Analisis dan Pembahasan Manajemen ini harus dibaca bersama-bersama dengan Ikhtisar Data Keuangan Penting, laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan terkait, dan informasi keuangan lainnya, yang seluruhnya tercantum dalam Informasi Tambahan ini. Laporan keuangan Perseroan tersebut telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Analisis dan pembahasan oleh manajemen di bawah ini menyajikan analisis dan pembahasan manajemen, angka-angkanya diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk periode (i) pada tanggal dan untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dan 2019 (tidak diaudit) (ii) pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh KAP (Kantor Akuntan Publik) Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota jaringan firma Ernst & Young) berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI, dengan opini tanpa modifikasian dalam laporannya tanggal 28 Februari 2020 yang ditandatangani oleh Muhammad Kurniawan.
a. Pertumbuhan Pendapatan, Beban dan Laba Pendapatan
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2019
Jumlah pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 adalah sebesar Rp 1.732.312 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp373.243 juta atau 27,46% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2019, yaitu sebesar Rp1.359.069 juta. Hal ini terutama disebabkan karena adanya kenaikan pendapatan bunga dan pendapatan syariah sebesar Rp378.448 atau 27,99% karena outstanding penyaluran pinjaman sampai dengan September 2020 yang lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Jumlah pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp1.863.081 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp517.675 juta atau 38,48% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, yaitu sebesar Rp1.345.406 juta. Hal ini terutama disebabkan karena adanya kenaikan pendapatan bunga dan pendapatan syariah penyaluran pinjaman yang berasal dari penyaluran pinjaman baru di tahun 2019 sebesar Rp6.937 miliar di mana pendapatan bunga penyaluran pinjaman tersebut meningkat sebesar Rp516.270 juta atau 38,50% dari periode yang sama tahun 2018 karena bertambahnya jumlah saldo outstanding penyaluran pinjaman Perseroan di tahun 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
1.345.406 1.863.081 1.359.069 1.732.312 500.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000
31 Desember 2018 31 Desember 2019 30 September 2019 30 September 2020
Beban
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2019
Jumlah beban Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 adalah sebesar Rp1.267.882 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp363.313 juta atau 40,16% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2019, yaitu sebesar Rp904.569 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan karena adanya kenaikan beban bunga dan bagi hasil sebesar Rp325.274 juta atau 40,06% dari periode yang sama tahun sebelumnya karena nilai outstanding surat utang, KJP dan SBK sampai dengan September 2020 lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Jumlah beban Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp851.572 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp125.864 juta atau 17,34% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, yaitu sebesar Rp725.708 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan karena adanya kenaikan beban bunga dan bagi hasil sebesar Rp113.675 juta atau 19,50% dari periode yang sama tahun sebelumnya karena adanya peningkatan saldo outstanding surat utang Perseroan.
786.079 1.261.478 904.569 1.267.882 500.000 1.000.000 1.500.000
31 Desember 2018 31 Desember 2019 30 September 2020 30 September 2020
Laba Bersih
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2019
Laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir 30 September 2020 adalah sebesar Rp368.801 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp13.997 juta atau 3,94% dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp354.804 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan kenaikan pendapatan atas penyaluran pinjaman yang seiring dengan outstanding penyaluran pinjaman yang lebih besar dibandingkan outstanding penyaluran pinjaman periode yang sama tahun 2019.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp472.888 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp36.345 juta atau 8,33% dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp436.543 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan atas penyaluran pinjaman sebesar Rp516.270 juta atau 38,50% seiring dengan outstanding penyaluran pinjaman yang lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2018.
436.543 472.888 354.804 368.801 250.000 500.000
31 Desember 2018 31 Desember 2019 30 September 2019 30 September 2020
b. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer, serta Ekuitas
Aset
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Jumlah aset Perseroan pada tanggal 30 September 2020 adalah sebesar Rp32.693.240 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp5.994.953 juta atau sebesar 22,45% dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2019, yaitu sebesar Rp26.491.557 juta. Hal ini disebabkan oleh adanya penyaluran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp3.064.331 juta yang diimbangi dengan penurunan deposito berjangka pada pihak ketiga sebesar Rp270.456 juta.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp26.698.287 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp7.206.720 juta atau sebesar 36,97% dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2018, yaitu sebesar Rp19.491.557 juta. Hal ini disebabkan oleh adanya penyaluran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp7.806.175 juta yang diimbangi dengan penurunan pada pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga sebesar Rp869.536 juta.
Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Jumlah Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer Perseroan pada tanggal 30 September 2020 adalah sebesar Rp21.356.897 juta,
mengalami peningkatan sebesar Rp4.007.548 juta atau sebesar 23,10% dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2019,
yaitu sebesar Rp17.349.349 juta. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan utang bank pihak ketiga sebesar Rp1.030.000 juta atau sebesar 81,10%.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Jumlah Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp17.349.349 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp6.043.714 juta atau sebesar 53,46% dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2018, yaitu sebesar Rp11.305.635 juta. Hal ini disebabkan oleh adanya penyaluran pinjaman kepada pihak berelasi sebesar Rp4.115.426 atau 45,59%. 19.491.557 26.698.287 32.693.240 11.305.635 17.349.349 21.356.897 8.185.922 9.348.938 11.336.344 10.000.000 20.000.000 30.000.000 40.000.000
31 Desember 2018 31 Desember 2019 30 September 2020
Ekuitas
Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2020 adalah sebesar Rp11.336.344 juta, yang mengalami peningkatan
sebesar Rp1.987.406 juta atau sebesar 21,26% dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2019, yaitu sebesar Rp9.348.938 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penambahan uang muka setoran modal sebesar Rp950.000 juta dari pemegang saham.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp9.348.938 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp1.163.010 juta atau sebesar 14,21% dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2018, yaitu sebesar Rp8.185.922 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penambahan uang muka setoran modal sebesar Rp800.000 juta dari pemegang saham.
ANALISIS ARUS KAS
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2019.
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2019
Arus kas dari aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir 30 September 2020 adalah sebesar Rp4.468.227 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp1.840.285 juta atau 70,03% dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp2.627.942 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan penerimaan angsuran dan pinjaman yang diberikan sebesar Rp1.724.363 juta.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Arus kas dari aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp6.790.862 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp2.400.506 juta atau 54,68% dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp4.390.356 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan penyaluran pinjaman yang diberikan sebesar Rp2.540.105.
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2019
Arus kas dari aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir 30 September 2020 adalah sebesar Rp480.372 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp1.472.763 juta atau 148,41% dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar defisit Rp992.391 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penjualan deposito berjangka sebesar Rp487.656.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Arus kas dari aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 adalah sebesar defisit Rp274.841 juta yang mengalami penurunan sebesar Rp55.043 juta atau 16,69% dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp329.884 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan investasi pada deposito sebesar Rp200.244.
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2019
Arus kas dari aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir 30 September 2020 adalah sebesar Rp7.283.500 juta, yang mengalami peningkatan sebesar Rp2.400.500 juta atau 49,16% dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp4.883.000 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penarikan kredit jangka pendek sebesar Rp5.780.00.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018
Arus kas dari aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 adalah sebesar defisit Rp6.639.315 juta yang mengalami peningkatan sebesar Rp3.245.315 juta atau 95,26% dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp3.394.000 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh penarikan kredit jangka pendek sebesar Rp9.845.000.
RASIO-RASIO KEUANGAN (1) Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi liabilitas jangka pendek yang dapat diukur dengan membandingkan antara total aset lancar terhadap total liabilitas lancar. Tingkat likuiditas Perseroan pada tanggal 30 September 2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 masing-masing adalah sebesar 182,01%, 101,49% dan 143,04%. Peningkatan tingkat likuiditas dibandingkan dengan tahun sebelumnya disebabkan karena aset lancar terutama kas dan setara kas pihak ketiga dan pinjaman yang diberikan jatuh tempo sampai dengan satu tahun yang mengalami peningkatan lebih besar atau sejumlah 98,16% dibandingkan dengan peningkatan pada liabilitas lancar.
(2) Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua liabilitasnya, yang dapat diukur dengan membandingkan antara total aset terhadap total liabilitas. Tingkat solvabilitas Perseroan pada tanggal 30 September 2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 masing-masing adalah sebesar 1,56x, 1,55x dan 1,80x. Penurunan rasio solvabilitas disebabkan karena adanya peningkatan total liabiliatas yang lebih besar dibandingkan peningkatan total asset.
(3) Imbal Hasil Ekuitas
Imbal Hasil Ekuitas atau Return on Equity (ROE) adalah kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2020 (disetahunkan), 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 masing-masing adalah sebesar 5,07%, 5,45% dan 5,33%. Penurunan imbal hasil ekuitas karena kenaikan laba bersih yang lebih lambat dibandingkan dengan kenaikan ekuitas.
(4) Imbal Hasil Investasi
Imbal Hasil Investasi atau Return on Asset (ROA) adalah kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba bersih dari aset yang dimiliki, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan total aset. Imbal Hasil Investasi Perseroan pada tanggal 30 September 2020 (disetahunkan), 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 masing-masing adalah sebesar 1,13%, 1,77% dan 2,24%. Penurunan imbal hasil investasi karena kenaikan laba bersih yang lebih lambat dibandingkan dengan kenaikan aset.
(5) Gearing Ratio
Sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam KMK No.84/PMK.012/2006 pada Bab VII. pasal 25 ayat 3 dijelaskan bahwa tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan diukur dengan gearing ratio setinggi-tingginya 10 kali. Gearing Ratio Perseroan berturut-turut pada tanggal 30 September 2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 masing-masing adalah sebesar 3,06x, 2,86x dan 1,86x. Hal ini membuktikan bahwa Perseroan telah memenuhi tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan sebagaimana dipersyaratkan oleh OJK
BELANJA MODAL
Penambahan aset tetap (capital expenditure) Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir per 30 September 2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 masing-masing adalah sebesar Rp2.965 juta, Rp33.415 juta dan Rp9.045 juta.
Pembelian barang modal ditujukan untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan dapat beroperasi lebih efektif dan efisien. Sumber dana pembelian belanja modal bersumber dari kas Perseroan. Perseroan tidak memiliki transaksi hedging (lindung nilai) karena kebutuhan mata uang asing Perseroan lebih banyak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang tidak material. Sampai dengan Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2020, tidak terdapat pembelian barang modal yang tidak sesuai dengan tujuan Perseroan. Sampai dengan tanggal 30 September 2020, belum ada pengikatan atas belanja modal tersebut.