Originalitas Penelitian adalah uraian tentang hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang sedang direncanakan, bagian ini ditujukan untuk memastikan kedudukan dan arti pentingnya penelitian yang direncanakan dalam konteks keseluruhan penelitian yang lebih luas, dengan kata lain menunjukkan bahwa penelitian yang akan dilakukan belum ada yang membahas, selain itu juga memberikan gambaran atau batasan-batasan teori yang akan dipakai sebagai landasan penelitian. Penelitian-penelitian tersebut dipaparkan sebagai berikut:
Isnada Waris Tasrim13 dengan penelitian Disertasi yang berjudul Kepemimpinan Visioner dalam Proses Perubahan di Sekolah Efektif (Studi Multikasus pada Tiga Sekolah Dasar di Kota Bunga), beliau mengkaji tentang kepemimpinan visioner dalam proses perubahan di sekolah efektif dengan tiga fokus penelitian yaitu : (1) kepemimpinan visioner dalam pembentukan visi;
13
Isnada Waris Tasrim, 2011, Kepemimpinan Visioner dalam Proses Perubahan di
Sekolah Efektif, (Studi Multikasus pada Tiga Sekolah Dasar di Kota Bunga), (Disertasi:
(2) kepemimpinan visioner dalam mentransformasi visi; (3) kepemimpinan visioner dalam mengimplementasikan visi. Adapun hasil penemuannya mengemukakan bahwa pertama, kepemimpinan visioner dalam pembentukan visi didasari oleh (1) nilai personal pemimpin dan nilai dasar organisasi, dan (2) dalam menetapkan arah yang jelas bagi organisasi dilandasi oleh berbagai pertimbangan; kedua, kepemimpinan visioner dalam mentransfornasi visi dilakukan melalui (1) upaya artikulasi dan komunikasi visi, misi, dan tujuan organisasi, yang meliputi tujuan, intensitas dan sasaran, (2) mengidentifikasi area perubahan yang perlu diperbaiki melalui restrukturisasi; ketiga, kepemimpinan visioner dalam mengimplementasikan visi dilakukan melalui (1) pengembangan profesionalisme guru, mulai proses rekruitmen, diklat internal dan eksternal, supervisi dan studi lanjut; (2) pembangunan budaya mencakup pembangunan komitmen, pembentukan sistem budaya da sosialisasi sistem budaya.
Sugeng Satrio Utomo14 dengan penelitian tesis berjudul Hubungan Kepemimpinan Visioner, Ketrampilan Kepala Sekolah dan Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Profesional Guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang, adapun Hasil penelitian ini ditemukan bahwa : (1) kinerja profesional guru termasuk kategori sangat tinggi (2) kepemimpinan visioner kepala sekolah termasuk kategori tinggi sekali (3) ketrampilan manajerial kepala sekolah termasuk sangat tinggi (4) iklim komunikasi organisasi termasuk kategori tinggi sekali. Sedangkan berdasarkan Output SPSS, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat hubungan yang siginifikan antara kepemimpinan visioner
14
Sugeng Satrio Utomo, 2011, Hubungan Kepemimpinan Visioner, Keterampilan Kepala
Sekolah dan Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Profesional Guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang, (Tesis: Universitas Negeri Malang).
terhadap kinerja profesional guru sebesar 0.000 (2) terdapat hubungan yang signifikan antara ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja profesional guru sebesar 0.000 (3) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja profesional guru sebesar 0,009. (4) terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan visioner, ketrampilan manajerial kepala sekolah dan iklim komunikasi organisasi secara simultan terhadap kinerja profesional guru sebesar 0.000.
Sedangkan sumbangan relatif terhadap kinerja profesional guru (1) kepemimpinan visioner kepala sekolah sebesar 36.6 % (2) ketrampilan manajerial kepala sekolah sebesar 39.6 % (3) iklim komunikasi organisasi sebesar 18.5 %. Disamping itu terdapat sumbangan efektif terhadap kinerja profesional guru (1) kepemimpinan visioner kepala sekolah sebesar 19% (2) ketrampilan manajerial kepala sekolah sebesar 21 % (3) iklim komunikasi organisasi sebesar 10 %.
Wuri Setiawan15 dalam tesisnya yang berjudul Peran Kepemimpinan Visioner untuk Menghasilkan Calon Pendidik yang Berkarakter Kuat dan Cerdas di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Surakarta. Berdasarkan hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa: (1) Peran kepemimpinan visioner untuk menghasilkan calon pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas di FKIP UNS dilakukan sesuai dengan tahapan tindakan manajerial yang meliputi : (a) peran kepemimpinan visioner dalam penyusunan visi dan misi FKIP UNS sebagai inspirator, motivator serta konsultan yang mengarahkan visi dan misi agar sesuai dengan konsep awal; (b) peran kepemimpinan visioner dalam mensosialisasikan
15
Wuri Setiawan, Peran Kepemimpinan Visioner Untuk Menghasilkan Calon Pendidik
yang Berkarakter Kuat dan Cerdas di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Surakarta, (Tesis: UNS Surakarta).
visi dan misi FKIP UNS dilakukan dengan menggunakan berbagai macam media melalui berbagai kesempatan baik secara langsung dan tidak langsung; (c) peran kepemimpinan visioner dalam mengimplentasikan visi dan misi FKIP UNS dilakukan dengan pendelegasian wewenang kepada para pembantu dekan dan pimpinan jurusan, prodi/BKK untuk memaksimalkan bidang masing-masing; (d) peran kepemimpinan visioner dalam evaluasi pelaksanaan visi dan misi FKIP UNS dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik evaluasi menurut pelaku dan teknik evaluasi menurut waktu. (2) Kendala yang dihadapi pemimpin visioner untuk menghasilkan calon pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas di FKIP UNS antara lain: (a) adanya perbedaan kemampuan berfikir karyawan, dosen, dan mahasiswa dalam memahami visi dan misi untuk menghasilkan tenaga kependidikan yang berkarakter kuat dan cerdas; (b) adanya benturan aturan yang ada, sehingga ada beberapa program kerja yang kurang lancar untuk diimplementasikan; (c) masih ada beberapa dosen yang kurang inovatif dan kreatif dalam melakukan pembelajaran saat perkuliahan; (d) kurang optimalnya penggunaan sarana prasarana dan media pembelajaran yang berbasisi IT. (3) Upaya-upaya untuk mengatasi kendala yang dihadapi pemimpin visioner untuk menghasilkan calon pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas di FKIP UNS diantaranya adalah: (a) melakukan sosialisasi secara kontinyu dan sistematik agar civitas akademika memiliki persepsi yang sama terhadap visi dan misi yang ada; (b) membuat perencanaan program kerja dengan teliti dan cermat agar tidak berbenturan dengan aturan yang ada; (c) melakukan penilaian secara periodik dan memotivasi para dosen agar selalu inovatif saat melakukan perkuliahan; (d)
pengadaan diklat IT agar sarana prasarana dan media pembelajaran yang tersedia dapat digunakan secara optimal.
Adapun untuk lebih jauhnya terkait dengan persamaan, perbedaan dan orisinalitas penelitian, peneliti membuat format dalam bentuk tabel dibawah ini:
Tabel 1.1: Orisinalitas Penelitian
No.
Nama Peneliti, Judul dan
Tahun Penelitian
Persamaan Perbedaan Originalitas
Penelitian
1. Isnada Waris Tasrim. 2011.
Kepemimpinan
Visioner dalam Proses Perubahan di Sekolah Efektif,
(Studi Multikasus pada Tiga Sekolah Dasar di Kota Bunga). Sama-Sama berkaitan dengan pembahasan tentang kepemimpinan visioner 1. Objek Penelitian pada tiga Sekolah Dasar di Kota Bunga 2. Penelitian ini memfokuskan pada kepemimpinan visioner dalam pembentukan, mantranformasi, dan mengimplement asikan visi. 1. Objek penelitian ini adalah lembaga pendidikan Islam di Yayasan Bani Hasyim Singosari Kabupaten Malang 2. Bidikan penelitian ini lebih mengarah pada karakteristik kepemimpinan visioner dalam pengembangan Lembaga Pendidikan Islam, upaya ketua yayasan dalam mewujudkan visi ke aksi dan implikasi kepemimpinan visioner pada Yayasan Bani Hasyim dalam pengembangan Pendidikan 2. Sugeng Satrio Utomo,
2011. Hubungan Kepemimpinan
Visioner, Ketrampilan Kepala Sekolah dan Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Profesional Guru pada SMA Negeri di Kabupaten Malang, 1. Objek Penelitian Pada SMA Negeri di Kabupaten Malang. 2. Penekanan pada relavansi antara kepemimpinan visioner dengan Ketrampilan Kepala sekolah yang berimplikasi pada kinerja profesional guru
Peran Kepemimpinan Visioner Untuk Menghasilkan Calon
Pendidik yang
Berkarakter Kuat dan Cerdas di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Surakarta,
pada FKIP UNS Surakarta 2. Penelitian ini memfokuskan peran kepemimpinan visioner yang bertujuan untuk menghasilkan calon pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas. Islam. .
Dari beberapa hasil penelitian di atas, maka dapat diketahui bahwa penelitian tentang kepemimpinan visioner dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam di Yayasan Bani Hasyim belum sepenuhnya disentuh untuk diteliti, walaupun dalam perspektif konsep kepemimpinan visioner telah dipresentasikan oleh semua peneliti di atas, hanya dalam segi objek penelitian yang berbeda sesuai dengan kriterianya masing-masing. Sehingga peneliti mengangkat judul ini sebagai penelitian yakni “Kepemimpinan visioner dalam pengembangan pendidikan Islam studi kasus di Yayasan Islam Bani Hasyim Kecamatan Singosari – Kabupaten Malang”.