BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Analisis Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2010:5), pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi serta laporan ekuitas. Neraca menunjukkan/menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Sedangkan pada perhitungan (laporan) laba rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan seta beban yang terjadi selama periode tertentu, dan laporan perubahan ekuitas menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan ekuitas.
Menurut h arahab (2009:105) laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hail usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba rugi hasil usaha, laporan perusahaan ekuitas, laporan arus kas, laporan posisi keuangan.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan untuk perusahaan terdiri dari laporan-laporan yang melaporkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu, yang dilaporkan dalam neraca dan perhitungan laba rugi serta laporan perubahan ekuitas dan arus kas, dimana neraca menunjukkan hasil operasi perushaan selama periode tertentu. Sedangkan laporan perubahan ekuitas menunjukkan sumber dan penggunaan atau alas an-alasan yang menunjukkan perubahan ekuitas perusahaan.
2. Komponen Komponen Laporan Keuangan
Berdasarkan standar akuntansi pemerintah komponen-komponen laporan keuangan sebagai berikut:
a. Laporan Realisasi Angggaran
Laporan realisasi anggaran merupakan salah satu komponen laporan keuangan pemerintah yang menyajikan informasi tentang realisasi dan angggaran entitas laporan secara tersanding untuk suatu periode tertentu.
Laporan realisasi angggaran menyajikan iktisar sumber, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam suatu periode laporan. Unsur yang yang dicangkup secara langsung oleh laporan realisasi anggaran terdiri dari pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut:
1) Akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk mebantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.
2) Akuntansi pendapatan dilakukan berdasarkan asas bruto yaitu dengan melakukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan pengeluaran), pendapatan diklasifikaikan berdasarkan pendapatan yaitu, transfer masuk adalah penerimaan uanga
dari entitas pelaporan lain, misalnya penerimaan dana pertimbangan dari pemerintah pusat dan bagi hasil dari pemerintah provinsi.
3) Akuntansi belanja, khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai berfungsi pembendaharaan.
Belanja dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a) Klasifikasi ekonomi adalah pengelompokan belanja yang didasarkan pada jenis belanja untuk aktivitas. Misalnya belanja pegawai, subsidi, hibah dan bantuan sosial.
b) Klasifikasi organisasi yaitu klasifikasi berdasarkan unit organisasi pengguna anggaran.
c) Klasifikasi fungsi adalah klasifikasi yang didasarkan pada fungsi utama pada pemerintah pusat/daerah dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.
4) Akuntansi pembiayaan adalah seluruh transaksi pemerintah, baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran pemerintah terrutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan suplus anggaran. Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman, dan hasil diventasi. Sementara pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembiayaan kembali pokok pinjaman,
pemberian pinjam kepada entitas lain, dan penyertaan modal oleh pemerintah.
b. Neraca.
Menurut Jumingan (2003:13) neraca adalah suatu yang sistematis tentang aktiva (assest), utang (liabilites), dan modal sendiri dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Biasanya pada saat buku ditutup yakni akhir bulan, akhir triwulan, atau akhir tahun.
Menurut Kasmir (2008:28) bahwa neraca merupakan laporan yang menunjukan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Arti dari posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan passiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.
Berdasarkan Sumber Akuntansi Pemerintah (2005), neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas laporan mengenai aset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal laporan, unsur-unsur yang dicakup oleh neraca terdiri dari aset, kewajiaban, dan ekuitas dana.
Masing-masing unsur disefinikan sebagai berikut:
1. Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan atau sosial dimasa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya keuangan yang diperlukan
untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
2. Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatka aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
3. Ekonomi dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.
Penyajian neraca dapat ditunjukan untuk kepentingan umum, yakni untuk kepentingan pihak-pihak diluar perusahaan seperti kreditur, pemegang saham, lembaga pemerintahan seperti kreditur, pemegang saham, lembaga pemerintahan, danmasyarakat umum, maupun untuk kepentingan khusus yang bersifat intern bagi kepentingan manajemen.
Dalam prakteknya, neraca disusun mengikuti kaidah-kaidah menurut jumingan (2005:14) sebagai berikut:
a) Harus disebutkan judul laporan yang menurut neraca menurut perusahaan, nama laporan (neraca), dan tanggal penyusunan laporan.
b) Dalam bentuk rekening (account form), sebelah kiri selalu diberi judul “aktiva” sedang disebelah kanan selalu diberi judul “utang dan modal sendiri”
c) Dalam neraca, metode penilaian harta kekayaan yang dianut berdasarkan harga pokoknya (cost).
d) Pos-pos dalam neraca harus dikelompokkan secara logis dan tepat.
e) Pos-pos tidak sejenis tidak akan dikelompokkan sendiri dalam neraca.
f) Jumlah suatu kelompok atau sub kelompok harus ditunjukkan dengan jelas.
g) Jumlah keseluruhan kelompok untuk kedua sisi harus sama atau seimbang.
h) Laporan harus menunjukan hal yang sebenarnya agar supaya jangan sampai jangan menyesatkan. Tambahan keterangan bila perlu dapat dicantumkan dalam catatan kaki sebagai suplemen.
i) Harus digunakan judul pos-pos aktiva dan utang yang bersifat deskriptif.
j) Untuk keperluan analisis laporan keuangan, jumlah sen diabaikan atau dihilangkan.
c. Laporan Arus Kas
Menurut Kasmir (2008:29) laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.
Menurut Zaki Baridwan (2008:40) Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode. Untuk mencapai tujuan ini, aliran kas diklasifikasikan dalam tiga kelompok yang
membedakan yaitu penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan investasi, prmbelanjaan (financing), dan kegiatan usaha.
Laporan arus kas terdiri dari arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash out) selama periode tertentu. Kas masuk terdiri dari uang yang masuk ke perusahaan, seperti hasil penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan sejumlah pengeluaran dan dan jenis-jenis pengeluarannya, seperti pembiayaan biaya operasional pemerintah.
Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas dan aktivitas operasi dengan cara sebagai berikut :
1. Metode Langsung
Metode mengungkapkan Pengelompokkan utama pemerintah dan pengeluaran kas bruto.
2. Metode Tidak Langsung
Dalam metode ini, surplus deficit disesuaikan dengan transaksi-transaksi operasional nonkas, penangguhan (deferral) atau pengakuan (accrual) penerimaan kas atau pembayaran yang lalu atau yang akan datang, serta unsur pendapatan dan belanja dalam bentuk kas yang berkaitan dengan aktivitas investasi aset non keuangan dan pembiayaan.
Prosedur permintaan uang dalam perusahaan perlu dirancang sedemikian rupa sehingga kemungkinan tidak tercatat dan tidak diterimanya uang yang seharusnya diterima dapat dikurangi menjadi
sekecil mungkin. Menurut Soemarso (2004:297) prosedur penerimaan kas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a) Terdapat pemisahan tugas antara yang menyimpan, yang menerima dan yang mencatat penerimaan uang. Apakah untuk sebuah perusahaan kecil pemisahan demikian tidak dapat dilakukan, maka penggabungan antara ketiga tugas tadi hanya dapat dilakukan oleh pemilik perusahaan.
b) Setiap penerimaan uang langsung disetor ke bank sebagaimana adanya.
Seperti halnya penerimaan uang, prosedur pengeluaran kas perlu dirancang sedemikian rupa sehingga hanya pengeluaran-pengeluaran yang telah disetujui dan betul-betul untuk kegiatan perusahaan saja yang dicatat dalam pembukuan perusahaan. Pada dasarnya untuk dapat menghasilkan sistem pengendalian yang baik, prosedur pengeluaran kas
memperhatikan hal-hal sebagai berikuat :
1) Semua pengeluaran dilakukan dengan cek. Pengeluaran-pengeluaran dalam jumlah kecil dilakukan melalui dana kas kecil.
2) Semua pengeluaran kas harus memperoleh persetujuan dari yang berwewenang terlebih dahulu.
3) Terdapat pemisahan tugas antara yang berhak menyetujui pengeluaran kas, yang menyimpan uang kas dan melakukan pengeluaran serta yang mencatat pengeluaran kas.
d. Laporan Atas Catatan Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2008:30) Laporan cacatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan terlebih dulu sehingga jelas. Hal ini perlu dilakukan agar pihak-pihak yang berkepentingan tidak salah dalam menafsirkannya.
Catatan atas laporan keuangan ditunjukan agar laporan keuangan dapat dipahami dan dibandingkan dengan laporan keuangan entitas lainnya. Catatan atas laporan keuangan sekurang-kurangnya disajikan dengan susunan sebagai berikut :
1. Informasi tentang kebijakan fisical atau keuangan, ekonomi makro, dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.
2. Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan.
3. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya.
4. Mengungkapkan informasi yang diharuskan oleh standar akuntansi pemerintah yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
5. Pengungkapan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan direkonsiliasinya dengan penerapan basis kas.
6. Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka (on the face) laporan keuangan.
Pembahasan mengenai kinerja keuangan harus dihubungkan dengan tujuan dan sasaran dari rencana strategis pemerintah dan indikator sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ikhtisar pembahasan kinerja keuangan dalam catatan atas laporan keuangan harus:
a) Menguraikan strategi dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan.
b) Memberikan gambaran yang jelas atas realisasi dan rencana kinerja keuangan dalam entitas pelaporan, dan
c) Menguraikan prosedur yang telah disusun dan dijalankan oleh manajemen untuk dapat memberikan keyakinan yang beralasan bahwa informasi kinerja keuangan yang dilaporkan adalah relevan dan andal.
Pembahasan mengenai kinerja keuangan harus : 1) Meliputi baik hasil yang positif maupun negative.
2) Menyajikan data historis yang relevan.
3) Membandingkan hasil yang dicapai dengan tujuan dan rencana yang telah ditetapkan.
4) Menyajikan informasi penjelasan lainnya yang diyakini oleh manajemen akan dibutuhkan oleh pembaca laporan keuangan untuk dapat memahami indicator, hasil, dan pembedaan yang ada dengan tujuan atau rencana.