III. METODE PENELITIAN
3.5 Analisis Data
1. Analisis perubahan tutupan lahan
Perubahan tutupan lahan diperoleh melalui overlay peta tutupan lahan dengan peta administrasi wilayah penelitian menggunakan program Arcview 3.2 dan Microsoft Excel 2007. Besarnya persentase perubahan dihitung dengan rumus :
x 100%
Keterangan : n1 = luas tutupan lahan tahun I n2 = Luas tutupan lahan tahun II
Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan membandingkan luas setiap jenis tutupan lahan dari tahun ke tahun. Kemudian hasil perbandingan ditabulasikan dalam bentuk grafik /tabel dan dianalisis secara deskriptif.
2. Analisis status mutu kualitas air Analisis data dilakukan dengan cara :
1. Analisis kualitas air tahun 2004-2008 dilakukan dengan membandingkan nilai maksimum dan minimum dari masing-masing parameter untuk setiap titik pantau dari tahun ke tahun dengan baku mutu air sungai yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kemudian dievaluasi perubahan mutu kualitas air sungai Cisadane dari tahun 2004-2008 untuk setiap titik pantau tersebut.
2. Kondisi kualitas air sungai dari tahun ke tahun dapat dianalisis dengan menggunakan indeks kualitas air-National sanitation Foundation (NSF-WQI) berdasarkan Ott (1978) diacu dalam Nugroho (2003) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat mutu kualitas perairan setiap titik pantau.
Parameter yang digunakan dalam analisa data menggunakan IKA-NSF WQI adalah suhu air, kekeruhan, kandungan padat tersuspensi, kandungan padat terlarut, pH, oksigen terlarut, BOD, nitrat, dan fecal
coli. Namun dalam penelitian ini hanya digunakan 6 parameter disesuaikan dengan data yang diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan BPSDA Ciliwung Cisadane. Enam parameter tersebut yaitu oksigen terlarut, pH, BOD, suhu, fosfat, dan padatan total (total zat padat terlarut).
Tahapan analisis data :
a. Menentukan bobot (W) untuk masing-masing parameter dan nilai sub indeks (I) untuk tiap parameter dengan membaca kurva fungsi sub indeks IKA-NSF WQI (Lampiran 8). Analisa data dalam penelitian ini hanya menggunakan 6 parameter sehingga untuk nilai bobot ini harus dilakukan modifikasi yang dapat dihitung dengan rumus :
NKPmodifikasi = { Σ y} + NKPawal (Kurniawan 2005) Keterangan :
NKPmodifikasi = Bobot parameter ke-I yang telah dimodifikasi NKPawal = Bobot parameter awal yang dicari
Σx = Σ NKP dari enam parameter yang digunakan Σy = Σ NKP dari enam parameter yang tidak digunakan
Hasil modifikasi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4 Bobot parameter awal dalam perhitungan IKA-NSF WQI (Ott 1978 diacu dalam Nugroho 2003) dan hasil modifikasi
No Parameter Satuan Bobot parameter ke i(Wi a)
Bobot parameter ke-i modifikasi (Wib)
1 Oksigen terlarut % saturasi 0.17 0.25
2 pH 0.12 0.18 3 BOD mg/l 0.1 0.15 4 Nitrat mg/l 0.1 – 5 Fosfat mg/l 0.1 0.15 6 Suhu °C 0.1 0.15 7 Kekeruhan NTU 0.08 – 8 Padatan Total (TDS) mg/l 0.08 0.12 9 Fecal coli MPN/100 ml 0.15 – Total 1 1
Keterangan:Wia = Bobot parameter menurut Ott 1978
Wib= Bobot parameter hasil modifikasi (langkah perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 4.
b. Menghitung nilai Indeks Kualitas air dengan menggunakan rumus IKA-NSF WQI ( Ott 1978, diacu dalam Nugroho 2003)
IKA-NSF = Σ Wib .Ii
IKA-NSF = Indeks kualitas air-National Sanitation Foundation Wib = Bobot akhir masing-masing parameter setelah
disesuaikan
Ii = Sub Indeks kualitas air tiap parameter yang didapat dari hasil analisis dan hasil pengukuran yang dibandingkan dengan kurva sub indeks
n = Jumlah parameter
Selanjutnya dari nilai IKA tersebut dapat ditentukan tingkat kualitas air, sebagaimana tertera pada tabel berikut.
Tabel 5 Kriteria Indeks Kualitas Air-National Sanitation Foundation
No Nilai Kriteria 1 0-25 Sangat buruk 2 26-50 Buruk 3 51-70 Sedang 4 71-90 Baik 5 91-100 Sangat baik
Sumber: Ott 1978 diacu dalam Kurniawan 2005
3. Analisis hubungan atau pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap kualitas air Hubungan atau pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap kualitas air dianalisis dengan menggunakan uji korelasi dan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini akan dianalisis hubungan antara beberapa variabel jenis perubahan tutupan lahan yang dominan berpengaruh terhadap parameter kualitas air yang terdiri dari BOD, TSS, COD dan nilai indeks kualitas air. Faktor yang mengurangi pencemaran seperti curah hujan dan lain- lain diabaikan.
Besarnya korelasi dapat dilihat dari derajat korelasi yang dinyatakan dalam koefisien korelasi (r). Pudjirahardjo et al. (1993) menyatakan bahwa nilai r selalu berkisar antar -1 dan +1. Nilai yang positif menunjukkan perubahan antar variabel pada arah yang sama dan nilai korelasi yang negatif menunjukkan perubahan antar variabel yang berbanding terbalik. Menurut Santoso (2005), umumnya jika korelasi diatas 0,5 terdapat hubungan yang erat antar variabel dan
sebaliknya. Disamping nilai r, ada tidaknya pengaruh juga dilihat dari signifikansi hasil korelasi
Hipotesis :
Ho = tidak ada korelasi yang nyata antar variabel H1 = ada korelasi yang nyata antar variabel Dasar pengambilan keputusan :
Jika Pvalue > α, maka Ho diterima berarti belum dapat dibuktikan adanya hubungan antar variabel (tidak signifikan)
Jika Pvalue < α, maka Ho ditolak berarti ada hubungan antar variabel (signifikan) Analisis korelasi ini dilakukan dengan menggunakan sofware Minitab 14.
4. Analisis beban pencemar terhadap kualitas air
Analisis data melalui pendekatan Rapid Assesment of Source of Air, Water and Land Polution yaitu perhitungan beban pencemaran dari setiap unit penghasil limbah masing-masing dari pemukiman dan peternakan. Sumbangan sumber pencemar dilihat berdasarkan BOD dan TSS.Tahapan analisis data :
a. Mengidentifikasi sumber pencemar
b. Menghitung jumlah dan jenis bahan pencemar dari sumber pencemar
c. Mengkoversi beban pencemar ke nilai parameter BOD dan TSS dengan menggunakan faktor konversi beban limbah.
Tabel 6 Faktor konversi beban limbah dari domestik dan ternak
Sumber limbah Unit BOD5
(Kg/unit/tahun)
TSS (Kg/unit/tahun)
Limbah Cair domestik orang 19,7 20
Ternak
Sapi potong/kerbau ekor 250 1716
Sapi perah ekor 539 -
Ayam/itik ekor 1,4 14,6
-ayam petelur ekor 4,6 -
Kambing ekor 36,6 201
d. Menyusun dalam sebuah tabel kerja sebagai berikut. Tabel 7 Tabel kerja untuk perhitungan beban pencemaran Sumber pencemar Satuan
Beban pencemaran Total Faktor konversi BOD (kg/unit/tahun) Potensi BOD (kg/unit/tahun) Faktor konversi TSS (kg/unit/tahun) Potensi TSS (kg/unit/tahun) Domestik orang 19,7 20 Ternak 1. kerbau 2. sapi potong 3. kambing 4. ayam/itik ekor Total beban pencemaran ….kg/tahun ….ton/bulan e. Daya tampung pencemaran dihitung dengan mengalikan debit
perbulan pada tahun 2008 dengan nilai baku mutu kelas air. Rumus : DT = Q x BMA
Keterangan : DT = Daya tampung beban pencemaran (ton/bulan) Q = Debit air sungai (m3/detik)
BMA= Baku mutu kelas air (mg/l)
5. Analisis pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan air sungai dianalisis secara deskriptif.