• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Teknik Analisis Data

1. Analisis Kualitatif-Deskriptif

masyarakat terhadap kesiapan pemekaran wilayah Kabupaten Brebes (Eppy Yuliani)

persepsi masyarakat terhadap kesiapan pemekaran wilayah Kabupaten Brebes;

masyarakat  Pengalaman

 Pola pikir

 Kebutuhan

kuantitatif rasionalistik

mengetahui keberadaan isu rencana pemekaran wilayah yang akan dilakukan pada Kabupaten Brebes. Masyarakat Brebes Selatan menunjukkan perhatian dan respon yang baik untuk proses pemekaran wilayah, salah satunya dengan menunjunjuk tokoh masyarakat yang dianggap dapat mewakili dan menggerakkan masyarakat setempat untuk menyampaikan gagasan terkait keinginan dilakukannya pemekaran wilayah.

Pemasangan spanduk dan koran terkait proses perencanaan pemekaran wilayah untuk menginformasikan kepada masyarakat yang belum mengetahui. Hal tersebut menunjukkan bahwa faktor penentun persepsi masyarakat dalam hal perhatian sangat baik karena rata-rata masyarakat Brebes Selatan telah mengetahui adanya rencana pemekaran wilayah;

 Faktor penentun persepsi masyarakat dalam hal pengalaman masih kurang baik, rata-rata masyarakat Brebes Selatan belum mengetahui secara rinci proses pemekaran wilayah yang terjadi di daerahnya karena minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Brebes.

 Ketersediaan fasilitas umum masih terbatas jika dibandingkan dengan Brebes Utara sebagai Ibukota Kabupaten. Kemudian pemicu pemekaran wilayah lainnya berupa aksesbilitas, karena kondisi topografi wilayah Brebes Selatan yang didominasi perbukitan menyulitkan sebagian masyarakat ketika akan mengakses kebutuhan di Ibukota Kabupaten yang berada pada topografi pantai,

31

membutuhkan jarak yang jauh dan biaya yang lebih.

3. Kajian kesiapan maumere menjadi kota otonom (Ardiyanto Maksimilianus Ga’i)

 Bagaimana tingkat kemampuan kependudukan , ekonomi, keuangan daerah, dan tingkat

pelayanan publik di Calon Kota Maumere dalam

penyelenggar aan otonomi daerah?

 Kemampuan kependudukan

 Kemampuan ekonomi

 Keuangan daerah

 Pelanan publik

 Jumlah penduduk

 Kepadatan penduduk

 Pertumbuhan PDRB

 Angka kemiskinan

 Jumlah fasilitas kesehatan dan

pendidikan

 Metode analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah evaluatif dangan pendekatan kuantitatif

 Dari prosentasi tingkat kepadatan penduduk dan pertumbuhan penduduk calon Kota Maumere diketahui bahwa aspek kependuduk Kota Maumere sangat siap dalam mendukung terbentuknya kota otonom.

 Hasil analisis menunjukan kinerja ekonomi kecamatan di calon Kota Maumere menempati urutan teratas dan masih berada di atas rata-rata kinerja ekonomi Kabupaten Sikka sebagai kabupaten induk

 Adapun dari analisis dapat diketahui bahwa ratio ketergantungan calon Kota Maumere terhadap pemerintah pusat tinggi sehingga masuk dalam kategori “sangat kurang”.

 Analisis menunjukan bahwa tingkat ketersediaan fasilitas kesehatan di calon Kota lebih tinggi dari Kabupaten Sikka sebagai kabupaten induk. Demikian pun dengan ketersediaan fasilitas kesehatan.

Perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu terletak pada perbedaan variabel yang dikaji, pada penelitian ini ada tiga variabel yang menjadi bahan kajian yaitu sumber daya manusia (SDM), ketersediaan sumber daya alam (SDA) serta kemandirian kemampuan keuangan daerah untuk melihat sejauh mana kesiapan calon Provinsi Bolaang Mongondow sebagai daerah otonom baru ditinjau dari tiga aspek.

32

34

35 Raya diantaranya yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kota Kotamobagu. Selain itu penelitian ini juga dilakukan di Instansi-intansi yang berkaitan langsung dengan proses pembentukan calon Provinsi Bolaang Mongondow Raya Itu sendiri.

Alasan memilih lokasi ini karena peneliti tertarik mengamati bagamana tarik ulur dan proses yang terjadi terkait masalah pembentukan daerah otonom baru ini.

C. Jenis dan Sumber Data

Data merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam suatu tahap penelitian. Ada dua jenis data yang digunakan yakni data kuantitatif dan data kualitatif sebagai berikut:

1. Jenis Data

1) Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka dan data numerik. Data yang dikumpulkan berupa:

a) Jarak dari ibukota Sulawesi Utara ke wilayah sekitarnya b) Data jumlah penduduk

c) Data luas wilayah wilayah yang akan dimekarkan

d) Potensi wilayah, mulai Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, serta sarana prasarana.

36 e) Potensi ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto

(PDRB), dan sebagainya.

2) Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk bukan angka atau menjelaskan secara deskripsi tentang kondisi lokasi penelitian secara umum. Diantaranya berupa data kondisi sosial budaya masyarakat yang ada.

2. Sumber Data

1) Data primer diperoleh melalui observasi lapangan yaitu suatu teknik penjaringan data melalui pengamatan langsung pada objek penelitian. Survei ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitatif objek studi. Jenis data yang dimaksud meliputi wawancara secara langsung terhadap masyarakat maupun pemerintah daerah dengan tujuan untuk memperoleh informasi berupa tanggapan atau perspektif dari masyarakat maupun pemerintah terkait rencana pembentukan daerah otonom baru.

2) Data Sekunder, dengan observasi terhadap lembaga-lembaga dan instansi terkait dengan salah satu teknik penjaringan data guna mengetahui kuantitatif objek penelitian. Adapun berupa data statistik wilayah berupa data kondisi geografi, data kependudukan, data pendapatan daerah serta data potensi wilayah.

37 D. Teknik Pengambilan Data

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam studi ini, maka dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Observasi, yaitu pengambilan data melalui pengamatan pada wilayah penelitian terkait kondisi fisik wilayah serta sosial budaya seperti adat istiadat dan perilaku masyarakat.

2. Wawancara, teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa tanggapan dari beberapa pihak antara lain masyarakat dan pemerintah seperti bagaimana kesiapan baik dari pemerintah maupun masyarakat dalam dalam rangka menyambut Provinsi Bolaang Mongondow Raya sebagai sebuah Daerah Otonom Baru.

3. Pendataan instansi, yaitu pengumpulan data melalui instansi dan lembaga-lembaga terkait guna mengetahui data kuantitatif berupa data statistik kondisi wilayah penelitian.

4. Telaah pustaka (Library Research), yaitu pengambilan data atau informasi melalui beberapa sumber berupa literatur, laporan penelitian serupa, bahan seminar ataupun jurnal dan lain sebagainya..

E. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini, terdapat beberapa analisis yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ada baik kualitatif maupun kuantitatif, penjelasannya yaitu sebagai berikut:

38 1. Analisis Kualitatif-Deskriptif

Metode penelitian kualitatif merupakan sebuah metode yang menekankan pada aspek pemahaman lebih mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat sebuah permasalahan.

Penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian riset yang sifatnya deskripsi, cenderung menggunakan analisis dan lebih menampakkan proses maknanya. Tujuan dari metode ini adalah untuk memahami secara luas dan mendalam terhadap suatu masalah secara detail pada suatu permasalahan yang sedang dikaji. Pada penelitian ini, analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan data yang diperoleh data hasil wawancara dengan beberapa narasumber terkait faktor pendorong pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya.

Dokumen terkait