B. Analisis SWOT
1) Analisis Lingkungan Internal
Faktor Lingkungan Internal
KEKUATAN KELEMAHAN
1. Telah terbentuknya kelembagaan KPHL Unit XV Gunung Balak
2. Banyaknya potensi Sumber Daya Hutan (SDH) yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
3. Masih ada lahan hutan yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat
4. Petani penggarap telah menjadi anggota gabungan kelompok tani, namun masih dalam proses mendapatkan Ijin Usaha Pemanfaatan HKm (IUPHKm) dan masih ada yang dalam proses pengajuan dan memiliki persepsi yang baik terhadap kawasan hutan.
1. Terbatasnya sarana dan prasarana untuk mendukung operasional 2. Belum terpenuhinya kebutuhan
sumber daya manusia aparatur sesuai dengan kompetensi yang diperlukan 3. Data dasar tentang kondisi biogeofisik
dalam wilayah kerja KPH belum cukup tersedia
4. Petani penggarap belum memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk melaksanakan teknik budidaya berbasis konservasi tanah dan air dalam kawasan hutan secara baik
Faktor Lingkungan Eksternal
PELUANG ANCAMAN
1. Adanya kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berdasarkan PP. No.6 Tahun 2007 Jo. PP No. 3 Tahun 2008 yang berisi tentang pengelolaan KPH
2. Sebagai cathment area bendungan Way Jepara dan sebagai penangkis abrasi air laut pada hutan mangrove pantai timur 3. Adanya prioritas program rehabilitasi pada
DAS Prioritas, yaitu DAS Way Sekampung 4. Adanya potensi kerjasama dengan para
pihak untuk operasionalisasi dalam rangka kemandirian KPH, misalnya pengembangan HHBK dan Jasa Lingkungan.
1. Belum mantapnya wilayah kerja KPH 2. Tingginya gangguan hutan sekitar 80 % 3. Adanya Konflik dalam pengelolaan
Kawasan hutan
4. Tingginya degradasi sumber daya hutan
5. Rendahnya pendidikan dan taraf hidup masyarakat di dalam / sekitar kawasan hutan ( ± 46 % pendidikannya hanya sampai tingkat Sekolah Dasar)
1) Analisis Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah lingkungan yang berada di dalam kuasa organisasi dan secara formal memiliki implikasi yang langsung dan khusus pada organisasi tersebut, faktor yang termasuk lingkungan internal adalah faktor kekuatan (strenghtness) dan kelemahan (weakness).
RPHJP KPHL Gunung Balak Tahun 2016 – 2025 40
a. Faktor kekuatan (Strengthness)
1. Telah terbentuknya kelembagaan KPHL Unit XV Gunung Balak
Kelembagaan KPHL Unit XV Gunung Balak berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor S K . 68/Menhut-II/2010 tanggal 28 Januari 2010 dan Peraturan Bupati Lampung Timur Nomor 11 Tahun 2013 tanggal 01 Mei 2013 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bupati Lampung Timur Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Tenis Dinas dan Badan. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa KPHL Gunung Balak merupakan UPTD dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Lampung Timur. KPHL Gunung Balak merupakan unit XV dengan Luas Wilayah pengelolaan ± 24.285 Ha.
Struktur organisasi adalah Tipe B. Menurut peraturan yang ada KPH dengan tipe ini dipimpin seorang Kepala KPHL (Eselon IV A) yang dibantu oleh 1 pejabat eselon IV B yaitu Kepala Sub Bagian Tata Usaha, dilengkapi dengan Resort KPH dan personil fungsional dari Polisi Kehutanan.
2. Banyaknya potensi Sumber Daya Hutan ( SDH) yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Potensi SDH yang dapat dikembangkan di KPHL Unit XV Gunung Balak adalah Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan jasa lingkungan. Jenis HHBK tersebut berupa tanaman penghasil buah antara lain Pala (Myristica fragrans), Jengkol (Pithecellobium jiringa), Petai (Parkia speciosa), Kemiri (Aleurites moluccana), Aren (Arenga pinnata), Nangka (Artocarpus integra), Kakao (Theobroma cacao L.), Alpukat (Persea americana Mill), dan Durian (Durio zibethinus). Adapun jenis tanaman penghasil getahnya yaitu Karet (Havea braziliensis) yang merupakan hasil dari penanaman GNRHL pada tahun 2007 oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Lampung Timur. Khusus untuk di hutan mangrove, potensi HHBK yang dapat dikembangkan adalah dari jenis tanaman bakau (Rhizophora stylosa) dan Api-api (Avicennia marina) serta dari potensi kepiting bakau, udang, ikan dan lain-lain.
RPHJP KPHL Gunung Balak Tahun 2016 – 2025 41
Jenis jasa lingkungan yang dapat dikembangkan misalnya jasa ekowisata antara lain di hutan mangrove.
3. Masih ada lahan hutan yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat Pemanfaatan hutan oleh masyarakat yang sudah membentuk kelompok dan kelembagaan masih sedikit (baru ± 5 %), sisanya masih dilakukan oleh perorangan/belum membentuk kelompok. Selain itu masih banyak lahan-lahan hutan yang terbuka yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat dengan teknik budidaya berbasis konservasi tanah dan air.
4. Petani Penggarap telah menjadi anggota gabungan kelompok tani, namun masih dalam proses mendapatkan Ijin Usaha Pemanfaatan HKm (IUPHKm) dan masih ada yang dalam proses pengajuan dan memiliki persepsi yang baik terhadap kawasan hutan.
Sampai saat ini sudah terdapat 1 (satu) Gapoktan yang telah memperoleh SK Penetapan Areal Kerja dari Kementerian Kehutanan yaitu Gapoktan Sejahtera. Jumlah anggota Gapoktan tersebut adalah 623 KK, berlokasi di Desa Itik Renday Kecamatan Melinting.Luas lahan kelolanya adalah 920 Ha dan masuk dalam wilayah Resort Gunung Balak Selatan., Hingga saat ini gapoktan Sejahtera masih dalam proses pengajuan ijin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm).
Kemudian 1 (satu) Kelompok Tani baru mengajukan / mengusulkan Penetapan Areal Kerja yaitu Kelompok Tani Sido Mulyo dengan jumlah anggota 320 KK. Kelompok ini basisnya di Desa Sri Rejosari Kecamatan Way Jepara seluas 375 Ha dan masuk dalam wilayah Resort Gunung Balak Utara.
b. Faktor Kelemahan (weakness) yang dimiliki KPHL Unit XV Gunung Balak adalah
1. Terbatasnya sarana dan prasarana untuk mendukung operasional
KPHL Unit XV Gunung Balak sampai saat ini belum mempunyai kantor dan untuk sementara masih menginduk di Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Lampung Timur.
RPHJP KPHL Gunung Balak Tahun 2016 – 2025 42
Rencananya pembangunan kantor akan difasilitasi oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Sekampung (BPDAS WSS) pada tahun 2016. Sarana prasarana yang telah ada saat ini berupa Motor 2 Unit, Laptop 1 unit, Lemari 10 buah yang pengadaanya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kehutanan tahun 2014.
2. Belum terpenuhinya kebutuhan sumber daya manusia sesuai dengan kompetensi yang diperlukan.
Personil yang ada saat ini yaitu 1 orang KKPH, 1 orang Kasubbag TU dan 11 orang Polisi Kehutanan yang diperbantukan di KPHL Unit XV Gunung Balak. Dari jumlah personil tersebut, jelas akan menemui banyak kendala dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi KPH yang begitu komplek.
3. Data dasar tentang kondisi biogeofisik dalam wilayah kerja KPH belum cukup tersedia.
Data – data yang dibutuhkan dalam penyusunan Tata Hutan dan Rencana Pengelolaan Hutan masih sangat minim, data-data yang diperlukan adalah Peta terbaru Citra Landsat Resolusi Tinggi, Data Penutupan Lahan, Data Lahan Kritis dan lain-lain. Data yang sudah ada masih berupa data secara umum belum secara spesifik berdasarkan pembagian resort di wilayah pengelolaan KPHL Unit XV Gunung Balak.
4. Petani penggarap belum memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk melaksanakan teknik budidaya berbasis konservasi tanah dan air dalam kawasan hutan secara baik
Para petani secara umum masih melakukan aktifitas pertaniannya secara tradisional dan belum memiliki pengetahuan teknik budidaya berbasis konservasi tanah dan air. Salah satu contohnya adalah jenis tanaman yang mereka tanam berupa palawija (jagung, singkong, dll) tidak memperhatikan konservasi tanah dan air karena mereka hanya mengharapkan hasilnya saja tanpa ada upaya perbaikan kondisi tanah, seharusnya pola yang dipakai adalah pola agroforestry dengan penanaman tanaman kehutanan sebagai tanaman utamanya.
RPHJP KPHL Gunung Balak Tahun 2016 – 2025 43