• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sikap KK Pendidikan KK

4.5 Analisis Multivariat

Analisis multivariat dilakukan untuk menentukan variabel independen pengetahuan, sikap dan pendidikan kepala keluarga yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur. Dalam uji ini semua variabel yang berhubungan (signifikan) pada uji bivariat α = 5% (0,005) akan dimasukkan secara bersama-sama ke dalam uji multivariat. Uji yang digunakan dalam analisis

multivariat ini adalah Uji Regresi Logistik. Alasan pemilihan analisis Regresi Logistik, disebabkan variabel independennya kategorik dan variabel dependennya juga kategorik.

Tahap analisis multivariat diawali dengan pemilihan variabel kandidat multivariat, pembuatan model dan uji interaksi. Pemilihan variabel kandidat multivariat dilakukan dengan cara memilih dari seluruh variabel independen pada uji bivariat yang menggunakan uji Chi Square. Variabel yang dapat dijadikan kandidat model multivariat adalah variabel yang mempunyai nilai uji G (rasio log-likelihood) memiliki p<0,25. Pembuatan model betujuan untuk mendapatkan model yang terbaik dalam menentukan pengaruh pengetahuan,sikap dan pendidikan kepala keluarga terhadap kesiapsiagaan rumah tangga menghadapi banjir. Dilakukan dengan cara semua variabel kandidat multivariat dicobakan secara bersama-sama. Variabel yang dapat dijadikan model dipertimbangkan dengan dua penilaian, yaitu nilai signifikansi ratio log-likelihood (p<0,05) dan nilai signifikansi p wald (p<0,05). Pemilihan model dilakukan secara hirarki dengan cara semua variabel (yang telah lulus sensor) dimasukkan ke dalam model, kemudian variabel yang p wald-nya tidak signifikan dikeluarkan dari model secara berurutan dimulai dari p wald yang terbesar.

4.5.1. Pemilihan Variabel Kandidat Multivariat

Dalam penelitian ini terdapat 3 (tiga) variabel independen, yaitu: faktor pengetahuan, sikap dan pendidikan kepala keluarga. Sebagai variabel dependen adalah kesiapsiagaan rumah tangga menghadapi banjir di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur.

Variabel yang terpilih/memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam uji multivariat, ditentukan dari hasil analisis uji bivariat dimana bila hasil analisis bivariat terdapat nilai p value <0,25 maka variabel tersebut akan dimasukkan ke dalam uji multivariat dan sebaliknya bila nilai p value >0,25 maka variabel itu tidak dimasukkan atau dikeluarkan dari uji multivariat. Hasil uji tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.8. Hasil Analisis Uji Bivariat Pengaruh Faktor Pengetahuan, Sikap dan Pendidikan kepala keluarga Terhadap Kesiapsiagaan Rumah Tangga Menghadapi Banjir di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur

No Variabel Independen Log-likelihood G P value

1 Pengetahuan 45,191 49,008 0,000

2 Sikap 30,589 30,579 0,000

3 Pendidikan 13,908 14,203 0,001

Berdasarkan Tabel 4.8 diatas, ada 3 (tiga) variabel yang p value <0,25 yaitu pengetahuan, sikap, pendidikan kepala keluarga. Dengan demikian ke-3 (tiga) variabel tersebut layak masuk ke model multivariat.

4.5.2. Pembuatan Penentu Kesiapsiagaan Rumah Tangga dalam Menghadapi Banjir

Setelah melalui tahapan pemilihan variabel kandidat multivariat didapat 3 (tiga) variabel yang akan dimasukkan ke dalam pembuatan model yaitu pengetahuan, sikap, pendidikan kepala keluarga . Dilakukan dengan cara semua variabel kandidat dicobakan secara bersama-sama. Variabel yang dapat dijadikan model dipertimbangkan dengan 2 (dua) penilaian, yaitu nilai signifikansi ratio log-likelihood (p<0,05) dan nilai signifikansi p wald (p<0,05). Pemilihan model dilakukan secara hirarki dengan cara semua variabel independen (yang telah lulus sensor) dimasukkan

ke dalam model, kemudian variabel yang p waldnya tidak signifikan dikeluarkan dari model secara berurutan dimulai dari p wald yang terbesar. Hasil analisis regresi logistic tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut ini:

Tabel 4.9. Hasil Analisis Uji multivariat Regresi Logistik Pengaruh Faktor Pengetahuan, Sikap dan Pendidikan kepala keluarga Terhadap Kesiapsiagaan Rumah Tangga Menghadapi Banjir di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur

No Variabel Independen B P value Exp (B)

1 Pengetahuan 2,315 0,002 10,125

2 Sikap 1,842 0,022 6,309

3 Pendidikan -0,906 0,434 0,404

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, terlihat bahwa signifikasi p value (p<0,05) ada 2 (dua) variabel yaitu: pengetahuan (p=0,002) dan sikap (p=0,022) sedangkan 1 (satu) variabel yaitu pendidikan (p=0,434) signifikasi (p>0,05). Dengan demikian hanya 2 (dua) variabel yang masuk ke dalam pembuatan model multivariat berikutnya. Hasil analisis regresi logistic tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut ini:

Tabel 4.10. Hasil Analisis Uji multivariat Regresi Logistik Pengaruh Faktor Pengetahuan dan sikap kepala keluarga Terhadap Kesiapsiagaan Rumah Tangga Menghadapi Banjir di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur

No Variabel Independen B P value Exp (B)

1 Pengetahuan 1,891 0,001 6,627

2 Sikap 1,976 0,000 6,133

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas, terlihat bahwa signifikasi p value (p<0,05) yaitu: pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,000). Dengan demikian ada dua (2)

variabel yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir., yaitu pengetahuan dan sikap.

4.5.3 Penentuan Variabel yang Berpengaruh dan Paling Berpengaruh pada Kesiapsiagaan Rumah Tangga Menghadapi Banjir

Setelah melalui tahapan-tahapan dalam uji multivariat didapatkan hasil penentuan variabel independen yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan rumah tangga menghadapi banjir, seperti terlihat pada Tabel 4.10 di atas, yaitu:

Untuk variabel sikap (p=0,000) mempunyai p value signifikan (p<0,05), dan pengetahaun (p=0,001) berarti ada dua (2) variabel yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kesiapsiagaan rumah tangga menghadapi banjir.

Nilai variabel sikap B = 1,976 merupakan angka yang paling besar dari kedua nilai variabel lainnya, oleh karenanya variabel sikap dalam penelitian ini dinyatakan sebagai satu-satunya variabel yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir.

Proses analisis yang telah dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa dari ke 3 (tiga) variabel independen yang diduga berhubungan dengan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir, ternyata hanya ada 1 (satu) variabel independen (sikap) yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir.

83 Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kebanyakan rumah tangga di Desa Pelita Sagoup Jaya belum siap menghadapi banjir, dimana 57 KK (71,3%) tidak siap menghadapi banjir dan hanya 23 KK (28,8%) yang menunjukkan kesiapan Kepala keluarga menghadapi banjir.

Tidak siapnya rumah tangga di Desa Pelita Sagoup Jaya menghadapi banjir, menunjukkan bahwa mereka belum memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir yang meliputi rendahnya kemampuan mengenali bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan tempat tinggal, kemampuan mengenali tanda-tanda akan terjadinya bencana, dan kesadaran untuk mengelola lingkungan tempat tinggal yang ramah bencana.

Hasil penelitian di Desa Pelita Sagoup Jaya sesuai dengan hasil penelitian LIPI (2006), yaitu Rumah tangga yang mewakili masyarakat Kota Bengkulu memiliki indeks kesiapsiagaan sebesar 51 yang berarti bahwa masyarakat masih kurang siap dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. Hal ini berkaitan erat dengan masih terbatasnya kepedulian akan pentingnya kesiapsiagaan, mengingat banjir sudah dianggap masyarakat sebagai kejadian rutin di Kota Bengkulu.

Ketidaksiapan dalam rumah tangga dalam menghadapi banjir akan menimbulkan kerugian bagi rumah tangga berupa rusaknya perabot-perabot, televisi, kulkas, mesin cuci dan juga terendamnya dokumen-dokumen penting.

Menurut Syamsul Ma’arif (2007/2008) salah satu penyebab timbulnya korban jiwa dan kerusakan/kerugian akibat bencana adalah karena kekurangan kesiapsiagaan rumah tangga.Untuk mengurangi dampak dari banjir maka diperlukan kesiapsiagaan rumah tangga.

Menurut Susanto (2006) bahwa tak gampang untuk menerapkan berbagai kebijakan dalam suasana bencana. Karenanya dalam masa-masa normal perlu terus dilakukan kesiapan yang meliputi pencegahan, mitigasi termasuk lagkah-langkah kesiapsiagaan. Juga harus terus dilakukan penyuluhan dan sosialisasi secara luas agar masyarakat memiliki kemampuan dan mau berperan aktif mencegah dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi meskipun dengan skala kecil.

5.2. Pengaruh Pengetahuan Terhadap Kesiapsiagaan Rumah Tangga

Dokumen terkait