HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Analisis Deskriptif .1 Deskriptif Responden
5.2.1 Analisis Model Pengukuran Modal Sosial
Model Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) merupakan model yang murni berisi model pengukuran. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi model yang tepat yang menjelaskan hubungan antara seperangkat item-item dengan konstruk yang diukur oleh item tersebut. Adapun evaluasi yang dapat dilakukan oleh model pengukuran ini adalah evaluasi validitas dan reliabilitas hubungan antara variabel laten terhadap indikator-indikator pengukuran dalam model pengukuran. Pada penelitian ini, model pengukuran yang digunakan untuk mengukur konstruk modal sosial adalah CFA tingkat kedua (2nd CFA). Jenis metode pengukuran CFA ini terdiri dari 2 tingkat. Tingkat pertama adalah pengukuran CFA yang menunjukkan hubungan antara variabel-variabel teramati sebagai
indikator-indikator dari variabel laten terkait. Sedangkan pengukuran tingkat keduanya adalah pengukuran CFA yang menunjukkan hubungan antara variabel-variabel laten pada tingkat pertama sebagai indikator-indikator dari sebuah variabel laten tingkat kedua.
Agar model pengukuran dapat dianalisis, maka terlebih dahulu harus dilihat kecocokan keseluruhan model, yaitu mengevaluasi kecocokan antara data dan model. Untuk melihat kecocokan model, dapat ditinjau dari Goodness of Fit
Statistics (GOF) model dari modal sosial secara keseluruhan. Hasil GOF untuk
model pengukuran modal sosial dapat dilihat pada Lampiran 5.
Dari hasil estimasi model modal sosial menunjukkan nilai chi square (df=27) adalah 57.63 dengan P-value 0.00053 < 0.05. Berdasarkan nilai chi
square, model menunjukkan kecocokan yang kurang baik karena memiliki nilai
yang besar dan juga p-value yang menunjukkan nilai yang signifikan karena nilainya kurang dari 0.05. Nilai probabilitas dari chi square sangat sensitif dimana ketidaksesuaian antara data dengan model sangat dipengaruhi oleh besarnya ukuran sampel (Cochran, 1952). Nilai chi square hanya akan valid apabila asumsi normalitas data terpenuhi dan ukuran sampel adalah besar (Joreskog, 2002). Jadi jika ukuran sampel kecil, maka uji chi square akan menghasilkan nilai yang tidak valid. Karena itulah, prosedur untuk menilai model fit hanya dengan menggunakan chi square dan probabilitasnya kurang dapat dibenarkan (Bentler dan Bonett, 1980). Dengan demikian, diperlukan indikator-indikator lainnya untuk menghasilkan suatu justifikasi yang pasti mengenai model fit.
Nilai RMSEA merupakan indikator model fit yang paling informatif. Nilai RMSEA yang diperoleh dari model modal sosial adalah 0.073 ≥ 0.05, yang berarti menunjukkan model memiliki kecocokan yang cukup atau closed fit (MacCallum
et al.1996). Selain itu ukuran-ukuran GOF yang lain yaitu : GFI, CFI, IFI dan
AGFI ≥ 0.90 juga menunjukkan kecocokan model yang baik.
Dalam mengukur validitas dan reliabilitas pada 2nd CFA dilakukan evaluasi dua tingkat, yaitu pada tingkat pertama dan tingkat kedua. Untuk melihat suatu indikator dinyatakan valid atau tidaknya dengan melihat nilai t-muatan faktornya dan nilai muatan faktor standar. Nilai t-muatan faktor standar harus di atas 1.96 dan muatan faktor standarnya ≥ 0.70, atau 0.50 (Igbaria dalam
Wijayanto, 2008). Ditambahkan pula jika ada nilai muatan faktor standar bernilai ≤ 0.50, tetapi masih ≥ 0.30 maka indikator tersebut bisa dipertimbangkan untuk tidak dihapus. Penggunaan batas kritikal sepenuhnya diserahkan kepada peniliti dengan mempertimbangkan teori dan substansi yang mendasari model.
Model pengukuran dari konstruk modal sosial bisa dilihat pada Gambar 9. Pada Gambar 9 dapat dilihat bahwa nilai t-muatan faktor variabel laten dan indikator kognitif kurang dari 1.96. Sedangkan untuk struktural dan relasional > 1.96. Oleh karena itu, variabel laten kognitif akan dihapus sebagai langkah dari perbaikan model.
Setelah dilakukan langkah perbaikan model dengan menghapus variabel laten kognitif dari model pengukuran modal sosial, didapatkan model yang lebih baik dimana indikator-indikator dari variabel latennya baik struktural dan relasional memiliki nilai-t > 1.96 dan muatan faktor standarnya ≥ 0.70 atau ≥ 0.50 ataupun ≥ 0.30. Sehingga dapat disimpulkan CFA tingkat pertama memiliki validitas yang baik. Demikian juga dengan CFA pada tingkat kedua, dimana variabel laten struktural dan relasional menunjukkan nilai-t > 1.96 dan muatan faktor standar ≥ 0.70 atau ≥ 0.50 ataupun ≥ 0.30. Bisa disimpulkan pula CFA pada tingkat kedua juga memiliki validitas yang baik. Nilai muatan faktor standart dan nilai-t dari model pengukuran konstruk modal sosial yang sudah diperbaiki ditampilkan pada Gambar 10 dan Gambar 11. Sedangkan untuk nilai muatan faktor standart tingkat II dari model pengukuran modal sosial bisa dilihat pada Gambar 12.
Gambar 10 Path Diagram Muatan Faktor Standar 2nd CFA Tingkat I Modal Sosial
Gambar 11 Path Diagram Nilai-t 2nd CFA Modal Sosial
Reliabilitas adalah konsistensi suatu pengukuran. Reliabilitas tinggi menunjukkan bahwa indikator-indikator dari suatu variabel laten mempunyai konsistensi tinggi dalam mengukur konstruk latennya. Berdasarkan hal tersebut, maka untuk mengukur reliabilitas dalam SEM akan digunakan composite
reliability measure (ukuran reliabilitas komposit) dan variance measure (ukuran
ekstrak varian), dimana untuk cara penghitungannya bisa dilihat pada Lampiran 9. Nilai muatan faktor standar dan kesalahan CFA pada pengukuran tingkat pertama dan kedua, dilengkapi dengan nilai CR dan VE sebagai indikator reliabilitas model dari model pengukuran modal sosial ditampilkan pada Tabel 16.
Tabel 16 Validitas dan Reliabilitas Model Pengukuran 2nd CFA dari Modal Sosial
Variabel Muatan
Faktor Standar
Nilai-t Reliabilitas Keterangan CR ≥
0.70
VE ≥ 0.50 1 st CFA
Struktural 0.365 0.172 Reliabilitas kurang Baik
MSS1 0.54 0.00 Validitas Baik
MSS4 0.27 2.44 Validitas Baik
MSS6 0.39 3.97 Validitas Baik
Relasional 0.58 0.186 Reliabilitas kurang Baik
MSR1 0.46 0.00 Validitas Baik MSR2 0.26 2.80 Validitas Baik MSR3 0.53 4.45 Validitas Baik MSR5 0.49 4.30 Validitas Baik MSR6 0.37 3.62 Validitas Baik MSR8 0.42 3.93 Validitas Baik 2 nd CFA
MODAL SOSIAL 0.99 0.99 Reliabilitas Baik
STRUKTURAL 1.00 6.72 Validitas Baik
Dari Tabel 16 bisa diketahui bahwa nilai composite reliability measure (CR) dan variance measure (VE) dari indikator-indikator struktural dan relasional pada pengukuran CFA tingkat pertama menunjukkan nilai yang kecil yaitu CR ≤ 0.70 dan VE ≤ 0.50 yang berarti memiliki tingkat reliabilitas yang kurang baik. Hal tersebut mungkin saja disebabkan karena proses pengisian jawaban kuesioner oleh responden yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan pada evaluasi CFA tingkat kedua menunjukkan nilai CR ≥ 0.70 dan VE ≥ 0.50 sehingga dikatakan bahwa variabel struktural dan relasional valid dan reliabel. Jadi walaupun nilai reliabilitas dari model pengukuran struktural dan relasional pada tahap pertama kurang baik, indikator-indikator tersebut tetap dipakai dalam model pengukuran karena selain memiliki tingkat validitas yang baik, model pengukuran juga memiliki GOF yang menunjukkan model memiliki tingkat kecocokan yang baik.