• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.7 Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain ( Bogdan dalam Sugiyono,2013:244 ). Peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner. Data yang diperoleh disusun dan dihitung persentasenya.

Untuk menghitung persentase jawaban yang diberikan responden digunakan rumus berikut :

P =

Keterangan :

P = Persentase

f = Jumlah Jawaban yang di peroleh

n = Jumlah Responden

Untuk menafsirkan besarnya persentase yang didapat dari tabulasi data, peneliti menggunakan metode penafsiran yang dikemukakan oleh Arikunto (2005.

57), sebagai berikut :

0 % = Tidak ada satupun

1,00 % - 24,99 % =sebagian kecil

25,00 % - 49,99 % = Hampir setengah

50,00 % = Setengah

51,00 % - 74,99 % = Sebagian besar 75,00 % - 99,99 % = Pada umumnya

100 % = Seluruhnya

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil dan Pembahasan

Untuk memperoleh data responden peneliti melakukan observasi dan menyebarkan kuesioner kepada 95 orang pemustaka perpustakaan yaitu pelajar, mahasiswa, dan umum. Responden dalam penelitian ini adalah pengguna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan. Untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap pelayanan sirkulasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal, maka penelitian ini menggunakan 5 indikator kegiatan layanan sirkulasi yaitu Keanggotaan, Peminjaman, Pengembalian, Perpanjangan, dan Sanksi. Hasil penelitian ini diuraikan pada tabel 4.1 sebagai berikut :

4.1.1 Keanggotaan

Tabel dibawah ini menunjukkan hasil dan presentase dari jawaban responden terhadap kuesioner mengenai persyaratan untuk menjadi anggota perpustakaan.

Tabel 4.1: Syarat Menjadi Anggota Perpustakaan.

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

1. Menurut Saudara, apakah persyaratan untuk menjadi

anggota di Dinas

Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal memberatkan Saudara?

Berdasarkan Tabel 4.1, diketahui bahwa ada 1 ( 1% ) responden menyatakan persyaratan untuk menjadi anggota di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal sangat memberatkan, 5 (5%) responden menyatakan memberatkan untuk menjadi anggota di perpustakaan, 10 (10%) responden menyatakan kurang memberatkan untuk menjadi anggota di perpustakaan, dan 79 (83%) responden menyatakan tidak memberatkan untuk menjadi anggota di perpustakaan.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya 83% pengguna merasa tidak memberatkan untuk menjadi anggota perpustakaan, namun sebagaian kecil 5% pengguna menyatakan memberatkan. Hal ini diketahui bahwa pengguna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal merasa tidak memberatkan untuk menjadi anggota perpustakaan. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 83% masyarakat Madina bisa menjadi anggota perpustakaan atau mempermudah menjadi anggota.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang pendaftaran anggota baru petugas layanan sirkulasi meminta kartu identitas diuraikan pada Tabel 4.2 sebagai berikut.

Tabel 4.2: Proses Pembuatan Kartu Anggota

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

2. Menurut Saudara, apakah proses pembuatan kartu anggota menyulitkan Saudara?

Berdasarkan Tabel 4.2, dapat diketahui bahwa pendaftaran anggota baru petugas layanan sirkulasi meminta kartu identitas di perpustakaan 55 (57%) responden menyatakan sangat setuju, 30 (31%) responden menyatakan setuju, 23 (24%) responden menyatakan kurang setuju, dan 2 (2%) responden menyatakan tidak setuju.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar 57% pengguna menyatakan sangat setuju, namun sebagian kecil 24 % pengguna menyatakan kurang setuju.

Hal ini menunjukkan bahwa pengguna sangat setuju pada saat proses pendaftaran anggota baru petugas pelayanan sirkulasi meminta kartu identitas pada saat proses pendaftaran anggota baru di perpustakaan. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 57%

masyarakat Madina tidak merasa kesulitan untuk pembuatan kartu anggota.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang pendaftaran anggota baru petugas layanan sirkulasi meminta kartu identitas diuraikan pada Tabel 4.3 sebagai berikut.

Tabel 4.3:Pembuatan Kartu Anggota Lama

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

3. Setujukah Saudara, saat pembuatan kartu anggota

Berdasarkan Tabel 4.3, diketahui bahwa saat pembuatan kartu anggota memakan waktu yang lama di perpustakaan 7 (7%) responden menyatakan sangat setuju, 20 (21%) responden menyatakan kurang setuju, 15 (15%) responden setuju, dan 53 (55%) responden menyatakan tidak setuju.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar 55% pengguna menyatakan tidak setuju, namun sebagian kecil 21 % pengguna menyatakan sangat setuju.

Hal ini menunjukkan bahwa pengguna tidak setuju pada saat pembuatan kartu anggota memakan waktu yang lama karena pengguna merasa perpustakaan mempersulit pengguna untuk menjadi anggota perpustakaan. Artinya Dinas

Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 55% masyarakat mudah untuk menjadi anggota.

4.1.2 Peminjaman

Tabel 4.4 dibawah ini menunjukkan hasil dan presentase dari jawaban responden terhadap kuesioner mengenai prosedur peminjaman buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal.

Tabel 4.4: Prosedur Peminjaman Buku di Perpustakaan

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

4. Menurut Saudara, apakah prosedur peminjaman buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing

Berdasarkan Tabel 4.4, diketahui bahwa prosedur peminjaman bahan pustaka perpustakaan 27 (28%) responden menyatakan sangat mudah, 62 (65%) responden menyatakan mudah, 5 (5%) responden menyatakan kurang mudah, dan 1 (1% ) responden menyatakan tidak mudah.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa prosedur peminjaman buku di perpustakaan dapat dikatakan bahwa sebagian besar 65% pengguna menyatakan mudah melakukan prosedur

peminjaman bahan pustaka, namun sebagian kecil 5% pengguna menyatakan kurang mudah.

Hal ini menunjukkan bahwa pengguna merasa mudah melakukan prosedur peminjaman bahan pustaka di perpustakaan karena perpustakaan tidak mempersulit pengguna terhadap prosedur peminjaman dan pengguna tidak merasa keberatan dengan adanya prosedur tersebut. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya memastikan bahwa 65% masyarakat merasa mudah untuk melakukan peminjaman buku di perpustakaan.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang jumlah buku yang dapat dipinjam di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal diuraikan pada Tabel 4.5 sebagai berikut.

Tabel 4.5 : Jumlah buku yang dapat dipinjam

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

5. Menurut Saudara, apakah dengan dua jumlah buku yang dapat dipinjam sudah sesuai dengan kebutuhan Saudara?

Berdasarkan Tabel 4.5, diketahui bahwa jumlah buku yang dapat dipinjam di perpustakaan 2 (2%) responden menyatakan sangat sesuai, 23(24%) responden menyatakan sesuai, 60 (63%) responden menyatakan kurang sesuai, dan 10 (10%) responden menyatakan tidak sesuai.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa dengan dua jumlah buku yang dapat dipinjam sudah sesuai dengan kebutuhan sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna di perpustakaan dapat dikatakan bahwa sebagian besar 63% pengguna merasa kurang sesuai, namun sebagian kecil 24% pengguna menyatakan sesuai.

Hal ini menunjukkan bahwa pengguna merasa kurang sesuai dengan dua jumlah buku yang dapat dipinjam di perpustakaan karena pengguna membutuhkan buku lebih dari dua judul buku dan pengguna perpustakaan kebanyakan pelajar sehingga membutuhkan banyak referensi untuk kegiatan belajar. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 63% masyarakat sudah merasa puas dengan jumlah buku yang dapat dipinjam maksimal 2 buku.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang jangka waktu peminjaman di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal diuraikan pada Tabel 4.6 sebagai berikut.

Tabel 4.6: Jangka Waktu Peminjaman yang ada di Perpustakaan

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

6. Menurut Saudara, apakah jangka waktu peminjaman yang ada di perpustakaan sudah sesuai dengan kebutuhan Saudara?

Berdasarkan Tabel 4.6, diketahui bahwa jangka waktu peminjaman di perpustakaan 7 (7%) responden menyatakan tidak sesuai, 18 (18%) responden menyatakan sangat sesuai, 29 (30%) responden yang menyatakan kurang sesuai dan 41 (43%) responden menyatakan sesuai.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa jangka waktu peminjaman yang ada di perpustakaan dapat dikatakan hampir setengah 43% pengguna merasa sangat sesuai, namun sebagian kecil 30% pengguna menyatakan sesuai.

Hal ini dapat diketahui bahwa jangka waktu peminjaman yang ada di perpustakaan sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna karena pengguna merasa dengan adanya jangka waktu peminjaman selama 1 minggu sudah memenuhi kebutuhan pengguna. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 43% masyarakat merasa jangka waktu peminjaman sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang pelayanan petugas bagian sirkulasi di perpustakaan diuraikan pada Tabel 4.7 sebagai berikut.

Tabel 4.7: Pelayanan Petugas Bagian Sirkulasi

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

7. Pada saat Saudara meminjam buku, bagaimanakah pelayanan yang diberikan petugas bagian sirkulasi?

Berdasarkan Tabel 4.7, diketahui bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas pada saat peminjaman 21 (22%) responden menyatakaan sangat baik, 67 (70%) responden menyatakan baik, 5 (5%) responden menyatakan kurang baik , dan 2 (2%) responden menyatakan tidak baik.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas perpustakaan pada saat peminjaman dikatakan bahwa sebagian besar 70% pengguna menyatakan baik, namun hampir setengah 22% pengguna menyatakan sangat baik. Hal ini diketahui bahwa pengguna merasa pelayanan yang diberikan petugas dibagian sirkulasi sudah baik sehingga pengguna merasa nyaman melakukan peminjaman.

Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 70% masyarakat merasa baik dalam pelayanan sirkulasi yang diberikan perpustakaan.

4.1.3 Pengembalian

Tabel 4.8 dibawah ini menunjukkan hasil dan presentase dari jawaban responden terhadap kuesioner mengenai proses pengembalian buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal.

Tabel 4.8: Proses Pengembalian Buku di Perpustakaan

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

8. Menurut Saudara, apakah proses pengembalian buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal sudah sesuai dengan harapan Saudara?

Berdasarkan Tabel 4.8, diketahui bahwa proses pengembalian buku di perpustakaan 20 (21%) responden menyatakan sangat sesuai, 55 (57%) responden merasa sesuai, 17 (17%) responden menyatakan kurang sesuai, dan 3 (3%) responden menyatakan tidak sesuai.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa proses pengembalian buku di Dinas Perpustakaan dan

Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal dapat dikatakan sebagian besar 57%

menyatakan sesuai, namun sebagian kecil 17 % pengguna menyatakan kurang sesuai.

Hal ini diketahui bahwa proses pengembalian buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal sesuai dengan harapan pengguna sehingga pengguna merasa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal tidak mempersulit pengguna dalam proses pengembalian buku. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 57% masyarakat mudah untuk pengembalian buku yang dilakukan di perpustakaan.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang pengembalian harus memperlihatkan buku yang dipinjam berserta kartu anggota diuraikan pada Tabel 4.9 sebagai berikut.

Tabel 4.9: Proses Pengembalian Buku

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

9. Setujukah Saudara, saat

pengembalian harus

memperlihatkan buku yang dipinjam berserta kartu anggota terlebih dahulu saat mengembalikan buku/koleksi?

Berdasarkan Tabel 4.9, diketahui bahwa pengembalian memperlihatkan buku yang dipinjam berserta kartu anggota 29 (30%) responden perpustakaan menyatakan sangat setuju, 62 (65%) responden menyatakan setuju, 3 (3%) responden perpustakaan menyatakan kurang setuju, dan 1 (1%) responden menyatakan tidak setuju.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa saat pengembalian buku yang dipinjam harus memperlihatkan kartu anggota terlebih dahulu dapat dikatakan sebagian besar 65%

pengguna menyatakan setuju, namun sebagian kecil 3% pengguna menyatakan kurang setuju. Hal ini terlihat dari jawaban responden menyatakan setuju saat pengembalian harus memperlihatkan buku yang dipinjam dan kartu anggota untuk mempermudah proses pengembalian buku. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 65%

masyarakat sudah setuju untuk memperlihatkan buku yang dipinjam dan kartu anggota.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang kecepatan yang diberikan petugas di bagian sirkulasi diuraikan pada Tabel 4.10 sebagai berikut.

Tabel 4.10 : Kecepatan yang diberikan Petugas di Bagian Sirkulasi

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

10. Menurut Saudara, bagaimana kecepatan yang diberikan petugas

Berdasarkan Tabel 4.10, diketahui bahwa kecepatan yang diberikan petugas di bagian sirkulasi10 (1%) responden perpustakaan menyatakan sangat cepat, 15 (15%) responden menyatakan cepat, 27 (28%) responden perpustakaan menyatakan kurang cepat, dan43 (45%) responden menyatakan tidak cepat.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa kecepatan yang diberikan petugas di bagian sirkulasi pada saat melakukan pengembalian bahan pustaka dapat dikatakan setengah 50%

pengguna menyatakan tidak cepat, namun sebagian kecil 24% pengguna menyatakan cepat. Hal ini terlihat dari jawaban responden menyatakan tidak cepat saat petugas di bagian sirkulasi melakukan pengembalian bahan pustaka sehingga membuat pengguna merasa lama menunggu proses pengembalian buku. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 45% masyarakat merasa kecepatan pelayanan yang diberikan perpustakaan sudah sesuai dengan harapan pengguna.

4.1.4 Perpanjangan

Tabel 4.11 dibawah ini menunjukkan hasil dan presentase dari jawaban responden terhadap kuesioner mengenai perpanjangan waktu peminjaman perpustakaan.

Tabel 4.11: Perpanjangan Waktu Peminjaman

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

11. Menurut Saudara, apakah perpanjangan waktu peminjaman hanya satu minggu sudah

Berdasarkan Tabel 4.11, diketahui bahwa perpanjangan waktu peminjaman 1 (1%) responden menyatakan sangat memadai, 7 (7%) responden menyatakan memadai, 25 (26%) responden menyatakan kurang memadai, dan 62 (65%) responden menyatakan tidak memadai.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar 65% pengguna merasa perpanjangan waktu peminjaman hanya satu minggu tidak memadai, namun sebagian kecil 7% pengguna menyatakan memadai. Hal ini di ketahui bahwa pengguna merasa perpanjangan waktu peminjaman hanya satu minggu tidak memadai karena pengguna merasa kebutuhan informasi yang mereka perlukan belum terpenuhi.

Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 65% masyarakat merasa perpanjangan waktu peminjaman selama satu minggu yang ada di perpustakaan sudah memenuhi kebutuhan pengguna.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang kecepatan yang diberikan petugas di bagian sirkulasi diuraikan pada Tabel 4.12 sebagai berikut.

Tabel 4.12: Proses Perpanjangan Waktu Peminjaman

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

12. Menurut Saudara, apakah proses perpanjangan waktu peminjaman buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing

Berdasarkan Tabel 4.12, diketahui bahwa proses perpanjangan waktu peminjaman 10 (10%) responden menyatakan sangat sesuai, 28 (29%) responden menyatakan kurang sesuai, 23 (24%) responden menyatakan sesuai, dan 34 (35%) responden menyatakan tidak sesuai.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian kecil 10% pengguna merasa proses perpanjangan waktu peminjaman buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal sangat sesuai, namun setengah 35% pengguna menyatakan tidak sesuai.

Hal ini di ketahui bahwa pengguna merasa proses perpanjangan waktu peminjaman buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal belum sesuai dengan harapan pengguna karena pengguna merasa proses perpanjangan waktu peminjaman lama dilakukan. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 35% masyarakat merasa sesuai dengan perpanjangan buku yang ada di perpustakaan.

4.1.6 Sanksi

Tabel 4.13 dibawah ini menunjukkan hasil dan presentase dari jawaban responden terhadap kuesioner tentang sanksi yang diberikan oleh pihak perpustakaan.

Tabel 4.13: Sanksi yang diberikan Perpustakaan

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

Berdasarkan Tabe 4.13, diketahui bahwa persepsi pengguna terhadap sanksi keterlambatan pengembalian buku perpustakaan 7 (7%) responden menyatakan kurang memberatkan, 55 (57%) responden menyatakan sangat memberatkan, 4 (4%) responden menyatakan tidak memberatkan, dan 29 (30%) responden menyatakan memberatkan.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar 57% pengguna menyatakan sangat memberatkan, namun sebagian kecil 7% pengguna menyatakan kurang memberatkan.

Hal ini menunjukkan bahwa sanksi yang diberikan perpustakaan untuk keterlambatan pengembalian buku sangat memberatkan pengguna karena mempersulit pengguna untuk melakukan peminjaman buku. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 57% masyarakat tidak keberatan dengan sanksi yang diberikan oleh perpustakaan.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang sanksi mengganti bahan pustaka yang hilang dengan judul dan penggarang yang sama diuraikan pada Tabel 4.14 sebaga berikut.

Tabel 4.14: Menghilangkan Buku yang dipinjam akan diberikan Sanksi

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

14. Setujukah Saudara, apabila Saudara menghilangkan buku yang dipinjam akan diberikan sanksi berupa mengganti bahan pustaka yang hilang dengan judul dan penggarang yang sama?

Berdasarkan Tabel 4.14, diketahui bahwa sanksi mengganti bahan pustaka yang hilang dengan judul dan penggarang yang sama 50 (52%) responden menyatakan tidak setuju, 5 (5%) responden menyatakan sangat setuju, 12 (12%) responden menyatakan setuju, dan 28 (29%) responden menyatakan kurang setuju.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar 52% pengguna menyatakan tidak setuju, namun sebagian kecil 12% pengguna menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna merasa tidak setuju jika menghilangkan buku yang dipinjam akan diberikan sanksi berupa mengganti bahan pustaka yang hilang dengan judul yang sama sehingga pengguna merasa perpustakaan mempersulit pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 52% masyarakat sudah setuju dengan sanksi yang diberikan perpustakaan kepada pengguna.

Berikut ini merupakan tanggapan responden tentang sanksi mengganti bahan pustaka yang hilang dengan judul dan penggarang yang sama diuraikan pada Tabel 4.15 sebagai berikut.

Tabel 4.15: Sanksi Terhadap Keterlambatan Pengembalian Buku

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F %

15. Menurut Saudara, apakah sanksi yang dikenakan terhadap keterlambatan pengembalian

Berdasarkan Tabel 4.15, diketahui bahwa sanksi yang dikenakan terhadap keterlambatan pengembalian buku yang dipinjam 15 (15%) responden menyatakan sangat sesuai, 15 (15%) responden menyatakan tidak sesuai, 40 (42%) responden menyatakan sesuai, dan 25 (26%) responden menyatakan kurang sesuai.

Berdasarkan hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, dapat diinterpretasikan bahwa setengah 26% pengguna menyatakan kurang sesuai, namun sebagian kecil 15% pengguna menyatakan sangat sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna merasa sanksi yang dikenakan terhadap keterlambatan pengembalian buku yang dipinjam sesuai dengan kebijakan yang ada sehingga buku yang dipinjam akan dikembalikan tepat waktu. Artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal harusnya bisa memastikan bahwa 42% masyarakat merasa sanksi yang diberikan perpustakaan sudah sesuai.

4.2 Rangkuman Penelitian

No Indikator Hasil Penelitian

1. Keanggotaan  Persepsi pemustaka terhadap persyaratan untuk menjadi anggota perpustakaan dapat dilihat pada tabel 4.1 yaitu (83,15%) menunjukkan bahwa pengguna perpustakaan merasa tidak memberatkan untuk menjadi anggota perpupustakaan.

 Persepsi pemustaka terhadap proses pembuatan kartu anggota dapat dilihat pada tabel 4.2 yaitu (57,89%) menunjukkan bahwa proses pembuatan kartu anggota tidak menyulitkan pengguna perpustakaan.

 Persepsi pemustaka terhadap pembuatan kartu anggota lama dapat dilihat pada tabel 4.3 yaitu (55,78%) menunjukkan bahwa pengguna perpustakaan merasa tidak setuju dalam pembuatan kartu anggota yang memakan waktu lama.

2. Peminjaman  Persepsi pengguna terhadap prosedur peminjaman buku di perpustakaan dapat dilihat pada tabel 4.4 yaitu (65,26%) menunjukkan bahwa pengguna perpustakaan mudah untuk meminjam bahan pustaka.

 Persepsi pengguna terhadap jumlah buku yang dapat di pinjam di perpustakaan dapat dilihat pada tabel 4.5 yaitu (63,15%) menunjukkan bahwa penggguna merasa kurang sesuai dengan dua jumlah buku yang dapat di pinjam di perpustakaan.

 Persepsi pengguna terhadap jangka waktu peminjaman di perpustakaan dapat dilihat pada tabel 4.6 yaitu (43,15%) menunjukkan bahwa penggguna merasa tidak sesuai dengan jangka waktu peminjaman yang ada di perpustakaan.

 Persepsi pengguna terhadap pelayanan petugas sirkulasi dapat dilihat pada tabel 4.7 yaitu (70,52%) menunjukkan bahwa penggguna merasa baik terhadap pelayanan yang ada di perpustakaan.

3. Pengembalian  Persepsi pengguna terhadap proses pengembalian buku di perpustakaan yaitu (17,89%) menunjukkan bahwa penggguna merasa kurang sesuai.

4. Perpanjangan  Persepsi pengguna terhadap proses perpanjangan waktu peminjaman proses yaitu (65,26%) menunjukkan bahwa penggguna merasa tidak memadai.

5. Sanksi  Persepsi pengguna terhadap sanksi yang diberikan oleh pihak perpustakaan yaitu (57,89%) menunjukkan sangat memberatkan penggguna dengan adanya sanksi yang diberikan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitan dan pembahasan yang telah dibahas pada IV peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut tentang Persepsi Pemustaka Terhadap Pelayanan Sirkulasi pada Dinas perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan 5 indikator.

1. Berdasarkan keanggotaan Persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal pengguna merasa untuk menjadi anggota perpustakaan sangat mudah dan tidak memberatkan pengguna dengan syarat yang diberikan.

2. Peminjaman yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal pengguna merasa mudah melakukan peminjaman buku namun pengguna kurang sesuai dengan jumlah buku yang dapat di pinjam.

3. Pengembalian yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal pengguna merasa sudah sesuai dengan harapan pengguna.

4. Perpanjangan yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal pengguna merasa satu minggu tidak sesuai dengan harapan pengguna.

5. Sanksi yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal pengguna merasa sangat memberatkan dengan sanksi yang diberikan kepada pengguna utuk mengganti buku sesuai dengan judul dan pengarang yang sama.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah disampaikan diatas dengan hasil penelitian yang telah di peroleh ,maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Diharapkan Perpustakaan merekrut pustakawan dengan background ilmu perpustakaan sesuai dengan UU No. 43 tahun 2007.

2. Diharapkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mandailing Natal memotivasi atau mengevaluasi kinerja pegawai perpustakaan agar lebih baik dalam melayani masyarakat pengguna dengan cara memeriksa target kerja pegawai disetiap tahunnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anyalebechi,Linda I dan Udo-Anyanwu, Adaora J.2016.”Public Library Services and The Attainment of the social well being of users in enugu state,Journalof Policy and Development Studies Vol. 10, No. 1, February 2016.

Www.arabianjbmr.com/JPDS_index.php

Aswina,2017. Analisis Proses Layanan Sirkulasi Diperpustakaan dan Arsip

Daerah Kabupaten Luwu Utara, Makassar : Fakultas Adab dan Humaniora uin alauddin Makassar.

Http://repositori.uin-alauddin.ac.id/6550/

Bororing Holly. 2016.Pemanfaatan Jasa Layanan Sirkulasi UPT Perpustakaan Oleh Mahasiswa UNSRAT.

Http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurna/article/view/14278 Bungin, Burhan. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif : Komunikasi, Ekonomi,

dan kebijakan Publik serta Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta : Kencana.

Depdiknas. RI. 2004. “Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman”.

Depdiknas. RI. 2004. “Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman”.

Dokumen terkait