• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT)

B. Hasil Penelitian

1) Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT)

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu adalah merupakan unsur

29 penyelenggaraan pemerintah

kabupaten, yang dipimpin oleh kepala badan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu mempunyai

tugas melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi di bidang perizinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplifikasi, keamanan dan kepastian.

a. Rekapitulasi IKM di Unit Pelayanan BPPT Tabel 4.13

Rekapitulasi IKM Per Unit Pelayanan dan Per Ruang Lingkup SurveyUnit Pelayanan: BPPT NO UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR

PELAYANAN NILAI RATA2 TERTIMBANG NILAI INDEKS 1 Persyaratan 2.96 0.11 0.33 2 Prosedur 2.93 0.11 0.33 3 Waktu pelayanan 2.4 0.11 0.27 4 Biaya/Tarif 2.93 0.11 0.33

5 Produk Spesifikasi Jenis

Pelayanan 2.8 0.11 0.31

6 Kompetensi Pelaksana 2.96 0.11 0.33

7 Perilaku Pelaksana 2.88 0.11 0.32

8 Maklumat Pelayanan 2.46 0.11 0.27

9 Penanganan Pengaduan,

Saran dan Masukan 2.36 0.11 0.26

JUMLAH NILAI INDEKS 2.74 IKM 68.6 MUTU PELAYANAN B KINERJA UNIT PELAYANAN BAIK Sumber : Data Primer, diolah 2014

Berdasarkan data tersebut, secara keseluruhan pelayanan yang diberikan BPPT termasuk kategori baik. Namun demikian, menurut para responden, tiga dari 9 unsur yang dievaluasi nilainya masih rendah yaitu unsur waktu pelayanan, Maklumat Pelayanan, Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan. Sedangkan enam unsur lainnya dinilai baik.

Oleh karenanya atas dasar tiga unsur yang nilainya masih kurang tersebut, dapat disimpulkan bahwa dari sisi masyarakat yang mengajukan permohonan pelayanan masih banyak yang belum memahami waktu pelayanan, Maklumat Pelayanan, Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan.

Secara grafik bila dilihat dari nilai unsur pelayanan,

30 maka akan terlihat sebagai berikut:

Grafik 4.4 Nilai Unsur Pelayanan Unit Pelayanan BPPT

b. Rekapitulasi IKM Per unit Pelayanan di PDAM

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai salah satu perusahaan plat merah milik daerah memegang peranan yang sangat penting, karena produk yang dihasilkannya sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat bukan hanya sebagai kebutuhan untuk keperluan konsumsi tetapi juga bagi kebersihan dan tingkat kesehatan masyarakat. Menurut Kepala Bagian Hubungan Pelanggan, PDAM Tirta Berkah Pandeglang hingga saat ini sudah memiliki 19.861 sambungan pelanggan yang tersebar di beberapa wilayah kerja. Untuk menambah jumlah pelanggan, pada 2014 perusahaan plat merah ini menargetkan penambahan pelanggan baru sebanyak 1.500 sambungan. Dari jumlah target itu hingga Agustus 2014 sudah tercapai 800 sambungan pelanggan baru yang tersebar di seluruh

wilayah Kabupaten Pandeglang. ( Http://perpamsi.or.id/pdam- members/read/82/pdam-tirta-berkah-kabpandeglang.html). Sejalan dengan bertambahnya pelanggan tentu harus diimbangi dengan kualitas pelayanan, baik terkait dengan kelancaran distribusi air, kualitas air maupun ketepatan pendataan penggunaan air tiap bulan. Untuk mengetahui apakah kualitas pelayanannya sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat pelanggan dan sesuai dengan standar pelayanan publik sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, maka di bawah ini dikemukakan pendapat masyarakat pelanggan PDAM yang menjadi responden dalam survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pandeglang, yang dituangkan pada Tabel dan grafik berikut.

31 Tabel 4.14

Rekapitulasi IKM Per Unit Pelayanan Dan Per Ruang Lingkup Survey

Unit Pelayanan : PDAM NO UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR

PELAYANAN

NILAI RATA2

TERTIMBANG NILAI INDEKS

1 Persyaratan 3.18 0.11 0.35

2 Prosedur 3.21 0.11 0.36

3 Waktu pelayanan 3.31 0.11 0.37

4 Biaya/Tarif 3.18 0.11 0.35

5 Produk Spesifikasi Jenis

Pelayanan 3.06 0.11 0.34

6 Kompetensi Pelaksana 3.25 0.11 0.36

7 Perilaku Pelaksana 3.15 0.11 0.35

8 Maklumat Pelayanan 3 0.11 0.33

9 Penanganan Pengaduan,

Saran dan Masukan 3.25 0.11 0.36

JUMLAH NILAI INDEKS 3.18

IKM 79.4

MUTU PELAYANAN B

KINERJA UNIT PELAYANAN BAIK Sumber : Data Primer, diolah, 2014

32 Kebutuhan air bersih

bahkan sudah menjadi prioritas target pembangunan suatu bangsa, hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Bupati Pandeglang bahwa: “ke depan PDAM Pandeglang harus dapat meningkatkan jumlah cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Dengan begitu, target cakupan yang diharapkan MDG’S pada 2015 di perkotaan sekitar 80% dan pedesaan 60% dari jumlah kebutuhan penduduk bisa tercapai”.

Dalam perjalanan usahanya ternyata PDAM juga

telah memperoleh

keuntungan yang signifikan sehingga secara riil sebenarnya ikut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang, bahkan PDAM Pandeglang telah mampu pemberian santunan kepada anak yatim piatu duafa yang bertempat tinggal di sumber air usahanya. Atas keberhasilannya ada beberapa karyawan yang mendapat penghargaan di antaranya petugas pembaca meter pelanggan, pegawai yang bekerja di atas 25 tahun dan

para pensiunan.

(Http://bharatanews.com/beri ta-860-pdam-pandeglang-untung-gede-santuni-duafa)

Untuk memastikan prestasi yang telah dicapai oleh PDAM Pandeglang, maka berikut ini kami kemukakan hasil survei, bahwa berdasarkan data yang masuk atas jawaban masyarakat pelanggan PDAM sebagai mana tertuang pada Tabel

4.14, dapat diketahui bahwa semua unsur pelayanan publik pada memperoleh nilai indeks 3,18 dengan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) = 79,4. Angka tersebut menurut Tabel Nilai Persepsi masuk kategori mutu pelayanan “B”, artinya secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pelayanan publik telah dijalankan sebagaimana mestinya, dengan demikian tingkat kinerja PDAM Kabupaten sudah termasuk “kategori baik”.

Namun demikian ternyata masih ada pelanggan yang merasa kurang mendapat pelayanan yang baik, hal ini sebagaimana dikemukakan oleh beberapa pelanggan yang mengeluhkan tentang ketidakakuratan pendataan penggunaan air, sehingga ada masyarakat yang biasanya hanya membayar kecil per bulan tiba-tiba membengkak harus bayar cukup besar, di samping itu juga ada yang mengeluhkan terkait penyaluran air yang terkadang tersendat pendistribusiannya.

Jadi walaupun PDAM telah mendapat prestasi dan hasil survei yang menunjukkan kategori/berkinerja baik, tetapi dengan masih adanya keluahan pelanggan tersebut, maka ada baiknya pihak PDAM

Pandeglang tetap

memperhatikan dan merespon secara proporsional untuk dilakukannya perbaikan-perbaikan pelayanan di semua aspek dengan lebih memperhatikan aktivitas karyawannya dalam

33 menjalankan tugasnya

sehari-hari, pengontrolan sumber mata air dan kerusakan sarana-prasarana

penyalurannya.

c. Rekapitulasi IKM Per unit Pelayanan di DPKPA dan UPT PBB Kecamatan Pandeglang

Dinas Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset (DPKPA) merupakan instansi yang sangat berperan terhadap kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah, pembangunan maupun kemasyarakatan. Sebab instansi inilah yang menentukan besar kecilnya pendanaan yang dapat dipakai oleh Pemerintah Daerah beserta Satuan-satuan Kerjanya.

Tugas dari instansi ini terutama bagaimana menggali potensi keuangan, memungut, mengumpulkan, menggunakan sampai mengendalikan sumber pendanaan oleh

Pemerintah Daerah. Jadi

aktifitas kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber pendanaan yang diperoleh dan dikelola oleh instansi ini.

nstansi ini dalam menjalankan tugasnya harus memiliki payung hukum yang jelas dan pasti agar memiliki legitimasi yang kuat. Untuk itu pengenaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah harus ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda). Isi dari Peraturan Daerah tersebut di dalamnya harus berisi program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah.

Untuk mengetahui pelayanan publik yang telah dijalankan oleh instansi ini, berikut hasil survei atas tanggapan masyarakat yang telah mendapat layanan, sebagaimana tertuang pada tabel berikut.

Tabel 4.15

Rekapitulasi IKM Per Unit Pelayanan Dan Per Ruang Lingkup Survey Unit Pelayanan: DPKPA dan UPT PBB Kecamatan Pandeglang NO UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR

PELAYANAN NILAI RATA2 TERTIMBANG NILAI INDEKS 1 Persyaratan 3.19 0.11 0.35 2 Prosedur 3.16 0.11 0.35 3 Waktu pelayanan 2.98 0.11 0.33 4 Biaya/Tarif 2.98 0.11 0.33

5 Produk Spesifikasi Jenis

34

6 Kompetensi Pelaksana 3.1 0.11 0.34

7 Perilaku Pelaksana 3.08 0.11 0.34

8 Maklumat Pelayanan 3 0.11 0.33

9 Penanganan Pengaduan,

Saran dan Masukan 3 0.11 0.33

JUMLAH NILAI INDEKS 3.07 IKM 76.6 MUTU PELAYANAN B KINERJA UNIT PELAYANAN BAIK Sumber : Data Primer, diolah 2014

Dalam rangka menjamin sukses pencapaian target pembangunan sesuai arah kebijakan fiskal Tahun Anggaran 2014 dan menindaklanjuti Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor S-840/MK.05/2014 yang menyangkut tingkat kepatuhan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya dan menjamin kepatuhan Bendahara Pengeluaran dalam melaksanakan kewajiban menangani perpajakan, baik kewajiban

pemotongan/pemungutan maupun penyetoran pajak atas realisasi pembayaran guna memastikan pelaksanaan belanja daerah yang proporsional.

Berdasarkan surat Menteri di atas menunjukkan bahwa pemerintah menuntut adanya komitmen dari Pimpinan Pemerintah Daerah, pejabat pengelola keuangan daerah serta para bendahara yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah bagi kebutuhan dan kemajuan masyarakat Pandeglang.

Di samping itu tuntutan yang perlu direalisasikan

adalah kelancaran dan kecepatan pelayanannya. Untuk mewujudkan hal ini Dinas Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset perlu kesiapan yang memadai, baik kesiapan aparatur, sistem layanan, sarana-prasarana maupun transparasi biaya/tarifnya, semua itu telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2014. yang memuat sembilan kriteria pelayanan publik.

Berdasarkan hasil

pengumpulan data

sebagaimana tertuang dalam Tabel 4.15 di atas, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan unsur pelayanan publik terutama terkait dengan pelayanan pajak dan retribusi daerah memperoleh nilai indeks 3,07 dan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) = 76,6. Angka tersebut menurut Tabel Nilai Persepsi masuk kategori mutu pelayanan “B”, jadi dapat dikemukakan bahwa pelayanan publik telah dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan,

35 Pendapatan dan Aset (DPKPA)

Kabupaten Pandeglang dengan tingkat kinerja masuk “kategori baik”.

Namun demikian bila kita cermati ada dua unsur layanan yaitu 1) Kepastian jangka waktu pelayanan dan 2) kejelasan biaya/tarif

pelayanan, masih

memperoleh nilai di bawah 0,3. Jadi walaupun nilai ini masih termasuk “mutu pelayanan baik”, tetapi angka ini harus mendapat perhatian dari instansi tersebut, sebab bila tidak dilakukan

pembenahan secara intensif tidak menutup kemungkinan di waktu mendatang akan semakin menurun nilainya, hal ini berarti masyarakat akan semakin tidak puas, karena layanan yang diberikan kurang ada kepastian waktu penyelesaiannya dan masyarakat akan berasumsi masih kurangnya transparansi dalam pengenaan tarif layanan. Data di atas, bila disajikan dalam bentuk grafik maka Nilai Unsur Pelayanan akan terlihat seperti berikut ini:

Grafik 4.6 Nilai Unsur Pelayanan Unit Pelayanan DPKPA dan UPT PBB Kecamatan Pandeglang

d. Rekapitulasi IKM Per unit Pelayanan di Disdukcapil, Kecamatan, Kelurahan dan desa

Administrasi

kependudukan pada suatu masyarakat modern merupakan aspek yang mendasar, baik bagi pihak pemerintah maupun bagi warga masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu penanganan kependudukan perlu ditertibkan

secara konkrit dan legal. Di Kabupaten Pandeglang hal ini dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, yang menyebutkan bahwa:

Penduduk Kabupaten Pandeglang adalah setiap orang, baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing

36 (WNA) yang bertempat

tinggal dalam wilayah Kabupaten Pandeglang. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pandeglang merupakan instansi pelaksana yang bertanggungjawab dan berwenang melaksanakan pelayanan dalam urusan administrasi

kependudukan.

Sedangkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) sebagai satuan kerja di tingkat Kecamatan yang melaksanakan pelayanan pencatatan sipil dengan kewenangan menerbitkan akta. Selanjutnya Pencatatan Sipil adalah pencatatan Peristiwa Penting yang dialami oleh seseorang dalam register Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana.

Dokumen

kependudukan di antaranya meliputi: 1) Kartu Keluarga (KK) sebagai identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga; 2) Kartu Tanda Penduduk (KTP) juga merupakan identitas resmi penduduk sebagai bukti

diri yang diterbitkan oleh Dinas dan berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedangkan 3) Akta Catatan Sipil sebagai Catatan Otentik hasil pencatatan tentang peristiwa kelahiran, perkawinan dan perceraian bagi yang bukan beragama Islam, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, kematian, perubahan nama dan

perubahan status

kewarganegaraan.

Berdasarkan Perda tersebut menunjukkan bahwa instansi ini harus bertanggung jawab atas tertibnya pengelolaan kependudukan di Kabupaten Pandeglang, di samping itu sangat berperan membantu kelancaran urusan individu warga maupun bagi kemajuan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu pelayanan publik terkait kependudukan mutlak untuk

terus dilakukan

penyempurnaa-penyempurnaan. Untuk mengetahui sejauh mana pelayanan kependudukan ini telah dijalankan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil beserta instansi terkait di bawahnya dapat diketahui pada Tabel 4.16.

Tabel 4.16

Rekapitulasi IKM Per Unit Pelayanan Dan Per Ruang Lingkup Survey Unit Pelayanan: Kependudukan

(Disdukcapil, Kecamatan, Kel Dan Desa) NO UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR

PELAYANAN NILAI RATA2 TERTIMBANG NILAI INDEKS 1 Persyaratan 3.25 0.11 0.36 2 Prosedur 3.16 0.11 0.35

37

3 Waktu pelayanan 3.13 0.11 0.35

4 Biaya/Tarif 3.12 0.11 0.35

5 Produk Spesifikasi Jenis

Pelayanan 3.12 0.11 0.35

6 Kompetensi Pelaksana 3.15 0.11 0.35

7 Perilaku Pelaksana 3.13 0.11 0.35

8 Maklumat Pelayanan 2.86 0.11 0.32

9 Penanganan Pengaduan,

Saran dan Masukan 2.85 0.11 0.32

JUMLAH NILAI INDEKS 3.09 IKM 77.1 MUTU PELAYANAN B KINERJA UNIT PELAYANAN BAIK Sumber : Data primer, diolah 2012

Data base

kependudukan sangat penting bagi perumusan kebijakan pemerintah daerah yang akurat, hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Bupati Pandeglang, bahwa data kependudukan menjadi salah satu acuan oleh pemerintah daerah dalam penyusunan rencana sampai program pembangunan, baik yang menyangkut pengalokasian anggaran maupun pelayanan publik, karena itu data kependudukan tersebut harus benar-benar valid. Disebutkan pula bahwa program pembuatan E-KTP merupakan upaya pemerintah guna

memperoleh data

kependudukan yang valid. Setelah ada E-KTP maka tidak mungkin satu orang memiliki lebih dari satu kartu tanda penduduk.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil perlu terus melakukan perekaman biodata warga untuk

pembuatan E-KTP, serta melakukan pelayanan "jemput bola", agar seluruh warga Pandeglang yang telah wajib memiliki E-KTP bisa mempunyai kartu identitas tersebut. Bila sebelumnya warga yang datang ke kecamatan untuk direkam, maka sekarang petugas harus mendatangi rumah penduduk. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan benar-benar memahami aturan dan masalah teknis lainnya untuk melakukan pendataan penduduk. Berdasarkan data sampai tahun 2013 jumlah penduduk Pandeglang, tercatat 1.202.679 yang tersebar di 339 kelurahan/desa dan 35 kecamatan. (http://www.iyaa.com/berita/ nasional/ umum/3222123_1124.html) Memperhatian uraian di atas menunjukkan bahwa Kepala Daerah Kabupaten

38 Pandeglang menghendaki

adanya penanganan kependudukan yang benar-benar profesional, terutama terkait dengan pelayanan publik di bidang kependudukan. Berdasarkan hasil pengumpulan data sebagaimana tertuang pada Tabel 4.16, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan unsur pelayanan publik bidang kependudukan terutama terkait Akta Catatan Sipil, kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) memperoleh nilai indeks 3,09 dan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) = 77,1. Angka tersebut menurut Tabel Nilai Persepsi masuk kategori mutu pelayanan “B”, jadi dapat dikemukakan bahwa pelayanan kependudukan telah dijalankan oleh Dinas

Kependudukan dan

Pencatatan Sipil Kabupaten Pandeglang beserta instansi terkait di bawahnya

(Kecamatan dan

Desa/Kelurahan) dengan tingkat kinerja masuk “kategori baik”.

Namun demikian berdasarkan informasi dari masyarakat yang melakukan pengurusan surat-surat kependudukan ternyata masih banyak keluahan, mereka mengatakan bahwa yang akan

mengurus surat

kependudukan harus mempersiapkan: mental, kesabaran, keuangan, tenaga serta meluangkan cukup waktu, atau menggunakan calo/suruh orang lain bagi yang sibuk kerja, hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kependudukan dirasakan masih berbelit-belit, tidak mudah, lambat dan memerlukan biaya yang memadai.

Dari Nilai Unsur Pelayanan pada tabel 4.16, selanjutnya disajikan dalam bentuk grafik:

Grafik 4.7 Nilai Unsur Pelayanan Unit Pelayanan Kependudukan (Disdukcapil, Kecamatan, Kelurahan dan Desa)

39 Dicontohkan

persyaratan untuk membuat Akta Kelahiran antara lain: Foto copy KTP Suami Istri, Foto copy Surat Nikah, Foto copy Kartu Keluarga, Surat Keterangan Kesaksian dari Desa (bila anak sudah di atas usia 60 hari ), Foto copy KTP saksi dan denda Rp. 100.000,- karena anak sudah di atas usia 60 hari serta ada biaya Rp. 20.000 untuk saksi dari Kantor Catatan Sipil, padahal sudah ada saksi dari desa dan desa lah yang lebih tau/lebih dekat.

Selain itu bagi yang menggunakan kartu keluarga (KK) lama harus diganti dengan yang baru, yang tentunya harus ada pengantar lagi dari desa dan kecamatan serta biaya pembuatan KK baru tersebut, kemudian masih ada satu persyaratan yang harus di lengkapi yaitu blanko F.1.15, blanko tersebut tidak disediakan di Kantor Disdukcapil tetapi beli di tempat foto copy kantor tersebut. Semua ini adalah realita permasalahan di

lapangan yang perlu terus dibenahi baik mekanismenya, aparaturnya serta rasionalitas persyaratannya, sehingga pelayanan kependudukan benar-benar terlihat profesional, transparan dan elegan.

(http://rolenxarea.blogspot.co m)

e. Rekapitulasi IKM per unit pelayanan di

Dinsosnakertrans Dinsosnakertrans merupakan instansi otonom yang ada di Kabupaten Pandeglang yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam masalah – masalah sosial dan urusan ketenagakerjaan. Pelayanan langsung yang diberikan oleh Disnakertrans berupa pemberian Kartu Kuning bagi masyarakat pencari kerja yang akan mencari pekerjaan khususnya yang menjadi persyaratan untuk bekerja di lingkungan pemerintahan.

Tabel 4.17

Rekapitulasi IKM Per Unit Pelayanan dan Per Ruang Lingkup Survey Unit Pelayanan: Dinsosnaker

NO UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR PELAYANAN NILAI RATA2 TERTIMBANG NILAI INDEKS 1 Persyaratan 3.12 0.11 0.35 2 Prosedur 3.1 0.11 0.34 3 Waktu pelayanan 3.1 0.11 0.34 4 Biaya/Tarif 2.85 0.11 0.32

5 Produk Spesifikasi Jenis

Pelayanan 2.7 0.11 0.30

40

7 Perilaku Pelaksana 3.3 0.11 0.37

8 Maklumat Pelayanan 2.75 0.11 0.31

9 Penanganan Pengaduan,

Saran dan Masukan 2.67 0.11 0.30

JUMLAH NILAI INDEKS 2.95 IKM 73.7 MUTU PELAYANAN B KINERJA UNIT PELAYANAN BAIK Sumber : Data Primer, diolah 2014

Berdasarkan tabel 4.17 maka dapat diketahui bahwa pelayanan kartu kuning untuk para pencari kerja di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki kinerja yang sudah baik. Hal ini terlihat dari Jumlah nilai indeks sebesar 2,95 dan nilai IKM sebesar 73,7 %. Tidak terdapat unsur pelayanan publik yang di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Kabupaten Pandeglang yang memiliki persepsi kurang baik. Masyarakat secara khusus memberikan persepsi yang paling tinggi khususnya pada unsur pelayanan yaitu persyaratan dan perilaku pelaksana.

Data Nilai Unsur Pelayanan sebagaimana yang terdapat pada tabel 4.17, jika disajikan dalam bentuk grafik terlihat sebagai berikut : Grafik 4.8 Nilai Unsur Pelayanan Unit Pelayanan DINSOSNAKER

41 Pada unsur persyaratan

dalam pelayanan,

Dinsosnakertrans memberikan kejelasan persyaratan yang sangat mudah dipahami oleh masyarakat. Ketika persyaratan yang dibawa oleh masyarakat sudah lengkap khususnya beberapa surat pengantar mulai dari RT sampai dengan kelurahan, maka Dinsosnakertrans dapat melayani secara cepat terkait

dengan pemenuhan

pembuatan kartu kuning tersebut. Waktu yang diberikan oleh Disnakertrans sangatlah longgar sesuai dengan waktu kerja yaitu 5 hari dalam seminggu.

Sedangkan pada perilaku pelaksana pelayanan, masyarakat memberikan persepsi yang baik dimana para staf pemberi layanan bersikap ramah dan sopan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Staf pelaksana pelayanan di Disnakertrans dipersepsikan membantu dan tidak

mempersulit dalam pelayanan kepada masyarakat.

f) Rekapitulasi IKM per unit pelayanan di Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan merupakan instansi otonom yang ada di Pemerintahan Kabupaten Pandeglang yang memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan kepada instansi pendidikan (sekolah) mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai dengan SMA yang bertujuan agar masyarakat di Kabupaten Pandeglang memiliki akses dan tingkat pendidikan yang baik sesuai dengan kebijakan pemerintah. Di samping itu juga Dinas pendidikan bertugas untuk membuat kebijakan beberapa aturan teknis pendidikan yang ada di

daerah di dalam

menerjemahkan kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan provinsi.

Tabel 4.18

Rekapitulasi IKM Per Unit Pelayanan Dan Per Ruang Lingkup Survey Unit Pelayanan: Dinas Pendidikan

NO UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR PELAYANAN NILAI RATA2 TERTIMBANG NILAI INDEKS 1 Persyaratan 3.22 0.11 0.36 2 Prosedur 3.09 0.11 0.34 3 Waktu pelayanan 3.08 0.11 0.34 4 Biaya/Tarif 3.02 0.11 0.34

5 Produk Spesifikasi Jenis

Pelayanan 3.08 0.11 0.34

6 Kompetensi Pelaksana 3.18 0.11 0.35

42

8 Maklumat Pelayanan 2.81 0.11 0.31

9 Penanganan Pengaduan,

Saran dan Masukan 2.78 0.11 0.31

JUMLAH NILAI INDEKS 3.06 IKM 76.5 MUTU PELAYANAN B KINERJA UNIT PELAYANAN BAIK Sumber : Data Primer, diolah 2014

Berdasarkan tabel 4.18 maka dapat diketahui bahwa pelayanan Dinas Pendidikan terhadap sekolah baik SD, SMP, SMA/SMK baik negeri maupun swasta telah berjalan dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini terlihat dengan Jumlah nilai indeks sebesar 3,06 dan nilai IKM sebesar 76,5 % yang menunjukan mutu pelayanan di Dinas Pendidikan telah berjalan dengan baik.

Hasil survei di atas menunjukkan bahwa terdapat kesadaran yang tinggi dari Dinas Pendidikan di Kabupaten Pandeglang di dalam memajukan pendidikan masyarakat Pandeglang. Adanya Penilaian umum secara nasional bahwa tingkat pendidikan masyarakat Kabupaten Pandeglang yang tergolong rendah, memicu Dinas pendidikan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan. Hal ini tidak saja ditunjang oleh pelayanan Dinas Pendidikan saja, melainkan juga adanya kesadaran dari pihak sekolah untuk berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Beberapa hal yang memicu

pelayanan pendidikan yang dikategorikan baik tersebut antara lain adanya kebijakan tentang BOS serta akreditasi sekolah. Dengan adanya dua kebijakan tersebut sekolah berlomba-lomba untuk saling meningkatkan pelayanan bagi

masyarakat untuk

mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Hal lainnya juga ditunjang oleh adanya kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.

Secara umum sekolah menilai beberapa aturan dan prosedur pelayanan baik yang menyangkut pelayanan bagi individu guru dan staf ataupun kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang relatif sudah baik.

Meskipun pelayanan pendidikan secara umum yang diberikan oleh Dinas Pendidikan khususnya kepada sekolah mulai dari SD sampai SLTA dinilai sudah baik, tetapi masih terdapat beberapa kekurangan yang masih harus dipenuhi terkait dengan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah antara lain peralatan laboratorium, komputer, dan lapangan olah

43 raga yang perlu disediakan

secara baik bagi setiap sekolah. Berdasarkan data nilai unsur pelayanan pada

tabel 4.18, dapat disajikan dalam bentuk grafk sebagai berikut:

Grafik 4.9 Nilai Unsur Pelayanan Unit Pelayanan Dinas Pendidikan

g) Rekapitulasi UKM per unit pelayanan di RSUD Berkah

RSUD Berkah adalah sebuah bada usaha di bidang pelayanan kesehatan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang memiliki tugas dan fungsi