• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Struktur Organisasi

Menurut keputusan pemerintah melalui dinas pendidikan nasional, manajemen dan komite sekolah, mengenai struktur organisasi SD MIS Jamiatul Khaer dipimpin oleh Kepala Madrasah.

Uraian tugas dan fungsi organisasi dari struktur organisasi adalah : c. Kepala Madrasah

Kepala Madrasah mempunyai tugas sebagai berikut :

1) Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi sekolah.

2) Merumuskan rencana jangka menengah dan rencana operasional sekolah untuk ditetapkan oleh pemerintah dan komite sekolah.

3) Menetapkan prosedur dan standar pelayanan pendidikan dan kinerja guru dan karyawan.

4) Membina kegiatan staf yang dibantu oleh wakil kepala sekolah serta melaksanakan koordinasi dengan komite dan instansi terkait lainnya.

5) Membuat pertanggungjawaban kinerja sekolah kepada pengawas sekolah, komite sekolah dan dinas pendidikan.

b. Wakil Kepala Madrasah

Wakil Kepala Madrasah mempunyai tugas sebagai berikut :

1) Menyusun rencana kegiatan dibagian umum dan pembinaan staf dan guru.

2) Menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan, perlengkapan, perencanaan, membuat jadwal pelajaran, pelaporan, dan teknologi informasi guna membantu kinerja kepala madrasah.

3) Melaksakan urusan staf dan guru serta pembinaan SDM.

4) Menyelenggarakan kegiatan kepemimpinan di lingkungan sekolah apabila kepala sekolah sedang dinas diluar lingkungan sekolah.

5) Membuat pertanggungjawaban kinerja di bagian umum dan pembinaan SDM serta jabatan wakil kepala sekolah.

c. Staf Urusan Kurikulum

Staf urusan kurikulum memiliki tugas sebagai berikut : 1) Menyusun rencana kegiatan di bidang kurikulum.

2) Menyelenggarakan kegiatan kurikulum dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi guru mata pelajaran dan wali kelas.

3) Menetapkan prosedur dan standar kurikulum.

4) Membina kegiatan guru mata pelajaran dan walikelas dan menyusun jadwal rapat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyawarah Kepala Sekolah (MKS).

5) Mengumpulkan data yang berkaitan dengan kurikulum seperti silabus, program tahunan dan RPP guru mata pelajaran dan wali kelas.

6) Membuat pertanggungjawaban kinerja dibagian kurikulum kepada wali kepala madrasah.

d. Staf Urusan Kesiswaan

Staf urusan kesiswaan memiliki tugas sebagai berikut : 1) Menyusun rencana kegiatan di bidang kesiswaan

2) Menyelenggarakan kegiatan kesiswaan dan kegiatan ekstrakurikuler.

3) Merumuskan prosedur tetap tentang peraturan tata tertib siswa

4) Membuat pertanggungjawaban kinerja dibidang kesiswaan kepada wakil kepala madrasah dan kepala madrasah.

e. Staf Urusan Sarana dan Prasarana

Staf urusan sarana dan prasarana memiliki tugas sebagai berikut : 1) Menyusun rencana di bidang sarana dan prasarana.

2) Membuat daftar sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar dan berkoordinasi kepada semua staf dan tata usaha.

3) Menyelenggarakan kegiatan kerumah tanggaan yang meliputi antara lain pemeliharaan kebersihan, sanitasi, perawatan gedung dan keamanan.

4) Membuat pertanggungjawaban kinerja di bidang sarana dan prasarana kepada kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan bendahara sekolah.

f. Staf Urusan Hubungan Masyarakat

Staf hubungan masyarakat memiliki tugas sebagai berikut :

1) Menyusun rencana kegiatan di bidang hubungan masyarakat dan pemasara.

2) Menyelenggarakan kegiatan pemasaran dan humas

3) Menyelenggarakan pelayanan keluhan siswa dan wali murid

4) Memberikan motivasi kepada siswa agar fokus terhadap prestasinya.

5) Membuat pertanggungjawaban kinerja dibidang hubungan masyarakat kepada kepala madrasah dan wali kepala madrasah.

g. Staf Urusan Bendahara dan Keuangan

Staf urusan bendahara dan keuangan memiliki tugas sebagai berikut : 1) Menyusun rencana kegiatan di bidang keuangan

2) Menyelenggarakan kegiatan di bidang keuangan yang meliputi anggaran, perbendaharaan, verivikasi, dan akuntansi.

3) Membuat pertanggungjawaban kinerja di bidang keuangan kepada kepala madrasah, dinas pendidikan, dan Tim PKPS-BBM Kab/Kota.

h. Guru Wali Kelas

Guru wali kelas mempunyai tugas sebagai berikut :

1) Menyusun rencana kegiatan kelas yang menjadi tanggungjawabnya.

2) Menyelenggarakan kepemimpinan kelas

3) Menyelenggarakan pelayana keluhan siswa dan wali murid dan berkoordinasi dengan staf humas dan guru BK.

4) Mengisi dan menyelenggarakan nilai raport hasil belajar siswa

5) Membuat pertanggungjawaban kinerja kepada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.

i. Guru Mata Pelajran

Guru mata pelajaran mempunyai tugas sebagai berikut : 1) Menyusun rencana kegiatan belajar mengajar

2) Menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang meliputi pengajaran, evaluasi dan bimbingan kepada peserta didik.

3) Membuat pertanggungjawaban kinerja dibidang mata pelajaran kepada kepala madrasah, wakil kepala madrasah dan staf kurikulum.

j. Bagian Tata Usaha

Bagian tata usaha mempunyai tugas sebagai berikut :

1) Menyusun rencana kegiatan di bidang administrasi sekolah

2) Menyelenggarakan kegiatan dibidang administrasi yang meliputi dokumentasi, file, akuntansi, dan pengarsipan.

3) Menyelenggarakan pelayanan dibidang administrasi absensi guru dan karyawan.

4) Membuat pertanggungjawaban kinerja kepada kepala madrasah dan wakil kepala madrasah.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

1. Pengertian dan tujuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya non personalia bagi santun pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. Namun demikian dana BOS dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain yang tergolong dalam biaya personalia dan biaya investasi.

Tujuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah sebagai berikut:

a. Secara umum

Program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu.

b. Secara khusus :

1) Menggratiskan seluruh siswa SD negri terhadap biaya operasi sekolah, baik disekolah negri maupun sekolah swasta.

2) Menggratiskan seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).

3) Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa disekolah swasta.

42

2. Pengambilan dana

a. Tim manajemen BOS pronvinsi menyerahkan data rekening sekolah penerima dana BOS dan besar dana yang harus disalurkan kepada lembaga penyalur dana (format BOS-05)

b. Selanjutnya lembaga penyalur dana yang ditunjuk menstransfer dana sekaligus ke setiap rekening sekolah.

c. Pengambilan dana BOS dilakukan oleh kepala sekolah (atau bendahara BOS sekolah) dengan diketahui oleh ketua komite sekolah (format BOS-12) dan dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuia kebutuhan dengan menyisakan saldo minimal sesuai peraturan yang berlaku. Saldo minimum ini bukan termasuk pemotongan. Pengambilan dana tidak diharuskan melalui sejenis rekomendasi/persetujuan dari pihak manapun yang dapat menghambat pengambilan dana dan jalannya kegiatan operasional sekolah.

d. Dana BOS harus di terima secara utuh sesuai dengan SK alokasi yang dibuat oleh tim manajemen BOS kab/kota, dan tidak diperkenankan adanya pemotongan atau pungutan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak manapun.

e. Penyaluran dana BOS secara bertahap (tiga bulanan) bukan berarti dana harus dihabiskan dalam periode tersebut. Besar penggunaan dana tiap bulan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah sebagaimana tertuang dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) atau RAPBS bilamana

tedapat sisa dana disekolah pada akhir tahun pelajaran atau anggaran, maka dana tersebut tetap milik kas sekolah (tidak disetor ke kas Negara) dan harus digunakan untuk kepentingan sekolah.

3. Pembelian barang dan jasa

dilakukan tim sekolah dengan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :

a. Tim sekolah harus menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentukan barang/jasa.

b. Tim harus memperhatikan kualitas barang/jasa.

c. Barang/jasa dengan nilai sampai dengan Rp 10.000.000, tim sekolah dapat memperoleh informasi harga melalui telepon atau menugaskan 1 (satu) anggota tim untuk mengunjungi penyedia barang/jasa atau berbelanja langsung dengan harga yang wajar.

d. Barang/jasa dengan nilai lebih dari Rp 10.000.000 – Rp 25.000.000, ketiga anggota Tim sekolah harus mengunjungi minimal 3 (tiga) penyedia barang/jasa untuk mendapatkan informasi harga dan melakukan pembandingan dan pencatatan. Tim sekolah tidak perlu membuat rencana tertulis dan melakukan penawaran kepada penyedia barang/jasa.

e. Barang/jasa dengan nilai diatas Rp 25.000.000, maka Tim sekolah harus menyusun rencana kebutuhan barang/jasa untuk meminta penawaran tertulis kepada minimal 3 (tiga) pihak penyediaan barang / jasa.

f. Dalam kasus di radius 10 km di sekolah tidak ada pembanding atau memerlukan biaya besar/waktu yang lama untuk mencaripembanding, maka proses pembandingan tidak harus dilakukan, dengan memberikan penjelasan/uraian mengenai alasan tersebut.

g. Tim sekolah harus selalu membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/jasa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi harga kepada penyedia barang/jasa apabila harga penawaran lebih tinggi dari harga pasar.

h. Setelah melakukan proses tersebut diatas. Tim sekolah harus membuat laporan singkat tertulis tentang penetapan penyedia barang/jasa.

i. Proses pembelian barang/jasa harus di ketahui oleh komite sekolah.

j. Terkait dengan biaya perawatan ringan/pemeliharaan bangunan yang jumlahnya kurang dari Rp 10.000.000, tim sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1) Membuat rencana kerja

2) Memilih satu atau lebih pekerjaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku pada masyarakat.

3) Material yang dibeli tim menggunakan prosedur pembelian barang (butir 1 s.d 7).

4) Menggunakan laporan penggunaan dana (pembelian barang dan pemberian upah) untuk kegiatan perawatan ringan/pemeliharaan sekolah.

B. Sistem dan Prosedur Penggunaan Dana BOS

Penggunaan dana di sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim manajemen sekolah, dewan guru dan komite sekolah, yang harus di daftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RKAS/RAPBS, di samping dan yang diperoleh dari pemerintah daerah atau sumber lain yang sah. Hasil kesepakatan penggunaan dana BOS (dan data lainnya tersebut) harus dituangkan secara tertulis dalam bebtuk berita acara rapat yang dilampirkan tanda tangan seluruh peserta rapat yang hadir. Dari seluruh dana BOS yang diterima oleh sekolah, sekolah wajib menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah sebanyak jumlah siswa. Harga buku harus mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh depdiknas. Pembelian dapa dilakukan bertahap, akan tetapi harus dipenhi seluruhnya sebelum tahun ajaran baru. Buku yang harus dibeli untuk tingkat SD adalah buku mata pelajaran pendidikan agama, serta mata pelajaran seni budaya dan ketrampilan. Adapun dana BOS selebihnya di gunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan berikut : 1. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru: biaya

pendaftaran, penggadaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk foto copy, konsumsi panitia, dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru).

2. Pembelian buku referensi untuk di koleksi di perpustakaan.

3. Pembiayaan kegiatan pembelajaranremedia, pembelajaran pengayaan, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan diluar jam pembeljaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba).

4. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan belajar siswa (misanya untuk foto copy, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa).

5. Pembelian bahan-bahan habis pakai : buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan Koran/majalah pendidikan, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.

6. Pembiayaan langgana daya dan jasa : listri, air, telepon, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus di sekolah yang tidak ada jaringan listrik, dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah, maka diperkenankan untuk membeli Genzet.

7. Pembiayaan perawatan sekolah : pengecatan, perbaiakan atap bocor, perbaiakan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaiakan sanitasi sekolah dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.

8. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Untuk sekolah SD diperlukan untuk membayar honor tenaga yang membantu administrasi BOS.

9. Pengembangan profesi guru:pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.

10. Pemberian bantuan biaya ttranspoftasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan kesekolah. Jika jika di nilai lebih ekonomi dapat juga untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyemberangan, dan lain-lain).

11. Pembelian pengelolaan BOS: alat tulis kantor (ATK), Penggandaan, surat menyurat, insentif bagi satu orang penyusun laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos.

12. Pembelian personal komputer untuk kegiatan belajar siswa: maksimum 1 (satu) set untuk SD dalam satu tahun anggaran.

13. Bila seluruh komponen di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat siswa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik dan mebeler sekolah.

Gambar 2 : Skema Sistem dan Prosedur Pengelolaan Dana BOS.

Sumber : laporan pertanggungjawaban dana BOS, 2016.

Kas

C. Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan 1. Pembukuan

Sekolah diwajibkan menyelenggarakan pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah, untuk program BOS, pembukuan yang digunakan dapat dengan tulis tangan atau menggunakan computer, buku yang digunakan dalah sebagai berikut :

a. Realisasi penggunaan dana per sumber dana (format BOS-K2) adalah format laporan keuangan yang terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya laporan yang di sampaikan kepada tim manajemen BOS kabupaten/kota. Format ini adalah format multi sumber dana, sehingga harus memuat laporan penerimaan dan penggunaan uang dari sumber dana di sekitarnya.

b. Buku Kas Umum (format BOS-K3) Buku Kas Umum mempunyai fungsi untuk mencatat seluruh penerimaan dana BOS, penguatan pajak serta jasa giro maupun seluruh pengeluaran baik yang berbentuk tunai maupun giral.

Buku Kas Umum ini disusun untuk masin-masing sumber dana secara terpisah, kecuali apabila sekolah hanya mempunyai satu rekening tabungan yang berfungsi untuk menmpung seluruh sumber penerimaan sekolah maka Buku Kas Umum yang dibuat oleh sekolah hanya satu. Pembukuan dalam buku kas umum meliputi semua transaksi eksternal, yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga:

1) Kolom penerimaan: dari penyalur dana (BOS atau sumber dana lain), penerima dari pemungutan pajak, dan penerimaan jasa giro dari bank.

2) Kolom pengeluaran: adalah pembelian barang dan jasa, biaya administrasi bank, pajak atas hasil dari jasa giro dan setoran pajak.

Format ini harus diisi tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu berkumpul satu minggu/bulan) dan transaksi yang dicatat di dalam Buku Kas Umum juga harus dicatat dalam Buku pembantu bank atau buku pembantu (buku pembantu kas atau buku pembantu bank atau buku pembantu pajak) dan format yang telah diisi ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah.

c. Buku kas pembantu (format BOS-K4). Buku pembantu kas mempunyai fungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. Format ini harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah.

d. Buku Bank Pembantu (format BOS-K5), buku pembantu bank mempunyai fungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank dengan cara antara lain penerbitan cek, penarikan cek, penerimaan pembayaran dengan cek. Sumber informasi untuk penyusunan BOS K-5 adalah semua transaksi eksternal baik penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan melalui bank dan transaksi internal yang berupa pengambilan uang kas di bank dan penyetoran uang kas untuk disimpan di bank. Format ini harus dibukukan

per transaksi damen ini disampaikan disekolah dan diperlihatkan kepada pengawas, tim manajemen BOS kabupaten, dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.

e. Dalam hal pembukuan dilakukan dengan computer, bendahara wajib mencetakan BKU dan Buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani kepala sekolah dan bendahara sekolah.

f. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam buku kas umum dan Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiaanya.

g. Uang tunai yang ada di kas tunai tidak lebih dari 10 juta.

h. Apabila bendaha meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatannya, Buku Kas Umum dan Buku Pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan harus disimpan dikantornya.

2. Bukti Pengeluaran

a. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah;

b. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan bea materai. Untuk transaksi dengan nilai nominal Rp 250.000,- tidak dikenai bea materai, sedang transaksi denan nilai nominal antara Rp 250.000,- samapai dengan Rp

1.000.000,-dikenai bae materai dengan tariff sebesar Rp 3.000,- dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1.000.000,- dikenaka bea materai dengan tarif sebesar Rp 6.000,-.

c. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukannya.

d. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur sebagai lampiran kuitansi.

e. Setiap bukti pembayaran harus disetujui kepala sekolah dan lunas di bayar oleh bendahara.

f. Segala jenis bukti pengeluaran harus di simpan oleh sekolah sebagai bahan bukti dan bahan laporan.

2. Pelaporan

Laporan merupakan pertanggungjawaban atau pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dana BOS. Untuk itu laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut :

a. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya.

b. Seluruh arsip data keuangan, baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya, disimpan dan ditata denan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya, serta disimpan disuatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat.

c. Laporan penggunaan dana BOS dari penanggungjawaban/ pengelolaan dana BOS ditingkat sekolah kepada tim manajemen BOS Kabupaten/kota cukup format BOS K-2, sedangkan format BOS K-3, Format BOS-K4, dan format BOS K5 beserta dokumen pendungnya diarsipkan disekolah.

Berdasarkan uraian diatas, maka laporan pertanggungjawaban penggunaan BOS pada Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Khaer Malaengkeri 1 Kecematan Tamalate sebagai berikut:

55

Laporan Pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Pada MIS Jamiatul Khaer Tahun 2016

Sumber Data Penggunaan

Peng. Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Peng. Sarana dan Prasarana Madrasah Peng. Dan implementasi Man. Madarasah Peng. Dan Penggalian SDM Pendidikan Peng. Dan Implementasi Sistem Penilaian Belanja Lainnya

Sumber : Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Khaer

55

Berdasarkan penelitian sekolah yang di lakukan penulis, sistem dan prosedur atas penggunaan dana BOS sudah sesuai dengan yang ditetapkan.

Dimana jumlah dana BOS yang di terima dari pemerintah kemudian digunakan untuk kegiatan operasional sekolah masing-masing, artinya besarnya dana BOS yang diterima sebanding atau sama dengan pengeluaran dana BOS tersebut.

Sedangkan jumlah dana BOS yang diterima pihak sekolah berbeda-beda, berdasarkan atau jumlah siswa pada sekolah tersebut. Dimana, dana BOS yang di anggarkan ke siswa buka berupa uang tapi berupa barang seperti : (baju seragam, buku, alat tulis dll).

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapatlah ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem dan prosedur penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan pada MIS. Jamiatul Khaer Malengkeri 1 telah memenuhi prosedur yang baik.

2. Penanggung jawab dari seluruh kegiatan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah kepala sekolah. Yang dimana penggunaan tersebut dilaksanakan oleh bendahara sekolah yang wajib dilampirkan sesuai dengan prinsip akuntansi.

3. Pengendalian secara keseluruhan dari pelaksanaan kegiatan operasional telah sesuai dengan peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh menteri pendidikan, dimana pelaksanaan kegiatan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah mencapai target dan efektif, tepat waktu serta terhindar dari penyimpangan.

57

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diuraikan, maka penulis menyarankan sebagai berikut :

1. Agar sistem dan prosedur penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada MIS. Jamiatul Khaer Malaengkeri 1 untuk dipertahankan karena telah memenuhi prosedur yang baik.

2. Sebaiknya pemerintah melakukan pelatihan terhadap bendahara sekolah sehingga memudahkan dalam melaksanakan pelaporan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

3. Sebaiknya pertanggungjawaban dari seluruh kegiatan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilaporkan secara akuntability dengan dengan transparan terhadap siswa dan orang tua murid.

Bachtiar, Alif, Muchlis, 2004. Akuntansi Pemerintah, Edisi pertama Jakarta : salemba Empat.

Baridwan, Zaki, 1998. Sistem Akuntasi. Edisi kelima. Cetakan Tujuh. Yogyakarta : BPFE

Bariwan, Zaki, 2008. Intermedia Acounting, Yogyakarta : BPFE.

Bodnar. H, George, William S. Hopwood, 2006. Sistem informasi Akuntansi. Edisi Sembilan, Yogyakarta : Andi

Davis, B. Gordon, 1999. Sistem Informasi Manajemen, Bagian Pertama. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.

Derektorat Pembianaan TK dan SD, 2010. Tentang Bantuan Operasional Sekolah (online). Http:www.ditptksd.go.id. 14 Desember 2010

Fauzan, 2014. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Perilaku Etis Dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah.

Jumingan, 2015. Analisis Lapora Keuangan. Jakarta : Bumi Aksara

Indraswuri Desti Ines, 2015. Analisis dan Rancangan Sistem Informasi Pelaporan Bantuan Operasional Sekolah Unit Pelaksanaan Teknis Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar (UPT TK dan SD).

Komorotorno, Wahyu, 2004. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta : Salemba Empat Krisnayanti Ari Putu Ida, 2014. Analisis Persepsi Internal dan Akuntabilitas Laporan

Keuangan Penerimaan Dana BOS di SMPN 1 Banjar Tahun 2013.

Modul Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah, 2010. Makassar : Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Keuangan Republic

Indonesia.

59

Standar Akuntansi Pemerintah (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 2005), 2005. Jakarta : Sinar Grafika

Standar Akuntansi Pemerintah (Peraturan Pemerintah Nomor, 24 Tahun 2005), 2009.

Bandung : Fokusmedia

Yudha Arya Duta, 2013. Tinjauan Terhadap Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah : Studi Pada SMP PAWIYATAN Surabaya.

Jumi, 2005. Analisis pengelolaan dana bantuan operasional sekolah Https://download.portalgaruda.orgPengertian manajemen.

Http:// infotentangbank. blogspot. comprinsip-prinsip manajemen, analisis laporan keuanga.

60

A M

P I R

A

N

Nomor Nama Siswa L/P Urut Induk

1 151 7664 AILSYA QUTRATU`AIN SA'ADAH P

2 151 7665 ANANDA FADHILA P

3 151 7667 ANGGRAENI PUTRI W P

4 151 7668 ARSITA WINDA FATHARANI P

5 151 7669 ASMARANI SURYA VITASARI P

6 151 7670 AMING PEMANDU CAHYO L

7 151 7671 BRIGITHA NITA ANDRIANI P

8 151 7672 DELA ANJARSARI P

9 151 7673 DESYANA FRISKA KUMALASARI P

10 151 7674 DHEA NASTASYA ANTORO P

11 151 7675 DWI ANA SETIANINGRUM P

12 151 7676 DONY SETIAWAN L

13 151 7677 FARADILA AUGUSTA ANGELIN P

14 151 7678 IFTA AMMARA PUTRI P

15 151 7679 FILIA ARIANA DEWI P

16 151 7680 FAHRI HERMANTO L

17 151 7681 GALUH MEILINDA P

17 151 7681 GALUH MEILINDA P

Dokumen terkait