Sikap KK Pendidikan KK
5.5. Keterbatasan Penelitian
Mengingat luasnya lingkup dan cakupan penelitian tidak dapat dihindari adanya keterbatasan yang muncul dalam penelitian ini, yaitu:
1. Data hasil penelitian ini bersumber dari kepala keluarga yang bertempat tinggal di Desa Pelita Sagoup Jaya, karena usia Kepala keluarga beragam dalam mengisi kuesioner maka data yang didapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya dan dapat pula tidak menggambarkan secara utuh kondisi yang sebenarnya di lapangan.
2. Penelitian ini menggunakan sampel penelitian kepala keluarga di Desa Pelita Sagoup Jaya, konsekuensinya hasil penelitian ini belum dapat menyimpulkan
secara tepat gambaran yang sesungguhnya faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan di tempat lain. Demikian pula generalisasinya masih sangat terbatas apabila digunakan untuk seluruh kepala keluarga yang tinggal di kawasan rawan bencana di Kabupaten Aceh Timur, sehingga masih diperlukan penelitian lainnya
94 Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan mengenai pengaruh faktor pengetahuan, sikap dan pendidikan dan kepala keluarga terhadap kesiapsiagaan rumah tangga menghadapi banjir sebagai berikut:
1. Variabel pengetahuan berpengaruh terhadap kesiagsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana banjir (p<0,05)
2. Variabel sikap berpengaruh terhadap kesiapsiagaan rumah dalam menghadapi bencana banjir (p<0,05)
3. Variabel pendidikan berpengaruh terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana banjir (p<0,05)
4. Variabel sikap merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir berdasarkan uji regresi logistik (p=0,04) dengan nilai variabel sikap β = 2.019
5. Kesiapsiagaan rumah tangga di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu Aceh Timur dari hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga tidak siap menghadapi banjir yaitu sebesar 57 KK (71,2%) dan rumah tangga yang siap menghadapi banjir hanya 21 KK (28,8%).
6.2. Saran
Kepala Keluarga dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur maka:
1. Kepala keluarga harus memiliki sikap positif (merespon, menghargai,dan bertanggung jawab) dalam kesiapsiagaan rumah tangga, sehingga dapat meminimalkan kerugian dan korban banjir.
2. Kepala keluarga memperoleh pendidikan bencana melalui pendidikan non formal yaitu dengan pelatihan-pelatihan dan simulasi bencana.
3. Pemerintah Desa Pelita Sagoup Jaya memfasilitasi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah tangga untuk menghadapi banjir berupa dukungan fasilitas dan dana dalam pelatihan dan simulasi bencana.
96 Azwar. 2007. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta : Pustaka Sinar.
Bakornas PB. 2007. Pedoman Penanggulangan Banjir Tahun 2007-2008. Jakarta. Bappenas. 2007. Peluncuran Buku Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko
Bencana Tahun 2006-2009. Jakarta.
Bloom, Benyamin. 1908. Psikologi Pendidikan. Jakarta.
Carter, W. Nick. 1991. Disaster Management: A Disaster Manager’s Handbook. Manila: ADB
CSO – NAD. 2007. Laporan Kajian Strategis Program Civil Society Organization (CSO). Jakarta.
Depkes. 2006. Pedoman Penanggulangan Banjir. Jakarta.
______. 2007. Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan.
______. 2007. Pedoman Teknis Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana. Jakarta.
Dibyosaputro. 1998. Penanggulangan Bencana Banjir, Jakarta.
Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 2007. Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta.
Efendi, Ferry, Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas, Teori dan Praktik Dalam Keperawatan. Penerbit Salemba Medika, Jakarta.
Haifani, Akhmad Muktaf. 2008. Manajemen Resiko Bencana Gempa Bumi (Studi Kasus Gempa Bumi Yogyakarta 27 Mei 2006). Pusat Pengkajian dan Teknologi Keselamatan, Instalasi dan Bahan Nuklir, Bapeten.
Kodoatie, Robert dan Roestam. 2006. Pengelolaan Bencana Terpadu : Banjir, Longsor, Kekeringan dan Tsunami. Yusuf Watampone Press. Jakarta Kolopaking, Lala M. 2008. Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Pemberdayaan
Masyarakat. Seminar Nasional Kesiapsiagan Penanggulangan Bencana di Indonesia. Pusat Studi Bencana IPB. Bogor
LIPI – UNESCO/ISDR. 2006. Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi Bencana Gempa Bumi & Tsunami. Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta.
_____________________. 2006. Pengembangan Framework Untuk Mengukur Kesiapsiagaan Masyarakat. Jakarta.
Marpaung Ridwan. 2009. Sosial Ekonomi bencana Debris Sungai Jeneberang
Ma’mun. 2007. Mengurai Ancaman Banjir Jakarta. Pustaka Cerdasindo, Jakarta Misra. 2007. Antisipasi Rumah di Daerah Rawan Banjir. Griya Kreasi, Jakarta Mulia, Ricki M. 2005. Kesehatan Lingkungan. Graha Ilmu, Jakarta.
Mulyana, Didik S dan Fredy Chandra. 2007. Perencanaan Simulasi Untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Komunitas Dalam Menghadapi Bencana, Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas ke V, Makassar, 5 – 8 Oktober 2009
Nasir, Haedar. 2008. Bencana Dalam Ragam Pandangan (II). Majalah Suara Muhammadiyah
Nasution. 1999. Psikologi Pendidikan. Jakarta.
Notoadmodjo, Soekidjo. 2005. Promosi KesehatanTeori dan Aplikasi. Cetakan Pertama, PT Rineka Cipta, Jakarta
Pelaksana Harian Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (BAKORNAS PB). 2007. Pengenalan Karakteristik Bencana dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Jakarta.
Priyanto. Agus. 2006. Promosi Kesehatan Pada Situasi Emergensi. Edisi 2, Jakarta.
PSB UGM. 2008. Reorientasi Pendidikan Kebencanaan Dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana. Digelar Seminar Nasional Reorientasi Pendidikan Kebencanaan, Yogyakarta.
Pujiono. 2006. Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum Dalam Respon Bencana. Proyek SPHERE, Gransindo, Jakarta.
Purnomo. H, Ronny. S. 2010. Manajemen Bencana Respons dan Tindakan Terhadap Bencana. PT Buku Kita, Jakarta
Qanun Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Nomor 13 Tahun 2009 tentang
Penanggulangan Bencana.
Rissalwan Lubis. 2007. Peran Strategis Kelembagaan Masyarakat Lokal Dalam Upaya Penanggulangan Bencana di Tingkat Komunitas. Medan.
Rustamaji. 2007. Pedoman Nasional Manajemen Bencana di Indonesia. Gama Media, Yogyakarta
Sarwono. 2004. Prilaku Manusia. Jakarta.
Singarimbun, Effendi. 1996. Metode Penelitian Survei. LP3ES, Jakarta.
Sunaryo. 2002. Psikologi Untuk Keperawatan. Cetakan Pertama, EGC, Jakarta. Susanto. 2006. Disaster Manajemen di Negeri Rawan Bencana. Cetakan Pertama,
PT Aksara Grafika Pratama, Jakarta. Syahrial. 2005. Ilmu Pendidikan. Jakarta.
Syamsul, Ma’arif. 2007/2008. Pedoman Penanggulangan Bencana Banjir. Jakarta. Taufik, M. 2007. Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan Dalam Bidang
Keperawatan Untuk Perawat dan Mahasiswa Keperawatan. Infomedika, Jakarta.
Tohari Adrin. 2008. Bencana Alam di Indonersia. Tim Kajian Likuifaksi dan Sumber Daya Air Pusat Penelitian (Puslit) Geoteknologi LIPI, Jakarta.
Triutomo, Sugeng. 2007. Pengenalan Karakteristi Bencana dan Upaya Mitigasi di Indonesia. Edisi II, Bakornas PB, Jakarta
Twigg John. 2007. Karakteristik Masyarakat Tahan Bencana. DFID Disaster Risk Reduction Interagency Coordination Group
Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Jakarta. Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Biro Hukum Departemen
Kesehatan RI, Jakarta.
UNDP-Indonesia. 2007. Kerangka Kerja Pengurangan Risiko Bencana, Rencana Aksi Provinsi Nangroe Aceh Darusalam. Jakarta.
Yulaelawati, Ella. Usman Shihab. 2008. Mencerdasi Bencana. PT Grasindo, Jakarta. Yusuf, Indra. 2005. Mitos dan Kearifan Lokal. Jurusan Geografi UPI, Bandung.
100