dihadapkan pada suatu masalah atau situasi yang harus dipecahkan. Berpikir sebagai suatu aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah, membuat suatu keputusan, atau memenuhi hasrat keingintahuan. Guru dalam mengembangkan pembelajaran dalam kelasnya diharapkan mampu menerapkan desain rencana pelaksanan pembelajaran yang mengarah pada kemampuan berpikir dalam memformulasikan kepada peserta didik..
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Kegiatan berpikir dapat dibedakan menjadi dua jenjang yaitu berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking (HOT) dan berpikir tingkat rendah atau Lower Order Thinking (LOT). Berpikir tingkat tinggi adalah berpikir pada tingkat lebih tinggi dari pada sekedar menghafal fakta atau mengatakan sesuatu kepada seseorang persis seperti sesuatu yang disampaikan. Berlandaskan pada taksonomi Bloom, terdapat tiga aspek dalam ranah kognitif yang menjadi bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking. Ketiga aspek itu adalah aspek menganalisa (C4), aspek mengevaluasi (C5), dan aspek mencipta (C6), sedangkan tiga aspek lain dalam ranah yang sama, yaitu aspek mengingat (C1), aspek memahami (C2), aspek menerapkan (C3), masuk dalam bagian intelektual berpikir tingkat rendah atau lower order thinking. Pada saat ini, banyak guru/pendidik yang menerapkan model pembelajaran dengan menitikberatkan pada kemampuan menghafal. Dalam hal ini, keterampilan berpikir tingkat tinggi sangat perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran atau dalam berbagai aspek pengetahuan. Lembaga pendidikan yang hanya menanamkan model pembelajaran pada kemampuan menghapal akan menjadikan siswa lebih cenderung untuk tidak kreatif dan hanya menerima pelajaran dalam bentuk hafalan tanpa tahu bagaimana cara mengkritisnya dan akan terus berlanjut sampai kepada perguruan tinggi bahkan sampai saat siswa tersebut memasuki dunia pekerjaan yang sesungguhnya..
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Keterampilan berpikir tingkat tinggi sangat perlu ditanamkan kepada siswa mengingat tantangan peningkatan mutu pendidikan yang tidak bisa di tawar lagi. Dalam proses peningkatan pembelajaran berpikir tingkat tinggi siswa, sekolah menjadi salah satu tempat untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan siswa. Sekolah harus mampu mengembangkan. komponen. pembelajaran. yang. tidak. hanya. berorientasi pada kemampuan menghafal guna mencapai nilai yang tinggi. Peran sekolah dalam mengembangkan dan menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dilaksanakan dengan perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi yang berupa desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian kelas (assessment). Kemampuan. membuat. rencana. pelaksanaan. pembelajan. merupakan langkah awal yang harus dimiliki guru, dan muara dari segala pengetahuan teori, keterampilan dasar, dan pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran. Dalam implementasi kurikulum 2013, guru diberikan kewenangan secara leluasa untuk menganalisis standar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dengan karakteristik dan kondisi sekolah, serta kemampuan guru itu sendiri dalam menjabarkannya menjadi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang siap dijadikan pedoman pembentukan kompetensi peserta didik. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat guru tentunya harus diketahui dan.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. dikonsultasikan ke kepala sekolah untuk mengetahui rencana pembelajaran yang dibuat guru, tetapi kenyataannya banyak guru yang tidak mengkonsultasikan RPP yang telah dibuat ke kepala sekolah. Rencana pembelajaran mencerminkan apa yang akan dilakukan guru dalam memberikan kemudahan belajar peserta didik, bagaimana melakukannya, dan mengapa guru melakukannya. Oleh karena itu, RPP memiliki kedudukan yang esensial dalam pembelajaran yang efektif karena akan membantu disiplin kerja yang baik, suasana yang lebih menarik, pembelajaran yang diorganisasikan dengan baik, relevan dan akurat. Tetapi kenyataannya banyak guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran hanya sebagai dokumen tanpa mengetahui kegunaan dari rencana pelaksanaan pembelajaran itu sendiri. Rencana pembelajaran merupakan hal penting yang harus dilakukan guru untuk menunjang pembentukan kompetensi peserta didik. Namun,. permasalahan. dalam. pendidikan. yang. semakin. meningkat dengan perubahan kurikulum yang menuntut guru untuk membuat RPP yang mampu mengarahkan keterampilan berpikir siswa. Hal ini sejalan dengan hasil observasi dan wawancara dengan guru akuntansi dasar di SMK Negeri 7 Yogyakarta untuk menganalisis kebutuhan awal penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam menentukan model dan metode yang akan dibuat dalam RPP dan yang akan diterapkan dalam.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Perubahan kurikulum 2013 sebelum dan sesudah. revisi. membuat. guru. mengalami. kesulitan. dalam. melaksanakan kegiatan pembelajarn dimana kurikulum 2013 sebelum revisi dalam RPP masih menggunakan kegiatan 5M (Mengamati, Menanya,. Mengumpulkan. Informasi,. Mengasosiasi,. dan. Mengkomunikasikan), sedangkan kurikulum 2013revisi terbarudalam RPP guru lebih dituntut untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran 4C (Creativity, Critical Thinking, Comunnication, CollaSoration), hal tersebut lebih. ditekankan agar mampu mengarahkan siswa untuk. berpikir tingkat tinggi melalui proses pembelajaran yang telah dirancang guru dalam pembuatan RPP. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pembelajaran Berbasis Higher Order Ehinking Skill (HOES) Pada Mata Pelajaran Akuntansi Studi Kasus Kelas X di SMK NeYeri 7 YoYyakarta”. B. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti perlu memberikan batasan masalah.. Hal ini dimaksudkan untuk lebih. memperjelas permasalahan yang ingin diteliti serta agar lebih terfokus dan mendalam, mengingat bahwa banyaknya masalah yang ada. Peneliti memfokuskan variabel yang ingin diteliti yaitu untuk melihat.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. rencana pembelajaran guru yang menuntut siswa berpikir tingkat tinggi yang tercermin dalam perumusan pengerjaan soal. Selain itu, penelitian ini juga dibatasi pada tahap kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui desain rencana pelaksanan pembelajaran (RPP), pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian pembelajaran(assessment). C. Rumusan Masalah 1. Apakah desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta sudah memenuhi unsur keterampilan berpikir tingkat tinggi? 2. Apakah pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta sudah memenuhi unsur keterampilan berpikir tingkat tinggi? 3. Apakah penilaian atau evaluasi pembelajaran yang dibuat guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta sudah memenuhi unsur pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi? D. Tujuan Penelitian 1. Untuk menganalisis desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang memenuhi unsur keterampilan berpikir tingkat tinggi..
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. 2. Untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. 3. Untuk menganalisis penilaian atau evaluasi pembelajaran yang dibuat guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang mengarah pada unsur pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. Adapun manfaatnya sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan informasi mengenai pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada mata pelajaran akuntansi. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah sebagai informasi untuk meningkatkan pembelajaran berbasis higher order thinking skill atauketerampilan berpikir tingkat tinggi. b. Bagi Guru Penelitian. ini. dapat. memberikan. informasi. mengenai. pembelajaran berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi pada mata pelajara Akuntansi..
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. c. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan bacaan ilmiah bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan hasil penelitian ini. digunakan sebagai bahan acuan bagi. penelitian yang relevan. d. Bagi Peneliti Sebagai tambahan pengembangan pengetahuan serta untuk memperluas cakupan dalam. menulis karya ilmiah dengan. menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama perkuliahan..
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II KAJIAN TEORI A. Kurikulum 2013 1. PenYertian Kurikulum Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Menurut Sukmadinata (2013:4), kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi, serta proses pendidikan. Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Menurut Dakir (2014:2), kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan. dan. peserta. didik. untuk. mencapai. tujuan. pendidikan.Berdasarkan pengertian-pengertian kurikulum di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat 9.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. rencana dan penataan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran yang digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. PenYembanYan Kurikulum 2013 Pengembangan kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi. meningkatkan. capaian. pendidikan.. Di. samping. kurikulum, terdapat sejumlah faktor di antaranya: lama siswa bersekolah; lama siswa tinggal di sekolah; pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan. a. Landasan PenYembanYan Kurikulum 2013 Pengembangan kurikulum berdasarkan ketentuan yuridis yang mewajibkan adanya pengembangan kurikulum baru, landasan filosofis, landasan empirik, dan landasan teoritik. Landasan yuridis merupakan ketentuan hukum yang dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum dan mengharuskan adanya pengembangan kurikulum baru. Landasan filosofis adalah landasan yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apa yang akan dihasilkan kurikulum. Landasan teoritik memberikan dasar-dasar teoretik pengembangan kurikulum sebagai dokumen dan proses. Landasan empirik memberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. berlaku. dilapangan.. Majid. (2014:83-86),. landasan. pengembangan kurikulum sebagai berikut: 1) Landasan Yuridis Landasan yuridis kurikulum adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. 2) Landasan Filosofis Pada pengembangan kurikulum, Pancasila sebagai falsafah bangsa dan negara menjadi sumber utama dan penentu arah yang akan dicapai dalam kurikulum. Nilainilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai dasar yang dikembangkan dalam kurikulum. Cara pandang bangsa Indonesia yang tercamtum dalam rumusan Pancasila menjadi pedoman dalam pengembangan kualitas bangsa Indonesia. Berdasarkan Pancasila, kurikulum yang dikembangkan atas dasar filosofi sebagai berikut:.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. a) Kurikulum berakar pada budaya dan bangsa Indonesia. Menurut Dewantara (dalam Majid, 2014:84), kurikulum memberikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar dari budaya setempat dan nasional tentang berbagai nilai yang penting dan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam mengembangkan nilai-nilai budaya setempat dan nasional menjadi nilai budaya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. b) Kurikulum. dikembangkan. berdasarkan. filosofis. eksperimentalisme yang mengatakan bahwa proses pendidikan adalah upaya untuk mendekatkan apa yang dipelajari di sekolah dengan apa yang terjadi di masyarakat. c) Filosofis rekonstruksi sosial yang memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum untuk menempatkan peserta didik sebagai subjek yang peduli pada lingkungan sosial, alam, dan lingkungan budaya. d) Filosofis. esensialisme. dan. perenialisme. yang. menempatkan kemampuan intelektual dan berpikir rasional sebagai aspek penting yang harus menjadi kepedulian kurikulum untuk dikembangkan. e) Filosofis eksistensialis dan romantic naturalism, yaitu aliran filosofi yang memandang proses pendidikan.
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. adalah untuk mengembangkan rasa kemanusiaan yang tinggi, kemampuan berinteraksi dengan sesama dalam mengangkat. harkat. kemanusiaan. dan. kebebasan. berinteraksi dan berkreasi. 3) Landasan Empiris Dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai, mutu pendidikan Indonesia harus terus ditingkatkan. Hasil riset PISA (Program for Internasionl Student Assessment), studi yang memfokuskan pada literasi bacaan, matematika, dan IPA menunjukkan peringkat Indonesia. baru bisa. menduduki 10 besar terbawah dari 65 negara. Hasil riset TIMSS (Trends in Internasional Mathematics and Science Study) menunjukkan siswa Indonesia berada pada rangking amat rendah dalam kemampuan (1) memahami informasi yang kompleks, (2) teori, analisis dan pemecahan masalah, (3) pemakaian alat, prosedur dan perencanaan masalah dan (4) melakukan investigasi. Hasil-hasil ini menunjukkan perlu ada perubahan orientasi kurikulum, dengan tidak membebani peserta didik dengan konten, namun pada aspek kemampuan esensial yang diperlukan semua warga negara untuk berperan serta dalam membangun negaranya pada abad 21..
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. 4) Landasan Teoretik Pendidikan berdasarkan standar adalah pendidikan yang menetapkan standar nasional sebagai kualitas minimal warga negara untuk suatu jenjang pendidikan. Standar kualitas nasional dinyatakan sebagai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan mencakup sikap, pengetahuan,. dan keterampilan. Standar Kompetensi. Lulusan dikembangkan menjadi Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan yaitu SKL SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK. Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk bersikap menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan suatu tugas di sekolah, masyarakat, dan lingkungan di mana yang bersangkutan berinteraksi. Kurikulum. berbasis. kompetensi. memberikan pengalaman. dirancang. untuk. belajar seluas-luasnya bagi. peserta didik untuk mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun kemampuan yang dirumuskan dalam SKL. Hasil dari pengalaman belajar tersebut adalah hasil belajar peserta didik yang menggambarkan manusia dengan kualitas yang dinyatakan dalam SKL..
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. b. Tujuan PenYembanYan Kurikulum 2013 Melalui pengembangan kurikulum 2013, pendidikan akan menghasilkan insan Indonesia yang: produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Dalam hal ini, pengembangan kurikulum difokuskan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik, berupa paduan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap. konsep. yang. dipelajarinya. secara. kontekstual.. Kurikulum 2013 memungkinkan para guru menilai hasil belajar peserta didik dalam proses pencapaian sasaran belajar, yang mencerminkan penguasaan dan pemahaman terhadap apa yang dipelajari. Oleh karena itu, peserta didik perlu mengetahui kriteria penguasaan kompetensi dan karakter yang akan dijadikan sebagai standar penilaian hasil belajar, sehingga para peserta didik dapat mempersiapkan dirinya melalui penguasaan terhadap sejumlah kompetensi dan karakter tertentu, sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke tingkat penguasaan kompetensi dan karakter berikutnya. 3. Kelebihan dan Kelemahan Kurukulum 2013 Perkembangan. kurikulum. diharapkan. dapat. menjadi. penentu masa depan anak bangsa. Oleh karena itu, kurikulum yang mencakup rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. bahan pelajaran diharapkan dapat dilaksanakan di Indonesia sehingga akan menghasilkan masa depan anak bangsa yang cerah yang berimplikasi pada kemajuan bangsa dan negara. Setiap kurikulum yang telah berlaku di Indonesia dari periode sebelum tahun 1945 hingga kurikulum tahun 2006, tentu saja memiliki beberapa perbedaan dalam sistem yang diterapkan. Perbedaan sistem. yang. terjadi. bisa. merupakan. kelebihan. maupun. kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kelebihan dan kekurangan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen, evaluasi, prinsip, metode, maupun model pengembangan kurikulum. Kurikulum terbaru yaitu kurukulum 2013 yang mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2013-2014 pada sekolah yang ditunjuk pemerintahmaupun sekolah yang siap melaksanakannya. Terdapat. beberapa. hal. penting. dari. perubahan. atau. penyempurnaan kurikulum tersebut, yaitu keunggulan dan kelemahansebagai berikut: a.. Keunggulan Kurikulum 2013 Keunggulan kurikulum 2013 yang dikemukakan oleh Kurniasih & Sani (2014:40-41) yaitu: 1) Siswa lebih dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang mereka hadapi di sekolah..
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. 2) Adanya penilaian dari semua aspek Penentuan nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai ujian saja tetapi juga di dapat dari nilai kesopanan, religi, praktek, sikap dan lain-lain. 3) Munculnya pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam semua program studi. 4) Adanya kompetensi yang sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. 5) Kompetensi yang dimaksud menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 6) Banyakkompetensi. yang. dibutuhkan. sesuai. dengan. perkembangan kebutuhan seperti pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan. b.. Kelemahan Kurikulum 2013 Kelemahan. kurikulum. 2013. yang dikemukakan. oleh. Kurniasih & Sani (2014:41-42) yaitu: 1) Guru banyak salah kaprah, karena beranggapkan dengan kurikulum 2013 guru tidak perlu menjelaskan materi kepada siswa dikelas, padahal banyak mata pelajaran yang harus tetap ada penjelasan dari guru..
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. 2) Banyak sekali guru-guru yang belum siap secara mental dengan kurikulum 2013. 3) Kurangnya pemahaman guru dengan konsep pendekatan scientific. 4) Kurangnya keterampilan guru dalam merancang RPP. 5) Guru tidak banyak yang menguasai penilaian autentk. 6) Tugas menganalisis SKL, KI, KD. Buku Siswa dan Buku Guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh guru, dan banyaknya guru yang hanya menjadi plagiat dalam kasus ini. 7) Tidak pernahnya guru dilibatkan langsung dalam proses pengembangan. kurikulum. 2013, karena pemerintah. cenderung melihat guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama. 8) Tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013 karena Ujian Nasional (UN) masih menjadi faktor penghambat. 9) Terlalu banyaknya materi yang harus dikuasi siswa sehingga tidak setiap materi bisa tersampaikan dengan baik. 4. Struktur Kurikulum SMK Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dimaksudkan untuk memberikan kemampuan bekerja sesuai.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. dengan keahlian tertentu. Menurut Permen No. 22 Tahun 2006, menjelaskan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tiga kelompok mata pelajaran, yaitu kelompok normatif, kelompok adaptif, dan kelompok produktifyang ditempuh dalam periode belajar selama 3 tahun (kelas X, XI, dan XII).Kelompok normatif merupakan kompetensi yang mengarahkan peserta didik sebagai warga masyarakat dan warga negara untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,. dan. bernegara.Kelompok. Pendidikan. Agama,. Pendidikan. normatif. Kewarganegaraan,. meliputi Bahasa. Indonesia, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya. Kelompok adaptif merupakan kompetensi agar peserta didik dapat beradaptasi dan mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, budaya dan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan perkembangan dunia kerja sesuai keahlian. Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan. Komputer. dan. Pengelolaan. Informasi,. dan. Kewirausahaan. Kelompok produktif merupakan kompetensi agar peserta didik dapat melaksanakan tugas di dunia kerja sesuai dengan program keahlian. Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. Kompetensi Keahlian dan Kompetensi Keahlian. SMK mempunyai kekhususan yang terletak pada mata pelajaran produktif. Seperti halnya mata pelajaran lain, standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) pada mata pelajaran produktif perlu dikaji. Dari penjelasan diatas, struktur kurikulum disimpulkan sebagai pengorganisasian kompetensi inti, kompetensi dasar, muatan pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan. Mata pelajaran akuntansi termasuk dalam muatan peminatan kejuruan dalam kompetensi keahlian akuntansi dan keuangan serta termasuk dalam kelompok produktif. Berikut merupakan tabel struktur kurikulum SMK menurut Sanjaya (2006:66-68).
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. Tabel 2.1 Struktur Kurikulum SMK Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian: (Ditetapkan Oleh Sekolah) ProYram/pendidikan dan Latihan Alokasi Waktu I. Program Nomatif 1. Pendidikan Sosial-Budaya 216 dan Kewarganegaraan 2. Pendidikan Agama 144 3. Olahraga dan Kesehatan 216 4. Bahasa Indonesia 144 II. Program Adaktif 1. Bahasa Inggris Sesuai Program Keahlian 2. Matematika 3. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi *) 4. Kewirausahaan **) 5. .....**) III.Program Produktif 1. .........................***) Sesuai Program Keahlian 2. .........................***) 3. .........................***) Jumlah Penjelasan: a. *) Mata pendidikan dan latihan ini ada dalam seluruh Program Keahlian. b. **) Program Keahlian tertentu menambah beberapa mata pendidikan dan latihan. c. ***) Nama mata pendidikan dan latihan Program Produktif disesuaikan dengan karakteristik program keahlian. d. Satu unit satuan waktu yang tercantum dalam alokasi waktu adalah 60 menit. e. Minggu efektif belajar untuk kelas X, XI, dan XII dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 24-40 minggu. f. Alokasi waktu untuk SMK adalah untuk masa belajar 3 tahun. g. Muatan lokal diadakan dan ditentukan jenisnya oleh dareah/sekolah sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan daerah/sekolah sebagai ekstrakurikuler. h. Kegiatan yang mendorong/mendukung pembiasaan diatur dan dilaksanakan oleh sekolah sebagai ekstrakurikuler..
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. B. Berpikir TinYkat TinYYi 1. PenYertian Berpikir TinYkat TinYYi Pengertian keterampilan berpikir tingkat tinggi/higher order thinking skill (HOTS) menurut beberapa ahli yaitu: a. Menurut Gunawan (2007:171), berpikir level tinggi (HOT) adalah proses berpikir yang mengharuskan murid untuk memanipulasi informasi dan ide-ide dalam cara tertentu yang memberi mereka pengertian dan implikasi baru. b. Menurut Saputra (2016:92), HOTS adalah peningkatan kemampuan pemahaman dan penguasaan anak didik atas materi pembelajaran agar ia dapat berpikir secara kritis (critical thinking), kreatif (creative thinking), mampu memecahkan masalah (proSlem solving), dan mampu membuat putusan (making decision) dalam situasi-situasi yang sulit. c. Menurut Sani (2019:2), keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) mencakup kemampuan berpikir tingkat kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Keterampilan berpikir kritis diperlukan dalam menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Higher order thinking skills (HOTS) akan berkembang jika individu menghadapi masalah yang tidak dikenal, pertanyaan yang menantang, atau menghadapi ketidakpastian/dilema..
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat disimpulkan sebagai kemampuan seseorang untuk memecahkan suatu masalah melalui berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif dan kreatif untuk dapat memecahkan masalah tersebut dan mampu mengambil keputusan. 2. Landasan Berpikir TinYkat TinYYi Taksonomi Bloom dapat digunakan sebagai landasan utama mengenai keterampilan berpikir tingkat tinggi. Bloom membagi taksonomi hasil belajar dalam enam kategori, yaitu (1) pengetahuan (knowledge), (2) pemahaman (comprehension), (3) penerapan (application), (4) analisis (analysis), (5) sintesis (synthesis), (6) evaluasi (evaluation). Tingkat pemahaman peserta didik dianggap berjenjang dengan tingkat paling rendah (C1) pengetahuan atau mengingat, sampai tingkat paling tinggi (C6) evaluasi (Sani, 2016:103). Revisi yang dilakukan oleh Anderson dan Krathwohl mendeskripsikan perbedaan antara dimensi proses kognitif dengan dimensi pengetahuan (pengetahuan faktual, pengetahuan. konseptual,. pengetahuan. prosedural,. dan. pengetahuan metakognitif). Taksonomi Bloon setelah digunakan cukup lama untuk membuat rancangan instruksional dalam dunia pendidikan, Anderson dan Krathwohl (dalam Sani, 2016:103-104) menelaah kembali Taksonomi Bloom dan melakukan revisi sebagai berikut :.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Tabel 2.2 Revisi Taksonomi Bloom Taksonomi Bloom Anderson dan Krathwohl (1956) (2000) C1 Pengetahuan Mengingat C2 Pemahaman Mamahami C3 Aplikasi Menerapkan C4 Analisis Menganalisis C5 Sistesis Mengevaluasi C6 Evaluasi Berkreasi (sintesis) Catatan: pada Taksonomi Bloom yang dievisi digunakan kata kerja TinYkatan. Gambar 2.1 TinYkatan proses KoYnitif menurut Anderson dan Krathwohl (Sani, 2016:104) Revisi. yang. dilakukan. oleh. Krathwohl. dan. Anderson. mendeskripsikan perbedaan antara dimensi proses kognitif dengan dimensi pengetahuan (pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, metakognitif).. pengetahuan. prosedural,. dan. pengetahuan.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. 3. KateYori-KateYori dalam Dimensi Proses KoYnitif Berpikir TinYkat TinYYi Terdapat tiga dimensi kognitif pada taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl yang masuk dalam indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yaitu: menganalisis, mengevaluasi dan mencipta, sedangkan ketiga proses kognitif dalam ranah yang sama yakni kemampuan mengingat, memahami dan mengaplikasikan merupakan kemampuan berpikir yang rendah. Anderson dan Krathwohl (2010:99-130), mengemukakan kategori-kategori dalam dimensi proses kognitif yaitu sebagai berikut: a. Mengingat Mengingat merupakan usaha mendapatkan kembali pengetahuan dari memori atau ingatan yang telah lampau, baik yang baru saja didapatkan maupun yang sudah didapatkan. Mengingat merupakan dimensi yang berperan penting dalam pembelajaran yang bermakna dan pemecahan masalah. Kategori proses ini meliputi proses-proses kognitif yang mencakup: 1) Mengenali yaitu berkaitan dengan mengetahui pengetahuan masa lampau yang susuai dengan pengetahuan tersebut..
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. 2) Mengingat kembali merupakan proses kognitif yang mengambil pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang. b. Memahami Memahami merupakan proses mengkontruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru. Memahami juga berkaitan dengan aktivitas. mengklasifikasikan. Mengklasifikasikan. akan. dan. munculketika. membandingkan. seseorang. siswa. berusaha mengenali pengetahuan yang merupakan anggota dari kategori pengetahuan tertentu, sedangkan membandingkan merujuk pada identifikasi persamaan dan perbedaan dari dua atau lebih objek, kejadian, ide, permasalahan, atau situasi. Membandingkan berkaitan dengan proses kognitif menemukan satu persatu ciri-ciri dari objek yang diperbandingkan. c. Mengaplikasikan Mengaplikasikan merupakan kegiatan menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam kegiatan tertentu. Kategori proses. mengaplikasi. ini. meliputi. proses-proses. yang. mencakup: 1) Menjalankan prosedur, merupakan proses kognitif siswa dalam menyelesaikan masalah dan melaksanakan percobaan dimana siswa sudah mengetahui informasi tersebut dan.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. mampu menetapkan dengan pasti prosedur yang harus dilaksanakan dalam menyelesaikan permasalahan. 2) Mengimplementasikan, merupakan kegiatan menerapkan sesuatu prosedur pada tugas yang yang tidak familier atau saat siswa memilih dan menggunakan prosedur untuk halhal yang belum diketahui atau masih asing. d. Menganalisis Menganalisis melibatkan proses memecah-mecahkan materi. menjadi. bagian-bagian. kecil. dan. menentukan. bagaimana hubungan antar bagian-bagian dan struktur keseluruhannya. Kategori proses menganalisis ini meliputi proses-proses kognitif membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan. e. Mengevaluasi Mengevaluasi didefinisikan sebagai membuat keputusan berdasar kriteria dan standar. Kriteria-kriteria yang paling sering digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi dan konsistensimasing-masing dari kriteria tersebut ditentukan oleh siswa. Standar yang digunakan bisa bersifat kuantitatif ataupun kualitatif. Kategori mengevaluasi mencakup proses-proses kognitif. memeriksa. keputusan-keputusan. yang. diambil. berdasarkan kriteria internal dan mengkritik keputusankeputusan yang diambil berdasarkan kriteria eksternal..
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. f. Mencipta Mencipta merupakan suatu kegiatan yang melibatkan proses. menyusun. beberapa. elemen. menjadi. sebuah. keseluruhan yang koheren atau fungsional. Tujuan yang diklasifikasikan dalam proses mencipta menuntut siswa untuk membuat suatu produk baru dengan mereorganisasikan elemen atau bagian jadisuatu pola atau struktur yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk mencapai tujuan ini, banyak siswa yang menciptakan dalam artian menyintesiskan informasi atau materi untuk membuat sesuatu yang baru. C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1. PenYertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Menurut Permendikbud No. 103 tahun 2014 rencana pelaksanaan. pembelajaran. merupakan. rencana. yang. menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sekolah. Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rencana pembelajaranyang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku paduan guru. RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.Majid.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. (2009:15), menjelaskan bahwa perencanaan adalah menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan. Perencanaan yang dibuat harus dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat waktu. Menurut Prastowo (2015:38), perencanaan pembelajaran adalah suatu cara yang memuaskan yang disertai langkah-langkah antisipatif. sebagai. upaya. penjabaran. kurikulum. (yang. diberlakukan) sekolah ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas melalui proses berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yakni perubahan perilaku serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada, guna menghasilkan dokumen tertulis yang dapat dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Menurut Kunandar (2007:262), rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan. pengorganisasian. pembelajaran. untuk. mencapai. suatu. kompetesi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam. silabus.. RPP. merupakan. gambaran. pelaksanaan. pembelajaran yang utuh. RPP memuat keseluruhan perencanaan.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. pembelajaran yang akan dilakukan di kelas. Didalamnya memuat alokasi waktu, materi pembelajaran hingga metode pembelajaran yang digunakan pada setiap pertemuan. Dalam praktek pendidikan, rumusan rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik dan benar belum tentu menjamin keberhasilan pencapaian tujuan secara utuh. Untuk mencapai tujuan, diperlukan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan proses pelaksanaan penilaian kelas (assessment) yang sungguh-sungguh mencerminkan tujuan pembelajaran itu sendiri. 2. Prinsip-prinsip. PenYembanYan. Rencana. Pelaksanaan. Pembelajaran Menurut Majid & Rochman(2014:261-262), prinsip dalam mengembangkan atau menyusun RPP dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik..
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. b. Mendorong partisipasi aktif peserta didik Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar. c. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. d. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian. umpan balik positif,. penguatan, pengayaan, dan remedi. e. Keterkaitan dan keterpaduan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasi pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. f. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP. disusun. dengan. mempertimbangkan. penerapan. teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi..
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. 3. Komponen dan LanYkah-lanYkah Penyusunan RPP Menurut Majid & Rochman(2014:262-263), komponen dan langkah-langkah penyusunan RPP dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Mencantumkan Identitas Identitas dalam RPP meliputi: (1) Sekolah, (2) kelas/Semester, (3) Standar Kompetensi, (4) Kompetensi Dasar, (5) Indikator, dan (6) Alokasi Waktu. b. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran memuat penguasaan kompetensi yang bersifat operasional yang ditargetkan/dicapai dalam RPP. Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan mengacu pada rumusan yang terdapat dalam indikator, dalam bentuk pertanyaan yang operasional. Dengan demikian, jumlah rumusan tujuan pembelajaran dapat sama atau lebih banyak dari pada indikator. Tujuan pembelajaran mengandung unsur Audience (A), Behavior (B), Condition (C), dan Degree (D). Audience (A) adalah peserta didik yang menjadi subjek tujuan pembelajaran tersebut. Behavior (B), merupakan kata kerja. yang mendeskripsikan kemampuan audience. setelah pembelajaran. Kata kerja ini merupakan jantung dari rumusan tujuan pembelajaran dan harus terukur. Condition (C) merupakan situasi pada saat tujuan tersebut.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. diselesaikan. Degree (D) merupakan standar yang harus dicapai oleh audience sehingga dapat dinyatakan telah tercapai tujuan. c. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal yang harus diketahui adalah bahwa materi dalam RPP merupakan pengembangan dari materi pokok yang terdapat dalam silabus. Oleh karena itu, materi pembelajaran dalam RPP harus dikembangkan secara terinci bahkan jika perlu guru dapat mengembangkannya menjadi buku siswa. d. Mencantumkan Model/Metode Pembelajaran Metode. dapat. diartikan. sebagai. model. atau. pendekatan pembelajaran. Model pembelajaran diambil tergantung pada karakteristik pendekatan atau strategi yang dipilih. Pemilihan metode/pendekatan bergantung pada jenis materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. e. Mencantumkan Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk. mencapai. satu. kompetensi. dasar. harus. dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada. dasarnya,. langkah-langkah. kegiatan. pendahuluan/kegiatan awal, kegiatan inti, penutup.. memuat. dan kegiatan.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. f. Mencantumkan Media/Alat/Bahan/Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang terdapat dalam silabus. Dalam satu perencanaan disiapkan media, alat/ bahan, dan sumber belajar. Apabila ketiga. aspek. ini. terpenuhi,. maka. penyusun. harus. menyebutkan secara jelas: 1) media, 2) alat/bahan, dan 3) sumber belajar yang digunakan. Oleh karena itu, guru harus memahami secara benar pengertian media, alat, bahan, dan sumber belajar. Y. Mencantumkan Penilaian Penilaian diijabarkan atas jenis/teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang digunakan untuk mengatur ketercapaian indikator dan tujuan pembelajaran. 4. Karakteristik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yanY MenYarah pada Keterampilan Berpikir TinYkat TinYYi Desain. rencana. pelaksanaan. pembelajaran. yang. dikembangkan perlu memperhatikan langkah-langkah sistematis yang. harus. dibuat. oleh. guru dengan. berorientasi. pada. keterampilan berpikir tingkat tinggi. Menurut Ariyana, Bestary, & Zamroni (2018:48-50), karakteristik dalam menyusun langkahlangkah desain pembelajaran HOTS adalah sebagai berikut: a. Mencantumkan dan menganalisis kompetensi dasar yang susuai dengan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. Kompetensi Dasar yang menjadi sasaran minimal yang akan dicapai sesuai Kompetensi Dasar dengan format sebagai berikut: Tabel 2.3 Format PasanaYn KD PenYetahuan dan Keterampilan Kompetensi pengetahuan <Nomor Pengetahuan>. dasar Kompetensi keterampilan KD><KD <Nomor Keterampilan>. dasar KD><KD. b. Menentukan target yang akan dicapai sesuai dengan Kompetensi Dasar, dengan format sebagai berikut: Table 2.4 Format Penetapan TarYet KD PenYetahuan dan Keterampilan No Kompetensi Dasar . KD Pengetahuan <KD Pengetahuan> KD Keterampilan <KD Keterampilan>. TarYet KD. <Target pengetahuan yang diamanatkan oleh KD> <Target keterampilan yang diamanatkan oleh KD>. c. Proyeksikan dalam sumbu simetri seperti pada Tabel 2.3 Kombinasikan dengan pengetahuan dengan proses berpikir. d. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1) Memperhatikan dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan yang menjadi target dan harus dicapai peserta didik..
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. 2) Menentukan Kompetensi Dasar (KD) yang akan diturunkan menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). 3) Menggunakan kata kerja operasional yang sesuai dengan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). 4) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) penunjang dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) kunci, sedangkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pengayaan dirumuskan apabila kompetensi minimal KD sudah dipenuhi peserta didik. e. Merumuskan kognitif,. tujuan. pembelajaran,. psikomotorik. dan. afektif.. apakah. peningkatan. Perumusan. tujuan. pembelajaran harus jelas menunjukkan kecapakan yang harus dimiliki peserta didik. Tujuan pembelajaran mengisyaratkan bahwa. ada. beberapa. karakter. kecakapan. yang. akan. dikembangkan guru dalam pembelajaran. Selaian itu, tujuan pembelajaran. juga. bertujuan. untuk. menguatkan. pilar. pendidikan. f. Langkah-langkahkegiatan pembelajaran berdasarkan model pembelajaran: 1) Pahami KD yang dianalisis. 2) Pahami Indikator Pencapaian Kompetensi dan materi pembelajaran yang telah dikembangkan..
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. 3) Pahami. sintaks-sintaks. yang. ada. pada. model. pembelajaran, rumuskan kegiatan pembelajaran yang meliputi orientasi, motivasi dan apersepsi. 4) Rumuskan kegiatan inti yang berdasarkan pada: (a) Indikator Pencapaian Kompetensi (b) Karakteristik peserta didik (c) Pendekatan saintifik (d) 4C (Creativity, Critical Thinking, Communication CollaSoration) (e) Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi 5) Rumuskan kegiatan penutup yang meliputi kegiatan refleksi baik individual maupun kelompok seperti: (a) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (b) Melakukan kegiatan tindak lanjut (c) Menginformasikan kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (d) Kegiatan penutup dapat diberikan penilaian akhir sesuai KD yang bersangkutan. 6) Tentukan. sumber. pembelajaran.. belajar. berdasarkan. kegiatan.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. 7) Rumuskan penilaian (formatif dan sumatif) untuk pembelajaran yang mengacu pada indikator pencapaian kompetensi. D. Pelaksanaan KeYiatan Pembelajaran Selain. mengembangkan. RPP,. faktor. lain. yang. perlu. diperhatikan oleh pihak sekolah dalam upaya menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah kompetensi yang dimiliki guru. Kompetensi mengajar yang dimiliki guru akan tercermin melalui kegiatan pembelajaran yang terlaksana. Untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, guru harus mampu menerapkan berbagai macam pendekatan, strategi, maupun metode pembelajara yang mengacu pada proses kognitif keterampilan berpikir tingkat tinggi itu sendiri. Guru harus melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan mampu menggali potensi dan mengarahkan siswa kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi, siswa tidak hanya sekedar diajarkan untuk menghafal materi guna mencapai nilai yang tinggi. 1. PenYertian PelaksanaanKeYiatan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan keterampilan guru ketika melaksanakan pembelajaran di kelas. Agar pelaksanaan pembelajaran. dapat. berjalan. efektif,. guru. membutuhkan. keterampilan secara akademik dan mampu menguasai subjek yang akan diajarkan terutama dalam menggunakan metode dan media.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Suprihatiningrum (2016:119), pelaksanaan pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Majid (2014:229), tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. a. Kegiatan Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan. pembelajaran. yang. ditujukan. untuk. membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pendahuluan, guru: 1) Menyiapkan peserta didik secara fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; 2) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari; 3) Mengantarkan. peserta. didik. kepada. suatu. permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk.
(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai: dan 4) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas. b. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik untuk aktif menjadi pencari informasi untuk mencapai tujuan pembelajaran.Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik pesserta didik dan mata pelajaran meliputi. proses. observasi,. menanya,. yang. mengumpulkan. informasi, asosiasi, dan komunikasi. 1) Mengamati Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, menfasilitasi. mendengar, peserta. dan. didik. membaca. untuk. Guru. melakukan. pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan.
(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu bnda atau objek. 2) Menanya Guru membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak berkenaan dengan fakta. Konsep, prosedur, ataupun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik. 3) Mengumpulkan dan mengasosiasikan Tindak lanjut dari bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu peserta didik dapat membaca buku yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti, atau bahkan melakukan eksperimen. Dari kegiatan tersebut terkumpul sejumlah informasi. 4) Mengkomunikasikan hasil Dalam. kegiatan. ini. yaitu. menuliskan. atau. menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari. informasi,. mengasosiasikan. dan. menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan di.
(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut. c. Kegiatan Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Dalam kegiatan penutup, guru: 1) Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; 2) Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; 3) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; 4) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas, baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; 5) Menyampaikan. rencana. pertemuan berikutnya.. pembelajaran. pada.
(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. 2. Prinsip Pelaksanaan KeYiatan Pembelajaran Menurut Permendikbud Nomor 103 tahun 2014, untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip sebagai berikut: a. Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu; b. Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar; c. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah; d. Pembelajarn berbasis kompetensi; e. Pembelajaran terpadu; f. Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi; g. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif; h. Peningkatan. keseimbangan,. kesinambungan,. dan. keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills; i. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang waktu; j. Pembelajaran memberi. yang. keteladanan. menerapkan (Ing. nilai-nilai. Ngarso. Sung. dengan Tulodo),. membangun kemauan (Ing Madyo Mangun Karso),dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajan (Tut Wuri Handayani);.
(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44. k. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; l. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; m. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; dan n. Suasana belajar menyenangkan dan menantang. 3. Pembelajaran YanY Berpusat Pada Guru Pengajaran langsung adalah suatu model pengajaran yang bersifat teacher center. Menurut Arends (dalam Trianto, 2014:93), model pengajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Selain itu, model pembelajaran ini juga ditujukan untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Ciri-ciri model pembelajaran langsung menurut Kardi & Nur (dalam Trianto, 2014:93), sebagai berikut: 1) Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar 2) Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. 3) Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan. pembelajaraan tertentu. dapat. berlangsung dengan berhasil. Langkah-langkah pembelajaran langsung menurut Kardi & Nur (dalam Trianto, 2014:99-101) adalah sebagai berikut: 1) Menyampaikan Tujuan dan Menyiapkan Siswa Tujuan langkah awal ini untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa, serta memotivasi mereka untuk berperan serta dalam pelajaran itu. 2) Menyampaikan tujuan Penyampaian tujuan kepada siswa dapat dilakukan. guru. melalui rangkuman rencana pembelajaran dengan cara menuliskannya di papan tulis, atau menempelkan informasi tertulis pada papan buletin yang berisi tahap-tahao dan isinya, serta alokasi waktu yang disediakan untuk setiap tahap. 3) Menyiapkan siswa Kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa, memusatakan perhatian pada pokok pembicaraan, dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya, yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari..
(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46. 4) Presentasi dan demontrasi Fase kedua pengajaran langsung yaitu melakukan presentasi atau demonstrasi pengetahuan dan keterampilan. Kunci untuk berhasil ialah mempresentasikan informasi sejelas mungkin dan mengikuti langkah-langkah demontasi yang efektif. 5) Mencapai kejelasan Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa kemampuan guru memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa, mempunyai dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. 6) Melakukan demontrasi Pengajaran langsung berpegang teguh pada asumsi bahwa sebagian besar yang dipelajari (hasil belajar) berasal dari mengamati orang lain. Agar dapat mendemontrasikan suatu konsep atau keterampilan dengan berhasil, guru perlu dengan sepenuhnya menguasai konsep atau keterampilan yang akan didemontrasikan, dan berlatih melakukan demonstrasi untuk menguasai komponen-komponennya. 7) Mencapai pemahaman dan penguasaan Untuk menjamin agar siswa akan mengamati tingkah laku yang benar dan bukan sebaliknya, guru perlu benar-benar memperhatikan. apa. yang. terjadi. pada. setiap. tahap. demonstrasi, jika guru menghendaki agar siswanya dapat.
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain bahan belajar elektronik berbasis higher order thinking skill (HOTs) yang tepat pada mata kuliah Kapita Selekta Hasil
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menganalisis Transaksi Jurnal Penyesuaian
Mengumpulkaninformasi/mencoba Guru menggunakan metode ceramah dan diskusi dalam proses pembelajaran Peserta didik diminta untuk mencoba menjawab soal yang dibagikan oleh
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP EVALUASI
Slamet PH (2006) menjelaskan kompetensi pedagogik terdiri dari Sub- Kompetensi.1) berkontribusi untuk pengembangan KTSP yang terkait pada mata pelajaran yang diajarkan.2)
Dari tabel 2 tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa hasil telaah dari 5 soal higher order thinking skill (HOTS) dengan menggunakan teknik penilaian uraian rata-rata 58 dengan
"Investigating Students’ Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Writing Skill (A Case Study at the Eleventh Grade of a Senior High School in Banjar)", Journal of
ISSN: 2338-2678 DOI: 10.25273/etj.v11i2.17838 82 Debating as a systematic teaching technique to promote HOTS Higher Order Thinking Skill Dinar Dipta1, Muhammad Haikal1, Eka Indah