BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
3.6.5 Analisis Koefisien Determinasi
Setelah koefisien korelasi diketahui, maka langkah selanjutnya adalah menghitung koefisien determinasi, yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y. adapun rumus koefisien determinasi adalah sebagai berikut :
Kd = Rs2 . 100%
Keterangan: Kd = koefisien determinasi atau seberapa jauh perubahan variabel terikat (kinerja sistem informasi akuntansi).
Rs = korelasi product moment
Kriteria untuk analisis koefisien determinasi adalah :
a. Jika Kd mendekati nol (0), berarti pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent
b. Jika Kd mendekati satu (1), berarti pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent kuat.
Adapun pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi atau seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas (Independent) terhadap variabel terikat (Dependent), digunakan pedoman yang dikemukakan oleh Sugiyono (2008:214):
Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
87 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Sejarah Singkat PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Perjalanan PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten cukup panjang. Awal kelistrikan di Bumi Parahyangan sudah ada semenjak Pemerintah Kolonial Belanda masih bercokol di tataran tanah Sunda. Di tahun 1905, di Jawa Barat khususnya kota Bandung, berdiri perusahaan yang mengelola penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan publik. Nama perusahaan itu Bandungsche Electriciteit Maatschaappij (BEM).
Dalam perjalanannya, BEM pada tanggal 1 Januari 1920 berubah menjadi Perusahaan Perseroan menjadi Gemeenschapplijk Electriciteit Bedrijf Voor Bandoeng (GEBEO) yang pendiriannya dikukuhkan melalui akte notaris Mr.
Andriaan Hendrik Van Ophuisen dengan Nomor: 213 pada tanggal 31 Desember 1949.
Setelah kekuasaan penjajahan beralih ke tangan Pemerintah Jepang, di antara rentah waktu 1942 – 1945, pendistribusian tenaga listrik dilaksanakan oleh Djawa Denki Djigyo Sha Bandoeng Shi Sha dengan wilayah kerja di seluruh Pulau Jawa.
Setelah Indonesia merdeka, tahun 1957 menjadi awal penguasaan pengelolaan penyediaan tenaga listrik di seluruh tanah air yang ditangani langsung oleh Pemerintah Indonesia. 27 Desember 1957, GEBEO diambil alih oleh
Pemerintah Indonesia yang kemudian dikukuhkan lewat Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 1958 j.o. Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1959.
Selanjutnya, di tahun 1961 melalui Peraturan Pemerintah No. 67 dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN) sebagai wadah kesatuan pimpinan PLN. Sejalan dengan itu, PLN Bandung pun berubah menjadi PLN Exploitasi XI sebagai kesatuan BPU-PLN di Jawa Barat, di luar DKI Jaya dan Tangerang.
Pada tahun 1970-an dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1972 tentang Perusahaan Umum Listrik Negara yang menyebutkan status PLN menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara. Kemudian, berdasarkan Pengumuman PLN Exploitasi XI No. 05/DIII/Sek/1975 tanggal 14 Juli 1975, PLN Exploitasi XI diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara Distribusi Jawa Barat.
Memasuki era 1990-an, dengan adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 1994 pada tanggal 16 Juni 1994, Perusahaan Umum Listrik Negara Distribusi Jawa Barat diubah lagi menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dengan nama PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat sejak tanggal 30 Juli 1994.
Untuk memenuhi tuntutan perubahan dan perkembangan kelistrikan yang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan, maka keluarlah Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 28.K/010/DIR/2001 tanggal 20 Februari 2001 yang menjadi landasan hukum perubahan nama PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat.
Pada akhirnya, dengan mengacu pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 120.K/010/DIR/2002 tanggal 27 Agustus 2002, PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Barat berubah lagi namanya menjadi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, di mana wilayah kerjanya meliputi Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, hingga saat ini.
4.1.2 Visi, Misi dan Motto Perusahaan Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh-kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi insani.
Motto
Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik (Electricity for a Better Life) 4.1.3 Struktur Organisasi
PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten sebagai Kantor Induk dinakhodai oleh seorang General Manager. Pada jenjang berikutnya dibawah General Manager ada 6 (enam) Manajer Bidang, yaitu:
- Manajer Bidang Perencanaan - Manajer Bidang Niaga - Manajer Bidang Distribusi - Manajer Bidang Keuangan
- Manajer Bidang SDM dan Organisasi
-Manajer Bidang Komunikasi, Hukum dan Administrasi
Masih berada dibawah General Manager terdapat jabatan setara Manajer Bidang, yaitu:
- Kepala Auditor Internal
- Pemimpin Proyek Listrik Pedesaan
Sementara itu, secara operasional untuk melayani pelanggan yang tersebar diseluruh Jawa Barat dan Banten, PLN Jawa Baran dan Bantenmemiliki 15 kantor Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) dan 1 Kantor Area Pengatur Distribusi (APD).Kantor APJ memikul tanggung jawab operasional untuk mendistribusikan tenaga listrik, melayani pelanggan dan penjaga keandalan pasokan listrik di masing-masing wilayah pengusahaannya. Sedangkan kantor APD memegang tanggung jawab untuk mengendalikan dan 10 mengatur pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan dan masyarakat khususnya diwilayah Bandung Raya.
4.1.4 Deskripsi Responden
Responden dalam penelitian ini adalah karyawan yang memakai sistem informasi akuntansi serta bagian yang ikut serta dalam perencanaan serta pengembangan sistem informasi akuntansi yaitu bagian akuntansi, bagian keuangan, bagian pengelolaan pendapatan, bagian anggaran, bagian perencanaan sistem serta bagian Teknologi Informasi pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.
Kuesioner yang penulis bagikan kepada responden sejumlah 62 kuesioner.
Pengiriman kuesioner secara langsung oleh penulis tanggal 18 Maret 2013 dengan batas akhir penerimaan tgl 25 Maret 2013
Tabel 4.1
Deskripsi Responden
No Deskripsi karakteristik Responden Jumlah Presentase 1 Jenis Kelamin
Deskripsi Karakteristik Responden berdasarkan Lebel di atas adalah:
a. Dilihat dari jenis kelamin responden pria lebih banyak dari responden wanita yaitu sebanya 30 orang atau bila dipresentasikan sebesar 54 %.
Responden wanita berjumlah 25 orang bila dipresentasikan sebesar 46%.
b. Berdasarkan kelompok umur jumlah responden terbanyak adalah responden yang berumur sekitar 20-30 tahun yaitu sebanyak 23 orang
atau bila dipresentasikan sebesar 42 %. Responden yang berumur 31-40 tahun berjumlah 7 orang atau bila dipresentasikan sebanyak 13%
sedangkan untuk responden yang berumur 41-50 tahun berjumlah 12 orang atau bila dipresentasikan 21% dan responden yang berumur >50 tahun sebanyak 13 orang atau bila dipresentasikan sebesar 24%
c. Dilihat dari lama bekerja, jumlah responden yang lama kerjanya 1-10 tahun sebanyak 29 orang atau bila dipresentasikan sebesar 53%, jumlah responden yang lama bekerjanya 11-20 tahun 6 orang atau bila dipresentasikan sebesar 11% . sedangkan responden yang bekerjanya diatas 21-30 tahun sebanyak ada 14 orang atau bila dipresentasikan sebesar 25% dan yang bekerja di atas 30 tahun sebanyak 6 orang atau jika dipresentasikan sebesar 11%.
d. Dilihat dari jenjang pendidikan, responden terbanyak adalah responden yang pendidikan terakhir D1 sebesar 2 orang dengan presentase 38% . selanjutnya responden yang pendidikan terakhir D3 sebanyak 11 orang atau dengan presentase 20% dan responden yang berpendidikan terakhir S1 sebanyak 41orang atau dengan presentase 74%. dan untuk yang pendidikan terakhir S2 sebanyak 1 orang atau jika dipresentasikan sebesar 1,8%.
e. Berdasarkan kelompok pembagian kuesioner penulis mengelompokan ke dalam 6 bagian yaitu bagian akuntansi sebanyak 11 orang, bagian keuangan 8 orang, bagian penelolaan pendapatan 7 orang, bagian
anggaran 7 orang, bagian perencanaan sistem sebanyak 8 orang dan bagian IT 14 orang.
4.1.5 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
4.1.5.1 Partisipasi Pemakai Sistem Informasi
Hasil penelitian partisipasi pemakai sistem informasi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten diperoleh dari jawaban kuesioner yang disebarkan ke 55 responden pada bagian akuntansi, keuangan, pengelolaan pendapatan, anggaran, perencanaan sistem, dan TI di lingkungan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Untuk menilai partisipasi pemakai sistem informasi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten terdapat 20 pertanyaan, untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan berdasarkan dimensi variabel penelitian yaitu sebagai berikut:
- Hubungan
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai hubungan, penulis akan menyajikan kuesioner dalam table di bawah ini. Adapun indicator yang dgunakan dalam penelitian ini adalah hubungan keikut sertaan berpartisipasi dalam pengembangan sistem dan hubungan antara user, manajemen dan ahli informasi.
Tabel 4.2 Dimensi Hubungan
Berdasarkan table 4.2 di atas dapat disimpulkan, bahwa dimensi hubungan keikutsertaan berpasrtisipasi dalam pengembangan sistem dan hubungan antara user, manajemen dan ahli sistem informasi memiliki jumlah presentase rata-rata keseluruhan responden menanggapi “ Selalu Ikut berpartisipasi sebesar 15,4 % .
“Sering ikut berpartisipasi” sebesar 57,2 %. “Kadang-Kadang ikut berpartisipasi”
sebesar 38,2%. “ Jarang ikut berpartisipasi sebesar 12,9%. Tidak pernah ikut berpartisipasi” sebesar 3,6% . Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar responden menanggapi sering ikut berpartisipasi sebesar 57,2% yang berarti bahwa partisipasi pemakai sistem informasi dapat meningkatkan hubungan keikutsertaan dalam pengembangan sistem dan hubungan antar user, manajemen dan ahli sistem informasi.
- Wawasan
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi wawasan indicator yang penulis gunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
Memeperluas wawasan user dan manajemen dalam bidang computer No
Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp %
1 9 16,3 27 49 11 20 7 12,9 1 1,8 55 100
2 8 14,6 36 65,4 10 18,2 0 0 1 1,8 55 100
Jumlah 17 - 63 - 21 - 7 - 2 - 110 -
Rata-rata % - 15,4 - 57,2 - 38,2 - 12,9 - 3,6 - 100
Turut serta mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibagun
Ikut menyumbangkan pikiran dan tenaga
Untuk lebih jelasnya penulis tampilkan dalam table di bawah ini:
Table 4.3
Berdasarkan table 4.3 dapat diketahui mengenai dimensi wawasan, bila di rata-ratakan yang menjawab “Selalu memperluas wawasan user dalam bidang computer” sebanyak 13,15%, yang menjawab “Sering memperluas wawasan user dalam bidang computer” sebanyak 12,75%. Yang menjawab “Kadang-Kadang memperluas wawasan user dalam bidang computer” sebanyak 23,6 %, yang menjawab “Jarang memperluas wawasan user dalam bidang computer” sebesar 5,95%. Yang menajwab “Tidak pernah memperluas wawasan user dalam bidang computer” sebesar 1,95%. Hal ini menunjukan bahwa partisipasi pemakai sistem informasi dapat memperluas wawasan user, dalam bidang computer, memperluas wawasan user dalam mengusulkan bagaimana dan apa dari sistem yang harus dibangun dan dapat meningkatkan wawasan user dalam menyumbangkan pikiran dan tenaga.
- Tanggung Jawab
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi tanggung jawab, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam table dibawah ini.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi tanggung jawab terdiri dari :
Meringankan beban tanggung jawab user bila terjadi konflik
Meringankan beban tanggung jawab manajemen bila terjadi konflik
Merasa memiliki dan turut menjaga atas sistem yang dibangun
Merasa memiliki dan turut memelihara atas sistem yang dibangun
Ikut serta menjalankan sistem yang dibangun
Table di bawah ini menunjukan tanggapan responden mengenai tanggung jawab
Table 4.4
Dimensi Tanggung Jawab
Dari table 4.4 di atas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi tanggung, bila dirata-ratakan yang menjawab “Selalu”
No
sebanyak 12,8 %, yang menjawab “Sering” sebanyak 8,16 %, yang menjawab
“Kadang-kadang” sebanyak 23,7%, yang menjawab “Jarang” sebanyak 2,7%, serta yang menjawab “Tidak pernah” sebanyak 2,7% . dari hasil diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa partisipasi pemakai sistem informasi dapat meringankan beban tanggung jawab user bila terjadi konflik, meningkatkan beban tanggung jawab manajemen bila terjadi konflik, meningkatkan rasa memiliki dan turut menjaga atas sistem yang dibangun, memelihara sistem yang dibangun dan dapat meningkatkan keikutsertaan dalam menjalankan sistem.
- Waktu
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi waktu, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi waktu adalah mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi.
Tabel 4.5 Dimensi Waktu No
Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp % 13 8 14,6 36 65,4 9 16,4 1 1,8 1 1,8 55 100 Jumlah 8 14,6 36 65,4 9 16,4 1 1,8 1 1,8 55 100 Rata-Rata
% 14,6 65,4 16,4 3,6 3,6 100
Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi waktu yang menjawab “Selalu dapat mempersingkat waktu” sebanyak 14,6 %, yang menjawab “Sering dapat mempersingkat waktu” sebanyak 65,4%, yang menjawab “Kadang-Kadang dapat mempersingkat waktu” sebanyak 16,4%,
yang menjawab “Jarang dapat mempersingkat waktu” sebanyak 3,6%, dan yang menjawab “Tidak pernah dapat mempersingkat waktu” sebanyak 3,6%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa partisipasi pemakai sistem informasi selalu dapat mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi.
- Keinginan User
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi keinginan user,penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi keinginan user adalah keinginan user yang lebih tepat.
Tabel dibawah ini menunjukan tanggapan responden mengenai dimensi keinginan user
Tabel 4.6
Dimensi Keinginan User No
Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp % 14 4 7,3 32 58,1 18 32,8 1 1,8 0 0 55 100
Jumlah 4 32 18 1 0 55
Rata-Rata
% 7,3 58,1 32,8 1,8 0 100
Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi keinginan user yang menajwab “Selalu dapat meningkatkan keinginan”
sebanyak 7,3%, yang menjawab “Sering dapat meningkatkan keinginan”
sebanyak 58,1%, yang menjawab “Kadang-Kadang dapat meningkatkan keinginan” sebanyak 32,8%, yang menajwab “Jarang dapat meningkatkan keinginan” sebanyak 1,8%, yang menjawab “Tidak Pernah” sebanyak 0. Dari
hasil diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa partisipasi pemakai sistem informasi selalu dapat meningkatkan keinginan user yang lebih tepat.
- Nilai, Kepuasan, Kepercayaan, dan Dukungan
Untuk mengetahu hasil jawaban responden mengenai dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan, dan dukungan, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan dan dukungan adalah sebagai berikut:
Menghasilkan sistem informasi yang bernilai
Memberikan kepuasan bagi user
Memberikan kepuasan bagi manajemen
Meningkatkan kepercayaan user dan manajemen terhadap pengembangan sistem informasi
Meningkatkan dukungan user dan manajemen terhadap pengembangan
sistem informasi.
Tabel dibawah ini menunjukan tanggapan responden mengenai dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan, dan dukungan
Dari tabel 4.7 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi nilai, kepuasan, kepercayaan, dan dukungan yang menjawab “Selalu”
sebanyak 12,8% yang menjawab “Sering” sebanyak 72% yang menajwab
“Kadang-Kadang” sebanyak 13,5% yang menjawab “Jarang” sebanyak 1,8% serta yang menjawab “Tidak Pernah” sebanyak 0. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa partisipasi pemakai sistem informasi dapat meningkatkan sistem informasi yang bernilai, meningkatkan kepuasan user, meningkatkan kepuasan bagi manajemen, meningkatkan keprcayaan, dan dukungan user dan manajemen terhadap pengembangan sistem informasi, dan meningkatkan dukungan user dan manajemen terhadap pengembangan sistem informasi.
- Biaya
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi biaya, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi biaya adalah mengurangi biaya pemeliharaan.
Tabel dibawah ini menunjukan tanggapan responden mengenai dimensi biaya.
Tabel 4.8 Dimensi Biaya
No Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp % 20 2 3,6 33 60 16 29 3 5,5 1 1,8 55 100
Jumlah 2 33 16 3 1 55
Rata-rata % 3,6 60 29 5,5 1,8 100
Dari tabel 4.8 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi biaya yang menajwab “Selalu” sebanyak 3,6%, yang menjawab
“Sering” sebanyak 60% yang menjawab “Kadang-Kadang” sebanyak 29% yang menjawab “Jarang” sebanyak 5,5%, dan yang menjawab “Tidak Pernah”
sebanyak 1,8%. Dari tabel diatas dapat simpulkan bahwa partisipasi pemakai sistem informasi sering dapat mengurangi biaya pemeliharaan.
4.1.5.2 Kemampuan Pemakai Sistem Informasi
Untuk menilai kemampuan pemakai sistem informasi di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, penulis mengolah hasil jawaban menjadi sebuah data, yang terdiri dari Sembilan pertanyaan, untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan berdasarkan dimensi variabel penelitian.
- Knowledge
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi knowledge penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel di bawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indikator untuk dimensi knowledge adalah sebagai berikut:
memiliki pengetahuan sistem informasi akuntansi
memahami pengetahuan tugas dan pekerjaannya sebagai pemakai sistem
informasi
Tabel dibawah ini menunjukan tanggapan responden mengenai dimensi knowledge
Tabel 4.9 Dimensi knowledge No
Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp %
21 4 7,3 27 49 23 41,9 1 1,8 0 0 55 100
22 12 21,9 37 67,2 5 9 1 1,8 0 0 55 100
Jumlah 16 64 28 2 0 0 110
Rata-rata % 14,6 58,1 25,4 1,8 100
Dari tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi knowledge, yang menjawab “Selalu” sebanyak 14,6% yang menajwab
“Sering” sebanyak 58,1% yang menajwab “Kadang-Kadang” sebanyak 25,4%
yang menjawab “Jarang” sebanyak 1,8% serta yang menjawab “Tidak Pernah”
yang menjawab sebanyak 0. Dari hasil diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa user memiliki kemampuan dalam sistem informasi dan memahami pengetahuan tugas dari pekerjaannya sebagai pemakai sistem informasi.
- Ability
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai dimensi keinginan ability, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi ability adalah sebagai berikut:
mampu menjalankan sistem informasi yang ada
mampu untuk mengekspresi-kan kebutuhan informasi
mampu untuk mengekspresi-kan bagaimana sistem seharusnya
mampu mengerjakan tugas dari pekerjaan yang menjadi tanggung jawab
mampu menyelaraskan pekerjaan dengan tugas
Tabel dibawah ini menunjukan tanggapan responden mengenai dimensi ability Tabel 4.10
Dimensi Ability No
Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp % 23 10 18,2 36 65,4 7 12,9 1 1,8 1 1,8 55 100
24 3 5,5 34 61,8 16 29 1 1,8 1 1,8 55 100
25 3 5,5 33 60 16 29 2 3,8 1 1,8 55 100
26 7 12,9 38 69 9 16,4 0 0 1 1,8 55 100
27 7 12,9 41 74,5 6 11 0 0 1 1.8 55 100
Jumlah 30 182 54 4 5 275
Rata-rata
% 11 66,1 19,6 1,4 1,8 100
Dari tabel 4.10 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi ability, yang menjawab “Selalu” sebanyak 11% yang menjawab “Sering” sebanyak 66,1% yang menjawab “kadang-kadang” sebanyak 19,6% yang menjawab “Jarang” sebanyak 1,4% serta yang menjawab “Tidak Pernah” sebanyak 1,8%. Dari hasil tabel diatas dapat disimpulkan bahwa user mampu menjalankan sistem yang ada, mampu mengekspresikan kebutuhan sistem informasi, mampu mengekspresikan bagaimana sistem seharusnya, mampu mengerjakan tugas dan pekerjannya yang menjadi tanggung jawab dan mampu menyelaraskan pekerjaan dengan tugas.
- Skills
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai jawaban dimensi skills, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam
penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi skills adalah sebagai berikut:
Tabel dibawah ini menunjukan tanggapan responden mengenai dimensi skills:
Tabel 4.11 mengenai dimensi skills, yang menjawab “Selalu” sebanyak 15,4% yang menjawab “Sering” sebanyak 69% yang menjawab “Kadang-Kadang” sebanyak 13,6% yang menjawab “Jarang” sebanyak 0,9% serta yang menjawab “Tidak Pernah” sebanyak 0,9%. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa user memiliki keahlian dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dan memiliki keahlian dalam mengekspresikan kebutuhan-kebutuhannya dalam pekerjaan.
4.1.5.3 Ukuran Organisasi
Untuk menilai ukuran organisasi di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, penulis mengolah hasil jawaban menjadi sebuah data, yang terdiri dari tiga pertanyaan, untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan berdasarkan dimensi variabel penelitian.
ahli dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawab
ahli dalam mengekspresi-kan kebutuhan-kebutuhannya dalam pekerjaan
- Jumlah penjualan dan pendapatan
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai jawaban dimensi jumlah penjualan dan pendapatan, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi jumlah penjualan dan pendapatan adalah sebagai berikut:
memiliki total aset lebih dari Rp 5 milyar
unit kegiatan memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp 200 juta Tabel 4.12
Dimensi Jumlah Penjualan dan Pendapatan No
Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp %
30 32 58,1 20 36,3 2 3,6 1 1,8 0 0 55 100
31 26 47,2 23 41,8 6 11 0 0 55 100
Jumlah 58 43 8 1 0 110
Rata-rata
% 52,65 39,05 7,3 0,9 - 100
Dari tabel 4.12 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi jumlah penjualan dan pendapatan, yang menjawab “Selalu”
sebanyak 52,65% yang menjawab “Sering” sebanyak 39,05% yang menjawab
“Kadang-Kadang” sebanyak 7,3% yang menjawab “Jarang” sebanyak 0,9% serta yang menjawab “Tidak Pernah” sebanyak 0. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah asset yang dimiliki lebih sering mendapatkan asset sebesar 5 milyar, unit kegiatan memiliki kekayaan bersih dari Rp. 200 juta.
- Jumlah Pegawai
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai jawaban dimensi jumlah pegawai, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi jumalh pegawai adalah sebagai berikut:
memiliki pekerja di atas 2000 orang Tabel 4.13
Dimensi Jumlah Pegawai
Dari tabel 4.13 diatas dapat diketahui bahwa hasil jawaban responden mengenai dimensi jumlah penjualan dan pendapatan, yang menjawab “Selalu”
sebanyak 38,1% yang menjawab “Sering” sebanyak 52,7% yang menjawab
“Kadang-Kadang” sebanyak 9% yang menjawab “Jarang” sebanyak0 serta yang menjawab “Tidak Pernah” sebanyak 0. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa para responden berpendapat bahwa jumlah pegawai di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten lebih dari 2000 pegawai.
4.1.5.4 Kompleksitas Tugas
Untuk menilai kompleksitas tugas di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, penulis mengolah hasil jawaban menjadi sebuah data, yang No
Pertanyaan
Penilaian Responden
Total
5 4 3 2 1
Frek % Frek % Frek % Frek % Frek % Resp %
32 21 38,1 29 52,7 5 9 0 0 0 0 55 100
Jumlah 21 29 5 55
Rata-rata
% 38,1 52,7 9 100
terdiri dari tujuh pertanyaan, untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan berdasarkan dimensi variabel penelitian.
- tugas yang sulit dan membingungkan
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai jawaban dimensi tugas yang sulit dan membingungkan, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi tugas yang sulit dan membingungkan adalah sebagai berikut:
Banyaknya tugas yang dikerjakan
Terlalu banyak instruksi
Pemberian tugas yang berbeda beda
Tabel 4.14
Dimensi tugas yang sulit dan membingungkan No mengenai dimensi jumlah penjualan dan pendapatan, yang menjawab “Selalu”
sebanyak 10,45% yang menjawab “Sering” sebanyak 38,5% yang menjawab
“Kadang-Kadang” sebanyak 31,3% yang menjawab “Jarang” sebanyak 10,4%
serta yang menjawab “Tidak Pernah” sebanyak 4,1%. Dari hasil diatas dapat
disimpulkan bahwa tugas yang dikerjakan sering mengalami kesulitan dan memebingungkan pemakai sistem informasi, karena terlalu sering banyaknya instruksi, dan pemeberian tugas yang berbeda-beda.
- Tugas yang tidak terstruktur
Untuk mengetahui hasil jawaban responden mengenai jawaban dimensi tugas yang tidak terstruktur, penulis akan menyajikan jawaban kuesioner dalam tabel dibawah ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan indicator untuk dimensi tugas yang tidak terstruktur adalah sebagai berikut:
Waktu dalam menyelesaikan tugas
Tugas tidak memiliki wewenang yang jelas
Ketidakjelasan informasi
Tabel 4.15
Dimensi Tugas yang tidak terstruktur No mengenai dimensi tugas yang tidak terstrukutur, yang menjawab “Selalu”
sebanyak 9,6% yang menjawab “Sering” sebanyak 55,7% yang menjawab
sebanyak 9,6% yang menjawab “Sering” sebanyak 55,7% yang menjawab