BAB V ANALISIS HASIL PENGOLAHAN DATA
5.3 Analisis Metode NWCR
Dalam menggunakan metode NWCR pengisian terlebih dahulu dilakukan pada kolom kiri dan disesuaikan dengan berapa kapasitas yang ada atau permintaan pada kolom kiri atas. Dalam hal ini alokasikan pertama pada sudut kiri atas sebesar 1800 sak semen (kapasitas 2400 sak semen dan permintaan 1800 sak semen jadi pilih yang paling kecil) lalu Padang- Pasir Pengaraian sebesar 600 sak semen kemudian Payakumbuh – Pasir Pengaraian sebesar 1000 sak semen lalu Payakumbuh – Rengat sebesar 200 sak semen dan terakhir Kiliran jao – rengat sebesar 800 sak semen. Setelah sel di isi lalu didapatkanlah jumlah biaya distribusi sebesar Rp 17.225.000,-
5.4 Analisis Metode LC
Metode LC sendiri adalah metode biaya terkecil. Cara pengalokasian kebutuhan permintaan pada kolom di dapatkan dengan menentukan biaya terkecil untuk semua kolom setelah itu baru di alokasikan permintaan yang di inginkan.
pada pengolahan data, biaya terkecil Rp 2.125 dialokasikan sebanyak 1200 sak ( permintaan 1800 sak dan kapasitas 1200 sak jadi pilih yang paling kecil). Langkah selanjutnya adalah biaya Rp 4.000,dengan kapasitas 800 sak dan permintaan 1000 sak(pilih 800 sak). Selanjutnya biaya Rp 4.250, dengan kapasitas 2400 sak den permintaan 1800 sak(di alokasikan 600 sak pada kolom permintaan dikarnakan untuk memenuhi sisa permintaan yang belum terpenuhi). Selanjutnya biaya Rp 4.375, dengan kapasitas 2400 sak dan permintaan 1600 sak(pilih 1600 sak).
Langkah terakhir yaitu biaya Rp 5.875, dengan kapasitas 2400 sak dan permintaan 200 sak(di alokasikan 200 sak untuk memenuhi permintaan yang ada pada kolom
permintaan). Setelah semua permintaan di isi maka dilakukanlah perhitungan untuk mencari nilai biaya distribusi dengan menggunakan metode LC dan di dapatlah biaya distribusi sebesar Rp16.475.000,-
5.5 Analisis Metode VAM
Menggunakan metode VAM ada beberapa tahap yang dilakukan untuk mendapatkan solusi awal. Langkah-langkahnya adalah mencari dua biaya terendah dari masing-masing kolom dan baris. Seperti yang telah kita lakukan pada pengolahan data dan setelah didapatkan dua biaya terkecil kita selisihkan dua biaya terendah tersebut. Pilih selisih terbesar yang didapatkan dari selisih baris dan kolom. Maka didapatkankan selisih berada pada kolom Pekanbaru dan Pasir Pangaraian dengan selisih 2125. Selanjutnya dari kolom yang telah dipilih yaitu kolom Pekanbaru, kotak kosong dengan biaya terkecil berada pada kotak Payakumbuh – Pekanbaru. Kemudian pada kotak yang dipilih di isi muatan maksimal sebesar 1.200 dengan demikian kapasitas pada baris Payakumbuh sudah terpakai dan tidak perlu dicari selisihnya lagi. Lakukan kembali langkah ini agar semua produk dapat di alokasikan sesuai dengan kapasitas dan permintaan.
Setelah semua kapasitas dan permintaan terpenuhi pada baris dan kolom, lalu kapasitas yang telah di isikan pada kotak di kalikan dengan biaya yang ada pada masing-masing kotak. Misalnya seperti yang ada pada kotak Padang – Pekanbaru dengan kapasitas sebesar 600 sak dikalikan dengan biaya pengiriman sebesar Rp 4.250/sak maka didapatkanlah biaya pengiriman dari kota Padang ke Pekanbaru ialah sebesar Rp 2.550.000,- . Jadi total biaya yang dikeluarkan oleh CV DH Permata Sentosa dalam pengiriman barang ke masing-masing daerah
adalahsebesar Rp 16.475.000,-. Penerapan VAM dapat meminimumkan biaya transportasi dari Rp 17.100.000,- untuk distribusi dari gudang ke daerah, menjadi Rp 16.475.000,-. Terjadi penurunan biaya sebesar Rp 625.000,- atau 3,65 %.
5.6 Analisis Metode Stepping Stone
Pada pengolahan data dengan menggunakan metode stepping stone untuk mendapatkan biaya transportasi yang minimum dengan menggunakan solusi yang optimal. Adapun tahapan yang dilakukan adalah dengan cara mengisi baris pertama dari kiri atas sampai ke kanan bawah. Setelah itu dilakukan gerakan batu loncatan dimulai dari sel yang kosong. Gerakan batu loncatan dimulai dari sel yang kosong (padang – rengat) menuju padang – pasir pengaraian selanjutnya payakumbuh – pasir pengaraian dan terakhir payakumbuh – rengat sebelum akhirnya kembali ke sel semula. Begitu pula dengan sel yang kosong lainnya.
Setelah itu dari sel-sel kosong yang telah dilakukan metode batu loncatan dicari nilai sel, nilai sel yang didapatkan tidak boleh negatif. Pada pengolahan data nilai sel yang didapatkan ada yang negatif dan dilakukan pencarian lagi sampai nilai sel didapatkan positif.
Setelah nilai sel yang kosong didapatkan positif semua barulah dilakukan pencarian biaya distribusi. Biaya distribusi dengan menggunakan metode stepping stone adalah Rp 16.475.000,-
5.7 Analisis Metode MODI
Pada metode MODI pengolahan data dilakukan dengan cara mencari nilai C, R dan K untuk mendapatkan biaya transportasi yang minimum dengan menggunakan solusi yang optimal. Adapun tahapan yang dilakukan adalah isilah
kotak yang dimulai dari baris pertama dengan memilih kotak dengan biaya terkecil. Setelah itu isilah sesuai kapasitas dan permintaan. Apabila kotak telah terisi langkah selanjutnya mencari nilai R dan K dengan cara R+K=C. Pada kotak baris pertama nilai R di isi dengan 0. Untuk nilai K pada kolom Pekanbaru di isi dengan cara (0+K=4250) jadi nilai K pada kolom pekanbaru adalah 4250.
Lakukan hal yang sama pada langkah selanjutnya sampai didapatkan nilai R dan K untuk semua baris dan kolom.
Setelah didapatkan nilai R dan K, selanjutnya menghitung nilai pada sel-sel yang kosong dengan menggunakan rumus C-R-K maka didapatkanlah hasil Padang-Rengat (-3750), Payakumbuh-Pekanbaru (0), Kiliran Jao-Pekanbaru (7250) dan Kiliran Jao – Pasir Pangaraian (7750). Apabila terdapat tanda negatif maka solusinya blum optimal dan dilakukan eksekusi pada tanda negatif pada kolom Padang-Rengat. Setelah itu dicari kembali nilai R dan K lalu dilakukan langkah yang sama sampai tidak ada lagi hasil yang negatif.
Apabila hasil sudah positif semua maka solusi sudah optimal dan dengan demikian besarnya biaya transportasi dapat dicari. Setelah nilai yang ada pada kotak dikalikan dengan biayanya maka total biaya pengiriman yang di keluarkan oleh CV DH Permata Sentosa yang paling optimal adalah sebesar Rp 16.475.000.
66
BAB VI PENUTUP
6.1 KESIMPULAN
Dari tujuan penelitian penerapan model transportasi yang cocok untuk meminimalkan biaya distribusi yang optimal dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penerapan model transportasi yang cocok adalah model VAM untuk solusi awal dan MODI untuk solusi akhir/optimal, biaya pendistribusian barang yang awalnya dari Rp 17.100.000 menjadi Rp 16.475.000 sehingga terjadi penurunan biaya sebesar Rp625.000,- atau 3,65%.
6.2 SARAN
Dari hasil pengolahan data dan analisa diatas, maka saran-saran yang dapat diberikan pada CV DH Permata Sentosa adalah sebagai berikut :
1. Dari hasil pengolahan data dan analisis maka perlu bagi CV DH Permata Sentosa dalam melakukan perencanaan pendistribusian yang optimal demi menghemat biaya yang dikeluarkan untuk distribusi.
2. CV DH Permata Sentosa sebaiknya menggunakan metode tranportasi karena dengan model transportasi menghasilkan biaya lebih minimum. Hal ini membuat keuntungan perusahaan dapat lebih maksimal.
3. Mendistribusikan produk sesuai dengan besarnya kapasitas yang optimal, karena melakukan pendistribusian yang tidak sesuai dengan kapasitas optimal akan mengakibatkan lonjakan biaya transportasi.
4. CV DH Pemata Sentosa harus mempekerjakan staff yang ahli dan faham untuk perencanaan menggunakan metoda model transportasi terutama model VAM dan MODI sehingga dapat mengerti dan menerapkan sistem transportasi yang baik.
Devo,Avianto P. Pengertian Distribusi dan fungsi Distribusi. (online) (http:
//devoav 1997. webnode.com). 2010.
Dimyati, Akhmad. Operations Research. Penerbit PT. Sinar Baru Algensido.
Bandung. 1987.
Ervil, Riko, dkk. Buku Panduan Penulisan Dan Ujian Skripsi. STTIND Padang.
Padang. 2013.
Fandy tjiptono. Strategi Pemasaran. Erlangga. Yogyakarta. 2008.
Hariyono, Achmad. Analisis Penerapan Model Transportasi dan Distribusi Dengan Menggunakan NWCRM dan SSM Harian Tribun Timur Makassar. Skripsi. Makassa. Program Strata Satu Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin. Makasar. 2012.
Havaldar, Khrisna K. Industrial Marketing. 2ndEdition, Singapore, Mc-Graw Hill. 2005.
Heizer,Jay,and Barry Render. Operations Management. Sidney. 2015.
Hermanto,Nico; Hermaliani, EniHeni; Sutinah, Entin. Vogell’s Aproximation Method Dalam Optimalisasi BiayaTransportasi Pengiriman Koran Pada Pt. Arah Medialog Pembangunan. Jurnal Teknik Komputer AmikBsi. 2017.
Iriani, yani; Agus. Evaluasi Biaya Distribusi PERTAMAX PLUS Dengan Menggunakan Metode Transportasi di PT. Pertamina UPMS III Balongan Indramayu Jawa Barat. Universitas Widyatama.
Kotler, Philip, Management Pemasaran: Analisis, Perencanaan dan Pengendalian. Erlangga, Edisi Kelima. Jakarta. 1989.
Purnomo, Rahman. Optimasi Pengiriman BBM ke SPBU pada Kasus Multi Depot dan Multi Product di Sales Area Bandung. Program Fakultas Teknik Industri Universitas Indonesia. 2011.
Surjadi, Lukman. Akutansi Biaya. Jakarta. Penerbit PT. Indeks.2013.
Subroto, Budiarto. Pemasaran Industri Edisi 1. Yogyakarta.2011.
Wijaya, Andi. Pengantar Riset Operasi Edisi 3. MitraWacana Media.
Jakarta.2013.
VAM dan MODI) Pada PT. Coca-Cola Bottling Indonesia. Skripsi.
Program Strata Satu Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Makasar. 2011.