III. KERANGKA PEMIKIRAN
5.4 Struktur Organisasi
6.2.2 Analisis Lingkungan Industri
Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal perusahaan yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang realtif lebih spesifik dan langsung terhadap kegiatan operasional perusahaan. Menurut Porter, lingkungan industri dibagi menjadi lima,
77 yaitu ancaman pendatang baru, kekuatan tawar pemasok, kekuatan tawar pembeli, ancaman produk substitusi dan persaingan antar industri.
6.2.2.1 Ancaman Pendatang Baru
Masuknya pendatang baru dalam suatu industri akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, antara lain perebutan target pasar, sumber daya, dan penggunaan teknologi. Ancaman pendatang baru tergantung pada hambatan masuk industri yaitu skala ekonomis, differensiasi produk, kebutuhan modal, keunggulan biaya, akses saluran distribusi dan peraturan daerah.
Bila dilihat dari skala ekonomi, setiap pengusaha sate bandeng di Kota Serang tidak harus beroperasi pada skala usaha yang besar. Disamping itu, akses ke bahan baku utama maupun pendukung di pasar juga masih terbuka lebar. Oleh karena itu, siapa saja dapat memulai usaha sate bandeng baik dengan skala kecil maupun besar.
Bila dilihat dari permodalan, untuk memulai usaha ini tidak membutuhkan modal yang besar. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal, yaitu bahan baku berasal dari lokal yang dapat diperoleh dengan mudah sehingga biaya produksi dapat ditekan, dalam memproduksi dapat menggunakan teknologi yang masih sederhana, keterampilan mengolah sate bandeng dapat dipelajari dengan mudah, dan umumnya pendatang baru tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk promosi karena produk yang telah memiliki citra sebagai makanan khas daerah.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa hambatan masuk kedalam usaha sate bandeng tergolong kecil dan hal ini merupakan suatu ancaman bagi kelangsungan usaha sate bandeng Awal Putra Mandiri karena berpotensi memunculkan banyak produsen sate bandeng.
6.2.2.2 Kekuatan Tawar Pemasok
Daya tawar pemasok mempengaruhi intensitas persaingan disuatu industri, khususnya ketika terdapat sejumlah pemasok, atau ketika hanya sedikit bahan mentah pengganti yang bagus, atau ketika biaya peralihan ke bahan mentah sangat tinggi. Bahan baku utama yang digunakan oleh UKM Awal Putra Mandiri yaitu
78 ikan bandeng yang diperoleh dari pasar Rau yang didatangkan langsung dari daerah Pontang. Ikan didaerah tersebut dipilih karena tekstur dagingnya yang lembut, tidak berbau lumpur dan terkenal kelezatannya. Namun, ketika ikan bandeng tidak tersedia di pasar Rau, perusahaan dapat memesan langsung ke tambak atau ke daerah lainnya. Saat ini, budidaya ikan bandeng semakin berkembang dan menyebabkan semakin banyaknya pemasok ikan bandeng di daerah Banten. Tidak hanya di Kecamatan Pontang, pemasok ikan bandeng juga banyak terdapat di Kecamatan Tanara dan Tirtayasa (Kabupaten Serang).
Selain itu, terdapat beberapa daerah lain yang saat ini dikembangkan menjadi sentra produksi ikan tangkap di Banten antara lain di Kecamatan Labuan dan Panimbang (Kabupaten Pandeglang), Terate dan Karangantu (Kabupaten Serang), serta di Kecamatan Kronjo dan Cituis (Kabupaten Tangerang) dimana salah satu produksi ikan budidaya yang dikembangkan adalah ikan bandeng. Berikut merupakan data jumlah produksi ikan bandeng yang berada di Provinsi Banten berdasarkan kabupaten/Kota seperti terlihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Produksi Ikan Bandeng di Provinsi Banten Berdasarkan Kabupaten/Kota Tahun 2010 (Ton)
No Kabupaten/Kota Jumlah Produksi
1 Kab.Serang 1.506 2 Kab.Pandeglang 1.404 3 Kab.Lebak 4 4 Kab.Tangerang 7.480 5 Kota Tangerang - 6 Kota Cilegon - 7 Kota Serang 677
8 Kota Tangerang Selatan -
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, 2010
Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Banten memiliki potensi ikan bandeng yang cukup memadai. Ikan bandeng yang dihasilkan dari setiap tambak yang berada di Kabupaten/Kota di Provinsi Banten kemudian di salurkan kepada para pedagang yang berada disekitar wilayah tersebut. Seperti halnya Kecamatan Pontang (Kabupaten Serang) yang memasarkan ikan bandeng ke Pasar Induk Rau yang berada di wilayah
79 Serang, Karangantu memasarkan ikan bandeng ke Pasar Induk Rau dan Pasar Keramat.
Berdasarkan penjelasan diatas, diketahui bahwa kekuatan tawar menawar pemasok tergolong rendah, hal ini dikarenakan ketersediaan ikan bandeng sebagai bahan baku utama dalam proses pembuatan sate bandeng cukup memadai dan mudah diperoleh, terdapat banyak alternatif pemasok yang dapat memenuhi bahan baku yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kekuatan tawar menawar pemasok yang rendah merupakan peluang bagi UKM Awal Putra Mandiri.
6.2.2.3 Kekuatan Tawar Pembeli
Konsumen memiliki kekuatan tawar yang dapat mempengaruhi intensitas persaingan di dalam suatu industri ketika konsumen terkonsentrasi atau besar jumlahnya, atau membeli dalam jumlah besar. Kekuatan tawar-menawar konsumen juga lebih tinggi ketika yang dibeli adalah produk standar atau tidak terdifferensiasi. Ketika kondisi seperti inilah, konsumen seringkali dapat bernegosiasi tentang harga jual, cakupan garansi, dan paket aksesori hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Sate bandeng yang berada di wilayah Kota Serang memilki karakteristik yang hampir sama baik dari segi rasa maupun harga. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan produk yang akan dibeli sesuai selera mereka. Pembeli dapat mempengaruhi perusahaan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan serta penetapan harga. Pembeli sate bandeng UKM Awal Putra Mandiri merupakan konsumen yang melakukan pembelian dalam jumlah terbatas dan tidak kontinu sehingga konsumen cenderung mengikuti harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen memiliki kekuatan tawar menawar yang kecil.
6.2.2.4 Ancaman Produk Substitusi
Suatu produk dapat menjadi substitusi atau pengganti bagi produk lainjika konsumen menganggap produk tersebut memiliki fungsi yang serupa. Apabila suatu industri tidak dapat meningkatkan kualitas produk mereka, maka produk substitusi akan mengancam keberadaan suatu bisnis tersebut.
80 Produk sate bandeng yang dihasilkan oleh Awal Putra Mandiri dikenal oleh masyarakat luas sebagai salah satu makanan khas daerah Banten. Hal ini menyebabkan semakin banyak juga alternatif makanan khas daerah Banten yang dapat dipilih oleh konsumen. Produk tersebut merupakan makanan yang juga telah dikenal oleh masyarakat sebagai makanan khas daerah Banten, seperti ayam bakakak dan sate bebek. Tingkat harga dari produk substitusi sate bandeng yang beredar di pasaran dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Jenis dan Harga Produk Substitusi Sate Bandeng Tahun 2012
No Nama Produk Satuan Banyaknya Harga Jual
1 Sate Bebek Tusuk 10 Rp 12.000
2 Ayam Bakakak Ekor 1 Rp 30.000
Disamping dijadikan sebagai makanan khas daerah Banten, sate bandeng juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lauk pendamping nasi untuk dikonsumsi sehari-hari dan substitusi dari produk ini adalah ikan bakar, dan produk olahan ikan bandeng lainnya seperti pecak bandeng, pepes bandeng, serta bandeng presto. Untuk produk olahan ikan bandeng lainnya, hingga saat ini belum ada data yang pasti mengenai jumlah industri kecil yang memproduksinya, sedangkan data mengenai banyaknya ikan bakar di Kota Serang dapat dilihat dari jumlah rumah makan yang menyediakan ikan bakar seperti yang terlihat pada Tabel 17.
Banyaknya produk yang dapat menjadi substitusi sate bandeng yang beredar di pasaran dapat menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat yang dapat dipilih dan merupakan suatu ancaman bagi UKM Awal Putra Mandiri untuk mengembangkan usahanya.
81 Tabel 17. Daftar Rumah Makan yang Menyediakan Menu Ikan Bakar di Kota
Serang Tahun 2011
No Nama Rumah Makan Jenis Makanan
1 Dunia Dinamika Nasional
2 Saiki Sea Food
2 Sederhana Padang
3 Gumarang Banten Padang
4 Surya Grup Padang
5 Sari Rasa Sunda
6 RM. Makasar Sea Food, Chinese Food, Nasional
7 Ibu Bandung Sunda
8 Damai Jawa Sunda
9 RM. Dapur Nelayan Sunda
10 RM. Alam Desa Sunda
11 Pondok Makan 211 Nasional
Sumber : Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten, 2011
6.2.2.5 Persaingan Antar Industri
Persaingan yang terjadi diantara produsen sate bandeng di Kota Serang termasuk ketat. Hingga saat ini terdapat delapan produsen yang juga bergerak dalam industri kecil sate bandeng antara lain sate bandeng Awal Putra Mandiri, sate bandeng Maryam, sate bandeng Ibu Mamah, sate bandeng Hj. Maryam, sate bandeng Ibu Mulyati, sate bandeng Ratu, sate bandeng Ibu Aliyah dan sate bandeng Ibu Oneng. Secara umum persaingan yang terjadiantara produsen sate bandeng adalah persaingan daerah pemasaran,produk dan harga jual produk.
Persaingan daerah pemasaran terjadi karena sebagaian besar produsen sate bandeng memperebutkan daerah pemasaran yang sama yaitu daerah Serang, Banten dan sekitarnya. Hal ini dilakukan karena kapasitas produksi yang dihasilkan oleh produsen sate bandeng masih terbatas.
Persaingan produk terjadi karena setiap produsen berlomba-lomba membuat produk yang kreatif dan inovatif serta mengikuti selera pasar yang ada. Hal ini membuat setiap produsen terus meningkatkan kualitas produk mereka dengan terus melakukan inovasi baik itu inovasi dalam hal rasa, ukuran serta kemasan.
Persaingan harga biasanya dilakukan oleh pengusaha dengan memberikan harga yang dapat dijangkau oleh seluruh konsumen. Persaingan harga terjadi
82 karena perusahaan baru seringkali hanya mengambil sedikit keuntungan dari produknya dengan menetapkan harga jual yang lebih rendah dibandingkan perusahaan lain yang telah ada.
Berdasarkan penjelasan diatas diketahui bahwa persaingan yang terjadi antara produsen sate bandeng merupakan suatu ancaman bagi kelangsungan usaha yang dijalankan UKM Awal Putra Mandiri karena pasar yang dituju relatif sama.
83 VII. FORMULASI STRATEGI