• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.3 Model Penelitian

Model penelitian merupakan abstraksi fenomena-fenomena yang sedang diteliti dalam hal ini sesuai dengan judul skripsi “ Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kinerja SIA Dengan Kompleksitas Tugas Sebagai Variabel Moderating”. Maka model penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Model Penelitian

3.2 Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel

3.2.1 Definisi Variabel

Menurut Sugiyono (2008:58) mendefinisikan variabel penelitian adalah sebagai berikut:

“Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.”

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan variabel dependen. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

1. Variabel Independen

Menurut Sugiyono (2008:59):

“Variabel independen sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas.

Partisipasi Pemakai Sistem Informasi (X1) Kemampuan Pemakai Sistem (X2)

Ukuran Organisasi (X3)

Kompleksitas Tugas (X4)

Kinerja SIA (Y)

Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat).”

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel independen yang diteliti, diantaranya:

a. Partisipasi Pemakai Sistem Informasi (X1)

Menurut Olson &Ives dalam Choe dalam Acep Komara (2005). Keterlibatan pengguna merupakan keterlibatan dalam proses pengembangan sistem oleh anggota organisasi atau anggota dari kelompok pengguna target

b. Kemampuan pemakai sistem (X2)

Menurut Robbins mendefinisikan kemapuan (ability) yang dialih bahasakan oleh Diana Angelica adalah sebagai berikut:

“Kemampuan adalah kecakapan atau potensi menguasai suatu keahlian yang merupakan bawaan sejak lahir atau merupakan hasil latihan atau praktek dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui tindakannya”.

c. Ukuran Organisasi (X3)

Menurut Choe, Jong-Min (1996) dalam Luciana Spica (2007)

“Ukuran organisasi dapat diukur oleh jumlah penjualan atau pendapatan dan jumlah pegawai dari suatu perusahaan.”

2. Varabel Moderating

Menurut Sugiyono (2008:60)

“Variabel Moderator adalah variabel yang memepengaruhi (memperkuat atau memeperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen, serta disebut juga sebagai variabel independent kedua.”

- Kompleksitas Tugas (X4)

Menurut Jiambalvo dan Pratt dalam Cecilia Engko (2007). Kompleksitas tugas didefinisikan:

“Sebagai tugas yang terdiri atas bagian-bagian yang banyak, berbeda beda dan saling terkait satu sama lain.”

3. Variabel Dependen

Menurut Sugiyono (2008:59) mendefinisikan variabel dependen:

“Variabel dependen sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.”

Dalam penelitian ini terdapat satu variabel dependen yaitu kinerja SIA.

Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan satu kegiatan dalam periode tertentu. Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Penelitian yang dilakukan Acep komara (2005) menyebutkan 2 kategori untuk menilai suatu kinerja sistem informasi akuntansi yaitu :

1. Kepuasan pemakai sistem informasi 2. Pemakaian sistem informasi

3.2.2 Operasionalisasi Variabel

Untuk keperluan pengujian, variabel bebas (independent variable), variabel moderating, dan variable terikat (dependent variable) perlu dijabarkan ke dalam indikator-indikator variabel yang bersangkutan agar dapat diukur dan dianalisa

sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun opersional variabel dalam penelitian ini

Sumber:

Variabel Dimensi Indikator Skala Item

Operasional Variabel Moderating

Variabel Dimensi Indikator Skala Item

Kompleksitas

Operasional Variabel Dependent

Variabel Dimensi Indikator Skala Item

Kinerja

Menurut Sugiyono (2008:115) mendefinisikan populasi sebagai berikut:

“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.”

Berdasarkan definisi di atas maka yang menjadi populasi sasaran adalah karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, di bagian akuntansi, keuangan, anggaran, pengelolaan pendapatan, IT, dan perencanaan sistem sebanyak 55 orang.

3.3.2 Teknik Sampling

Menurut Sugiyono (2008:116) teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Teknik sampling pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability sampling dan Nonprobability sampling.

Menurut Sugiyono (2008:118) definisi probability sampling yaitu sebagai berikut:

“Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.”

Selanjutnya menurut Sugiyono (2008:120) definisi nonprobability sampling adalah:

“Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.”

Dalam penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling. Non Probability Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sample jenuh. Sample jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi

digunakan sebagai sample menurut Sugiyono (2008:85). Istilah lainsample jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sample. Dengan demikian peneliti tidak memberikan hak yang sama kepada setiap subyek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sample. Oleh karena itu yang menjadi sample dalam penelitian yang dilakukan penulis hanya pada bagian akuntansi, keuangan, anggaran dan pendapatan, bagian perencanaan sistem dan teknologi informasi.

3.3.3 Sampel

Menurut Sugiyono (2012:116), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Pengukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan penelitian suatu objek. Untuk menentukan besarnya sampel bisa dilakukan dengan statistik atau berdasarkan estimasi penelitian. Pengambilan sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat betfungsi atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya, dengan istilah lain harus representative.

Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota populasi dijadikan sample yaitu pemakai sistem informasi di bagian akuntansi, bagian keuangan, bagian pendapatan, bagian anggaran, bagian IT, dan bagian perencanaan sistem di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang.

3.4 Sumber Data dan Teknik Pengambilan Data

3.4.1 Sumber Data

Dalam penelitian ini, data yang diteliti merupakan data primer, Menurut Sugiyono (2008:402) pengertian data primer adalah:

“Sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.”

Data primer tersebut diperoleh dari hasil menyebarkan kuesioner dan wawancara yang dilakukan kepada pegawai PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.

3.4.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Wawancara, yaitu teknik pegumpulan data dengan mengadakan komunikasi langsung dengan pihak perusahaan.

b. Penelitian lapangan (obeservasi), yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung ke lokasi perusahaan.

c. Kuesioner, yaitu dengan mengajukan atau membuat daftar pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada responden yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian yaitu mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi akuntansi.

d. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Pada tahap ini, penulis berusaha untuk memperoleh berbagai informasi sebanyak-banyaknya untuk dijadikan sebagai dasar teori dan acuan untuk mengolah data baik dari buku, jurnal ataupun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

3.5 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

3.5.1 Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu kegiatan penelitian berupa proses penyusunan dan pengolahan data guna menafsirkan data yang telah diperoleh.

Menurut Sugiyono (2008:206) yang dimaksud dengan analisis data adalah sebagai berikut:

“Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menstabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.”

Langkah-langkah yang dilakukan adalah :

a. Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner, dimana yang diteliti adalah sampel yang telah ditentukan sebelumnya.

b. Setelah metode pengumpulan data, kemudian ditentukan alat untuk memperoleh data dari elemen-elemen yang akan diselidiki, alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar penyusunan pertanyaan atau kuesioner.

c. Daftar kuesioner kemudian disebar ke bagian-bagian yang telah ditetapkan.

Setiap item dari kuesioner dengan masing-masing nilai yang berbeda yaitu : - Jawaban “Selalu”, memiliki nilai = 5

- Jawaban “Sering”, memiliki nilai = 4 - Jawaban “kadang-kadang”, memiliki nilai = 3 - Jawaban “jarang” , memiliki nilai = 2 - Jawaban “tidak pernah”, memiliki nilai = 1

d. Apabila data terkumpul, kemudian dilakukan pengolahan data, disajikan dan dianalisis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan uji statistik. Untuk menilai variabel X, dan Y, maka analisis yang digunakan berdasarkan rata-rata dari masing-masing variabel. Nilai rata-rata-rata-rata ini didapat dengan menjumlahkan data keseluruhan dalam setiap variabel, kemudian dibagi dengan jumlah responden.

Untuk rumus rata-rata digunakan sebagai berikut:

Keterangan :

X: Rata-rata X Y: Rata-rata Y

∑: Sigma (Jumlah)

X i: Nilai X ke I sampai ke n Untuk Variabel X

X= ∑ X i N

Untuk Variabel Y Y= ∑ Y i

N

Y i : nilai Y ke I sampai ke n N: jumlah

Setelah didapatkan rata-rata dari masing-masing variabel kemudian dibandingkan dengan kriteria yang peneliti tentukan berdasarkan nilai terendah dan nilai tertinggi dari hasil kuesioner.

Nilai terendah dan nilai tertinggi itu masing-masing peneliti ambil dari banyaknya pertanyaan dalam kuesioner dikalikan dengan nilai terendah (1) dan nilai tertinggi (4) yang telah peneliti terapkan.

Nilai variabel X1 terdapat 20 pertanyaan, nilai tertinggi X1 adalah (5x20)=100 dan nilai terendah adalah (1x20)=20, nilai variabel X2 terdapat 9 pertanyaan, nilai tertinggi X2 adalah (5x9)=45 dan nilai terendah adalah (1x9)=9, nilai tertinggi X3 adalah (5x3)=15 dan nilai terendah adalah (1x3)=3. Sedangkan nilai variabel X4 terdapat 7 pertanyaan, nilai tertinggi (5x7)=35 dan nilai terendah (1x7)=7. dan untuk variabel Y terdapat 18 pertanyaan dengan nilai tertnggi (5x18)=90 dan nilai terendah (1x18)=18

Berdasarkan nilai tertinggi dan terendah tersebut, maka dapat ditentukan rentang interval yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah dibagi jumlah criteria. Dengan demikian maka akan dapat ditentukan panjang interval kelas masing-masing variabel adalah:

a. Kriteria untuk menilai partisipasi pemakai sistem informasi akuntansi (X1), rentang (100-20)=80 jadi 80:5= 16 maka penulis tentukan sebagai berikut:

- Nilai 20 – 35 dirancang untuk kriteria “Tidak Berpartisipasi”

- Nilai 36 – 51 dirancang untuk kriteria “Kurang Berpartisipasi”

- Nilai 52 – 67 dirancang untuk kriteria “Cukup Berpartsipasi”

- Nilai 68 – 83 dirancang untuk kriteria “Berpartisipasi”

- Nilai 84 – 100 dirancang untuk kriteria “Sangat Berpartisipasi”

b. Kriteria untuk menilai kemampuan pemakai sistem informasi (X2), rentang (45-9)=36 jadi 36:5 = 7,2 maka penulis tentukan sebagai berikut :

- Nilai 9 – 16,1 dirancang untuk kriteria “Tidak Mampu”

- Nilai 16,2 – 23,3 dirancang untuk kriteria “Kurang Mampu”

- Nilai 23,4 – 30,5 dirancang untuk kriteria “Cukup Mampu”

- Nilai 30,6 – 37,7 dirancang untuk kriteria “Mampu”

- Nilai 37,8 - 45 dirancang untuk krteria “Sangat Mampu”

c. Kriteria untuk menilai ukuran organisasi (X3), rentang (15-3)=12 jadi 12:5=

2,4 maka penulis tentukan sebagai berikut :

- Nilai 3 – 5,3 dirancang untuk kriteria “Tidak Besar”

- Nilai 5,4 – 7,7 dirancang untuk kriteria “Kurang Besar”

- Nilai 7,8 – 10,1 dirancang untuk kriteria “Cukup Besar”

- Nilai 10,2 – 12.5 dirancang untuk kriteria “Besar”

- Nilai 12,6 – 15 dirancang untuk kriteria “ Sangat Besar”

d. Kriteria untuk menilai kompleksitas tugas (Xm), rentang (35-7)=28 jadi 28:5=

5,6 maka penulis tentukan sebagai berikut:

- Nilai 7 – 12,5 dirancang untuk kriteria “Tidak Kompleks”

- Nilai 12,6– 18,1 dirancang untuk kriteria “Kurang Kompleks”

- Nilai 18,2– 23,7 dirancang untuk kriteria “ Cukup Kompleks”

- Nilai 23,8 – 29,3 dirancang untuk kriteria “Kompleks”

- Nilai 29,4 – 35 dirancang untuk kriteria “Sangat Kompleks”

e. Kriteria untuk menilai kinerja sistem informasi akuntansi (Y), rentang (90-18)=72 jadi 72:5= 14,4

- Nilai 18 – 32,3 dirancang untuk kriteria” Tidak Baik”

- Nilai 32,4 – 46,7 dirancang untuk kriteria “Kurang Baik”

- Nilai 46,8 – 61,1 dirancang untuk kriteria “Cukup Baik”

- Nilai 61,2– 75,5 dirancang untuk kriteria “Baik”

- Nilai 75,6 – 90 dirancang untuk kriteria “Sangat Baik”

3.5.2 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas Instrumen

Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Untuk menguji validitas pada tiap-tiap item, yaitu dengan mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Jika koefisien korelasinya sama atau di atas 0,3 maka item tersebut dinyatakan valid tetapi jika nilai korelasinya kurang dari 0,3 maka item tersebut dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2008:142). Untuk mencari nilai korelasinya penyusun menggunakan rumus korelasi person (product moment) sebagai berikut:

r

xy =

Sumber: Sugiyono (2008:248)

Keterangan : r = koefisien korelasi pearson (product moment)

∑xy = jumlah perkalian varabel x, dan y

∑x = jumlah nilai variabel x

∑y = jumlah nilai variabel y

∑x2 = jumlah pangkat dua nilai variabel x

∑y2 = jumlah pangkat dua nilai variabel y n = banyaknya sampel

2. Uji Reliabilitas Instrumen

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama. Untuk melihat reliabilitas masing-masing instrument yang digunakan, penulis menggunakan koefisien cornbach alpha (α) dengan menggunakan software IBM SPSS Statisticsts 20 suatu instrument dikatakan reliable jika nilai cornbach’s alpha lebih besar dari 0,6 yang dirumuskan :

A=

Keterangan : A = koefisien reliabilitas K = jumlah item reliabilitas r = rata-rata korelasi antar item

1 = bilangan konstanta

3.6 Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis

Hipotesis merupakan pernyataan-pernyataan yang menggambarkan suatu hubungan antara dua variabel yang berkaitan dengan suatu kasus tertentu dan merupakan anggapan sementara yang perlu diuji benar atau tidak benar tentang dugaan dalam suatu penelitian serta memiliki manfaat bagi proses penelitian agar efektif dan efisien. Hipotesis merupakan asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal tersebut dan dituntut untuk melakukan pengecekannya. Jika asumsi atau dugaan tersebut dikhususkan mengenai populasi, umunya mengenai nilai-nilai parameter populasi, maka hipotesis itu disebut dengan hipotesis statistic.

Sugiyono (2010:70) berpendapat bahwa hipotesis adalah :

“jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan, dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan hanya didasarkan pada teori relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.

Adapun langkah-langkah dalam menguji hipotesis ini dimulai dengan menetapkan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha), pemilihan tes statistic dan perhitungannya, menetapkan tingkat signifikansi, dan penetapan kriteria pengujian.

3.6.1 Analisis Regresi Sederhana

Sugiyono (2008 : 243 – 244) menjelaskan bahwa analisis regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah

Y = a +bX

Keterangan : Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan.

a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan).

b = Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila b (-) maka terjadi penurunan.

X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.

3.6.2 Moderated Regrression Analysis (MRA)

Untuk menguji pengaruh variabel pemoderasi digunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Uji interaksi (MRA) merupakan aplikasi khusus regresi berganda linier dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi. (perkalian dua atau lebih variabel independen) dengan rumus persamaan sebagai berikut:

Y= a + b1X1 + b4Xm + b7X1Xm Y= a + b2X2 + b5Xm + b8X2Xm

Y= a + b3X3 + b6Xm + b9X3Xm

Keterangan : Y = Kinerja SIA

X1 = Partisipasi Pemakai Sistem Informasi X2 = Kemampuan Pemakai Sistem Informasi X3 = Ukuran Organisasi

Xm = Kompleksitas Tugas (Moderating) a = konstanta

b = koefisien regresi

3.6.3 Uji t (Signifikan Parsial)

Uji statistik t disebut juga sebagai uji signifikansi individual. Uji ini menunjukan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Bentuk pengujiannya adalah :

H0 : r = 0 atau Ha : r ≠ 0

H0 = format hipotesis awal (hipotesis nol) Ha = format hipotesis alternative

r = koefisien korelasi hubungan antar variabel 1. Penetapan hipotesis statistik

(a) – H01 : ρ = 0, maka variabel partisipasi pemakai sistem informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja SIA

– Ha1 : ρ ≠ 0, maka variabel partisipasi pemakai sistem informasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja SIA.

(b) – H02 : ρ = 0, maka variabel kemampuan pemakai sistem informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja SIA.

– Ha2 : ρ ≠ 0, maka variabel kemampuan pemakai sistem informasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja SIA.

(c) – H03 : ρ = 0, maka variabel ukuran organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja SIA.

– Ha3 : ρ ≠ 0, maka variabel ukuran organisasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja SIA.

(d) - H04 : ρ = 0, maka kompleksitas tugas tidak memoderasi patisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA

– Ha4 : ρ ≠ 0, maka kompleksitas tugas memoderasi patisipasi pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA

(e) – H05 : ρ = 0, maka kompleksitas tugas tidak memoderasi kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA

– Ha5 : ρ ≠ 0, maka kompleksitas tugas memoderasi kemampuan pemakai sistem informasi terhadap kinerja SIA

(f) – H06 : ρ = 0, maka kompleksitas tugas tidak memoderasi ukuran organisasi terhadap kinerja SIA

– Ha6 : ρ ≠ 0, maka kompleksitas tugas memoderasi ukuran organisasi terhadap kinerja SIA

2. Perhitungan nilai tes statistik

Dalam penelitian ini penulis melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan product moment. Metode ini mengggunakan ukuran asosiasi yang menghendaki sekurang-kurangnya variabel yang diuji dalam skala ordinal sehingga objek penelitian dapat diranking dalam dua rangkaian berurutan.

Rumus untuk mengukur koefisiensi product moment sebagai berikut :

r

xy =

Sumber: Sugiyono (2008:248) Keterangan : r = koefisien korelasi pearson (product moment)

∑xy = jumlah perkalian varabel x, dan y

∑x = jumlah nilai variabel x

∑y = jumlah nilai variabel y

∑x2 = jumlah pangkat dua nilai variabel x

∑y2 = jumlah pangkat dua nilai variabel y n = banyaknya sampel

Pengolahan data akan dilakukan dengan menggunakan alat bantu aplikasi software IBM SPSS Statisticsts 20 agar pengukuran data yang dihasilkan lebih akurat.

Selanjutnya untuk mencari nilai thitung maka pengujian tingkat signifikansinya adalah menggunakan rumus (Sugiyono, 2010:214) :

t = r

keterangan : r = korelasi

n = banyaknya sampel

t = tingkat signifikan (t hitung) yang selanjutnya dibandingkan dengan t table

Kemudian menentukan model keputusan dengan menggunakan statistik uji t, dengan melihat asumsi sebagai berikut :

- tingkat kesalahan α = 0,05 - Derajat kebebasan = n-2 - Dilihat dari hasil ttabel

Hasil hipotesis thitung dibandingkan dengan ttabel dengan ketentuan sebagai berikut:

Uji kriteria :

- Jika thitung > ttabel pada α= 5 % maka H0 ditolak dan H1 diterima (berpengaruh)

- Jika thitung < ttabel α = 5 % maka H0 diterima dan H1 ditolak (tidak berpengaruh.

3.6.4 Uji-F (Uji Simultan)

Uji F digunakan untuk melihat apakah variabel independen secara bersama sama (serentak) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen bentuk pengujiannya adalah:

H0 : Tidak terdapat pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi, kemampuan pemakai sistem informasi, dan ukuran organisasi terhadap kinerja SIA

Ha : Terdapat pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi, kemampuan pemakai sistem informasi, dan ukuran organisasi terhadap kinerja SIA Dan adapun hipotesis untuk variabel dependen yang secara serentak berpengaruh terhadap variabel dependen yang di moderasi adalah sebagai berikut:

H0 : Tidak terdapat pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi, kemampuan pemakai sistem informasi, dan ukuran organisasi terhadap kinerja SIA yang dimoderasi kompleksitas tugas

Ha : Terdapat pengaruh partisipasi pemakai sistem informasi, kemampuan pemakai sistem informasi, dan ukuran organisasi terhadap kinerja SIA yang dimoderasi kompleksitas tugas.

Hipotesis kemudian diuji untuk mengetahui diterima atau ditolak hipotesisnya. Pengujian hipotesis ditunjukan untuk menguji ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas secara keseluruhan terhadap variabel dependen.

Pengujian hipotesis dengan menggunakan Uji F atau yang biasa disebut dengan Analysis of varian (ANOVA).

Pengujian Anova atau uji F bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan melihat tingkat signifikan atau dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel . pengujian dengan tingkat sgnifikan pada table Anova < α= 0,05 maka H0 ditolak (berpengaruh), sementara sebaliknya apabila tingkat signifikan pada table Anova

> α = 0,05, maka H0 diterima (tidak berpengaruh).

Pengujian hipotesis menurut Sugiyono (2008:223) dapat digunakan rumus signifikan korelasi ganda sebagai berikut:

F=

Keterangan : R = Koefisien korelasi ganda K = jumlah variabel independen n = jumlah anggota sampel dk = (n-k-1) derajat kebebasan

Pengujian dengan membandingkan F hitung dengan Ftabel dengan ketentuan yaitu :

Kriteria Uji:

a. Jika Fhitung >Ftabel pada α = 5 % maka H0 ditolak dan Ha diterima (berpengaruh) b. Jika Fhitung < Ftabel pada α = 5 % maka H0 diterima dan Ha ditolak (tidak

berpengaruh)

3.6.5 Analisis Koefisien Determinasi

Setelah koefisien korelasi diketahui, maka langkah selanjutnya adalah menghitung koefisien determinasi, yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y. adapun rumus koefisien determinasi adalah sebagai berikut :

Kd = Rs2 . 100%

Keterangan: Kd = koefisien determinasi atau seberapa jauh perubahan variabel terikat (kinerja sistem informasi akuntansi).

Rs = korelasi product moment

Kriteria untuk analisis koefisien determinasi adalah :

a. Jika Kd mendekati nol (0), berarti pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent

b. Jika Kd mendekati satu (1), berarti pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent kuat.

Adapun pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi atau seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas (Independent) terhadap variabel terikat (Dependent), digunakan pedoman yang dikemukakan oleh Sugiyono (2008:214):

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat

87 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Sejarah Singkat PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Perjalanan PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten cukup panjang. Awal kelistrikan di Bumi Parahyangan sudah ada semenjak Pemerintah Kolonial Belanda masih bercokol di tataran tanah Sunda. Di tahun 1905, di Jawa Barat khususnya kota Bandung, berdiri perusahaan yang mengelola penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan publik. Nama perusahaan itu Bandungsche Electriciteit Maatschaappij (BEM).

Dalam perjalanannya, BEM pada tanggal 1 Januari 1920 berubah menjadi Perusahaan Perseroan menjadi Gemeenschapplijk Electriciteit Bedrijf Voor Bandoeng (GEBEO) yang pendiriannya dikukuhkan melalui akte notaris Mr.

Andriaan Hendrik Van Ophuisen dengan Nomor: 213 pada tanggal 31 Desember 1949.

Setelah kekuasaan penjajahan beralih ke tangan Pemerintah Jepang, di antara rentah waktu 1942 – 1945, pendistribusian tenaga listrik dilaksanakan oleh Djawa Denki Djigyo Sha Bandoeng Shi Sha dengan wilayah kerja di seluruh Pulau Jawa.

Setelah Indonesia merdeka, tahun 1957 menjadi awal penguasaan pengelolaan penyediaan tenaga listrik di seluruh tanah air yang ditangani langsung oleh Pemerintah Indonesia. 27 Desember 1957, GEBEO diambil alih oleh

Pemerintah Indonesia yang kemudian dikukuhkan lewat Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 1958 j.o. Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1959.

Selanjutnya, di tahun 1961 melalui Peraturan Pemerintah No. 67 dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU-PLN) sebagai wadah kesatuan pimpinan PLN. Sejalan dengan itu, PLN Bandung pun berubah menjadi PLN Exploitasi XI sebagai kesatuan BPU-PLN di Jawa Barat, di luar DKI Jaya dan Tangerang.

Pada tahun 1970-an dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1972 tentang Perusahaan Umum Listrik Negara yang menyebutkan status PLN menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara. Kemudian, berdasarkan Pengumuman PLN Exploitasi XI No. 05/DIII/Sek/1975 tanggal 14 Juli 1975, PLN Exploitasi XI diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara Distribusi Jawa Barat.

Memasuki era 1990-an, dengan adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 1994 pada tanggal 16 Juni 1994, Perusahaan Umum

Memasuki era 1990-an, dengan adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 1994 pada tanggal 16 Juni 1994, Perusahaan Umum