• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Paragraf pertama

Lirik lagu ini dinyanyikan dengan musik yang beraliran balada yang kesannya memang sedih. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada setiap

mempermudah penelitian. Adapun gambar yang dipilih untuk mewakili dari lirik lagu di paragraf pertama yaitu pada detik ke- 42.

Gambar 4.1

Sumber: http://www.youtube.com

Dari gambar 4.1 tampak sebuah tempat duduk yang terbuat dari bambu ataupun sering disebut bale bambu yang berada di depan sebuah rumah. Tampak jelas bahwa bale bambu tersebut merupakan tempat yang nyaman untuk bersantai pada sore hari. Sedangkan disamping bale bambu tersebut terdapat tanaman sepreti tanaman lengkuas. Disini terlihat kesederhanaan dari masyarakat dusun karena tanaman yang ditanam di depan rumah bukan tanaman hias melainkan hanya tanaman lengkuas. Dari gambar yang disajikan, terdapat gabungan tanda-tanda yang ditampilkan dengan sebuah bale bambu, dan disampingnya terdapat tanaman lengkuas. Tanda-tanda ini mengarah kepada kehidupan yang sederhana dan biasa pada masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah perdusunan. Gambar yang ditampilkan pada klip ini tampak biasa-biasa saja atau bahkan kuno. Namun, menurut pemahaman peneliti, potongan gambar ini bercerita lebih, yakni adanya kekuatan yang ditonjolkan dalam gambar, sehingga sangat mendukung pemahaman lagu Ujung Aspal Pondok Gede. Kekuatan itu jika dilihat dari gambarnya berupa bale bambu adalah sebuah tempat untuk bersantai di depan rumah yang fungsi sesungguhnya adalah tempat untuk bersantai dan

bercengkrama dengan keluarga. Bandingkan dengan masyarakat kota yang mungkin waktu bertemu dengan keluarga mereka relatif singkat akibat banyaknya kesibukan di daerah perkotaan. Selanjutnya pada potongan gambar terdapat tanaman lengkuas di depan rumah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat desa paham betul kegunaan lengkuas. Selain alami tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat dan penyedap makanan. Gambar 4.1 yang ditampilkan tidak berlebihan, Gambar ini memang memiliki nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat dusun dengan kesederhanaannya khususnya.

4.2.1. Analisis Baris Pertama

Tabel 4.2.1

Baris Lirik Makna Denotasi Makna Konotasi

1 Di kamar ini aku

dilahirkan

Tempat untuk ibu-ibu melahirkan memang biasanya di kamar

Kamar memang tempat yang lumrah untuk seorang ibu untuk melahirkan si buah hatinya. Namun pada lirik ini ibu-ibu melahirkan di kamar rumah mereka bukan di kamar pada sebuah rumah sakit. pada lirik ini pencipta lagu menunjukkan bahwa dahulu pada masyarakat mereka ibu-ibu itu melahirkan di dalam kamar rumah.

4.2.2. Analisis Baris Kedua

Tabel 4.2.2

Baris Lirik Makna Denotasi Makna Konotasi

2 Di bale bambu

buah tangan bapakku

Tempat duduk lebar yang ada di teras rumah dan terbuat dari bambu, peninggalan orang tuanya

Tempat duduk yang lebar dan biasanya panjang sering kita jumpai di teras rumah masyarakat pedesaan. Tempat ini sering digunakan untuk merilekskan diri seusai

pulang dari bekerja, tempat untuk makan makanan ringan ataupun untuk minum teh. Tempat ini juga sering menjadi tempat sebuah keluarga kumpul-kumpul di waktu luang, biasanya di tempat ini juga orang tua menceritakan dongeng bahkan untuk memberi nasihat-nasihat kepada anak- anaknya. Hal tersebut biasanya mereka lakukan menjelang magrib hingga ketika mata ingin terpejam dengan bertukar pikiran di bale bambu tersebut.

4.2.3. Analisis Baris Ketiga

Tabel 4.2.3

Baris Lirik Makna Denotasi Makna Konotasi

3 Dibelai mesra

lentik jari ibuku

Lembut sentuhan ibu terhadap bayinya.

Pada masyarakat perdusunan memang seorang ibu benar-benar

bertanggung jawab menjadi seorang ibu terhadap anaknya, mulai dari memberi si anak ASI, mengganti popok, mencuci, dan merawat anak itu sepanjang hari. hal ini terbukti jika kita bandingkan dengan masyarakat kota yang kebanyakan sibuk dengan tugas ataupun karir mereka masing-masing sehingga waktu untuk mengurus anak pun tidak ada. Maka tidak jarang anak mereka sering diasuh oleh pembantu yang sengaja disewa oleh ibunya.

Pada paragraf pertama ini memiliki makna konotasi yang baris pertama dan baris berikutnya saling berhubungan. Dengan menekankan kampung halaman serta keasrian dusun. Hal ini ditambah pula dengan adanya kata dibelai mesra lentik jari ibuku, yang memang benar-benar kepedulian ibu terhadap seorang anak. Dirawat sebaik mungkin meskipun hanya tinggal di daerah dusun.

dicerna masyarakat sehingga lagu ini dekat dengan pendengar yang merasakannya. Hubungan antara tanda menunjukkan kesederhanaan dan rasa menyukuri.

Kesederhanaan memang ciri gaya hidup masyarakat di dusun. Tetapi meskipun hidup sederhana masyarakatnya rukun. Dengan adanya sifat hidup sederhana pada masyarakat dusun maka akan timbul keharmonisan, karena tiadanya persaingan yang tidak sehat dalam masyarakat. Dalam lirik di bale bambu buah tangan bapakku tampak rasa syukur dalam sebuah keluarga khususnya terhadap seseorang yang telah menghadap kepada yang kuasa, dengan mengungkapkan peninggalan yang hanya sederhana.

Dengan adanya pernyataan ini masyarakat akan semakin bangga dapat hidup sederhana dan mempunyai rasa syukur terhadap apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Dan, di akhir paragraf terdapat lirik yang mengungkapkan bahwa meskipun seseorang yang telah ditinggal suaminya masih dapat merawat anaknya dengan baik. Ini dikarenakan masih ada rasa mereka bersyukur. Secara tidak langsung pencipta lagu meminta kepada para pendengar untuk menyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

4.3. Analisis Paragraf Kedua

Peneliti mengambil artian lirik yang tertera pada video klip lagu Iwan Fals yang berjudul Ujung Aspal Pondok gede. Gambar yang telah dipilah peneliti untuk mewakili dari paragraf kedua ini adalah pada detik ke- 79.

Sumber: http://www.youtube.com Dengan lirik sebagai berikut:

1. Nama dusunku ujung aspal pondok gede 2. Rimbun dan anggun

3. Ramah senyum penghuni dusun

Gambar 4.2 menunjukkan gambar sebuah gedung besar yang terdapat pada dusun Ujung Aspal Pondok Gede yang dulunya terkenal dengan kata rindang dan anggun sebelum masyarakat disana di gusur oleh mafia tanah. Sekarang di sampingnya terdapat sebuah mesjid yang bersebelahan dengan gedung tinggi tersebut. Kombinasi tanda dalam gambar 4.2 menunjukkan adanya keangkuhan pada kedua bangunan tersebut. Karena dari segi bangunan tampak jelas gedung ini berdiri kokoh dan mesjid disampingnya mesjid sedehana yang dulunya tempat untuk beribadah masyarakat dusun Ujung Aspal Pondok Gede. Karena lahan yang digunakan untuk mendirikan bangunan tersebut dulunya kepunyaan masyarakat dusun Ujung Aspal Pondok Gede sebelum akhirnya digusur oleh para mafia tanah untuk kepentingan bisnis mereka.

Gambar ini ditampilkan sesuai dengan realita sekarang ini.Karena banyak masyarakat yang dulunya daerah tempat tinggal mereka rimbun dan anggun pada akhirnya harus menjadi daerah yang padat dan gersang. Hal ini diakibatkan karena sering ada terjadi perampasan hak masyarakat berupa tanah yang diklaim oleh para mafia tanah. Gambar ini penuh dengan nilai- nilai keangkuhan dan nilai keserakahan.. Karena dalam potongan gambar ini dusun yang dulu dibanggakan oleh pemilik tanah di daerah tersebut karena terkenal dengan kerindangaanya harus menjadi daerah yang tandus karena telah berdiri gedung yang tinggi. Yang artinya keserakahan dan kesewenangan masih saja terjdi sampai saat ini.

4.3.1 Analisis Baris Pertama

Tabel 4.3.1

ujung aspal pondok gede

dusun tempat kelahiran lagu ini menunjukkan rasa

bangga meskipun lahir di dusun, karena setiap orang pasti sangat mencintai tanah kelahirannya meskipun hanya lahir di dusun. Apalagi ditambah dengan penjelasan di lirik lagu ujung aspal pondok gede ada kata keramahan, kerimbunan dan keasrian suasana dusun. Dengan kata lain meskipun seseorang lahir di dusun bukan berarti orang itu tidak berharga, bukan berarti untuk dibodoh-bodohi. Namun akibat kurang berpihaknya hukum yang membuat masyarakat ini tergusur.

4.3.2 Analisis Baris Kedua

Tabel 4.3.2

Baris Lirik Makna Denotasi Makna Konotasi

2 Rimbun dan

anggun

Suasana teduh, tenteram dan damai

Rimbun dan anggun merupakan ciri-ciri daerah pedusunan pada umumnya karena masih tingginya nilai-nilai kekerabatan, udara yang segar serta

panorama yang indah, berbanding terbalik dengan daerah perkotaan yang telah banyak dicemari oleh polusi dan masyarakatnya juga terkesan acuh tak acuh terhadap sesama.

Artinya jika dibawa kedalam nilai-nilai prilaku manusia, masyarakat dusun lebih

mengutamakan unsur kekeluargaan dan terlebih pula pada hal melestarikan lingkungannya.

.3.3. Analisis Baris Ketiga

Tabel 4.3.3

Baris Lirik Makna Denotasi Makna Konotasi

3 Ramah senyum

penghuni dusun

Menegaskan sifat masyarakat dusun yang ramah.

Mengingatkan kembali kepada para pendengar bahwa masyarakat dusun itu selain daerahnya sudah rimbun ditambah pula dengan masyarakatnya yang ramah-ramah. Artinya masyarkat di dusun menjunjung nilai kekeluargaan dan

welcometerhadap masyarakat yang bekunjung ke dusun tersebut, sehingga akibat kebaikan masyarakat dusun ada kesan lugu pada masyarakat dusun tersebut. Yang kemudian

dimanfaatkan oleh para mafia tanah untuk

mengklaim tanah mereka.

Pada paragraf kedua, makna yang terkandung terlebih pada suasana bangga meskipun lahir di daerah dusun. Dengan menguraikan suasana dusun yang penuh dengan keasrian, kerindangan yang ditambah pula dengan masyarakat yang ramah karena menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan yang membuat setiap orang berkunjung kesana merasa nyaman sehingga tercipta keseimbangan dan norma-norma dalam kekeluargaan. Kombinasi lirik pada paragraf kedua disusun runtut sesuai dengan nilai-nilai kekeluargaan yang berkembang pada masyarakat dusun.

Hubungan antar tanda secara sederhana menggambarkan kehidupan masyarakat dusun. Dan ditengah-tengahnya dengan menyisipkan unsur keramah-tamahan. Peneliti memaknai adanya unsur kekeluargaan yang ditampilkan dalam kemasan lirik yang mudah dicerna. Artinya, meslipun lirik lagunya menceritakan tentang kebanggaan meski lahir di dusun dengan alam yang indah, tetapi tetap saja disuguhkan dengan hal yang serius, yaitu keramah-tamahan dan masyarakat dusun juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, sehingga terkesan masyarakat dusun yang ramah.

Dokumen terkait