Artinya : “D an sesungguhnya kami telah menganugrahkan hikmah kepada
ANALISISPENDAPAT SURAT LUKMAN AYAT 13
B. Analisis Pendapat Alamah Kamal Faqih Imani dalam Kitab Tafsir Nurul Quran
Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (itu) sangatlah dibenci disisi AllahSWT
jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S.
as-Saff:2-3). (Fahrudin, 2011:552)
B. Analisis Pendapat Alamah Kamal Faqih Imani dalam Kitab Tafsir Nurul Quran
Pendapat Alamah Kamal Faqih Imani dalam tafsirnya yang berjudul Nurul Quran menyebutkan “Dalam kandungan ayat Lukman ayat 13 ini
65
adalah nasehat Lukman yang mengejarkan bahwa manusia itu harus berpegang teguh pada ideologi yang paling mendasar yaitu ideologi
tauhid dan memiliki tauhid dalam segala aspek dan dimensi kehidupan.”
Dalam pendapat ini penulis juga mengambil pin-poin penting yang orang tua harus tau terlebih dahulu sebelum mengajarkan pada anaknya, diantara poin-poinya yaitu:
1. Pendidikan Tauhid
Dalam pendidikan tauhid terdapat 2 jalur komunikasi yang dihadapi manusia dalam hidupnya yaitu :
a. Jalur komnunikasi yang bersifat vertikal, yaitu jalur komunikasi manusia dengan tuhan.
b. Jalur komunikasi yang bersifat horiszontal, yaitu jalur komunikasi manusia dengan alam sekitar, terutama sesama manusia itu sendiri.(Tatapangarsa, 1980:18)
Kedua jalur yang dihadapi ini, baik yang vertikal maupun yang
horizontal, manusia harus dapat menjalin dan membinanya dengan baik.
Artinya, manusia haruslah menjalin hubungan baiknya dengan tuhan dan dengan alam sekitar (alam sekitar disini tentunya terutama adalah manusia itu sendiri). Kalau komunikasi vertikal saja yag dijalin dengan baik, hal ini akan membawa sikap hidup zuhud yang menolak duniawi dan suka mengasingkan diri dari pergaulan masyarakat. Sebaliknya, kalau jalur komunikasi horizontal saja yang dibina baik sedang hubungan vertikalnya
66
dengan tuhan tidak beres bahkan tidak putus samasekali, hal ini akan mendatangkan sikap hidup sekuler yang tandus dan ateis.
Jadi, kalau dengan salah satu pihak dari kedua belah pihak itu yaitu
Tuhan (vertikal) dan manusia (horizontal), apalagi dengan kedua-duanya . Seorang mempunyai hubungan buruk , hidup orang itu akan menjadi
pincang dan tidak normal. Hanya kalau dengan tuhan dan dengan manusia ini kedua-duanya dapat dijalin hubungan baiknya, kehidupan ini dapat berjaln dengan baik dan stabil, harmonis dan sejahtera lahir batin.
Seperti dalam firman AllahSWT yang telah digariskan sedemikian rupa:
Artinya:”Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali agama AllahSWT dan tali perjanjian dengan mnausia. Mereka mendapat murka dari AllahSWT dan selalu diliputi kesengsaraan, yang demikian itu karena mereka mnegingkari ayat-ayat AllahSWT dan membunuh para nabi, tanpa hak alasan yang benar. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas”. (QS. al-Imran,112). (Fahruddin, 2011:65)
Iman tidak cukup hanya di terjemahkan dengan “percaya atau yakin”, karena bila berhenti pada pengertian “percaya”, iblis lebih percaya dari dulu dari pada kita. Iblis pernah berdialog sekaligus menunjukan sifat pembangkanganya. Ketika AllahSWT menyruh iblis untuk hormat
67
kepada adam a.s dalam simbol bersujud. Iblis menentang dan membangkang perintah AllahSWT tersebut seperti dalam surat al-Isra’ ayat 289:
Artinya:”Dan ingatlah, ketika kami berfirman kepada Malaikat, “sujudlah kamu semua kepada adam,”lalu mereka sujud, kecuali Iblis . Iblis berkata,”apakah aku harus bersujud kepada orang yang engkau ciptakan dari tanah?.” (QS. Al-Isra’:61). (Fahrudin, 2011:289)Agar kita ada perbedaan dengan iblis, kata Iman harus kita terjemahkan lebih nyata dan spesifik. Iman berarti menempatkan diri secara merdeka, membebaskan diri dari segala belenggu ikatan kecuali mengikat diri dengan penuh cinta kepada Allah. Iman merupakan berpihakan kepada AllahSWT da Rosulnya sesuai dengan al-Quran dan Hadits.(Tasmara, 2002:1)
Iman bukanlah hanya sekadar knowladge atau pengetahuan. Kita tidak cukup hanya sampai pada batas “saya tahu” tetapi harus diteruskan dengan “saya bergerak”
Abu Sa’id al-Kharazz, seperti yang ditulis oleh Qusyairi, berkata,
“siapa saja yang menduga bahwa apabila seseorang mencurahkan tenaganya untuk mencapai tujuan, berarti ia tertolong. Barang siapa yang menduga jerih payah ia akan meraih tujuanya, berarti ia hanya
berangan-68
angan!” Rosulullah SAW. Bersabda, “perbaikilah pekerjaanmu niscaya
doamu akan terkabul.”(HR.Tabarani). (Tasmara, 2002:3).
Dengan kata lain dapat di katakan bahwa beriman atau setidaknya tidaklah sempurna Iman seseorang yang hanya menyakini didalam hati dan mengucap didalam kata, tetapi hampa dalam perbuatan. Pandai membuat pernyataan, tetapi bodoh mewujudkanya dalam kenyataan.
Dalam bukunya Wahiddudin Khan menjelaskan bahwa Iman adalah bersandar penuh dan percaya, bersandar pada sesuatu yang tidak kasab mata dan mempercayainya. lalu dia mengaitkanya dengan taqwa, wara’ dan khauf.
Jadi sebagai orang tua harus mngetahui bagaimana pentingnya pendidikan Iman bukan hanya sebatas percaya saja, hal seperti ini yang harus di tanamkan kepada anak agar menciptakan suasana anam dan tentram di dalam keluarga.
Dalam pendapat selanjutnya menyebutkan, “Perlu di tekankan, Lukman menyebut mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. Sebagai alasan untuk meninggalkan syirik dan pernyataan yang menyangkut beberapa aspek. Beberapa aspek kezaliman dari perbuatan syirik ini demikian luasnya sehingga bukan hanya berkaitan dengan Allah, yaitu mempersekutukan dia dengan makhluk yang tidak setara denganya, namun juga berkaitan dengan umat manusia sebagai hamba-hamba Allah. Dengan perbuatan jahatnya, mereka akan
69
menciptakan kezaliman dan memalingkanmereka dari memuliakan menyembah Allah sehingga jatuh ke jurang kenistaan menyembah makluk
selain Allah. (Imani, 2008:279-280)”
Dalam pendapat diatas sudah jelas bahwa telah mekankankan pada perbuatan zalim (menyekutukan AllahSWT) yang merupakan dosa yang paling besar. Berikut penjelasan mengenai perbuatan dosa besar (Syirik).
2. Perbuatan Syirik
Dalam Tafsir ibn Katsir mendefinisikan bahwa syirik merupakan berbuatan terzalim diantara kezaliman, Bukhori meriwayatkan dari Abdullah. Dia berkata:
تَلَزَ ن اَّلم
:
ُنَما َنايذلا
مالُظِب امُهَ ن اَايْإاوُسِبالَ ي اَلَو او
.
ِالله ل وُسَر ِب اَحاصأ ىَلَع َكِلَذ َّقَش
ص
.م
.
ص الله ل وُسر ل اَقَ ف ؟ مالُظِب ُهَن اَايِْا اسِبلُي اَلَ اَنُّ يَأااوُل اَقَو
.م
.
ُعَماسَت َلْأ َكلَذِب َسايَل ُهَّنِا
ن اَماقُل ِلوَق َلَإ
:
ِب كِراشُت َلْ ََّنُ ب َيَ
ٌمايِظَع ٌمالُظَل َكارَّشلا َّنِا له
( ير اخبلا هاور )Artinya:”Tatkala ayat, orang-orang beriman dan mereka tidak mencampuri keimanaya dengan kezaliman diturunkan maka terasa beratlah bagi para sahabat RosulullahSAW. Mereka berkata, ‘siapa diantara kami yang tidak mencampuri keimananya dengan kezaliman? “maka Rosulullah SAW bersabda, maksud ayat itu bukanlah demikian. Apakah kamu tidak menyimak ucapan Lukman yang berbunyi, hai anaku, janganlah menyekutukan AllahSWT. Sesungguhnya mnyekutukan Allah itu
benar-benar merupakan kezaliman yang besar.” HR.Bukhori. (Ar-Rifai,
2000:790 )
Hadits ini pun diriwayatkan oleh Muslim dari al-A’msy
Kemudian Lukman membarengkan pesan beribadah kepada Allah yang esa dengan berbuat baik dengan kedua orang tua. Seperti dalam firman AllahSWT:
70
Artinya:”Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupanya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan janganlah seorang ayah menderita karena anaknya. Ahli warispun berkewajiban seperti itu pula. Apabila keduanya ingi menyapih dengan persetujuan dan bermusyawaratan antara keduanya. Maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain. Maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah danketauhilah Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS. al-Baqarah:233). (Fahrudin, 2011:36)
Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah,”yakni makin bertambah lemah. Ayat “dan menyapihnya dalam dua tahun,”berarti setelah anak dilahirkan, maka si ibu merawatnya dan menyusuinya. Hal ini sebagaimana firman AllahSWT,”hendaklah para ibumenyusui para anaknya dua tahun penuh, bagi siapa yang hendak menyempurnakan penyusuan.
71
Dalam masa modern ini banyak anak-anak yang berimajinasi terlalu jauh, imajinasi adalah watak yang dimiliki oleh anak-anak, imajinasi, di batasi sampai kadar tertentu, memang mungkin berguna terutama bagi anak-anak yang berumur dibawah 7 tahun dimana imajinasi ialah bagian dari bermain dan bermain ialah cara belajar awal mereka.
Bagi anak, khayalan menjadi kursial dalam bermain, anak yang hanya memiliki sebuah boneka, bisa menghadirkan berbagai hal lain dalam benaknya untuk melengkapi permainanya dengan boneka tersebut. Khayalan juga bisa membantu anak memperkaya daya fikirnya dengan berbagai hal yang menyangkut perasaan maupun berfikir kreatif.
Tetapi anak yang terlalu banyak menghayal akan bisa membahayakan kesehatan perkembangan jiwa. Jika anak sudah tidak mau di ajak melihat empiris atau hal-hal yang nyata, atau jika anak sudah menganggap apa yang imajinasi sebagai benar-benar ada, maka ini akan berbahaya bagi si anak.
Dewasa ini banyak juga film-film atau game yang berdasarkan cerita hanyalan, yang seakan nyata dan imajinasi tanpa batas. Bukan untuk anak-anak saja bahkan sampai buat remaja dan dewasa juga. Kita ambil satu contoh seperti film pokemon di situ di ceritakan adanya pocket monster atau bisa disebut juga monster kantong (jin kantong). Dalam kisahnya pokemon dapat di simpat di kantong dan jika diperlukan ia dapat di aktifkan buat membantu si pemilik. Sekarang apa bedanya dengan
72
konsep “khadam”(jin pelayan) dalam budaya timur? Jin pelayanan yang di miliki seseorang akan membantu pemiliknya tergantung perjanjianya. Ini adalah contoh kecil dari satu film masih banyak film-film yang berbau-bau seperti ini, jika film-film seperti ini di perlihatkan kepada anak yang hanyalanya tanpa batas, maka sangat amat berhaya baginya.
Hayalan ini akan menyangkut ketika kita sambungkan kepada keyakinan yaitu iman kepada AllahSWT. Karena hayalan akan berhubungan pada suatu yang ghoib. Seperti keimanan yag sudah dijelaskan sebelumnya.
Dunia ghaib memang bukan wilayah nan dapat diilmiyahkan. Namun sekali lagi, kita sadar bahwa global itu ada dan bahwa jin memang dapat berbuat hal-hal tertentu, bahkan ada sebagian manusia memang berkolaborasi dengan jin buat minta kekuatan dan perlindungan. Tegasnya kenyataan seperti itu ialah perbuatan syirik, dosa besar mempersekutukan AllahSWT yang tak terampuni.
C. Analisis Pendapat Muhammad Hasbi Asy-Shiddiqie dalam Kitab