PEDOMAN WAWANCARA
F. Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh.
Bogdan yang dikutip oleh Sugiyono menambahkan bahwa “Data analysis is the process of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what you have discovered to others. Makna yang di atas, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah difahami, dan temuannya dapat mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.28
Menurut Moleong bahwa teknik analisis data dapat di klasifikasikan tiga model analisis data dalam penelitian kualitatif yaitu, (1) Metode perbandingan konstan (constan comparative), seperti yang dukemukakan oleh Glaser dan
28
Strauss, (2) Metode analisis data menurut Spradley, (3) Metode analisis data menurut Miles dan Huberman.29
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu analisis model interaktif. Dalam proses analisis data kualitatif Matthew B. Miles dan Huberman menyatakan bahwa aktivitas dalam proses analisis data hendaknya dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.
Adapun aktivitas dalam analisis data menurut Miles dan Huberman harus melalui tiga tahapan yakni pertama, data reduction; kedua, data display, dan conclusion drawing/ verification. Sebagaimana yang tertera pada gambar di bawah ini:
Periode pengumpulan
..……… Reduksi data
Antisipasi Selama Setelah
Display data ANALISIS
Selama Setelah
Kesimpulan/Verifikasi
Selama Setelah
Gambar 3.2: Komponen dalam analisis data (flow model)30
Berdasarkan gambar tersebut terlihat bahwa, setelah peneliti melakukan
pengumpulan data, maka peneliti melakukan antisipatori sebelum melakukan reduksi data.
29
Lexi Moleong, Op. Cit., hlm. 15.
30
Selanjutnya model interaktif dalam analisis data dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar. 3.3: Teknik analisis data model interaktif
Teknik analisis data model interaktif dalam penelitian ini dijelaskan sebagaimana langkah-langkah berikut:
1. Pengumpulan data (Data Collection)
Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini, yang dilakukan peneliti yakni sejak memasuki lokasi penelitian sampai semua data yang diperlukan terkumpul, pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi berperanserta, dan dokumentasi sesuai dengan fokus masalah yang akan diteliti di Yayasan Bani Hasyim sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin teknik pengumpulan data di atas.
Reduksi Data (Data reduction) Pengumpulan Data (Data collection) Penyajian Data (Data display) Kesimpulan dan verifikasi (Conclusion; drawing/ verifying)
2. Reduksi data (Data Reduction)
Reduksi data merupakan bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil.31
Senada dengan pendapat di atas, Sugiyono menambahkan bahwa mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencari bila diperlukan.32 Kegiatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi data dan mengkode data. Dalam pengkodean data digunakan tiga kolom yang terdiri dari nomor, aspek pengkodean, dan kode. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut.
Tabel 3.4: Pengkodean
No. Aspek Pengkodean Kode
1. Teknik pengumpulan data a. Wawancara b. Observasi c. Dokumentasi Ww Obs Dok 2. Sumber data a. Ketua Yayasan b. Direktur Masjidil Ilmi c. Kepala Sekolah d. Waka SMP Kurikulum KY DMI KS WKS 31
Ariesto Hadi Sutopo dan Adrianus Arief, Terampil Mengolah Data Kualitatif dengan
NVIVO, (Jakarta: Kencana, 2010), hlm. 7.
32
e. Bagian Administrasi BA 3. Fokus penelitian
a. Karakteristik Kepemimpinan Visioner b. Upaya pemimpin yayasan dari visi ke aksi c. Implikasi Pemimpin Visioner
KKV UPY IPV
Setelah tahap pengkodean data dan mengetahui batasan penelitian serta merasa cukup untuk menjelaskan pengembangan pendidikan Islam di Yayasan Bani Hasyim, dalam reduksi data selanjutnya adalah menganalisis dan menghubungkan antara kepemimpinan visioner dengan pengembangan pendidikan Islam. Sehingga peneliti, dalam memilih data harus yang relevan dan bermakna, agar tidak terjadinya kesalahan antara fokus masalah yang sedang diteliti dengan objek penelitian. Kemudian untuk tahap reduksi data selanjutnya adalah melakukan seleksi dan memfokuskan data yang mengarah untuk menjawab pertanyaan penelitian, setelah itu menyederhanakan serta menyusun secara sistematis dengan menonjolkan hal-hal yang dianggap penting dari hasil temuan yang berkaitan dengan upaya pemimpin yayasan dalam mengembangkan pendidikan Islam di Yayasan Bani Hasyim dengan berlandaskan pada konsep kepemimpinan visioner secara komprehensif seperti karakteristik dan prinsip-prinsip kepemimpinan visioner.
3. Penyajian data (Data display)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Kalau dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar katagori, flowchart dan sejenisnya.
Kemudian dalam penelitian kualitatif yang sering digunakan untuk menyajikan data adalah dengan teks yang bersifat naratif.33
Senada dengan uraian di atas, Ariesto Hadi Sutopo dan Adrianus Arief menjelaskan bahwa dalam tahap display data atau penyajian data yakni menyusun sekumpulan informasi, dan kemudian untuk diambil sebagai bahan kesimpulan sementara.34
Dari tahap penyajian data, dalam penelitian ini juga dimaksudkan untuk menemukan suatu makna dari data-data yang sudah diperoleh, kemudian disusun secara sistematis dari bentuk informasi yang kompleks menjadi sederhana dan selektif serta mudah dipahami maknanya. Data yang diperoleh peneliti di Yayasan Bani Hasyim kemudian diuraikan dan dipahami maksud dari data yang dikumpulkan tersebut. Sehingga dapat mempermudah peneliti untuk mengklasifikasikan pada tahap penyimpulan atau verifikasi.
4. Kesimpulan verifikasi
Langkah selanjutnya dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman yang dikutif oleh Sugiyono adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan
33
Sugiyono, Ibid., hlm. 341.
34
konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.35
Dan Arikunto menambahkan bahwa kesimpulan dalam penelitian bukanlah merupakan suatu karangan atau diambil dari pembicaraan-pembicaraan lain, akan tetapi hasil suatu proses tertentu yaitu “menarik”, dalam arti “memindahkan” sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain.36
Begitupun dalam penelitian ini, peneliti akan mengumpulkan seluruh data yang telah ada, baik melalui hasil wawancara, observasi dan dokumen. Setelah itu, seluruh data tersebut di deskripsikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif. Tentunya, berkaitan dengan judul dan rumusan masalah yang telah ada, yakni Bagaimana karakteristik kepemimpinan visioner pada ketua yayasan, upaya Ketua Yayasan mewujudkan visi ke dalam aksi pengembangan lembaga pendidikan Islam, dan implikasi kepemimpinan visioner pada Yayasan Bani Hasyim Singosari– Kabupaten Malang terhadap kemajuan lembaga pendidikan Islam.