• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS LINGKUNGAN DAN STRATEGI PROGRAM

3.2. Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal 1 STRENGTH (Kekuatan)

a)Letak SMP Negeri 2 Boja yang strategis serta Luas Tanah dan Bangunan SMP Negeri 2 Boja yang ideal

SMP Negeri 2 Boja terletak di Jalan Raya Tampingan Boja, kurang lebih 3 km dari kota Boja dan merupakan satu-satunya sekolah setingkat SMP yang berbatasan dengan daerah Kodia Semarang. SMP Negeri 2 Boja terletak di jalan utama yang menghubungkan kota Boja dan Semarang. Hal ini

161 membuat letak SMP 2 Boja sangat strategis untuk mengembangkan diri, baik pengembangan bangunan dan lingkungan maupun pengembangan potensi SDM dan prestasi.

SMP Negeri 2 Boja memiliki lingkungan yang hijau dan asri, serta udara yang bersih dan sejuk karena secara geografis terletak di lereng gunung Ungaran. SMP Negeri 2 Boja memiliki 24 ruang kelas untuk 8 rombel di tiap tingkat kelas, dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung pembelajaran, seperti Perpustakaan, Mushola, Panggung Seni, Laboratorium IPA dan Bahasa, Ruang Komputer, Ruang Memasak, Ruang Busana, Kantin, Koperasi Sekolah dan Klinik (UKS). SMP Negeri 2 Boja juga memiliki berbagai fasilitas olah raga seperti lapangan basket, vollyball, tenis meja dan lainnya

Dengan luas banguan 4.430 M2 di atas total

tanah seluas 11.450 M2 , SMP Negeri 2 Boja

mempunyai hampir 2/3 lahan terbuka untuk penghijauan dan tamanisasi. Taman dan kebun sekolah, yang ditempatkan di beberapa lahan kosong, menambah teduh dan rindang lingkungan sekolah.

b)Jumlah peserta didik yang besar

SMP Negeri 2 memiliki 748 siswa dengan rata- rata siswa SMP Negeri 2 Boja berasal dari tingkatan

162 sosial ekonomi menengah ke bawah. Jumlah siswa yang sedemikian besar, tentu bisa dijadikan kekuatan yang sangat potensial untuk pelaksanaan program-program sekolah.

c) Jumlah Guru dan Tenaga kependidikan yang

memadai

SMP Negeri 2 Boja memiliki tim pengajar yang profesional terdiri 47 tenaga pendidik (9 pengajar adalah lulusan S2 dan 8 pengajar sedang dalam proses menyelesaikan jenjang S2, dan 6 tenaga administrasi, 3 tenaga perpustakaan, 2 tenaga kebersihan dan 1 tenaga keamanan.

d)Managemen Sekolah yang handal

Kepala Sekolah yang terakreditasi ”A” untuk ME Kepala Sekolah 2013/2014.

e) Sarana dan Prasarana Sekolah yang lengkap

SMP Negeri 2 Boja memiliki sarana dan

prasarana yang sangat memadai untuk

melaksanakan proses pembelajaran yang baik. Ruang kelas yang luas dan nyaman, halaman terbuka yang luas dan hijau, perpustakaan, laboratorium IPA dan Bahasa, ruang menjahit dan memasak, UKS, ruang konseling, kantin dan toilet

disediakan sekolah untuk kelancaran dan

kenyamanan proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Air, listrik dan internet juga menjadi fasilitas yang disediakan sekolah.

163 2. WEAKNESS (Kelemahan)

a) Pengelolaan sampah organik dan non organik

Pengelolaan sampah organik dan non-organik di SMP Negeri 2 Boja dilakukan dengan pembersihan dan pembakaran. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan standar pengelolaan sampah 3R (Reuse- Reduce-Recycle)

b) Karakter siswa yang instan, indisipliner dan tidak perduli lingkungan

Pola hidup dan pola pikir siswa yang serba instan dan indisipliner merupakan kelemahan bagi program pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Menurut data survey yang dilakukan Peneliti secara acak atas 100 siswa kelas 7, 8 dan 9, ditemukan 97% responden memilih makanan instan dan jajanan kemasan plastik, serta 80% responden tidak disiplin membuang sampah pada tempatnya (data rekap hasil survey siswa, lampiran).

Karakter cinta alam dan lingkungan juga masih sangat rendah. Siswa kurang perduli dengan isu kelestarian lingkungan alam yang ada di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

c) RKAS belum mengalokasikan 20% anggaran untuk

PLH

Pembiayaan program adiwiyata secara ideal adalah 20% dari RKAS. Namun angka ini belum

164 terpenuhi di SMP Negeri 2 Boja, dan tentu saja merupakan kelemahan bagi pelaksanaan progam.

d)Belum ada manajemen Pendidikan Lingkungan

Hidup

Belum adanya manajemen Pendidikan

Lingkungan Hidup yang profesional di SMP Negeri 2 Boja. Prinsip dasar manajemen yaitu Planning, Organizing, Actualizing dan Controlling belum disusun dan dilaksanakan secara benar dan profesional.

e) Belum dilaksanakannya pembelajaran kurikulum

berbasis PLH secara menyeluruh

Pembelajaran kurikulum berbasis PLH belum dilaksanakan secara menyeluruh di SMP Negeri 2 Boja. Hal ini bisa dilihat dari Visi, Misi dan Tujuan Sekolah yang belum secara eksplisit dan tegas mencantumkan slogan pelestarian lingkungan hidup. Begitu juga dengan silabus dan RPP tiap mata pelajaran yang ada.

3. OPPORTUNITY (Peluang)

a) Dukungan Komite Sekolah

Dewan Komite Sekolah yang terdiri dari wakil tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan orang tua siswa sangat mendukung program sekolah Adiwiyata. Ketika program ini disampaikan di rapat dewan Komite, hampir semua anggota komite memberikan tanggapan positif dan mendukung. Terbukti untuk

165 RKAS 2015/2016, disetujui untuk menambah anggaran di bidang pelestarian lingkungan hidup, berupa pengadaan sarana prasarana pendukung PLH serta alokasi dana untuk kegiatan-kegiatan pengembangan PLH di SMP Negeri 2 Boja.

b)Dukungan Pemerintah

Pemerintah melalui Balai Pendidikan Pelestarian Lingkungan Hidup (BPPLH) kabupaten Kendal, sangat mendukung pengembangan program Sekolah Adiwiyata SMP Negeri 2 Boja. Pelatihan dan pembinaan diberikan kepada SMP Negeri 2 Boja sebagai bentuk dukungan.

c) Dukungan Sponsorship

Adanya dukungan dari beberapa sponsor baik dari beberapa guru dan orang tua murid secara perorangan maupun dari beberapa rekanan kerja/supplier pengadaan barang dan jasa di SMP Negeri 2 Boja, memberikan peluang yang bagus untuk pengembangan kegiatan terkait program yang

dicanangkan. Dukungan ini terkait dengan

pengadaan sarana prasarana pendukung, seperti: MMT slogan PLH, tempat sampah, dll.

d)Lingkungan sekolah yang asri

SMP Negeri 2 Boja memiliki beberapa tumbuhan perindang dan penyejuk yang bisa dikembangkan menjadi taman dan kebun perindang sekolah. Selain

166 itu lingkungan sekolah yang asri dapat dimanfaatkan untuk media penunjang pembelajaran seperti green house, taman tosaga (tanaman sayuran keluarga), apotik hidup dan kebun buah sekolah.

e) Tuntutan masyarakat terhadap lulusan yang

berkualitas

Masyarakat mengharapkan putra-putri mereka dapat lulus dari SMP Negeri 2 Boja dengan hasil belajar yang baik dan memiliki karakter yang bagus sehingga dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan berkualitas. Tuntutan ini merupakan satu peluang sekolah untuk melaksanakan program adiwiyata sebagai salah satu bentuk perlayanan sekolah terhadap masyarakat untuk mencetak lulusan yang berkualitas.

4. THREAT (Ancaman)

1)Tidak adanya dukungan partisipasi masyarakat

sekitar

Masyarakat di sekitar SMP Negeri 2 Boja yang tidak mendukung program Sekolah Adiwiyata. Tingkat sosial ekonomi masyarakat yang menengah ke bawah membawa dampak negatif terhadap kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup alam sekitar. Eksploitasi lingkungan alam pada areal persawahan di sekitar sekolah melalui penggunaan insektisida dan pupuk kimia, serta alih fungsi lahan persawahan menjadi ternak ayam, pembuatan batu

167 bata, depo pasir dan bangunan pabrik menjadi ancaman yang nyata bagi keberhasilan program sekolah Adiwiyata.

2)Tidak adanya dukungan dana yang memadai

Anggaran Sekolah yang tertuang dalam RKAS SMP Negeri 2 Boja belum mengalokasikan 20% anggaran untuk upaya pelestarian lingkungan hidup,yang kesemuanya berupa pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana pendukung. Untuk dana kegiatan pengembangan pendidikan lingkungan hidup belum dialokasikan secara khusus. Dana yang kurang memadai ini tentu saja menjadi satu ancaman bagi keberhasilan pelaksanaan program.

3)Tidak adanya kemitraan

Kemitraan dengan pihak luar yang mempunyai visi, misi dan tujuan yang sama akan menjadi kekuatan dan peluang bagi suatu lembaga dalam menjalankan sebuah program. SMP Negeri 2 Boja belum menjalin kerja sama dan kemitraan dengan lembaga-lembaga yang berkecimpung di dalam pelestarian lingkungan hidup, seperti: Kelompok Pecinta Alam, Lembaga Masyarakat Perduli Lingkungan, dan lainnya.

4)Tidak adanya media publikasi

Publikasi yang terarah dan luas belum dilaksanakan untuk mengekspos kegiatan-kegiatan terkait dengan pelestarian lingkungan hidup di SMP

168 Negeri 2 Boja. Publikasi ini seharusnya bisa dilakukan secara lokal pada masyarakat sekitar sekolah, serta secara luas lewat media cetak maupun internet. Publikasi yang positif akan dapat memperkenalkan dan mempromosikan program sekolah sekaligus menggalang dukungan dari banyak pihak.

5)Lingkungan sosial masyarakat

Pemanfaatan kebun dan sawah untuk ternak dan industri banyak terjadi di sekitar SMP Negeri 2 Boja. Penggunaan pupuk non organik dan insektisida pada pertanian di masyarakat sekitar juga mempengaruhi kualitas air dan tanah di sekitar sekolah.

3.3. Strategi SO,ST,WO,WT

3.3.1. Analisa IFAS dan EFAS

Tabel perhitungan IFAS

Faktor-Faktor Strategi Internal Bobot Rating Bobot X Rating Kekuatan (Strength)

1.Letak sekolah dan luas tanah/

bangunan sekolah 0,25 3 0,75 2.Jumlah peserta didik yang besar 0,25 4 1,00 3.Jumlah pendidik dan tenaga

kependidikan yang memadai

0,20 3 0,60 4.Manajemen sekolah yang handal

(akreditasi A) 0,15 3 0,45

5.Sarana dan Prasarana Sekolah

yang lengkap 0,15 4 0,60

169 Faktor-Faktor Strategi Internal Bobot Rating Bobot X

Rating Kelemahan (Weakness)

1.Pengelolaan sampah organik dan

non organik 0,30 1 0,30

2.Karakter siswa akan pelestarian

lingkungan 0,30 1 0,30

3.Pembiayaan program 0,10 3 0,30 4.Belum ada manajemen PLH 0,10 3 0,30 5.Pembelajaran kurikulum berbasisLH 0,20 2 0,40

Total Skor 1,0 1,60

Total Skor Akhir ( S- W ) = 3,40 – 1,60 1,80

Tabel perhitungan EFAS

Faktor-Faktor strategi Eksternal Bobot Rating Bobot X Rating PELUANG (OPPORTUNITY)

1. Adanya dukungan Komite Sekolah /

orang tua siswa 0,15 4 0,60 2. Adanya dukungan pemerintah 0.10 3 0,30 3. Adanya dukungansponsorship 0,05 1 0,05 4.Suasana lingkungan yang asri 0,10 3 0,30 5.Tuntutan masyarakat thd lulusan

yang berkualitas 0,15 4 0,60

170 Faktor-Faktor strategi Eksternal Bobot Rating BobotX

Rating ANCAMAN (Threat )

1. Tidak ada dukungan masyarakat 0,15 3 0,45 2. Tidak adanya dana yang memadai 0,05 3 0,15 3. Tidak adanya kemitraan dengan

lembaga yang mempunyai tujuan yang sama

0,05 3 0,15

4. Tidak ada media publikasi 0.05 3 0,15 5.Lingkungan sosial masyarakat 0,15 1 0,15

Skor Total 1,0 1,05

Total Skor Akhir ( O-T) = 1,85 – 1,05 0,80

3.3.2. Diagram Analisis SWOT

Berdasarkan hasil analisis SWOT SMPN 2 Boja, dapat diketahui skor akhir IFAS adalah 1,80. Sedangkan skor akhir EFAS adalah 0,80. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa strategi berada di kuadran SO

(strenght-opportunity) yang mendukung strategi agresif. Peluang (O) Kelemahan(W) Kekuatan(S) Ancaman( T ) 1 2 3 4 -1 1 2 3 4 -2 -3 -4 -1 -2 -3 Kuadran 1 (1.80;0.80)

171 Sehingga pihak sekolah dapat menggunakan kekuatan dari lingkungan internal sekolah untuk meraih peluang yang ada pada lingkuangan eksternal sekolah dalam kaitanya menuju sekolah Adiwiyata.

3.3.Program Strategis Sekolah Adiwiyata

Dokumen terkait