• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Analisis Laporan Keuangan

Harahap (2004) mengemukakan bahwa laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahan pada suatu saat tertentu atau suatu jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah: neraca atau laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan posisi keuangan.

Laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan sarana informasi bagi analis dalam proses pengambilan keputusan. Laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan, hasil usaha perusahaan dalam suatu periode, dan arus kas perusahaan dalam periode tertentu.

2.2.2 Pengertian analisis laporan keuangan

Prastowo dan Juliaty (2008) memberi definisi analisis laporan keuangan sebagai suatu proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan dalam masa sekarang dan masa lalu dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.

Lebih jauh lagi Prastowo dan Juliaty (2008) menegaskan bahwa disiplin dari suatu analisis terhadap laporan keuangan terletak pada dua landasan pengetahuan, yaitu landasan pemahaman terhadap model-model akuntansi seperti yang tercermin dalam laporan keuangan yang dipublikasikan dan landasan penguasaan terhadap alat-alat analisis keuangan.

2.2.3 Tujuan analisis

Prastowo dan Juliaty (2008) mengemukakan analisis laporan keuangan dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan, misalnya dapat digunakan sebagai alat screening awal dalam memilih alternatif investasi atau merger; sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan dimasa yang akan datang; sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen, operasi, atau masalah lainnya; dan sebagai alat evaluasi terhadap manajemen.

Dari semua tujuan tersebut yang terpenting dari analisis laporan keuangan adalah tujuannya untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan murni, tekanan, dan intuisi; mengurangi dan mempersempit lingkup ketidakpastian yang tidak bisa dielakan pada

setiap proses pengambilan keputusan. Analisis laporan keuangan tidaklah berarti mengurangi kebutuhan akan penggunaan pertimbangan-pertimbangan melainkan hanya memberikan dasar yang layak dan sistematis dalam menggunakan pertimbangan tersebut.

2.2.4 Jenis laporan keuangan

Jenis laporan keuangan utama menurut Harahap (2004) diantaranya:

1. Daftar neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu

2. Perhitungan laba rugi yang menggambarkan jumlah hasil, biaya dan laba rugi perusahaan pada suatu periode tertentu

3. Laporan sumber dan penggunaan dana. Pada laporan ini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode

4. Laporan arus kas. Laporan ini memuat sumber dan penggunaan kas dalam suatu periode

5. Laporan harga pokok produksi yang menggambarkan berapa dan unsur apa yang diperhitungkan dalam menentukan harga pokok produksi suatu barang. Dalam hal tertentu harga pokok produksi disatukan dalam harga pokok penjualan.

HPPj = HPPd + Persediaaan awal – Persediaan akhir

Harga pokok penjualan adalah harga pokok produksi ditambah persediaaan barang awal dikurangi persediaan barang akhir.

6. Laporan laba ditahan, menjelaskan posisi laba ditahan yang tidak dibagikan kepada pemilik saham.

7. Laporan perubahan modal, menjelaskan perubahan posisi modal baik dalam PT atau modal dalam perusahaan perseroan.

8. Laporan kegiatan keuangan. Laporan ini menggambarkan transaksi laporan keuangan perusahaan yang mempengaruhi kas atau ekuivalen kas. Laporan ini jarang digunakan dan merupakan rekomendasi Trueblood Committee tahun 1974.

2.2.5 Metode dan teknik analisis

Prastowo dan Juliaty (2008) menyatakan secara umum, metode analisis laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu metode analisis horizontal (dinamis) dan metode analisis vertikal (statis).

Metode analisis horizontal (dinamis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode), sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Metode ini disebut metode analisis horizontal karena analisis ini membandingkan pos yang sama untuk periode yang berbeda sedangkan disebut analisis dinamis karena metode ini bergerak dari tahun ke tahun (periode). Teknik analisis yang temasuk pada klasifikasi metode ini antara lain teknik perbandingan, analisis trend, analisis sumber dan penggunaan dana, dan analisis perubahan laba kotor.

Metode analisis vertikal (statis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu, yaitu dengan membandingkan antara pos satu dengan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (periode) yang sama. Oleh karena membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama maka disebut metode vertikal.

Sedangkan metode ini disebut metode statis karena metode ini hanya membandingkan pos-pos laporan keuangan pada tahun (periode) yang sama. Teknik analisis yang termasuk pada klasifikasi metode ini antara lain teknik analisis persentase perkomponen (Common Size), analisis rasio, dan analisis impas.

Analisis rasio merupakan teknik analisis laporan keuangan yang paling banyak dipakai dalam praktik. Dalam analisis rasio, hal yang perlu ditekankan adalah arti dan kegunaan dari masing-masing angka rasio tersebut. Ray H. Garrison misalnya mengklasifikasikan analisis rasio menjadi tiga, yaitu rasio investor, rasio jangka pendek, dan rasio kreditor jangka panjang.

Agar diperoleh hasil yang optimal, maka analisis terhadap laporan keuangan harus mempunyai fokus yang jelas. Hal ini diharapkan dapat

memenuhi kebutuhan umum para pemakai laporan keuangan, analisis laporan keuangan harus difokuskan pada lima area analisis, yaitu menilai likuiditas, struktur modal, return on investment, pemanfaatan aktiva, dan kinerja operasi.

Analisis terhadap laporan kinerja keuangan dengan berbagai metode dan teknik analisis serta telah memfokuskan pada area analisis yang jelas akan menghasilkan informasi penting, yaitu informasi mengenai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.

2.2.6 Analisis rasio keuangan

2.2.6.1 Pengertian , tujuan, dan klasifikasi rasio

Harahap (2004) menjelaskan rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan suatu pos laporan keuangan dengan pos lain yang mempunyai hubungan relevan dan signifikan. Rasio ini menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara satu pos tertentu dengan pos lainnya. Dengan penyederhanaan ini kita dapat menilai secara cepat hubungan antara pos dan membandingkannya dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian.

Rasio menyediakan profil dari suatu perusahaan, karakteristik ekonomi dan strategi kompetitifnya, juga karakteristik operasional, finansial dan investasinya White et al. (2003). White et. al. membagi analisa rasio menjadi empat kategori utama, yaitu:

1. Rasio aktivitas, yaitu rasio yang menggambarkan hubungan antara tingkat operasi perusahaan dan aset yang dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan kegiatan operasi tersebut. Rasio ini dibagi menjadi dua subkategori:

a. Short-term (operating) activity, mengukur efisiensi dari penggunaan sumber daya modal jangka pendek.

b. Long-term (investment) activity, mengukur efisiensi dari penggunaan investasi modal jangka panjang.

2. Rasio likuiditas, membandingkan sumber daya jangka pendek perusahaan terhadap kewajiban jangka pendek perusahaan.

3. Rasio utang jangka panjang dan solvency ratio, mengevaluasi prospek risk dan return perusahaan dalam jangka panjang.

4. Rasio profitabilitas, mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan, menjaga dan meningkatkan keuntungan. Dibagi menjadi dua subkategori yaitu:

a. Return on sales, mengukur hubungan antara biaya dan tingkat penjualan perusahaan.

b. Return on investment, mengukur antara keuntungan dan jumlah investasi yang diperlukan untuk menghasilkan keuntungan tersebut.

2.2.6.2 Keunggulan analisis rasio

Menurut Harahap (2004), analisis rasio memiliki keunggulan dibanding dengan teknik analsis lainnya. Keunggulan tersebut adalah:

1. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan

2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit

3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain

4. Bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score)

5. Menstandarisir size perusahaan

6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau time series

7. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa yang akan datang

Dokumen terkait