BAB III METODE PENELITIAN
E. Analisis Data
Menurut Sugiyono (2017: 244) Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Penelitian ini bersifat kualitatif, artinya menggunakan data yang dinyatakan secara verbal dan kualifikasinya secara teoritis. Sedangkan pengolahan datanya dilakukan secara rasional dengan menggunakan pola induktif. Analisis data kualitatif bersifat induktif menurut Sugiyono (2017: 245) yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan berdasarkan data tersebut, selanjutnya dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga selanjutnya dapat disimpulkan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul.
Proses analisis data pada penelitian kualitatif pada prinsipnya dilakukan secara berkesinambungan yaitu sejak sebelum memasuki lapangan, memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di
63
lapangan. Proses analisis data selama di lapangan, di sini penulis menggunakan model Milles dan Huberman yang terdiri atas: data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification yang dilakukan secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya menjadi jenuh (Satori, dkk, 2017: 218).
a. Reduksidata (Reduction) yaitu Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
b. Penyajian data (datadisplay) yaitu peneliti menyajikan semua data yang diperolehnya dalam bentuk uraian atau laporan terperinci. teknik penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
c. Verifikasi data yaitu kesimpulan yang dikemukakan, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan kesimpulan yang
d. dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
F. Pengecekan Keabsahan Data
Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan didasarkan atas jumlah kriteria tertentu (Moleong, 2009: 324-325). Ada empat kriteria yang digunakan , yaitu: derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), kepastian (confirmability). Penelitian ini, peneliti menggunakan kriteria derajat
64
kepercayaan (credibility) kriteria ini mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti (Satori, dkk, 2017: 167).
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah dengan menggunakan triangulasi data. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan dengan memanfaatkan suatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2009: 330).
Ada tiga macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan, yaitu ada triangulasi dari sumber atau informan, triangulasi dari teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan triangulasi sumber, adalah mencari data dari sumber yang beragam yang masih terkait satu sama lain. Peneliti perlu melakukan eksplorasi untuk mengecek kebenaran data dari beragam sumber (Satori, dkk, 2017: 170).
Penelitian ini, menggunakan triangulasi data yang dilakukan dengan cara, pengumpulan data dan pengujiannya dilakukan dari pengasuh pondok, para pengajar, dan santri. Data dari para narasumber tersebut dideskripsikan, dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, dan mana yang berbeda, dan mana yang lebih spesifik dari para sumber data tersebut. Data yang telah dianalisis oleh peneliti menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) dengan para sumber
65
data tersebut. Triangulasi dengan sumber data, peneliti menggali data dari pengasuh pondok, melebar ke para pengajar, dan santri.
G. Tahap-tahap Penelitian
Pelaksanaan penelitian ada empat tahap yaitu: tahap sebelum ke lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data, tahap penulisan laporan. Dalam penelitian ini tahap yang ditempuh adalah sebagai berikut: 1. Tahap sebelum ke lapangan
Tahap ini meliputi kegiatan penentuan fokus, penyesuaian paradigma dengan teori, penjajakan alat peneliti, mencakup observasi lapangan dan permohonan ijin kepada subyek yang diteliti, konsultasi fokus penelitian, penyusunan usulan penelitian.
2. Tahap pekerjaan lapangan
Tahap ini meliputi pengumpulan bahan-bahan yang berkaitan dengan pola pikir santri terhadap orientasi karier di pondok pesantren Al-Iman desa Sumowono kecamatan Sumowono kabupaten Semarang. Data yang telah ada tersebut diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
3. Tahap Analisis Data
Tahap analisis data, meliputi analisis data baik yang diperoleh melalui observasi, dokumen maupun wawancara mendalam tentang pola pikir santri terhadap orientasi karier di pondok pesantren Al-Iman desa Sumowono kecamatan Sumowono kabupaten Semarang. Kemudian
66
dilakukan penafsiran data sesuai dengan konteks permasalahan yang diteliti selanjutnya melakukan pengecekan keabsahan data dengan cara mengecek sumber data yang didapat dan metode perolehan data sehingga data benar-benar valid sebagai dasar dan bahan untuk memberikan makna data yang merupakan proses penentuan dalam memahami konteks penelitian yang sedang diteliti.
4. Tahap Penulisan Laporan
Tahap ini meliputi, kegiatan penyusunan hasil penelitian dari semua rangkaian kegiatan pengumpulan data sampai pemberian makna data. Setelah itu melakukan konsultasi hasil penelitian dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan perbaikan saran-saran demi kesempurnaan skripsi yang kemudian ditindak lanjuti hasil bimbingan tersebut dengan penulis skripsi yang sempurna. Langkah terakhir melakukan penyusunan kelengkapan persyaratan untuk ujian skripsi.
67 BAB IV
PAPARAN DATA DAN ANALISIS A. Paparan Data
1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
a. Letak Geografis Pondok Pesantren Al-Iman
Penelitian ini dilaksanakan di pondok pesantren Al-Iman yang beralamatkan di Karangwetan RT 01 RW 04 desa Sumowono kecamatan Sumowono kabupaten Kab. Semarang. Secara geografis pondok pesantren ini terletak di bagian utara kecamatan Sumowono dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari kantor Kecamatan Sumowono. Adapun batasan-batasan pondok pesantren Al-Iman sebagai berikut:
a. Sebelah utara : berbatasan dengan desa Bumen b. Sebelah selatan : berbatasan dengan desa Lanjan. c. Sebelah timur : berbatasan dengan desa Jubelan d. Sebelah barat : berbatasan dengan desa Mendongan
Oleh karena itu letak pondok pesantren Al-Iman berada di tengah-tengah kecamatan Sumowono.
b. Profil Pondok Pesantren Al-Iman
Pondok pesantren ini berdiri pada tahun 1970 M/1340 H dengan KH. Bahrodin sebagai pengasuh pondok pesantren. Luas tanah pondok pesantren Al-Iman yaitu kurang lebih 2000m2 dengan bangunan seluas kurang lebih 1000m2.
68 c. Sarana dan Prasarana
Seperti pada umumnya pada pondok pesantren, pondok pesantren Al-Iman juga memiliki 2 gedung yang letaknya berdekatan dalam satu komplek, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar seperti, 7 ruang belajar, ruang pengurus pondok pesantren, kamar tidur bagi para santri, perpustakaan, masjid, tempat memasak, tempat MCK, tempat parkir, dan gudang.
d. Pengurus dan Santri Pesantren Al-Iman
Sebagian besar santri pondok pesantren Al-Iman berasal dari wilayah kecamatan Bedono dan sebagian lainnya berasal dari kecamatan Kaloran, kecamatan Sumowono, dan kecamatan Bandungan, kecamatan Limbangan, kecamatan Ambarawaarawa dan sekitar kecamatan Kandangan. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah penduduk yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, serabutan, dan wirausaha. Adapun data santri yang terdaftar di Pondok Pesantren Al-Iman dapat dilihat dalam tabel 1.1 di bawah ini :
Tabel 4.1
Data Santri Pondok Pesantren Al-Iman Tahun 2018
No. Jenis Kelamin Jumlah
1 Laki-laki 52
69
Jumlah tersebut merupakan data keseluruhan santri di pondok pesantren Al-Iman secara umum. Adapun untuk membedakan antara santri biasa dan pengurus, maka dapat dlihat dalam tabel 1.2 di bawah ini:
Tabel 4.2
Data Pengurus Pondok Pesantren Al-Iman Tahun 2018
No. Jenis Kelamin Jumlah
1 Laki-laki 16
2 Perempuan 14
Berikut adalah data base santri dan wali santri di pondok pesantren Al-Iman:
Tabel 4.3
Data santri putra dan wali santri Pondok Pesantren Al-Iman tahun 2018
NO. NAMA SANTRI WALI SANTRI ALAMAT
1. Abi Arif Rohman Bp. A. Rohman Demak
2. Irkham Bp. Muhlisin Bandungan Kab. Semarang 3. M. Fatih H. Latif Bp. Anshori Sumowono Kab. Semarang 4. M. Wahyu Qodri Bp. Turwito Ambarawa Kab. Semarang 5. Ahmad Busyairi Bp. Muslim Ambarawa Kab. Semarang
70
6. Ali Maksum Bp. Silowantoko Bengkulu Utara 7. Miftah Choirul A. Bp. Suyatno Limbangan Kendal
8. Muhamad Fu‟adi Bp. Sumarno Sumowono Kab. Semarang
9. M.Abdul Latif Bp. Sarju (alm) Sumowono Kab. Semarang
10. M. Wifqi Ma‟arif Bp. M. Sahuri Sumowono Kab. Semarang
11. Muh Hasyim Bp. Nurdi Bedono Kab. Semarang 12. Nur Cholis Bp. M. Shodiq Sumowono Kab. Semarang 13. Sofyan Asrof Bp. Ngadi Bedono Kab. Semarang 14. Amin Choirudin Bp. Dediyono Sumowono Kab. Semarang 15. Fatchur N.Rochim Bp. Parsudi Bandungan Kab. Semarang 16. Khoiri Bp. Mujamak Bandungan Kab. Semarang 17. M. Miftachul M. Bp. M. Machsun Kaloran Temanggung 18. M.Yahya A. Najib Bp. Siyono Sumowono Kab. Semarang 19. Mashuri S Bp. Sulimen Bedono Kab. Semarang 20. Yasin Bp. Choerodin Kaloran Temanggung 21. Ahmad Syarif M L Bp. Mahfud Bawen Kab. Semarang 22. Adi Choirul Anam Bp. Sholeh Bandungan Kab. Semarang 23. Azam Masrur Rozi Bp. H. Tauhid Bandungan Kab. Semarang 24. Heru Cakra A. H. Bp. Kemad Bandungan Kab. Semarang 25. Khoerul Mustofa Bp. Salim Sumowono Kab. Semarang 26. M. Izul Maskur Bp. M. Mahsun Kaloran Temanggung 27. M. Sobirin Bp. Siyono. Sumowono Kab. Semarang 28. Mustofa Bisri Bp. Alwi Rois Sumowono Kab. Semarang 29. Nahru Choiri Z. Bp. Ngadian Limbangan Kendal
30. Rafif Ardani Bp. Tri Ananto Bandungan Kab. Semarang 31. A. Khanif Muslih Bp. Nasikin Limbangan Kendal
71
32. M. Affan Arrodli Bp. Mundhirin Bandungan Kab. Semarang 33. M. Ulil Albab A. Bp. Ramidi Bandungan Kab. Semarang 34. Miftachul Huda Bp. Supriyono Sumowono Kab. Semarang 35. Muhammad Tarzi Bp. Sulaiman Sumowono Kab. Semarang 36. Mujib Kana Al J. Bp. Mukhit Sumowono Kab. Semarang 37. Rizal Kholis A. Bp. Supriyadi Limbangan Kendal
38. Andri Kurniawan Bp. Nurkholis Kaloran Temanggung 39. Ihwan Zaenal Abidin Bp. Ismail Sumowono Kab. Semarang 40. M. Khahbib
Khasbullah Bp. Pariyono Bandungan Kab. Semarang 41. Danang Alfian Bp. Mujiyanto Kandangan Temanggung 42. Wiji Tri Atmaja Bp. Adi Kusmanto Jambu Kab. Semarang 43. Surahman Ibu Suyatmi Bandungan Kab. Semarang 44. M. Rifqi Afandi Bp. Mustofak Bandungan Kab. Semarang 45. Rizky Choirul Aziz Bp Ngateman Jambu Kab. Semarang 46. Danang Abi Irawan Bp. Suprapto Bandungan Kab. Semarang 47. Arifin Bp. Ngadiono Sumowono Kab. Semarang 48. Abdul Hariyanto Bp. Agus Supriyanto Pedurungan Semarang 49. M. Wisnu Bayu Aji Bp. Fauzan Asmu‟i Jambu Kab. Semarang 50. M. Angga Saputra Bp. Budi Katonsari
51. Anang Makruf Bp. Khumaedi Limbangan Kendal 52. Syukuriah Bp. Yamdin Jambu Kab. Semarang
72 Tabel 4.4
Data santri putri dan wali santri Pondok Pesantren Al-Iman Tahun 2018
NO. NAMA SANTRI WALI SANTRI ALAMAT
1. Dewi Utari Bp. Juliyanto Bedono Kab. Semarang 2. Ika Ilsa Fitria Bp. Sulistiyo Kaloran Temanggung 3. Ita Dewi Ningtyas Bp. Nur Hamim Sumowono Kab. Semarang 4. Nissa Nur Azizah Bp. Estiyo Sumowono Kab. Semarang 5. Nur Afifah Bp. A Nawawi Kaloran Temanggung 6. Nurul Aini Bp. Zainal Arifin Bandungan Kab. Semarang 7. Rahma Khoirunisa Bp. Edi Nur C Kuwarasan Kab. Semarang 8. Rani Kusrini Bp. Sahroni (alm) Bandungsn Kab. Semarang 9. Rena Maharani Bp. Mulanto Limbangan Kendal
10. Siti Suryati Bp. Qoyum Bergas Kidul Kab. Semarang 11. Zuliyawati Bp. H. Riyanto Bandungan Kab. Semarang 12. Chamilatul Chusna Bp. Nur Yaqin Bandungan Kab. Semarang 13. Halimatus Sakdiyah Bp. Juroni Bandungan Kab. Semarang 14. Iin Suryana Bp. Shamsu R. Ambarawa Kab. Semarang
15. Navilatus Sa‟adah Bp. Muslimin Bandungan Kab. Semarang
16. Novi Rahmawati Bp. Nur Rohim Bandungan Kab. Semarang 17. Zulfatul Fauziah Bp. Ahmad Asrori Sumowono Kab. Semarang 18. Fitri Andaryani Bp. Tumari Bandungan Kab. Semarang 19. Kamalia Fathin M Bp. Machfudh Genting Kab. Semarang 20. Kholifatun Nisa Bp. Girin Limbangan Kendal
73
21. Mifta Dini Aulia Bp. Sunyoto Ambarawa Kab. Semarang 22. Ani Muhayatun Bp. Widiyanto Bedono Kab. Semarang
23. Anil Ma‟rifah Bp. Muntholip Sumowono Kab. Semarang
24. Ika Nurul Hidayah Bp. Tasrikun Kandangan Temanggung 25. Indah Syarifah Bp. Muslim Ambarawa Kab. Semarang 26. Kuku Wahana Bp. Abdul Basith Bedono Kab. Semarang 27. Nurul Anisah Bp. Ahmad Asrori Sumowono Kab. Semarang 28. Umi Lailatul N. A. Bp. M. Solikhun Mijen Kab. Semarang 29. Vina Rohmatul U. Bp. Mulyono Sumowono Kab. Semarang 30. Azifah Bp. Asromin Bedono Kab. Semarang 31. Kholfi Nafia Bp. Harun Sumowono Kab. Semarang 32. Luluk Zulfiana Bp. Muhromin Limbangan Kendal
33. Rifngatin Khoiroh Bp. Nur Da‟im Bedono Kab. Semarang 34. Rosyida Nur A. Bp. Ahmad Asrori Sumowono Kab. Semarang 35. Uzlifati Rofiqoh Bp. Rohman Kandangan Temanggung 36. Vika Oktaviani Bp. Kaeroni Limb. Kendal
37. Lailatun Nasichah Bp. Budi Praminto Sumowono Kab. Semarang 38. Lulu Zulfa A. Bp. Abdul Q. A. B. Limbangan Kendal
39. Nihayatul Malika Bp. Suharno (alm) Limbangan Kendal
40. Nur Alfiyatur R. Bp. M. Sahuri Sumowono Kab. Semarang 41. Rina Bp. Surawan (alm) Bandungan Kab. Semarang 42. Rizka Rahmaniati Bp. Wahyudi Sumowono Kab. Semarang 43. Revana Salsabila Bp. Mustakim Bandungan Kab. Semarang 44. Sinta Permata N. Bp. Sunanto Jambu Kab. Semarang 45. Lailatun Nadira Bp. Komyanto Jambu Kab. Semarang 46. Yuni Nur R. Bp. Komyanto Jambu Kab. Semarang
74
47. Ike Wahyu S. Bp. Lasemin Sumowono Kab. Semarang 48. Vina Lailatul M. Bp. Shodiq S. Jambu Kab. Semarang 49. Isna Amelia Bp. M. Rifa‟i Bandungan Kab. Semarang 50. Faza Futikhatur R. Bp. Faizin Bandungan Kab. Semarang 51. Nadia Rahmawati Bp. Nasikin Limbangan Kendal
52. Astutiningtyas Bp. Triyanto Sumowono Kab. Semarang
53. Lu‟lu‟ Nuraini Bp. M. Dahroji Sumowono Kab. Semarang
54. Verawati Bp. Sujar Bandungan Kab. Semarang
55. Elvi Bp. Jumari Bandungan Kab. Semarang
56. Inez Prastyawati Bp. Eko Yuliyanto Jambu Kab. Semarang 57. Nadin Najwa K. Bp. Nurul Khafidin Bandungan Kab. Semarang 58. Laili Safrina Bp. Munadi Limbangan Kendal
e. Progam Pengajaran dan Pembinaan di Pesantren Al-Iman
Pondok pesantren Al-Iman merupakan pondok pesantren salaf yang menerapkan sistem pengajaran sistem individual dalam sistem pendidikan Islam tradisional disebut sistem sorogan yang diberikan dalam pengajian kepada murid-murid. Dan metode utama sistem pengajaran di lingkungan pesantren ini ialah sistem bandongan. Program pembiasaannya yaitu antara lain, sorogan, bersih-bersih lingkungan pondok, dan sholat fardhu berjamaah, mengaji kitab kuning, dan mengaji sesuai dengan kelasnya masing-masing sekolah pondok juga bertaraf-taraf terdapat kelas Ibtida‟, kelas wustho, dan aliyah pondok, pengajaran kitab-kitab Islam klasik yang diajarkan di pesantren dapat digolongkan kedalam 8 kelompok berupa: 1. Nahwu dan shorof (morfologi); 2. Fiqh; 3. Usul fiqh; 4. Hadist;
75
5. Tafsir; 6. Tauhid; 7. Tasawuf dan etika, dan 8. Cabang-cabang lain seperti tarikh dan balaghah Pengajaran kitab-kitab klasik
.Pondok pesantren Al-Iman juga menyelenggarakan keterampilan berupa pertanian, pertukangan, dan berdagang yang dilakukan dengan praktek secara langsung. Pertanian yang langsung mengolah lahan sawah milik pondok yang dibimbing oleh pengasuh pondok, keterampilan pertukangan dibimbing oleh alumni, dan berdagang yang langsung praktek menjaga toko kebutuhan mengaji di pasar desa. Selain itu juga ada kegiatan yang dilaksanakan setiap hari kamis malam jumat setelah shalat asar yaitu dziarah kubur, khitobah, dzibaan, dan mujahadah dalailul khoirot.
f. Jadwal Pondok Pesantren Al-Iman
Dalam melaksakan kegiatan sehari-hari tentunya perlu adanya pengaturan waktu yang baku selama 24 jam agar dapat memudahkan para santri dalam mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, maka di bawah ini runtutan jadwal kegiatan pondok pesantren Al-Iman, pembagian kurikulum pondok pesantren Al-Iman tahun Ajaran 1439/1440, dan jadwal pelajaran madrasah diniyyah pondok pesantren Al-Iman tahun pelajaran 1438-1439 H, sebagai berikut:
Tabel 4.5
Jadwal Kegiatan Pondok Pesantren Al-Iman
NO. WAKTU KEGIATAN KET.
76
2. 04: 00 Sholat subuh berjamaah 3. 04: 30 Ngaji
4. 05: 30 Piket, persiapan sekolah 5. 06: 45 Sekolah formal
6. 07: 30 Pengajian tafsir jalalain 7. 09: 00 Ekstrakurikuler
8. 13: 30 Sholat dhuhur berjamaah, istirahat, makan siang
9. 14: 00 Ngaji
10. 15: 30 Sholat asar berjamaah dan ndarus 11. 16: 00 Madrasah sore
12. 17: 00 Belajar bersama
13. 17: 45 Sholat maghrib berjamaah, ngaji sorogan, sholat isya berjamaah 14. 19: 45 Madrasah malam
15. 22: 00 Makan malam 16. 23: 00 Tidur
Tabel 4.6
Kurikulum Pondok Pesantren Al-Iman Tahun Ajaran 1439/1440
NO. TANGGAL BULAN KET.
1. 15 Syawal Masuk madrasah
2. 24 Syawal Halal Bi Halal
3. 10-12 Dzulhijjah Libur idul adha
4. 14 Muharrom Khaoul
77
6. 7-12 Rabiul Awal Pekan madaris
7. 13-19 Rabiul Awal Libur nifsu sanah
8. 20 Rabiul Awal Masuk madrasah akhir
sanah
9. 1-10 Rajab Kholwat
10. 11 Rajab Khataman
11. 12-15 Rajab Libur Pesantren
12. 16 Rajab Masuk madrasah
13. 4-11 Sya‟ban Itihan akhir sanah
14. 11-14 Sya‟ban Pekan madaris
15. 15 Sya‟ban Pembagian raport
16. 15-30 Sya‟ban Libur akhir sanah
17. 1-21 Ramadhan Pasan
18. 21 Ramadhan Libur panjang
Tabel 4.7
Jadwal Pelajaran Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Al-Iman Tahun Ajaran 1439-1440 H
NO HARI JAM KELAS
AL ULAA 1 AL WUST HO 2 AL WUSTHO 3 AL WUSTHO I AL ULYA II AL ULYA III AL ULYA
1. Sabtu I Akhlak Nahwu Shorof Shorof Nahwu Arudl Tafsir II Tajwid Tarikh Tauhid Fiqh Tafsir Tafsir
2. Ahad I
Al-Qur‟an Nahwu I‟lal Akhlak Nahwu Nahwu Mantiq
78 Arab
3. Senin I Nahwu
Al-Qur‟an Nahwu I‟lal Hadist Nahwu Balaghoh
II Tarikh Akhlak Fiqh Ushul
Fiqh
Tajwid Fiqh
4. Selasa I
Al-Qur‟an Fiqh Nahwu Nahwu Nahwu Faroidl Fiqh
II Tauhid Khot Tajwid Hadist Ilmu
Tafsir
Tafsir
5. Rabu I Nahwu Nahwu Shorof Nahwu Fiqh Tauhid Tasawwuf II B. Arab Tajwid Akhlak Tarikh Tauhid Tasawwuf
6. Kamis I Pra-Ibadah
Al-Qur‟an Nahwu Nahwu Shorof Nahwu Hadist
II Khot Tauhid Hadist Hadist Ushul Fiqh
Mustolah Hadist
2. Pola Pikir Santri terhadap Orientasi Karier
a. Motivasi yang Membuat Santri Lebih Memilih Menuntut Ilmu di Pondok Pesantren Al-Iman
Hasil yang didapat oleh peneliti ketika mengadakan wawancara dengan beberapa narasumber, yang menyebabkan santri lebih memilih menuntut ilmu di pondok pesantren Al-Iman, dari hasil penelitian yang peneliti peroleh bahwa santri yang hanya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren pada usia 16-21 tahun yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu dari faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor lingkungan masyarakat dan faktor kepribadian, sebagai berikut.
79 1) Tidak dapat meraih cita-cita
Berikut ini adalah ingin mengejar cita-cita namun terbentur biaya. Hal ini di kuatkan oleh hasil wawancara RN santriwati pondok pesantren Al-Iman, pada hari Minggu 05/08/2018 Pukul 14.03 WIB di pondok pesantren Al-Iman, sebagai berikut:
“aku dulu pas ijek jaman-jamane sekolah mbak, aku pengen banget dadi dokter. Trus pas aku wes gak sekolah kan wes gak enek harapan. Paleng sok nek mondok, dulu kan aku ngremehke mondok mbak aku ki mikire ki la mondok ki dadi opo, kan ndewe ra ndue kerjo, trus pokok e aku pengen mengejar aku pengen dadi dokter nah ndelalah biaya dadi dokter kan ora sitek. Njuk aku neng kene ngaji enek kitab tibyan kan tentang dokter-dokter la ndelalah teng perpustkaan pondok enten nganu ilmu dokter ngunu tapi kan menurut Nabi riyen wes seneng moco-moco kui njur yo mikir e enggak jadi dokter buat umat ki bisa jadi dokter bagi keluarga sendiri lah”.
2) Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi yang menjadi penyebab santri yang hanya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Berikut ini juga adalah hasil wawancara dengan MN santriwan pondok pesantren Al-Iman, pada hari Kamis 09/08/2018 Pukul 13.35 WIB di pondok pesantren Al-Iman, sebagai berikut:
“ya dari dorongan orang tua, terus mboten enten arto damel neruske. ”.
Berikut ini juga adalah hasil wawancara dengan MC santriwan pondok pesantren Al-Iman, tentang keinginan orang tua dan keinginan pribadi tidak sinkron, wawancara pada hari Kamis 09/08/2018 Pukul 11.55 WIB di kantor sekretariat pondok pesantren Al-Iman, sebagai berikut:
80
“ya yang pertama karena masalah biaya. lalu yang kedua, orang tua kepengennya tidak sesuai dengan minat saya”.
Jadi, faktor yang menjadi penyebab santri hanya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren Al-Iman adalah faktor biaya yang dapat memberatkan, jika menuntut ilmu di pesantren bersamaan dengan sekolah formal.
3) Tidak ingin merepotkan orang tua
Hal ini sesuai wawancara dengan santriwati LN di pondok pesantren Al-Iman, pada hari Rabu tanggal 08/08/2018 pukul 13.55 WIB di pasar desa Sumowono, sebagai berikut:
“kasian orang tua mbak (sambil tertawa) biaya, nggeh kan mboten sekedik to”.
Berikut ini juga adalah hasil wawancara dengan MN santriwan pondok pesantren Al-Iman, pada hari Kamis 09/08/2018 Pukul 13.35 WIB di pondok pesantren Al-Iman, sebagai berikut:
“nggeh kersane mboten ngrepotke wong tuo, ajeng nerusake teng pondok mawon”.
4) Dorongan dari orang tua
Faktor kedua yang dapat menjadi penyebab santri hanya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren adalah faktor keluarga, seperti dukungan dari orang tua. Hal ini dikuatkan dari hasil wawancara dengan VK santriwati pondok pesantren Al-Iman, pada hari Kamis 05/08/2018 Pukul 13.30 WIB di pondok pesantren Al-Iman, sebagai berikut:
81
“enggeh mendukung, ajeng kerjo mboten angsal kok. Ken ngrampungke pondok riyen”.
Berikut adalah paparan dari hasil wawancara dengan NL santriwati pondok pesantren Al-Iman, pada hari Rabu 08/08/2018 Pukul 13.30 WIB di pasar desa Sumowono, sebagai berikut:
“mendukung sepenuhnya nek niku, tapi timbangane sekolah ngono mending ngaji, daripada sekolah tapi rak ngaji, mending ngaji wae rasah sekolah rapopo, seng penting wes tau SMA”.
Berikut adalah paparan dari hasil wawancara dengan MH santriwan pondok pesantren Al-Iman, pada hari Kamis 09/08/2018 Pukul 10.30 WIB di sekretariat pondok pesantren Al-Iman, sebagai berikut:
”Yang pertama itu keinginan orang tua, disuruh orang tua itu lo mbak, kalau sekolahnya tidak terlalu mendukung sih mbak, malah disuruh melanjutkan lagi tapi melanjutkan di pondok pesantren