• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Republika Online dan Merdeka.Com hendaknya memberikan informasi

yang benar, objektif, tidak menimbulkan polemik dengan melepaskan keberpihakan pada sesuatu di luar fakta.

2. Bagi khalayak hendaknya menjadi subjek yang aktif dalam menerima realitas yang dikonstruksi oleh media massa, agar tidak terjebak dalam prasangka sosial yang berujung pada kekerasan.

3. Republika Online dan Merdeka.Com hendaknya terus berkomitmen membantu mengungkap dan memberitakan kasus dengan tuntas agar kasus ISIS ini tidak menguap begitu saja seperti kasus-kasus lainnya.

4. Republika Online dan Merdeka.Com sebagai saluran komunikasi yang dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat luas, diharapkan dapat menjalankan fungsi yang dapat memberi wawasan dan pengetahuannya kepada masyarakat seagai sarana pendidikan secara positif.

5. Republika Online dan Merdeka.Com bisa menjadi penyampai aspirasi bagi penyelesaian kasus ISIS.

BUKU :

Creswell, John W. Desain Penelitian: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: KIK Press, 2003.

Eriyanto. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LkiS, 2002.

Fishman, Mark. Manufacturing News. Austin: University of Texas Press, 1980. Littlejohn, Stephen W, Karen A. Foss, Teori Komunikasi: Theories of Human

Communication. Jakarta: Salemba Humanika, 2009.

Mashuri, Ikhwanul Kiram, ISIS Jihad atau Petualangan. Jakarta: Republika Penerbit, 2014.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.

Mondry, Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia, 2010.

Morissan, Dr. Andy Corry Wardhani, Dr. Farid Hamid U: Teori Komunikasi Massa: Media, Budaya, dan Masyarakat. Bogor: Ghalia Indonesia, 2010. Morissan, Jurnalistik Televisi Mutakhir. Jakarta: Kencana, 2008.

Prastowo, Andi. Memahami Metode-metode Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.

Rakhmat, Jalaludin. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

Rusmulyadi, Jurnal Komunikasi Islam (Surabaya: Jur. Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Bersama Asosiasi Profesi Dakwah Islam indo, 2013.

Severin, Werner J, James W. Tankard, Jr, Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana, 2005.

Sobur, Alex. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana,

Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya, 2009.

Subana, M. Dasar-dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: Pustaka Setia, 2005.

Utomo, Anif Punto. Republika 17 Tahun Melintas Zaman. Jakarta: Republika, 2010.

INTERNET :

http://arya-neo.blogspot.com/2010/10/pengertian-media-online.html diakses pada

06 Februari 2015.

http://beritasore.com/2014/08/06/ideologi-isis-bahayakan-nkri/ diakses pada 26

Juni 2015.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/14/09/03/nbb33v-satu-lagi-wartawan-as-dieksekusi-isis diakses pada 05 Mei 2015.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/14/09/21/nc91ut-takut-isis-45-ribu-warga-suriah-mengungsi-ke-turki

diakses pada 05 Mei 2015.

http://ipongnugraha.blogspot.com/2013/05/karakteristik-media-online.html

diakses pada 06 Februari 2015.

http://ipongnugraha.blogspot.com/2013/05/pengertian-media-online.html diakses

pada 06 Februari 2015.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/09/14/nbw00o-sby-gelar-rapat-kabinet-terbatas-bahas-isis diakses pada 05 Mei 2015.

http://simomot.com/2014/07/04/siapa-sebenarnya-isis-itu/ diakses pada 24

Oktober 2014.

http://socialmarketingindonesia.blogspot.com/2013/05/agenda-setting-dan-pembentukan-opini.html diakses pada 20 Januari 2015.

http://sp.beritasatu.com/home/jangan-remehkan-fenomena-isis/61306 diakses

pada 26 Juni 2015.

http://www.merdeka.com/company/redaksi-merdeka.html diakses pada 19 Maret

http://www.merdeka.com/dunia/isis-rilis-video-wartawan-amerika-steven-sotloff-digorok.html diakses pada 05 Mei 2015.

http://www.merdeka.com/foto/dunia/kota-dikuasai-isis-ribuan-warga-suriah-ngungsi-ke-turki.html diakses pada 05 Mei 2015.

http://www.merdeka.com/peristiwa/gelar-rapat-minggu-sore-sby-bahas-isis.html

diakses pada 05 Mei 2015.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,53439-lang,id-

c,nasional-t,Sayyidina+Ali+Pernah+Peringatkan++Waspadai+Kelompok+Ini+-.phpx diakses pada 24 Oktober 2014.

http://www.republika.co.id/page/about diakses pada 23 Februari 2015.

SKRIPSI :

Azizah, Nur. Analisis Framing Berita Poligami KH. Abdulllah Gymnastiar Pada Situs Detik.Com dan Eramuslim.Com. (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009).

Dewi, Ratna Sari. Analisis Framing Berita Kekerasan Terhadap Wartawan SUN TV Di Okezone.Com. (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2012).

Lain-lain :

Dokumentasi resmi Merdeka.Com

Dokumentasi resmi Republika Online

Hasil wawancara dengan Redaktur Pelaksana Republika Online, Maman Sudiaman pada 31 Maret 2015.

reuters

Steven Sotlof

A+ | Reset |

A-REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ISIS merilis sebuah video yang memerlihatkan proses eksekusi wartawan asal Amerika Serikat (AS), Steven Sotlof, Selasa (2/9). Ini merupakan video ancaman terhadap AS yang terus melakukan serangan terhadap ISIS.

"Saya kembali, Obama. Dan saya kembali karena kebijakan luar negeri arogan anda terhadap ISIS," ujar orang yang mengenakan tutup kepala dalam video tersebut sambil mengacungkan pisau ke kamera seperti dilansir the Guardian, Rabu (3/9).

Sebelumnya, ISIS juga telah melakukan kekejaman serupa terhadap jurnalis bernama James Foley.

Di video itu, militan ISIS menyampaikan pesan kepada AS sambil mengangkat kepala Sotlof. Seperti sebelumnya, suara militan yang ada di video itu memiliki aksen London, Inggris.

Foley. Di akhir video, orang itu pun mengancam akan membunuh sandera lainnya yang diidentifikasi sebagai Briton. Video itu menimbulkan ketakutan kalau sandera Inggris akan menjadi korban selanjutnya.

Pihak AS menyatakan, ahli intelijen mulai memeriksa keaslian video berdurasi dua menit 50 detik tersebut. Namun, pihak keluarga meyakini kalau Sotlof telah tewas.

"Intelijen akan bekerja secepat mungkin untuk menentukan keaslian video itu. Jika asli, kami muak dengan aksi brutal yang menewaskan nyawa warga AS. Kami turut berduka untuk keluarga Sotlof," papar juru bicara departemen luar negeri AS, Jen Psaki.

Sementara PM Inggris, David Cameron mengecam tindakan pembunuhan itu dan menyebutnya sebagai aksi yang tercela.

Guardian melaporkan, dalam video terlihat Sotlof yang berlutut dengan tangan diikat di belakang. Di sampingnya ada seseorang yang memegang pisau.

"Anda, Obama, belum menyadari. Bahwa melalui aksi anda, telah membunuh warga AS lainnya," ujar orang bermasker sebelum membunuh Sotlof.

Ia pun kemudian meminta Obama untuk menghentikan pengeboman di Irak. Jika tidak, maka ISIS akan terus membunuh warga AS lainnya.

ISIS Indonesia.

A+ | Reset |

A-REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat kabinet terbatas di kantor kepresidenan, Ahad (14/9). Rapat terbatas tersebut membahas paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Presiden mengatakan, ISIS tengah jadi topik pembicaraan masyarakat internasional. Meskipun Indonesia tak secara langsung terkena dampak dari paham liberal tersebut, kata SBY, namun pemerintah harus tetap waspada.

"Lebih bagus kita berpikir proaktif mengenai apa yang perlu kita lakukan di Indonesia atau kontribusi apa yang bisa Indonesia berikan agar masyarakat dunia hentikan tindak kekerasan," kata presiden ke-6 RI tersebut.

ISIS.

Rapat terbatas itu sendiri dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono serta sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri, yakni Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Kesra Agung Laksono, Jaksa Agung Basrief Arief, Kapolri Sutarman, dan Panglima TNI Moeldoko.

Rapat tersebut sedianya dimulai pukul 16.00 WIB. Namun, presiden SBY baru tiba pukul 16.30 WIB. SBY mengaku, ia datang telat karena sedang memikirkan solusi untuk RUU Pilkada yang tengah ramai dibicarakan publik.

Takut ISIS, 45 Ribu Warga Suriah Mengungsi ke Turki

Minggu, 21 September 2014, 18:42 WIB

Reuters

Suriah membanjiri Turki, demi menyelamatkan diri dari kelompok ISIS yang menguasai daerah tempat tinggal mereka. Mereka datang ke Turki, setelah perbatasan negara itu dibuka pada Jumat lalu, (19/9).

“Hingga kini 45.000 orang Kurdi Suriah telah menyeberangi perbatasan dan memasuki wilayah Turki dari delapan pintu masuk,”

kata Wakil Perdana Menteri, Numan Kurtulmus seperti dikutip dari Hurriyet, Ahad (21/9).

Menurutnya, Tak ada negara di dunia yang bisa menampung 45.000 pengungsi dalam satu malam, lalu membawa mereka dengan selamat dan mencarikan mereka tempat berteduh tanpa ada masalah. Kulturmus menganggap, ini bukti kekuatan Turki,

Beberapa orang Kurdi Suriah telah memadati perbatasan Turki-Suriah sejak Kamis lalu. Seiring dengan didudukinya desa-desa mereka oleh kelompok ISIS yang berusaha menguasai kota Ain Al-Arab yang dikenal orang Kurdi sebagai Kobane.

Turki membuka pintu perbatasannya pada hari Jumat setelah pertempuran di Kobane menyebabkan eksodus penduduknya. Pemerintah Ankara, yang telah menampung sekitar 1,5 juta pengungsi dari konflik Suriah, sebelumnya telah menolak untuk menerima lebih banyak pengungsi karena khawatir kewalahan.

ISIS rilis video wartawan Amerika Steven Sotloff digorok

Reporter : Pandasurya Wijaya | Rabu, 3 September 2014 11:04

ISIS penggal wartawan Amerika Steven Sotloff. ©YouTube

Merdeka.com - Kelompok militan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kemarin kembali merilis video penggorokan tawanan Amerika Serikat yang kedua, wartawan Steven Sotloff.

Anggota ISIS bertopeng hitam dalam video itu juga menyampaikan ancaman terhadap tawanan asal Inggris yang mereka sebut bernama David Haines. Mereka memperingatkan pemerintah Inggris untuk menyingkir dari sekutu bersama Amerika melawan ISIS, seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (3/9).

Pernyataan dikeluarkan dari keluarga Sotloff melalui juru bicaranya menyatakan video itu asli.

secara pribadi. Tidak akan ada komentar langsung dari pihak keluarga di masa-masa menyedihkan ini," ujar juru bicara keluarga Barak Barfi.

Dari logat bicaranya, anggota ISIS yang memenggal kepala Sotloff dalam video itu diperkirakan sama dengan sosok yang menggorok wartawan Amerika James Foley pada 19 Agustus lalu. Latar belakang lokasi pemenggalan itu juga diyakini sama.

Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan buat memastikan kebenaran video itu. Namun sejumlah pejabat Amerika mengatakan video itu asli.

Sotloff, wartawan lepas berusia 31 tahun berasal dari Negara Bagian Florida. Dia diculik di Suriah pada Agustus tahun lalu.

"Saya kembali, Obama, saya kembali karena kebijakan luar negeri Anda yang sombong terhadap ISIS, karena Anda tetap mengebom kami di Amerli, Zumar, dan Mosul, meski kami sudah memperingatkan," ujar pria bertopeng hitam itu kepada Presiden Amerika Barack Obama.

"Sebagaimana rudal-rudal kalian terus menyerang orang-orang kami, begitu pula pisau kami akan terus menggorok leher warga kalian."

Dalam video itu Sotloff mengatakan dia sedang membayar harga akibat intervensi Amerika di Irak.

2014 17:10

SBY Konpers 7 Kebijakan. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) di Minggu (14/9) sore ini menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan Wakil Presiden Boediono di Kantor Presiden, Jakarta. Agenda utama yang dibahas yakni terkait penangkapan 7 orang, yakni 4 WN Turki dan 3 WNI yang diduga dari kelompok ISIS di Poso, Sulawesi Tengah.

"Saya kira semua mengikuti perkembangan situasi di Syria, Irak dan sejumlah negara. Dan kemudian gaduh, masyarakat dunia dan lebih bagus kita berpikir menjemput, berpikir proaktif apa yang perlu kita lakukan di Indonesia ini atau kontribusi apa yang bisa Indonesia lalukan bersama-sama masyarakat dunia dapat menghentikan berbagai tindak kekerasan atau tragedi kemanusiaan dari manapun itu datangnya," ujar SBY dalam pembukaan ratas, di Kantornya, Minggu (14/9).

"Ini berarti jangan kita terninabobo, jangan kita terlena seolah-olah yang berbahaya itu di luar negeri di Timur Tengah, tetapi kalau kita tidak waspada dan tidak melakukan sesuatu yang tepat bisa juga terjadi di negeri kita tindakan kekerasan seperti itu," pungkas SBY.

Dalam rapat terbatas ini, tampak Hadir Wakil Presiden Boediono, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

[ren]

Kota dikuasai ISIS, ribuan warga Suriah ngungsi ke

Turki

Namun, perjalanan mereka terhadang oleh anggota militer Turki yang berjaga di wilayah perbatasan.

hendak mengungsi ke wilayah Sanli Urfa, Turki, Kamis (18/9). Mereka terpaksa mencari perlindungan ke negara tetangga setelah kampung halamannya dikuasai oleh ekstremis Negara Islam (IS) atau Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

BACK2/3NEXT

©REUTERS/Kadir Celikcan

Ribuan warga Suriah tengah menanti dibukanya pintu perbatasan wilayah Sanli Urfa, Turki, Kamis (18/9). Baru-baru ini, ekstremis ISIS menggencarkan serangan besar-besaran dan berhasil menguasai 21 desa di kota Kurdi.

©REUTERS/Kadir Celikcan

Anggota militer Turki menghadang ribuan warga Suriah yang hendak memasuki wilayah Sanli Ulfa, Turki, Kamis (18/9).

REPUBLIKA ONLINE

Wawancara diajukan kepada :

REDAKTUR PELAKSANA REPUBLIKA ONLINE MAMAN

SUDIAMAN, pada 24 Maret 2015 di Kantor Republika

1. Menurut Bapak, bagaimana sejarah berdirinya Republika Online? Jawab: Dari awal berdiri yakni pada tahun 1708 – 1995 portal satu berita online. Lalu melihat perkembangan teknologi yang semakin maju, maka akhirnya dibentuklah Republika Online, yaitu dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di luar Negeri yang ingin tahu seputar informasi di Indonesia.

2. Bagaimana struktur organisasi yang dibentuk oleh Republika Online? Jawab :

- Pemimpin Redaksi : Nasihin Masha - Wakil Pemimpin Redaksi : Irfan Junaidi

- Redaktur Pelaksana Republika Online : Maman Sudiaman - Asisten Redaktur Pelaksana Republika Online : Joko Sadewo

- Tim Redaksi : Indira Rezkisari, Didi Purwadi, Taufiqqurachman Bachdari, Hazliansyah, Yudha Manggala P Putra, Mansyur Faqih, Citra Listya Rini, Damanhuri Zuhri, Bilal Ramadhan, Nidia Zuraya, M Amin Madani, Esti Maharani, Erick PP, M.Akbar, Julkifli Marbun, Niken Paramitha, Asti Yulia Sundari, Muthia Ramadani, Sadly Rachman, Agung Sasongko, Fanny Damayanti, M Fauzul Abraar.

- Tim IT dan Desain : Mohamad Afif, Mufti Nurhadi, Abdul Gadir, Nandra Maulana Irawan, Mardiah

- Kepala Support dan GA : Slamet Riyanto

- Tim Support dan GA : Erna Indriyanti, Essika Gardana P - Rolshop : Riky Romadon

- CEO Republika : Mira Djarot

- Direktur Operasional : Arys Hilman Nugraha - GM Keuangan dan SDM : Didik Irianto - GM Marketing dan Sales : Yulianingsih 3. Apa saja visi dan misi Republika Online? - Visi

Menjadikan HU Republika sebagai Koran umat terpercaya dana mengedepankan nilai-nilai universal yang sejuk, toleran, damai, cerdas, dan profesional, namun mempunyai prinsip dalam keterlibatannya menjaga persatuan Bangsa dan kepentingan umat Islam yang berdasarkan Rahmatan Lil ‘Alamin.

- Misi

Menciptakan dan menghidupkan sistem manajemen yang efisien dan efektif, serta mampu dipetanggungjawabkan secara profesional.

4. Bagaimana tanggapan Republika Online mengenai berita ISIS?

Jawab: berita ISIS menjadi sebuah berita yang menarik karena berita itu terkait dengan ajaran umat Islam.Keberadaan ISIS ini telah

segala cara termasuk dengan kekerasan dan teror dalam perjuangannya. Jadi berita ini menjadi salah satu berita yang memiliki banyak pembacanya di Republika Online.

5. Mengapa kasus tersebut bisa terjadi? Siapa yang dianggap sebagai penyebab masalah tentang kasus tersebut?

Jawab: yang jadi penyebab masalah sudah pasti ISIS tersebut.Adanya keberadaan ISIS ini sudah membuat seluruh warga dunia khawatir, bila kita lihat faktanya ISIS selalu membuat kekacauan dimanapun, bersikap otoriter, melakukan tindakan kekerasan hingga pembunuhan, bahkan merebut dan menguasai wilayah pihak lain secara paksa. 6. Dalam kasus ini, bagaimana Republika Online memberikan nilai pada

aspek moral?

Jawab: kami sebagai media Republika Online melihat adanya pelanggaran hukum berupa tindakan-tindakan anarkis seperti kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS

7. Solusi apa yang dapat ditawarkan ROL dalam melihat kasus ini? Jawab: Solusinya kita proses hukum, agar kasus ini selesai. Kita tidak berhenti untuk mengawal isu ini, teman-teman di media lain juga begitu. Kita mengikuti perkembangan isu ini setiap hari agar semua masyarakat tahu bahwa ISIS itu berbahaya, khususnya bagi umat Islam.

REPORTER MERDEKA.COM PANDASURYA WIJAYA, pada 09 Maret 2015 di Kantor Merdeka.Com

1. Menurut Bapak, bagaimana sejarah berdirinya Merdeka.Com?

Jawab: Merdeka.Com pertama kali tayang di Internet pada 21 Februari 2012.

Mengenal Merdeka.Com

Merdeka.Com adalah hasil dari kolaborasi antara media dan teknologi. Kebanyakan media online dibangun sebagai bagian dari pengembangan perusahaan media, atau dibangun oleh orang-orang media. Tetapi Merdeka.Com justru dibangun oleh perusahaan teknologi yang terdiri dari orang-orang yang mengerti PHP & Apache/FreeBSD lebih dahulu daripada ilmu jurnalistik (dulunya).

Berangkat dari pengalaman KapanLagi.com yang berusaha menjadi a pure internet player -- yaitu organisasi yang berfokus pada menyediaan layanan di internet yang bisa dinikmati oleh jutaan orang -- dan kemudian bermetafor menjadi perusahaan teknologi & media dengan fokus di entertainment, kini kami bergabung dengan orang-orang jurnalistik. Sinergi orang-orang teknologi dan jurnalis itulah maka lahirlah Merdeka.Com.

Kami memang bukan yang pertama tetapi kami punya mimpi baru yakni merdeka berkreasi: bagaimana menyajikan informasi yang sebenarnya dan enak dinikmati. Di world wide web (www) yang

Situs Merdeka.Com adalah www organization, yaitu organisasi yang hidup di internet – orang-orangnya hidup, berkarya, bisa di-googling, dan diajak ngobrol di internet – bahkan menghidupi keluarganya dari internet. Internet hidup, berkembang, dan memberi inspirasi, dimana Merdeka.Com menjadi bagiannya dan memberi kontribusi, terutama untuk internet Indonesia.

Warna warni di logo Merdeka.Com adalah warna kebebasan dalam menyampaikan informasi, tidak terikat oleh paham tertentu atau kepentingan tertentu. Tetapi dasar yang putih (atau hitam, disat tertentu) mendasari itikad untuk selalu ada di jalur yang benar, bukan seenaknya sendiri. Tujuannya adalah menjadi sebuah media yang bisa diakses jutaan orang melalui teknologi, tanpa batasan atau dibatasi, karena: tidak ada yang lebih berharga daripada menjadi merdeka (tanpa dot com).

2. Pada masa kapan Merdeka.Com mengalami masa kejayaan? Atau kapan

Merdeka.Com mulai dikenal oleh masyarakat banyak seperti sekarang ini? Jawab : Kira-kira belum setahun sejak kami berdiri, masyarakat mulai mengenal Merdeka.Com.

3. Bagaimana struktur organisasi yang dibentuk oleh Merdeka.Com? Jawab :

- Pemimpin Redaksi : Didik Supriyanto - Redaktur Eksekutif : Titis Widyatmoko

Arbi Sumandoyo, Aryo Putranto Saptohutomo, Achmad, Dedi Rahmadi, Didi Syafirdi, Eko Prasetya, Harwanto Bimo Pratomo, Hery Winarno, Henny Rachma Sari, Idris Rusadi Putra, Lia Harahap, Iqbal Fadil, Laurencius Simanjuntak, Laurel Benny Saron Silalahi, Muhammad Taufik, M. Hasits, Mustiana Lestari, Muhammad Sholeh, Novita Intan Sari, Pramirvan Datu Aprillatu, Putri Artika R, Pandasurya Wijaya, Ramadhian Fadhilah, Randy Ferdy Firdaus, Siwi Sri Wiyanti, Saugi Riyandi, Yulistyo Pratomo, Ya'cob Billiocta,Dewi Pratiwi (Sekred)

- Daerah : M. Andriansyah Syafi'ie (Surabaya), Parwito (Yogyakarta), Andrian Salam Wiyono (Bandung), Yan Muhardiansyah (Medan), Rita Sugihardiyah, Ivan Valentino, Jeffrie, Fatchur Rochim H.P., Destriyana, Dwi Andi Susanto, Dwi Zain Musofa, Kun Sila Andanda, Hikmah Wilda Amalia, Nova Andriani ,Rizqi Adnamazida, Agus Salim, Alvin Nouval, Mohammad Shoifudin, Muhammad Faizin, Vizcardine Audinovic, Wanda Praditya Ramadhan, Yoga Tri Priyanto (Malang)

- Foto :Arie Basuki, Dwi Narwoko, Debby Restu Utomo, Imam Buchori, Iqbal Septian Nugroho, Mudasir, Muhammad Luthfi Rahman.

4. Apa saja visi dan misi Merdeka.Com? Bisa dilihat jawaban nomor 1

Jawab: Sikap kami sebagai Merdeka.Com yaitu mengecam dan mewaspadai akan bahaya keberadaan ISIS tersebut. Berita dalam video itu juga memperlihatkan kekejaman ISIS, dan Merdeka.Com merasa perlu memberitakan kasus ini kepada masyarakat luas.

6. Mengapa kasus tersebut bisa terjadi? Siapa yang dianggap sebagai penyebab masalah tentang kasus tersebut?

Jawab : kekejaman ISIS bisa dikatakan karena pemahaman Islam mereka berhaluan garis keras. Tapi segala kekejaman mereka itu sebetulnya tidak layak dikaitkan dengan agama Islam. Karena Islam dan ajaran agama lainnya sesungguhnya tidak mengajarkan kekerasan dan kekejaman seperti yang dilakukan ISIS.

7. Dalam kasus ini, bagaimana Merdeka.Com memberikan nilai pada aspek moral?

Jawab: secara moral, tentu kekejaman ISIS itu tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

8. Solusi apa yang bisa diberikan oleh Merdeka.Com tentang kasus tersebut? Jawab : Sebagai media yang masih berlandaskan akal sehat, Merdeka.Com

merasa perlu untuk tetap memberitakan kekejaman ISIS.

Merdeka.Commenganggap kasus ini harus diproses hukum. Proses hukum

dianggap hal yang paling adil untuk menyelesaikan isu pemberitaan ISIS ini.

Republika

1. Satu lagi wartawan AS dieksekusi ISIS – 3 September Satu Lagi Wartawan AS Dieksekusi ISIS

Rabu, 03 September 2014, 10:31 WIB

Komentar : 4 reuters

Steven Sotlof

A+ | Reset |

A-REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ISIS merilis sebuah video yang memerlihatkan proses eksekusi wartawan asal Amerika Serikat (AS), Steven Sotlof, Selasa (2/9). Ini merupakan video ancaman terhadap AS yang terus melakukan serangan terhadap ISIS.

"Saya kembali, Obama. Dan saya kembali karena kebijakan luar negeri arogan anda terhadap ISIS," ujar orang yang mengenakan tutup kepala dalam video tersebut sambil mengacungkan pisau ke kamera seperti dilansir the Guardian, Rabu (3/9).

Sebelumnya, ISIS juga telah melakukan kekejaman serupa terhadap jurnalis bernama James Foley.

aksen London, Inggris.

Diduga, ia merupakan orang yang sama yang telah mengeksekusi Foley. Di akhir video, orang itu pun mengancam akan membunuh sandera lainnya yang diidentifikasi sebagai Briton. Video itu menimbulkan ketakutan kalau sandera Inggris akan menjadi korban selanjutnya.

Pihak AS menyatakan, ahli intelijen mulai memeriksa keaslian video berdurasi dua menit 50 detik tersebut. Namun, pihak keluarga meyakini kalau Sotlof telah tewas.

"Intelijen akan bekerja secepat mungkin untuk menentukan keaslian video itu.

Dokumen terkait