• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Lingkungan Eksternal a. Opportunity (Peluang)

SUHANDI: STRATEGI PEMASARAN MINUMAN KESEHATAN YOU C1000 DENGAN PROGRAM PROMOSI DALAM RANGKA MENINGKATKAN

A. Pembahasan 1. Analisis SWOT

3. Analisis Lingkungan Eksternal a. Opportunity (Peluang)

1) Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk di kembangkan. 2) Produk minuman kesehatan

mampu berkembang di pasaran dan memiliki jumlah peminat yang besar.

3) Minuman kesehatan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesejahteraan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap stamina tubuh,dan gaya hidup sehat.

4) Distribusi tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga YOU C1000 mudah menarik pelanggan di seluruh wilayah di Indonesia.

b.

Ancaman (Treath)

1) Pesaing-pesaing baru yang masuk dalam bisnis yang mencoba menggarap pasar baru atau mencari posisi baru yang berbeda dari konsumen.

2) Banyak konsumen yang mulai beralih pada brand lain.

3) Tingginya harga bahan mentah.

4) Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan secara nasional.

5) Adanya pesaing baru dari produk yang sama dengan berbagai varian.

6) Masih kurangnya kesadaran dari masyarakat akan hidup sehat dan gaya hidup sehat.

120 4. Perhitungan Faktor-faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.

Tabel 4.1 Kekuatan (Strength)

No I T E M BOBOT SKALA NILAI

1.

2.

3.

4.

5.

Distribusi You C1000 banyak terbantu karena jaringan distribusi kelompok PT. Djojonegoro dan PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical yang terkenal tangguh.

Gencarnya promosi di media massa, TV dan sponsor dalam event-event tertentu. Iklan You C1000 menggunakan Miss Universe setiap tahun,sesuai dengan pergantian dari Mrs.Universe itu sendiri dengan tujuan selain pasar dalam negeri juga pasar luar negeri, dapat mencuri perhatian masyarakat di pasaran sebagai simbol gaya hidup sehat.

Memiliki strategi sistem pemasaran dan publikasi yang terstruktur terhadap konsumen.

Memiliki bayak varian rasa yang berbeda.

0,25 0,2 0,2 0,2 0,15 5 4 4 4 3 1,25 0,8 0,8 0,8 0,45 JUMLAH 1,00 4.1 Skala Penilaian :

1. Sangat Tidak Penting 2. Tidak Penting 3. Cukup Penting 4. Penting 5. Sangat Penting Tabel 4.2 Kelemahan (Weakness)

No I T E M BOBOT SKALA NILAI

1.

2.

3.

Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar.

You C1000 hanya berbasis pada katagori minuman dan belum merambah ke sektor lain.

Biaya Produksi yang tinggi

0,20 0,25 0,3 2 3 4 0.4 0.75 1.12

121 4. Kurang meratanya sistem pendistribusian

di setip wilayah kerja masing-masing.

0,25 3 0.75

JUMLAH 1,00 3,02

Skala Penilaian :

1. Sangat Tidak Penting 2. Tidak Penting 3. Cukup Penting 4. Penting 5. Sangat Penting Table 4.3 Peluang (Opportunity)

No I T E M BOBOT SKALA NILAI

1.

2.

3.

4.

Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk di kembangkan. Produk minuman kesehatan mampu berkembang di pasaran dan memiliki jumlah peminat yang besar.

Minuman kesehatan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesejahteraan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tubuh.

Distribusi tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga YOU C1000 mudah menarik pelanggan di seluruh wilayah di Indonesia. 0,26 0,26 0,22 0,26 5 5 4 5 1,3 1,3 0,88 1,3 JUMLAH 1,00 4,78 Skala Penilaian :

1. Sangat Tidak Penting 2. Tidak Penting 3. Cukup Penting 4. Penting 5. Sangat Penting

122 Tabel 4.4

Ancaman (Threat)

No I T E M BOBOT SKALA NILAI

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pesaing-pesaing baru yang masuk dalam bisnis yang mencoba menggarap pasar baru atau mencari posisi baru yang berbeda dari konsumen.

Banyak konsumen yang mulai beralih pada brand lain.

Tingginya harga bahan mentah.

Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan secara nasional.

Adanya pesaing baru dari produk yang sama dengan berbagai varian.

Masih kurangnya kesadaran dari masyarakat akan hidup sehat dan gaya hidup sehat. 0,18 0,16 0,16 0,16 0,18 0.16 4 3 3 3 4 3 0,72 0,48 0,48 0,48 0.72 0.48 JUMLAH 1,00 2,4 Skala Penilaian :

1. Sangat Tidak Mengancam 2. Tidak Mengancam 3. Cukup Mengancam 4. Mengancam

5. Sangat Mengancam

Dari hasil analisis tersebut menghasilkan : Strength = 4.1

Weakness = 3.02 S + W = 4.1 - 3.1 = 1.08 Opportunity = 4.78 O + T = 4.78 – 2.4 = 2.38 Treatment = 2.4

Untuk selanjutnya, agar dapat diketahui strategi berdasarkan data-data nilai eksternal dan internal digunakan matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan

123 Gambar 4.1 MATRIKS SWOT O Strategi Strategi Putar Haluan Agresif

2.38 S 1.08 W Strategi Strategi Bertahan Diversifikasi T

Berdasarkan Matriks SWOT tersebut diatas, maka strategi pemasaran minuman kesehatan You C1000 Di PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical berada pada posisi Strategi Agresif atau Kuadran I (nilai 2.38 untuk peluang dan 1.08 untuk kekuatan). Ini berarti bahwa usaha jasa minuman kesehatan You C1000 yang dilakukan berada pada kondisi yang paling menguntungkan, banyak kesempatan dan kekuatan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada saat multi krisis seperti sekarang ini.

124 D. KESIMPULAN DAN SARAN.

1. Kesimpulan

Berdasarkan pada bab hasil analisa dan pembahasan, penulis akan menarik kesimpulan dari hasil penelitian atau penulisan ini. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagai berikut :

a.

Strategi pemasaran minuman

kesehatan You C1000 di PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical dalam analisa matrik SWOT menunjukkan strategi tersebut dalam posisi strategi agresif atau berada pada kuadran I atau kuadran pertumbuhan dimana perusahaan memiliki kekuatan untuk menghadapi persaingan serta memiliki kesempatan yang baik.

b.

Analisa strategis memberikan gambaran bahwa PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical memiliki kekuatan yang sangat baik. Kelemahan yang diperoleh dari analisa tersebut menunjukkan suatu kelemahan yang tidak sulit diperbaiki maupun ditingkatkan oleh PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical. Disamping itu juga minuman kesehatan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesejahteraan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan stamina tubuh. Salah satu faktor ancaman adalah munculnya pesaing-pesaing dengan Brand yang sama.

2. Saran-Saran

Pada bab penutup, penulis mencoba memberikan saran-saran yang mungkin berguna bagi PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical. Adapun saran-saran adalah sebagai berikut:

1. Pembenahan dan pengembangan kualitas sumberdaya manusia dalam hal penerapan strategi pemasaran yang efektif, Meningkatkan kemampuan pemasaran untuk memanfaatkan peluang permintaan

pasar yang relatif belum terpenuhi mengenai minuman kesehatan You C1000 yang varian rasanya lebih banyak.

2. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas minuman kesehatan You C1000 yang semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesejahteraan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan stamina tubuh.

3. Menggali pangsa pasar potensial (potensial market) yang ada dengan mengoptimalkan kinerja bagian pemasaran untuk memperluas pangsa pasar yang sudah ada mengingat masih besarnya pangsa pasar yang belum dapat diraih.

4. Pemerataan pendistribusian di setiap tempat,agar konsumen dengan mudah untuk mendapatkanya.

5. Meningkatkan program promosi regenerasi untuk peminum baru,sebagai strategi pemasaran jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Basu Swasta. 2000. Manajemen Penjualan. Yogyakarta : Penerbit BPFI.

_____. 2008. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta : Liberty.

_____. 2001. Manajemen Pemasaran Modern, Yogyakarta : BPFE.

Buchari Alma. 2002. Manajemen Pemasaran. Edisi Kedua. Cetakan Kedelapan. Jakarta : Penerbit Liberty.

_____. 2004. Azas-azas Marketing. Yogyakarta : Liberty.

Craven. 2004. Strategic Marketing, 7th Ed, Mc Graw-Hill, Singapore Duncan. Djaslim Saladin. 2003. Manajemen

Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Edisi Kedua. Bandung : CV. Linda Karya.

125 _____. 2002. Manajemen Pemasaran Jasa,

Bandung : Penerbit Alfabeta.

Fandy Tjiptono. 2009. Strategi Pemasaran, edisi kedua, cetakan ketujuh, Penerbit : Andi Offset, Yogyakarta.

Gregorius Chandra. 2002. Strategi dan Program Pemasaran. Andi, Yogyakarta.

Hendra Teguh. 2000. Manajemen Pemasaran, Jilid 2, Jakarta : PT Prenhallindo.

Henry Simamora. 2000. Manajemen Pemasaran Internasional. Jilid kedua. Jakarta : Salemba Empat.

Kotler & Amstrong. 2008. Principles of

Marketing. 12 Edition. Pearson

Education,Inc., New Jersey.

_____. 2001. Riset Pemasaran, Cetakan Keempat, Gramedia, Jakarta.

_____. 2001. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan. Kontrol. Jakarta : PT. Prehallindo. _____. 2004. Manajemen Pemasaran Jilid 2.

Terjemahan Drs. Benyamin. Molan. PT Indeks Kelompok Gramedia.

Kurtz. 2008. Principle of Marketing, 12th edition, Prentice. Hall, New Jersey. Masri Singarimbun. 2006. Metode Penelitian

Survai. Jakarta : Pustaka LP3ES.

Moekijat, 2000. “Kamus Manajemen” ,Penerbit CV. Mandar Maju, Bandung. Philip Kotler dan Keller. 2009. Manajemen

Pemasaran, Edisi 13 Jilid 1. Jakarta. Sistaningrum. 2002. Manajemen Penjualan

Produk. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Sofyan Assaury. 2008. Manajemen Produksi

Dan Operasi, Jakarta : Lembaga Penerbit. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sugiono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Sutisna. 2001. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. PT. Remaja. Swastha dan irawan. 2002. Manajemen

Pemasaran Modern. Penerbit Liberty. Yogyakarta.

Tjiptono. 2001. Strategi Pemasaran. Edisi Pertama. Andi Ofset. Yogyakarta. _____. 2002. Strategi Pemasaran, Andy

Offset, Yogyakarta.

Usmara. 2003. Strategi Beru Manajemen Pemasaran. Amara Books : Jakarta. Wahyudi. 2004. Manajemen Sumber Daya

Manusia. Untuk Perusahaan. Jakarta : Raja Grafindo.

Yevis Marty Oesman. 2002. Perilaku Konsumen Dan Pemasaran Strategi. Lida Karya : Bandung.

126 Asas Demokrasi dan Partai Politik Lokal

Di Provinsi Aceh Oleh : Muhammad Jafar AW

Latar belakang munculnya partai politik lokal di Aceh adalah disepakatinya persyaratan dari Gerakan Aceh Merdeka berupa keberadaan partai politik lokal di Aceh oleh pemerintah Republik Indonesia dalam Memorandum Of Understanding Helsinki sebagai upaya untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berkepanjangan di Nanggroe Aceh Darusalam. Dalam tulisan ini dapat disimpulkan pula bahwa kehadiran partai politik lokal dalam sistem kepartaian Indonesia membawa implikasi berupa amandemen pada undang-undang pemerintahan Aceh guna mengakomodasi keberadaan partai politik lokal di Aceh yang berlaku sebagai lex specialis derograt lex generale. Keberadaan partai politik lokal di Aceh juga turut membawa implikasi berupa menurunnya perolehan suara partai politik nasional dalam pemilihan umum lokal yang dilaksanakan pada tahun 2009 dan 2014 di Aceh, dimana Partai Aceh berhasil mendominasi dalam perolehan suara jauh di atas partai politik nasional dan partai politik lokal lainnya. Pemerintah hendaknya memberikan saluranaspirasi bagi partai politik lokal Aceh di tingkat nasional mengingat ruang gerakpartai politik lokal dalam menyampaikan aspirasi rakyat Aceh di tingkat nasional yang terbatas.

Kata Kunci : Demokrasi, Partai Politik, Partai Politik Lokal

PENDAHULUAN

Negara Indonesia adalah negara yang menganut paham demokrasi, dimana negara menjamin partisipasi masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan berpolitik dengan bebas, tanpa tekanan namun tetap dalam koridor hukum dan undang-undang. Hal ini dapat ditemukan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dimana negara menjamin kemerdekaan untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Hal ini dilakukan sebagai wujud partisipasi politik masyarakat dalam menyampaikan aspirasi politiknya untuk pembangunan bangsa sesuai dengan kehendak dan cita-cita rakyat.

Setiap warga negara Indonesia mempunyai kebebasan untuk menyampaikan usulan-usulan atau aspirasi-aspirasi yang dimilikinya yang bertujuan untuk membangun dan memajukan bangsa dan negara. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari upaya partisipasi masyarakat

dalam proses pembangnan bangsa. Oleh karena itu diperlukan suatu sarana atau alat yang dapat menampung semua aspirasi yang dimiliki oleh seluruh rakyat tersebut. Dalam hal ini sarana yang dirasa paling tepat dalam menempung dan menyampaikan aspirasi rakyat tersebut adalah partai politik. Dihubungkan dengan Undang-Undang Dasarsebuah negara, maka partai politik merupakan pelembagaan dari kebebasan warga negara untuk berserikat dan berkumpul yang telah dijamin oleh undang-undang dasar. Hal itu berarti, partai politik berfungsi sebagai pemberi wadah dari hak yang dimiliki oleh setiap warga negara untuk berserikat atau berkumpul. Dengan wadah itu, maka apa yang menjadi nilai, keyakinan atau tujuan sekelompok warga negara dapat mereka perjuangkan secara lebih sistematis dan dijamin oleh hukum.

Partai politik merupakan komponen penting dari sistem politik moderen, yang bersendikan perwakilan politik. Negara moderen yang tidak memungkinkan lagi

127 menerapkan demokrasi langsung, baik

disebabkan wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, maupun diferensiasi social dari warga negara, memerlukan lembaga dan struktur sosial politik yang memungkinkan warga negara sebagai pemilik negara yang sesungguhnya berpartisipasi menentukan bentuk dan arah perjalanan kehidupan bersama. Di antara lembaga dan struktur politik itu adalah badan perwakilan dan partai politik.

Keberadaan partai politik di Indonesia sendiri telah dimulai sejak pemerintah hindia belanda mencanangkan politik etis pada tahun 1908. Dengan adanya politik etis ini, maka banyak kalangan cerdik pandai kaum bumiputera yang mulai tergerak untuk ikut serta dalam kehidupan ketatanegaraan melalui berbagai organisasi kemasyarakatan. Pelopor utama dari organisasi kemasyarakat tersebut adalah boedi oetomo. Dinamika sistem ketatanegaraan yang terjadi di Indonesia turut merubah tatanan partai politik di tanah air. Seiring dengan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 maka telah diundangkan berbagai produk perundang-undangan yang mengakomodasi dan mengatur berbagai aspek mengenai partai politik. Hal ini menyebabkan bermunculannya partai politik dengan berbagai ideologi yang mengusung dan memperjuangkan visi dan misinya masing-masing.

Sejak pemilu pertama kali yang diselenggarakan pada tahun 1955 Indonesia telah melakukan 10 kali pemilihan umum yang dilakukan secara teratur setiap 5 tahun sekali. Pemilu pada pertengahan tahun 2009 menjadi istimewa dari pada pemilu periode sebelumnya karena juga diikuti oleh partai politik lokal Aceh. Terhitung ada 6 partai politik lokal Aceh yang mengikuti pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat Aceh dan pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat kabupaten/kota. Sejak awal issu mengenai partai politik lokal menjadi perdebatan yang cukup pelik baik di kalangan akademisi maupaun di kalangan praktisi hukum tata negara Indonesia. Adanya fakta bahwa

perangkat hukum yang ada pada saat itu belum bisa mengakomodasi keberadaan partai politik lokal dan kekhawatiran akan bermunculan banyak partai politik-partai politik lokal di banyak daerah yang akan memicu disintegrasi menjadi alasan bagi kalangan yang tidak setuju dengan keberadaan partai politik lokal.

TINJAUAN PUSTAKA