• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

C. Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan

Sekolah diwajibkan menyelenggarakan pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah, untuk program BOS, pembukuan yang digunakan dapat dengan tulis tangan atau menggunakan computer, buku yang digunakan dalah sebagai berikut :

a. Realisasi penggunaan dana per sumber dana (format BOS-K2) adalah format laporan keuangan yang terintegrasi dan singkat/padat (condensed) dan merupakan satu-satunya laporan yang di sampaikan kepada tim manajemen BOS kabupaten/kota. Format ini adalah format multi sumber dana, sehingga harus memuat laporan penerimaan dan penggunaan uang dari sumber dana di sekitarnya.

b. Buku Kas Umum (format BOS-K3) Buku Kas Umum mempunyai fungsi untuk mencatat seluruh penerimaan dana BOS, penguatan pajak serta jasa giro maupun seluruh pengeluaran baik yang berbentuk tunai maupun giral.

Buku Kas Umum ini disusun untuk masin-masing sumber dana secara terpisah, kecuali apabila sekolah hanya mempunyai satu rekening tabungan yang berfungsi untuk menmpung seluruh sumber penerimaan sekolah maka Buku Kas Umum yang dibuat oleh sekolah hanya satu. Pembukuan dalam buku kas umum meliputi semua transaksi eksternal, yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga:

1) Kolom penerimaan: dari penyalur dana (BOS atau sumber dana lain), penerima dari pemungutan pajak, dan penerimaan jasa giro dari bank.

2) Kolom pengeluaran: adalah pembelian barang dan jasa, biaya administrasi bank, pajak atas hasil dari jasa giro dan setoran pajak.

Format ini harus diisi tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu berkumpul satu minggu/bulan) dan transaksi yang dicatat di dalam Buku Kas Umum juga harus dicatat dalam Buku pembantu bank atau buku pembantu (buku pembantu kas atau buku pembantu bank atau buku pembantu pajak) dan format yang telah diisi ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah.

c. Buku kas pembantu (format BOS-K4). Buku pembantu kas mempunyai fungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan secara tunai. Format ini harus dibukukan per transaksi dan ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah.

d. Buku Bank Pembantu (format BOS-K5), buku pembantu bank mempunyai fungsi untuk mencatat transaksi penerimaan/pengeluaran yang dilaksanakan khusus melalui bank dengan cara antara lain penerbitan cek, penarikan cek, penerimaan pembayaran dengan cek. Sumber informasi untuk penyusunan BOS K-5 adalah semua transaksi eksternal baik penerimaan maupun pengeluaran yang dilakukan melalui bank dan transaksi internal yang berupa pengambilan uang kas di bank dan penyetoran uang kas untuk disimpan di bank. Format ini harus dibukukan

per transaksi damen ini disampaikan disekolah dan diperlihatkan kepada pengawas, tim manajemen BOS kabupaten, dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.

e. Dalam hal pembukuan dilakukan dengan computer, bendahara wajib mencetakan BKU dan Buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan BKU dan buku-buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani kepala sekolah dan bendahara sekolah.

f. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam buku kas umum dan Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiaanya.

g. Uang tunai yang ada di kas tunai tidak lebih dari 10 juta.

h. Apabila bendaha meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatannya, Buku Kas Umum dan Buku Pembantunya serta bukti-bukti pengeluaran tidak boleh dibawa dan harus disimpan dikantornya.

2. Bukti Pengeluaran

a. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah;

b. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan bea materai. Untuk transaksi dengan nilai nominal Rp 250.000,- tidak dikenai bea materai, sedang transaksi denan nilai nominal antara Rp 250.000,- samapai dengan Rp

1.000.000,-dikenai bae materai dengan tariff sebesar Rp 3.000,- dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1.000.000,- dikenaka bea materai dengan tarif sebesar Rp 6.000,-.

c. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukannya.

d. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur sebagai lampiran kuitansi.

e. Setiap bukti pembayaran harus disetujui kepala sekolah dan lunas di bayar oleh bendahara.

f. Segala jenis bukti pengeluaran harus di simpan oleh sekolah sebagai bahan bukti dan bahan laporan.

2. Pelaporan

Laporan merupakan pertanggungjawaban atau pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dana BOS. Untuk itu laporan pertanggungjawaban harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut :

a. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya.

b. Seluruh arsip data keuangan, baik yang berupa laporan-laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya, disimpan dan ditata denan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya, serta disimpan disuatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat.

c. Laporan penggunaan dana BOS dari penanggungjawaban/ pengelolaan dana BOS ditingkat sekolah kepada tim manajemen BOS Kabupaten/kota cukup format BOS K-2, sedangkan format BOS K-3, Format BOS-K4, dan format BOS K5 beserta dokumen pendungnya diarsipkan disekolah.

Berdasarkan uraian diatas, maka laporan pertanggungjawaban penggunaan BOS pada Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Khaer Malaengkeri 1 Kecematan Tamalate sebagai berikut:

55

Laporan Pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Pada MIS Jamiatul Khaer Tahun 2016

Sumber Data Penggunaan

Peng. Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Peng. Sarana dan Prasarana Madrasah Peng. Dan implementasi Man. Madarasah Peng. Dan Penggalian SDM Pendidikan Peng. Dan Implementasi Sistem Penilaian Belanja Lainnya

Sumber : Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Khaer

55

Berdasarkan penelitian sekolah yang di lakukan penulis, sistem dan prosedur atas penggunaan dana BOS sudah sesuai dengan yang ditetapkan.

Dimana jumlah dana BOS yang di terima dari pemerintah kemudian digunakan untuk kegiatan operasional sekolah masing-masing, artinya besarnya dana BOS yang diterima sebanding atau sama dengan pengeluaran dana BOS tersebut.

Sedangkan jumlah dana BOS yang diterima pihak sekolah berbeda-beda, berdasarkan atau jumlah siswa pada sekolah tersebut. Dimana, dana BOS yang di anggarkan ke siswa buka berupa uang tapi berupa barang seperti : (baju seragam, buku, alat tulis dll).

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapatlah ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem dan prosedur penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan pada MIS. Jamiatul Khaer Malengkeri 1 telah memenuhi prosedur yang baik.

2. Penanggung jawab dari seluruh kegiatan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah kepala sekolah. Yang dimana penggunaan tersebut dilaksanakan oleh bendahara sekolah yang wajib dilampirkan sesuai dengan prinsip akuntansi.

3. Pengendalian secara keseluruhan dari pelaksanaan kegiatan operasional telah sesuai dengan peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh menteri pendidikan, dimana pelaksanaan kegiatan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah mencapai target dan efektif, tepat waktu serta terhindar dari penyimpangan.

57

Dokumen terkait