• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengganda

Gambaran Ekonomi Kreatif Indonesia

3.3. Analisis Pengganda

Pengganda Output

Hasil penghitungan angka pengganda berdasarkan tabel I-O Updating Ekonomi Kreatif Tahun 2014 didapatkan besarnya angka pengganda output untuk masing-masing sektor ekonomi kreatif. Diantara 16 sektor ekonomi kreatif, sektor yang memiliki pengganda output terbesar adalah sektor kuliner sebesar 1,90782. Angka ini menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan permintaan akhir sektor kuliner sebesar 1 satuan misalkan 1 juta rupiah maka akan berdampak terhadap kenaikan output keseluruhan ekonomi sebesar 1,90782 satuan atau dalam contoh ini sebesar 1.907.820 rupiah. Sektor berikutnya yang memiliki nilai pengganda output terbesar yaitu sektor kriya dengan nilai sebesar

1,88523 dan diikuti sektor penerbitan dengan nilai 1,82638. Untuk sektor ekonomi kreatif lainnya besaran angka pengganda output berkisar antara 1,3 sampai 1,6 satuan, dengan sektor yang memiliki nilai angka penggada terkecil adalah sektor musik yaitu sebesar 1,34475.

Rekomendasi yang dapat ditarik dari uraian tersebut adalah efek maksimum dalam hal peningkatan produksi (pembentukan output) akan terjadi apabila setiap satuan uang untuk permintaan akhir dibelanjakan untuk menghasilkan output yang mempunyai angka pengganda terbesar, dalam hal ini adalah sektor kuliner, kriya serta penerbitan. Pembangunan yang lebih mengejar tingkat pertumbuhan ekonomi hendaknya menggunakan kriteria angka pengganda output ini untuk perencanaan kebijakannya.

Tabel 3.7. Pengganda Output Sektor Ekonomi Kreatif, 2014

Sektor Pengganda Output Peringkat

(1) (2) (3) (4)

1 Arsitektur 1,52794 6

2 Desain Interior 1,51060 8

3 Desain Komunikasi Visual 1,37453 15

4 Desain Produk 1,48498 10

5 Film dan Animasi dan Video 1,37934 14

6 Fotografi 1,65321 4

7 Kriya 1,88523 2

8 Kuliner 1,90782 1

9 Musik 1,34475 16

10 Fesyen 1,62271 5

11 Aplikasi dan Game Developer 1,46746 11

12 Penerbitan 1,82638 3

13 Periklanan 1,43052 12

14 Televisi dan Radio 1,42967 13

15 Seni Pertunjukan 1,50188 9

16 Seni Rupa 1,52437 7

Pemahaman yang lebih konkret untuk memaknai nilai angka pengganda output ini tersaji dalam gambar 3.3. Melalui gambar tersebut dapat terlihat bagaimana kondisi perekonomian jika terdapat tambahan permintaan akhir berupa ekspor produk kriya sebesar 1 juta rupiah. Untuk memenuhi permintaan tersebut maka output sektor kriya akan naik sebesar 1 juta rupiah. Untuk memenuhi tambahan output tersebut maka diperlukan penambahan bahan baku untuk produk kriya tersebut

misalkan kayu, kertas dan lainya yang mana pada gilirannya akan meningkatkan output-output dari bahan baku tersebut. Di sisi lain penambahan output produk kriya juga akan meningkatkan penggunaan komponen input primer yang meliputi kompensasi tenaga kerja (upah dan gaji), surplus usaha (keuntungan usaha) dan pajak lainnya atas produksi neto. Peningkatan upah gaji dan keuntungan usaha pada gilirannya akan meingkatkan belanja konsumsi baik rumah tangga maupun perusahaan yang selanjutnya kembali akan menaikkan output sektor-sektor yang di konsumsi oleh rumah tangga dan perusahaan tersebut. Secara keseluruhan akibat permintaan ekspor sebesar 1 juta rupiah tersebut maka akan meningkatkan output industri kriya secara langsung sebesar 1 juta rupiah kemudian diikuti dengan peningkatan output untuk memenuhi peningkatan bahan baku produk kriya dan konsumsi rumah tangga serta perusahaan untuk produk selain kriya sebesar 0,8568 juta rupiah serta peningkatan output secara tidak langsung sebesar 0,0284 juta rupiah, sehingga secara total seluruh sektor ekonomi akan meningkat sebesar 1,885 juta rupiah.

Gambar 3.3. Skema pengganda output Sektor Kriya

Order kriya dari luar negeri :

Rp 1 juta

Output kriya untuk ekspor naik:

Rp 1 juta

Input antara naik:

Kayu, kertas, bahan kimia, listrik, bahan bakar, dll

Input primer naik:

Upah dan gaji, keuntungan usaha, pajak lainnya atas

produksi

+ domestik naik: Output kriya

Rp 0,0284 juta =

Output semua kegiatan produksi selain kriya naik:

Rp 0,8568 juta

Output kegiatan produksi: kayu, kertas, produk kimia,

listrik, bahan bakar, perdagangan, transportasi,

dll  meningkat

Belanja rumah tangga dan belanja perusahaan untuk

konsumsi naik Total kenaikan output kriya: Rp 1,0284 juta + = Output semua kegiatan produksi naik: Rp 1,8852 juta Dampak Output = 1,8852 Multiplier Output 1,8852/1 = 1,8852 Stimulus = 1 Pengganda Pendapatan

Berdasarkan hasil penghitungan angka pengganda pendapatan, sektor ekonomi kreatif dengan nilai pengganda terbesar masih sama dengan pengganda output yaitu sektor kuliner. Besarnya angka pengganda pendapatan untuk sektor kuliner adalah 0.93662 yang mana artinya setiap penambahan permintaan akhir pada sektor kuliner sebanyak 1 satuan

maka akan meningkatkan seluruh pendapatan ekonomi sebesar 0,93362 satuan. Sektor berikutnya yang memiliki angka pengganda pendapatan terbesar adalah sektor kuliner sebesar 0,93662 dan diikuti sektor musik sebesar 0,92590. Untuk sektor ekonomi kreatif lainnya memiliki besaran angka pengganda pendapatan bervariasi pada kisaran 0,7 hingga 0,9, dengan sektor yang memiliki nilai angka penggada pendapatan terkecil adalah sektor kriya yaitu sebesar 0,79103.

Tabel 3.8. Pengganda Pendapatan Sektor Ekonomi Kreatif, 2014 Jika sasaran yang diinginkan adalah mendorong peningkatan

Sektor PendapatanPengganda Peringkat

(1) (2) (3) (4)

1 Arsitektur 0,87394 10

2 Desain Interior 0,89440 6

3 Desain Komunikasi Visual 0,87700 8

4 Desain Produk 0,87439 9

5 Film dan Animasi dan Video 0,85916 11

6 Fotografi 0,85152 12

7 Kriya 0,79103 16

8 Kuliner 0,93662 1

9 Musik 0,92590 2

10 Fesyen 0,80922 15

11 Aplikasi dan Game Developer 0,90465 3

12 Penerbitan 0,84755 13

13 Periklanan 0,83745 14

14 Televisi dan Radio 0,89493 5

15 Seni Pertunjukan 0,89074 7

16 Seni Rupa 0,89923 4

pendapatan masyarakat harus memaksimalkan alokasi setiap satuan uang untuk dibelanjakan kepada output sektor yang mempunyai angka pengganda pendapatan terbesar dalam hal ini adalah sektor kuliner, musik serta aplikasi dan game developer. Hal ini dimaksudkan untuk optimalisasi peningkatan pendapatan dalam perekonomian.

Pengganda Tenaga Kerja

Hasil yang didapatkan dalam penghitungan angka pengganda tenaga kerja menunjukkan pola yang sedikit berbeda dengan hasil angka pengganda output dan pendapatan. Jika pada angka pengganda output dan pendapatan sektor kuliner memiliki nilai tertinggi namun untuk

angka pengganda tenaga kerja sektor ini hanya menempati peringkat kelima dengan nilai pengganda 0,01807. Nilai angka pengganda tenaga kerja tertinggi dihasilkan oleh sektor seni pertunjukan dengan nilai 0,06429, diikuti oleh sektor seni rupa dengan nilai 0,01902 dan sektor film, animasi dan video dengan nilai 0,01836.

Tabel 3.9. Pengganda Tenaga Kerja Sektor Ekonomi Kreatif, 2014 Jika sasaran yang ingin dicapai adalah efektivitas dalam penyerapan

Sektor Tenaga KerjaPengganda Peringkat

(1) (2) (3) (4)

1 Arsitektur 0,00507 14

2 Desain Interior 0,00659 12

3 Desain Komunikasi Visual 0,00536 13

4 Desain Produk 0,00673 11

5 Film dan Animasi dan Video 0,01836 3

6 Fotografi 0,01213 8

7 Kriya 0,01661 6

8 Kuliner 0,01807 5

9 Musik 0,01505 7

10 Fesyen 0,01819 4

11 Aplikasi dan Game Developer 0,00204 16

12 Penerbitan 0,00820 9

13 Periklanan 0,00705 10

14 Televisi dan radio 0,00280 15

15 Seni Pertunjukan 0,06429 1

16 Seni Rupa 0,01902 2

tenaga kerja, maka salah satu komponen yang penting untuk menjadi pertimbangan adalah dengan memperhatikan sektor-sektor mana yang memiliki angka pengganda tenaga kerja terbesar, dalam hal ini adalah sektor seni pertunjukan, seni rupa dan sektor film, animasi dan video.

3.4. Analisis Keterkaitan

Berdasarkan hasil analisis keterkaitan pada Tabel I-O Updating Ekonomi Kreatif tahun 2014 Sektor Kriya memiliki nilai total IDP dan IDK terbesar yaitu 2,35077. Namun jika dilihat untuk nilai IDP saja sektor kriya hanya menempati peringkat kedua dengan nilai IDP sebesar 1,20934 dan sedikit lebih rendah dibandingkan sektor Kuliner dengan nilai IDP 1,22383. Sementara untuk nilai IDK sektor Kriya memiliki nilai yang

paling besar yaitu 1,14144. Sektor lainnya yang memiliki total nilai IDP dan IDK yang terbesar adalah sektor kuliner dengan nilai 2,20323 dan diikuti oleh sektor penerbitan dengan nilai 2,08600. Sementara itu sektor yang memiliki nilai IDP dan IDK terkecil adalah sektor film, animasi dan video dengan nilai 1,54236.

Tabel 3.10. Daya Penyebaran dan Derajat Kepekaan Ekonomi Kreatif, 2014

Jika melihat dari nilai IDP dan IDK maka sektor-sektor yang memiliki Sektor PenyebaranDaya IDP KepekaanDerajat IDK

IDP + IDK Peringkat (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 Arsitektur 1,52794 0,98015 1,08825 0,69809 1,67824 8 2 Desain Interior 1,51060 0,96902 1,01961 0,65406 1,62308 11

3 Desain Komunikasi Visual 1,37453 0,88173 1,08146 0,69373 1,57547 14

4 Desain Produk 1,48498 0,95258 1,01324 0,64997 1,60256 12

5 Film dan Animasi dan Video 1,37934 0,88482 1,02504 0,65754 1,54236 16

6 Fotografi 1,65321 1,06050 1,15907 0,74352 1,80403 5

7 Kriya 1,88523 1,20934 1,77938 1,14144 2,35077 1

8 Kuliner 1,90782 1,22383 1,52678 0,97940 2,20323 2

9 Musik 1,34475 0,86263 1,06875 0,68558 1,54821 15

10 Fesyen 1,62271 1,04094 1,09687 0,70362 1,74455 7

11 Aplikasi dan Game Developer 1,46746 0,94135 1,36352 0,87467 1,81602 4

12 Penerbitan 1,82638 1,17159 1,42547 0,91441 2,08600 3

13 Periklanan 1,43052 0,91765 1,05426 0,67628 1,59394 13

14 Televisi dan Radio 1,42967 0,91710 1,33824 0,85845 1,77556 6

15 Seni Pertunjukan 1,50188 0,96343 1,03443 0,66357 1,62700 10

16 Seni Rupa 1,52437 0,97785 1,01903 0,65369 1,63154 9

nilai terbesar paling berpotensi untuk ditingkatkan outputnya, karena peningkatan output pada sektor-sektor tersebut akan secara signifikan meningkatkan sektor ekonomi lainnya, baik sektor yang menjadi penyedia inputnya maupun sektor lain yang menggunakan output sektor ekonomi kreatif terkait sebagai bahan baku inputnya . Di sisi lain, Sektor dengan nilai IDP dan IDK kecil bukan berarti harus diabaikan, dalam hal ini pemerintah beserta stakeholder terkait perlu saling bersinergi sama agar sektor-sektor tersebut dapat memiliki performa yang semakin handal dalam meningkatkan perekonomian nasional.

Dokumen terkait