BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
4.3.1 Analisis khalayak yang dilakukan oleh
Sebelum kita melakukan komunikasi, kita perlu mempelajari siapa- siapa yang akan menjadi sasaran komunikasi kita itu. Sudah tentu ini bergantung pada tujuan komunikasi, apakah agar komunikan hanya sekedar mengetahui (dengan metode informatif) atau agar komunikan melakukan tindakan tertentu (metode persuasif atau instruktif).53
Komunikan, yakni publik yang menjadi sasaran dalam berkomunikasi secara langsung atau tidak. Secara langsung atau tatap muka diklasifikasikan sebagai berikut.54
1. Komunikasi antarpersonal (interpersonal communication) adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan yang dialogis, mudah, dan efektif untuk mempengaruhi dan mengubah sikap seseorang.
2. Komunikasi kelompok (group communication), yaitu sama dengan komunikasi antarpersonal, tetapi dalam keterlibatan komunikan yang lebih besar. Dasar pengklasifikasiannya bukan dalam jumlah besar secara matematis, tetapi sejauhmana tanggapan atau opini yang diberikan oleh komunikan tersebut.
53
Prof. Drs. Onong Uchjana Efendy. Ilmu Komunikasi (teori dan praktek). PT Remaja Rosdakarya. Bandung. 2005. Hal 35
54 Ruslan, Rosady, S.H., M.M. Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. PT RajaGrafindo Persada. 2008. Hal 31
3. Komunikasi media massa (mass media communication) yaitu komunikasi yang melalui media massa sebagai mediatornya dan sudah dijelaskan sebelumnya. Siapa dan bagaimana publik yang menjadi objek atau khalayak sasaran (target audience), khalayak sasaran terkait (stake holder), khalayak ramai (mass audience), dan umum (Public).
Melakukan analisis khalayak memanglah sangat penting apabila kita akan melaksanakan sebuah komunikasi, seperti halnya sebuah EO apabila mereka ingin melaksanakan sebuah event merekapun harus melakukan analisis khalayak terlebih dahulu, agar event yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik dan lancar, seperti apa yang dikatakan oleh Arlen:
“Iya, karena menurut gue kita mesti tau dulu acara musik apa nih yang komunitas- komunitas band indie pengen adain, nah dari situ EO kita tampung masukan- masukan dari mereka, baru deh kita siapin segala macem buat ngelaksanain tu acara. Mulai dari tempat, gueststar yang band indie yang udah punya nama, sama waktu, dan jumlah tiket yang pengen EO kita jual.”55
Dari hasil kutipan wawancara di atas dapat diketahui bahwa bagi pihak EO Sunday Monday management melakukan analisis khalayak sebelum mereka melaksanakan sebuah event, agar event yang mereka buat menarik banyak pengunjung dan mendapatkan provit yang banyak. Dari hasil observasi peneliti juga menemukan bahwa setiap kali EO Sunday
55
Wawancara dengan Arlen selaku ketua EO Sunday Monday Management, pada tanggal 31 Mei 2013.
Monday Management ingin melangsungkan sebuah event mereka selalu mengadakan rapat atau lebih tepatnya disebut dengan diskusi santai, karena tidak berlangsung dengan kaku akan tetapi berlangsung dengan sangat santai, sambil bercanda gurau, minum kopi dan memakan camilan pada saat melakukan diskusi tersebut yang tujuannya membahas acara yang akan mereka akan laksanakan. Pendek kata pengenalan mengenai khalayak sangat diperlukan, dan hal ini hendaknya dilakukan melalui observasi, penjajakan atau penelitian.
Hal yang menarik yang peneliti temukan dilapangan adalah bahwasanya Arlen Febri selaku ketua dari EO Sunday Monday Management tidaklah selalu ada di basecamp atau markas tempat mereka berkumpul untuk menjalankan EO ini, karena beliau mempunyai pekerjaan di kota Tangerang, dia hanya pulang ke kota Serang setiap hari sabtu dan minggu, walaupun demikian Arlen selalu mengawasi setiap anggota EO agar melakukan tugasnya dengan maksimal, oleh karena itu mereka selalu melaksanakan setiap event mereka setiap hari sabtu dan minggu, adapun apabila mereka melaksanakan event di luar hari tersebut, maka Arlenpun terkadang selalu memaksakan unuk hadir, dengan cara meminta izin di tempat kerjanya.
Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menyimpulkan bahwa khalayak yang menjadi sasaran EO Sunday Monday Management merupakan khalayak jenis Early adopters dan Mayority. Early adopters sendiri merupakan orang- orang yang cepat
bersedia untuk mencoba apa yang dianjurkan kepadanya,56 sedangkan Majority adalah kelompok dalam jumlah terbanyak yang menerima atau menolak ide baru, terbatas pada suatu daerah.57 Hal ini bisa terlihat dari semakin bertambahnya khalayak atau penonton yang datang pada saat EO Sunday Monday Management melaksanakan sebuah event.
Rata- rata yang menjadi sasaran khalayak event EO Sunday Monday management adalah para remaja antara umur 12 tahun sampai dengan 25 tahun. Remaja, yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang artinya “tumbuh
atau tumbuh untuk mencapai kematangan”.58
Masa remaja menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12/13 tahun sampai dengan 17/18 tahun adalah remaja awal, dan usia 17/18 tahun sampai dengan 21/22 tahun adalah remaja akhir. Menurut hukum di Amerika Serikat saat ini, individu dianggap telah dewasa apabila telah mencapai usia 18 tahun, dan bukan 21 tahun seperti ketentuan sebelumnya (Hurlock, 1991). Pada usia ini umumnya anak sedang di bangku sekolah menengah.59
56
Anwar Arifin, Strategi Komunikasi. Bandung: Armico. 1884. Hal 60 57
Ibid. Hal 61
58 Ali, Asrori. Psikologi Remaja (pengembangan peserta didik). Jakarta: Bumi Aksara. 2004. Hal 9 59
Hal ini terungkap ketika peneliti mewawancarai Arlend mengenai kisaran umur berapa saja yang menjadi sasaran khalayak EO Sunday Monday Management, Arlend mengatakan:
“EO kita sih sebenernya ga terlalu mengspesifikan umur berapa saja yang bakalan menjadi sasaran khalayak kita, karena yang namanya musik sifatnya universal, dimana ga ada batasan umur dan golongan bagi penikmatnya, semua orang berhak menikmati musik apalagi musik indie ya walaupun jenis musik indie hanya sebagian orang yang menyukainya, hehehehe. Untuk acara kami sendiri mayoritas khalayak yang dateng kisaran umur 12 sampe 25
tahun, kadang ada juga yang 30 tahunan.”
Seperti salah satu informan yang peneliti wawancarai mengenai apa yang membuat ia tertarik untuk datang menghadiri acara yang diselenggarakan oleh EO Sunday Monday Management, pada saat berlangsungnya event yang di adakan oleh EO Sunday Monday management yaitu Reynold:
“iya, karena saya melihat tema, konsep dan band- band indie yang main juga apakah bagus atau tidak, kalo bagus ya saya datang, kalo tidak sih ya ga maksain- maksain amat buat datang,hehehe”60 Selain Reynold peneliti juga mewawancarai Sandy septiado saputra, orang yang sering datang menonton event musik yang dilaksanakan oleh EO Sunday Monday management, berikut pernyataannya:
“Pasti, kalau memang tema dan bintang tamunya asik, gue pasti datang ama temen- temen gue yang lainnya. apalagi kalo bintang
tamunya band favorite gue.” 61
60
Wawancara dengan Reynold informan yang datang ke event EO Sunday Monday. 6 juli 2013 61 Wawancara dengan Sandi septiando informan yang datang ke event EO Sunday Monday. 6 juli 2013
Adapun cara mereka menganalisis khalayak mereka, yaitu dengan cara menganalisisnya dengan mencari tahu aliran musik apa yang sedang banyak digandrungi oleh komunitas- komunitas band indie, dan band indie apa yang sedang banyak digemari oleh komunitas- komunitas band indie di Banten, hal ini diungkapkan juga oleh arlend:
“Cara kami menganalisis khalayaknya, ya dengan cara melihat aliran musik apa nih yang sedang populer, siapa band indie yang sedang banyak dibicarakan oleh komunitas- komunitas band indie di banten,cara taunya dengan kita ikut berbaur dan sering ngobrol bareng ama komunitas- komunitas band indie, kalo udah nganalisis beberapa hal tersebut baru deh kita siap dan yakin akan melaksanakan acara tersebut.”62
Dari hasil observasi yang peneliti lakukan juga peneliti melihat dan mengetahui bahwa apabila tema event yang di angkat oleh EO Sunday Monday management kurang menarik dan ditambah bintang tamu yang mereka hadirkan kurang menarik, maka para komunitas band indie yang ingin regist untuk mengisi pada event tersebut dan penonton yang hadir pun akan sangat kurang yang regist dan menghadiri, dan secara otomatis tiket pada event tersebut tidak terjual semua. Berbeda apabila tema yang diangkat dan gueststar yang dihadirkan sangat menarik, maka yang akan regist untuk mengisi acara tersebut dan penonton yang datangpun sangat banyak sekali, bahkan terkadang sampai tidak terbendung oleh tempat yang disediakan atau melebihi kapasitas. Jadi pada dasarnya sebuah tema dan guestsatar yang dihadirkan oleh EO Sunday Monday management
62
Wawancara dengan Arlen selaku ketua EO Sunday Monday Management, pada tanggal 31 Mei 2013.
sangatlah menentukan ramai atau tidaknya penonton yang datang pada event tersebut.
Dan walaupun EO Sunday Monday management sudah melakukan analisis khalayak dengan baik sebelum mereka melaksanakan sebuah event, terkadang merekapun masih menemui kendala yang sering mereka dapat, dari mulai kendala masalah tempat untuk melaksanakan acara tersebut bahkan sampai dengan masalah keamanan.
Untuk kendala masalah tempat terkadang mereka sering dihambat oleh ketidak izinan oleh yang memiliki tempat tersebut, karena tidaklah semua tempat yang akan mereka ajukan untuk melaksanakan event musik selalu mendapatkan izin begitu saja, terutama tempat yang indoor, karena banyak pemilik tempat yang beranggapan bahwa apabila event musik terutama event musik indie seperti ini berlangsung, pastilah identik dengan yang namanya keributan dan kerusuhan, padahal tidaklah selalu begitu, tergantung pada bagamana cara mereka mengatur ketertiban acara tersebut, para pemilik tempat terkadang ada yang langsung menolaknya mentah- mentah, dan ada pula yang harus melalui proses yang sangat rumit, sehingga untuk masalah memilih tempat pun mereka harus lebih selektif. Untuk masalah keamanan juga mereka terkadang ada saja pihak yang mempersulit, mulai dari masalah biaya yang terlalu mahal, sampai dengan proses yang rumit pula untuk mendapatkan izin dari pihak keamanan yang bersangkutan.
Seperti apa yang diungkapkan oleh Arlen pada saat peneliti melakukan wawancara dengan beliau, ketika peneliti melontarkan pertanyaan apa saja kendala yang didapat selama menjalankan bisnis EO ini :
“wah banyak banget, dari mulai izin keamanan dari pihak aparat kadang dipersulit dan sesalu meminta bayaran lebih, kemudian mencari izin tempat untuk melangsungkan sebuah event, sampai dengan pendanaan selama pra event terhambat, karena dari pihak sponsor kurang merespon untuk acara- acara musik indie kaya gini.”63