BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
4.2.2 Uji Reliabilitas
4.2.3.4 Analisis Kompleksitas Tugas di PT.PLN (Persero)
Untuk mengetahui sejauh mana kompleksitas tugas di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, maka cara yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan nilai rata-rata (mean), dari skor perhitungan variabel kompleksitas tugas (Xm) masing-masing responden yang kemudian dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan penulis pada Bab III.
Total skor perhitungan masing-masing responden dari kuesioner mengenai kompleksitas tugas di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dapat dilihat dari tabel di bawah ini:
Tabel 4. 31
Hasil perhitungan dan penilaian kuesioner variabel kompleksitas tugas (Xm)
Xm
Pertanyaan Skor Rata-rata Pertanyaan 33 211 3,8
Pertanyaan 34 172 3,1 Pertanyaan 35 178 3,2 Pertanyaan 36 200 3,6 Pertanyaan 37 173 3,1 Pertanyaan 38 171 3,1 Pertanyaan 39 187 3,4
Jumlah 1291
Jumlah Responden 55
Nilai rata-rata (mean) dari jawaban responden dapat dilihat pada perhitungan sebagai berikut:
Me =
Dari rata-rata penghitungan tersebut, diperoleh nilai rata-rata variabel Xm sebesar 23,47 Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria penulis tentukan maka rata-rata variabel Xm tersebut masuk dalam kriteria “ Cukup Kompleks” yaitu antara 18,2 samapi dengan 23,7.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan tugas yang diberikan oleh perusahaan cukup kompleks. Hal ini dapat dilihat dari pemakai sistem informasi sering menerima tugas yang banyak dan berbeda-beda.
4.2.3.5 Analisis Kinerja Sistem Informasi Akuntansi di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten
Untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem informasi akuntansi di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, maka cara yang dilakukan
penulis adalah dengan menggunakan nilai rata-rata (mean), dari skor perhitungan variabel kinerja SIA (Y) masing-masing responden yang kemudian dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan penulis pada Bab III.
Total skor perhitungan masing-masing responden dari kuesioner mengenai kinerja sistem informasi akuntansi di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dapat dilihat dari tabel di bawah ini
Tabel 4. 32
Hasil perhitungan dan penilaian kuesioner variabel kinerja SIA (Y) Pertanyaan Skor Rata-rata
Pertanyaan 40 219 3,9
Nilai rata-rata (mean) dari jawaban responden dapat dilihat pada perhitungan sebagai berikut:
Me =
Dari rata-rata penghitungan tersebut, diperoleh nilai rata-rata variabel Y sebesar 71,01 Apabila nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria penulis tentukan maka rata-rata variabel Y tersebut masuk dalam kriteria “Baik” yaitu antara 61,2 sampai dengan 75,5
Dari hasil kuesioner dan dari data-data yang diperoleh tentang kinerja sistem informasi akuntansi di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dinyataka “baik”. Hal ini dapat dilihat dari :
1. Kepuasan Pemakai
2. Pemakaian sistem informasi
Adapun penjelasan dari hasil penelitian mengenai indicator di atas adalah sebagai berikut:
1. Kepuasan Pemakai sistem informasi
Sistem informasi yang ada di perusahaan menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan, modul yang ada di perusahaan telah memuat informasi mengenai sistem informasi akuntansi tersedia sesuai kebutuhan, sistem informasi menyediakan informasi yang akurat. dan sistem informasi yang ada di perusahaan disajikan dalam format sesuai dengan kebutuhan. serta sistem informasi mendukung penyedia informasi dalam mengambil keputusan secara cepat dan dapat membantu menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
2. Pemakaian sistem informasi
Sistem informasi yang disediakan membantu pemakai mengerjakan tugas pada durasi yang cepat, sistem informasi yang disediakan membantu pemakai rutin dalam menggunakan sistem informasi yang disediakan, serta sistem informasi
yang tersedia tepat penggunaannya, serta sistem informasi tersedia sesuai keinginan
Walupun begitu penulis menemukan kelemahan yaitu data yang diperoleh dari sistem informasi terkadang suka mengalami kesalahan dan tampilan sistem informasi yang tersedia kurang memberikan kemudahan bagi pemakainya, serta tidak memiliki proses input data yang mudah dan tidak mudah untuk dioperasikan.
4.2.3.6 Analisis Pengaruh Partisipasi Pemakai Sistem Informasi, Kemampuan Pemakai Sistem Informasi, Ukuran organisasi Terhadap Kinerja SIA Secara Parsial .
4.2.3.6.1 Pengaruh Partisipasi Pemakai Sistem Informasi Terhadap Kinerja SIA Yang Dimoderasi Oleh Kompleksitas tugas
Pada bagian ini akan diuji pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating.
Analisis data dilakukan menggunakan moderating regression analysis (MRA).
Pengujian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama akan diuji pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA tanpa melibatkan variabel moderating. Tahap kedua akan diuji pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating.
1. Pengaruh Partisipasi Pemakai Sistem Informasi Terhadap Kinerja SIA Tanpa Melibatkan Variabel Moderating
Pertama yang akan diuji adalah pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA tanpa melibatkan variabel moderating. Namun sebelum diuji pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA terlebih dahulu diukur keeratan hubungan antara variabel partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA. Jenis korelasi yang digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA adalah korelasi prouct moment (Pearson). Hasil pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statisticsts 20 diperoleh nilai koefisien korelasi antara partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA sebagai berikut.
Tabel 4.33
Korelasi Antara partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA
Correlations
Y X1
Pearson Correlation Y 1.000 .530
X1 .530 1.000
Sig. (1-tailed) Y . .000
X1 .000 .
N Y 55 55
X1 55 55
Melalui hasil pengolahan seperti disajikan pada tabel 4.32 dapat dilihat koefisien korelasi antara partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA sebesar 0,530 dengan arah positif. Artinya hubungan partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA terdapat hubungan yang “Sedang”, karena terdapat
pada interval 0,40 – 0,599. Selanjutnya hasil estimasi persamaan regresi yang menghubungkan partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA dapat dilihat pada tabel 4.33 berikut.
Tabel 4.34
Hasil Estimasi Persamaan Regresi partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 1.644 .337 4.886 .000
X1 .469 .103 .530 4.546 .000
a. Dependent Variable: Y
Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh seperti dirangkum pada tabel di atas maka dapat dibentuk persamaan regresi yang menghubungkan partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA sebagai berikut:
Y= 1,644 + 0,469 X1
Pada persamaan tersebut, dapat dilihat koefisien regresi variabel partisipasi pemakai sistem informasi bertanda positif, artinya peningkatan partisipasi pemakai sistem informasi akan meningkatkan kinerja SIA.
Kemudian untuk menguji apakah ada pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dapat dilakukan dengan pembuktian hipotesis dengan menggunakan uji t. Adapun thitung yang diperoleh yang terlihat pada tabel 4.33 yaitu sebesar 4,546. Kemudian dari tabel t untuk tingkat signifikansi () 0.05 dengan dk= 53 pada pengujian diperoleh nilai ttabel sebesar 2,006.
Karena nilai thitung dari koefisien variabel partisiapsi pemakai sistem informasi (4,546) lebih besar dari ttabel (2,006) maka pada tingkat kekeliruan 5% Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya partisipasi pemakai sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja SIA di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Hal ini konsisten dengan penelitian Tjhai Fung Jen (2002) dalam Luciana (2007), Sugiharto (2001) dalam Luciana (2007) yang menyatakan bahwa partisipasi pemakai sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja SIA. Semakain sering partisipasi pemakai sistem informasi akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif.
Kemudian besar pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA dihitung melalui koefisien determinasi seperti disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.35
Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .530a .281 .267 .42727
a. Predictors: (Constant), X1
Pada tabel 4.34 dapat dilihat nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.281, jadi melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa partisipasi pemakai sistem informasi memberikan pengaruh sebesar 28,1% terhadap kinerja SIA.
Sedangkan sisanya sebesar 71.9% merupakan pengaruh faktor-faktor lain diluar partisipasi pemakai sistem informasi
2. Pengaruh Partisipasi Pemakai Sistem Informasi Terhadap Kinerja SIA Dengan kompleksitas tugas Sebagai Variabel Moderating
Pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating. Namun sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu diukur keeratan hubungan antara variabel partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA. Hasil pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statisticsts 20 diperoleh nilai koefisien korelasi antara partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA. sebagai berikut.
Tabel 4.36
Korelasi partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating
Correlations
Melalui hasil pengolahan seperti disajikan pada tabel 4.35 dapat dilihat koefisien korelasi antara partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi
kompleksitas tugas dengan kinerja SIA sebesar 0,373 dengan arah positif. Artinya partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas memiliki hubungan yang rendah dengan kinerja SIA, dimana partisipasi pemakai sistem informasi yang tinggi jika didukung kompleksitas tugas yang tinggi akan meningkatkan kinerja SIA. Selanjutnya hasil estimasi persamaan regresi yang menghubungkan partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA dapat dilihat pada tabel 4.36 berikut
Tabel 4.37
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 3.754 1.073 3.499 .001
X1 -.110 .333 -.125 -.332 .741
Xm -.715 .335 -1.025 -2.136 .037
X1.Xm .194 .099 1.352 1.961 .055
a. Dependent Variable: Y
Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh seperti dirangkum pada tabel di atas maka dapat dibentuk persamaan regresi yang menghubungkan partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA sebagai berikut:
Y= 0,3754 - 0,110 X1 – 0,715 Xm +0,194 X1Xm
Pada persamaan regressi tersebut dapat dilihat koefisien interaksi partisipasi pemakai sistem informasi dengan kompleksitas tugas (X1Xm) bertanda positif.
Artinya dengan masuknya kompleksitas tugas sebagai variabel moderating, memperkuat hubungan partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA.
Dengan melihat hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa kompleksitas tugas mampu memperkuat hubungan partisipasi pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA.
Selanjutnya untuk membuktikan apakah partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas berpengaruh terhadap kinerja SIA, dilakukan pengujian dengan hipotesis statistik sebagai berikut.
- H0 : ρ = 0, maka kompleksitas tugas tidak memoderasi patisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA
– Ha : ρ ≠ 0, maka kompleksitas tugas memoderasi patisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA
Untuk menguji hipotesis diatas terlebih dahulu dicari nilai thitung untuk koefisien regresi variabel manajemen kualitas proses yang dimoderasi kompleksitas tugas, dimana dari hasil pengolahan seperti terlihat pada tabel 4.36 diperoleh nilai thitung untuk variabel partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas sebesar 1,961. Kemudian dari tabel t untuk tingkat signifikansi () 0.05 dan dk = 53 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,006.
Karena nilai thitung dari koefisien variabel partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas (1,961) lebih kecil dari ttabel (2,006) maka pada tingkat kekeliruan 5% Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya bahwa partisipasi pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas tidak berpengaruh terhadap kinerja SIA pada PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto Prajitno (2006)
bahwa kompleksitas tugas tidak memoderasi hubungan partisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA.
4.2.3.6.2 Pengaruh Kemampuan Pemakai Sistem Informasi Terhadap Kinerja SIA Yang Dimoderasi Oleh Kompleksitas tugas
Pada bagian ini akan diuji pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating. Analisis data dilakukan menggunakan moderating regression analysis (MRA). Pengujian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama akan diuji pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA tanpa melibatkan variabel moderating. Tahap kedua akan diuji pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating.
1. Pengaruh Kemampuan Pemakai Sistem Informasi Terhadap Kinerja SIA Tanpa Melibatkan Variabel Moderating
Pertama yang akan diuji adalah pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA tanpa melibatkan variabel moderating. Namun sebelum diuji pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA terlebih dahulu diukur keeratan hubungan antara variabel kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA. Jenis korelasi yang digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA adalah korelasi prouct moment (Pearson). Hasil pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statisticsts 20 diperoleh nilai koefisien
korelasi antara kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA sebagai
Melalui hasil pengolahan seperti disajikan pada tabel 4.38 dapat dilihat koefisien korelasi antara kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA sebesar 0,543 dengan arah positif. Artinya hubungan kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA terdapat hubungan yang “Sedang”, karena terdapat pada interval 0,40 – 0,599. Selanjutnya hasil estimasi persamaan regresi yang menghubungkan kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA dapat dilihat pada tabel 4.39 berikut.
Tabel 4.39
Hasil Estimasi Persamaan Regresi kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh seperti dirangkum pada tabel di atas maka dapat dibentuk persamaan regresi yang menghubungkan kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA sebagai berikut:
Y = 1,606 + 0,451 X2
Pada persamaan tersebut, dapat dilihat koefisien regresi variabel partisipasi pemakai sistem informasi bertanda positif, artinya peningkatan kemampuan pemakai sistem informasi akan meningkatkan kinerja SIA.
Kemudian untuk menguji hipotesis dapat dilakukan dengan pembuktian hipotesis dengan menggunakan uji t. Adapun thitung yang diperoleh yang terlihat pada tabel 4.39 yaitu sebesar 4,711. Kemudian dari tabel t untuk tingkat signifikansi () 0.05 dengan dk= 53 pada pengujian diperoleh nilai ttabel sebesar 2,006.
Karena nilai thitung dari koefisien variabel kemampuan pemakai sistem informasi (4,711) lebih besar dari ttabel (2,006) maka pada tingkat kekeliruan 5%
Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemakai sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja SIA di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Hal ini sesuai dengan penelitian I Nyoman Gede (2003) dalam Luciana (2007), serta Jen (2002) dalam Sugiarto Prajitno (2006) yang menyatakan bahwa semakin lama pemakai menggunakan sebuah sistem informasi akan meningkatkan kepuasan pemakai karena akan meningkatkan pula kemampuannya dalam memanfaatkan sistem informasi yang ada.
Kemudian besar pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA dihitung melalui koefisien determinasi seperti disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.40
Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .543a .295 .282 .42289
a. Predictors: (Constant), X2
Pada tabel di atas dapat dilihat nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.295, jadi melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kemampuan pemakai sistem informasi memberikan pengaruh sebesar 29,5% terhadap kinerja SIA. Sedangkan sisanya sebesar 70,5% merupakan pengaruh faktor-faktor lain diluar kemampuan pemakai sistem informasi.
2. Pengaruh Kemampuan Pemakai Sistem Informasi Terhadap Kinerja SIA Dengan kompleksitas tugas Sebagai Variabel Moderating
Pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating. Namun sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu diukur keeratan hubungan antara variabel kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA. Hasil pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statisticsts 20 diperoleh nilai koefisien korelasi antara kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA. sebagai berikut.
Tabel 4.41
Correlations
Y X2 Xm X2.Xm
Pearson Correlation
Y 1.000 .543 .095 .382
X2 .543 1.000 .267 .705
Xm .095 .267 1.000 .855
X2.Xm .382 .705 .855 1.000
Sig. (1-tailed)
Y . .000 .245 .002
X2 .000 . .025 .000
Xm .245 .025 . .000
X2.Xm .002 .000 .000 .
N
Y 55 55 55 55
X2 55 55 55 55
Xm 55 55 55 55
X2.Xm 55 55 55 55
Melalui hasil pengolahan seperti disajikan pada tabel 4.42 dapat dilihat koefisien korelasi antara kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA sebesar 0,382 dengan arah positif. Artinya kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas memiliki hubungan yang rendah dengan kinerja SIA, dimana kemampuan pemakai sistem informasi yang baik jika didukung kompleksitas tugas yang baik akan meningkatkan kinerja SIA. Selanjutnya hasil estimasi persamaan regresi yang menghubungkan kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA dapat dilihat pada tabel 4.42 berikut:
Tabel 4.42
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 3.927 1.175 3.342 .002
X2 -.172 .330 -.207 -.520 .605
Xm -.782 .379 -1.122 -2.063 .044
X2.Xm .208 .103 1.488 2.012 .050
a. Dependent Variable: Y
Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh seperti dirangkum pada tabel di atas maka dapat dibentuk persamaan regresi yang menghubungkan kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA sebagai berikut:
Y= 3,927 - 0,172X2 – 0,782 Xm + 0,208 X2Xm
Pada persamaan regresi tersebut dapat dilihat koefisien interaksi kemampuan pemakai sistem informasi dengan kompleksitas tugas (X2Xm) bertanda positif.
Artinya dengan masuknya kompleksitas tugas sebagai variabel moderating, memperkuat kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA. Dengan melihat hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa kompleksitas tugas mampu memperkuat hubungan kemampuan pemakai sistem informasi dengan kinerja SIA.
Selanjutnya untuk membuktikan apakah kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas berpengaruh terhadap kinerja SIA, dilakukan pengujian dengan hipotesis statistik sebagai berikut.
- H0 : ρ = 0, maka kompleksitas tugas tidak memoderasi kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA
– Ha : ρ ≠ 0, maka kompleksitas tugas memoderasi kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA
Untuk menguji hipotesis diatas terlebih dahulu dicari nilai thitung untuk koefisien regresi variabel kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas, dimana dari hasil pengolahan seperti terlihat pada tabel 4.43 diperoleh nilai thitung untuk variabel kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas sebesar 2,012. Kemudian dari tabel t untuk tingkat signifikansi () 0.05 dan dk = 53 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,006.
Karena nilai thitung dari koefisien variabel kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas (2,012) lebih besar dari ttabel (2,006) maka pada tingkat kekeliruan 5% , Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas berpengaruh terhadap kinerja SIA pada PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Stephen P.Robbins (2008:58) yang di alihbahasakan oleh Diana Angelica bahwa semakin kompleks suatu pekerjaan dalam hal tuntutan pemprosesan informasi, samakin banyak kemampuan yang akan dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan berhasil. Dengan demikian kinerja akan meningkat bila terdapat kesesuaian kemampuan pekerjaan yang tinggi.
Kemudian besar pengaruh kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA dihitung melalui koefisien determinasi seperti disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.43
Model Summary
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .591a .349 .311 .41417
a. Predictors: (Constant), X2.Xm, X2, Xm
Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.349, jadi melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kemampuan pemakai sistem informasi yang dimoderasi kompleksitas tugas memberikan pengaruh sebesar 34,9 % terhadap kinerja SIA.
4.2.3.6.3 Pengaruh Ukuran Organisasi Terhadap Kinerja SIA Yang Dimoderasi Oleh Kompleksitas tugas
Pada bagian ini akan diuji pengaruh ukuran organisasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating. Analisis data dilakukan menggunakan moderating regression analysis (MRA). Pengujian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama akan diuji pengaruh ukuran organisasi terhadap kinerja SIA tanpa melibatkan variabel moderating. Tahap kedua akan diuji pengaruh ukuran organisasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating.
1. Pengaruh Ukuran Organisasi Terhadap Kinerja SIA Tanpa Melibatkan Variabel Moderating
Pertama yang akan diuji adalah pengaruh ukuran organisasi terhadap kinerja SIA tanpa melibatkan variabel moderating. Namun sebelum diuji pengaruh ukuran organisasi terhadap kinerja SIA terlebih dahulu diukur keeratan hubungan antara variabel ukuran organisasi dengan kinerja SIA. Jenis korelasi yang digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara ukuran organisasi dengan kinerja SIA adalah korelasi prouct moment (Pearson). Hasil pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statisticsts 20 diperoleh nilai koefisien korelasi antara ukuran organisasi dengan kinerja SIA sebagai berikut.
Tabel 4.44
Korelasi Antara ukuran organisasi dengan kinerja SIA
Correlations
Y X3
Pearson Correlation
Y 1.000 .082
X3 .082 1.000
Sig. (1-tailed) Y . .277
X3 .277 .
N
Y 55 55
X3 55 55
Melalui hasil pengolahan seperti disajikan pada tabel di atas dapat dilihat koefisien korelasi antara ukuran organisasi dengan kinerja SIA sebesar 0,082 dengan arah positif. Artinya hubungan ukuran organisasi dengan kinerja SIA terdapat hubungan yang “Rendah”, karena terdapat pada interval 0,000 – 0,599.
Selanjutnya hasil estimasi persamaan regresi yang menghubungkan ukuran organisasi dengan kinerja SIA dapat dilihat pada tabel 4.45 berikut.
Tabel 4.45
Hasil Estimasi Persamaan Regresi ukuran organisasi dengan kinerja SIA
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh seperti dirangkum pada tabel di atas maka dapat dibentuk persamaan regresi yang menghubungkan ukuran organisasi dengan kinerja SIA sebagai berikut:
Y = 2,983 + 0,057 X
Pada persamaan tersebut, dapat dilihat koefisien regresi variabel partisipasi pemakai sistem informasi bertanda positif, artinya peningkatan ukuran organisasi akan meningkatkan kinerja SIA.
Kemudian untuk menguji hipotesis dapat dilakukan dengan pembuktian hipotesis dengan menggunakan uji t. Adapun thitung yang diperoleh yaitu sebagai berikut
Tabel 4.46
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Diperoleh nilai thitung untuk variabel ukuran organisasi sebesar 0,597.
Kemudian dari tabel t untuk tingkat signifikansi () 0.05 dengan dk= 53 pada pengujian satu sisi diperoleh nilai ttabel sebesar 2,006.
Karena nilai thitung dari koefisien variabel ukuran organisasi (0,597) lebih kecil dari ttabel (2,006) maka pada tingkat kekeliruan 5% , Ho diterima dan Ha ditolak.
Artinya bahwa ukuran organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja SIA di PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto Prajitno (2006), serta Luciana (2007) yang menyatakan bahwa ukuran organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja SIA karena untuk menilai suatu kinerja sistem informasi tidak berdasarkan pada ukuran suatu organisasi.
2. Pengaruh Ukuran Organisasi Terhadap Kinerja SIA Dengan kompleksitas tugas Sebagai Variabel Moderating
Pengaruh ukuran organisasi terhadap kinerja SIA dengan kompleksitas tugas sebagai variabel moderating. Namun sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu diukur keeratan hubungan antara variabel ukuran organisasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA. Hasil pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statisticsts 20 diperoleh nilai koefisien korelasi antara ukuran organisasi yang dimoderasi kompleksitas tugas dengan kinerja SIA. sebagai berikut:
Tabel 4.47
Correlations
Y X3 Xm X3.Xm
Pearson Correlation
Y 1.000 .082 .095 .129
X3 .082 1.000 -.312 .544
Xm .095 -.312 1.000 .610
X3.Xm .129 .544 .610 1.000
Sig. (1-tailed) Y . .277 .245 .174
X3 .277 . .010 .000
Xm .245 .010 . .000
X3.Xm .174 .000 .000 .
N
Y 55 55 55 55
X3 55 55 55 55
Xm 55 55 55 55
X3.Xm 55 55 55 55
X3.Xm 55 55 55 55