BAB IV ANALISIS PROGRAM WISATA RELIGI
1. Analisis Pra Produksi Program Wisata Religi
Tahapan ini sangat penting sebab dalam proses produksi sebelum masuk dalam produksi, dilakukan perisiapan-persiapan yang matang agar proses produksi berjalan dengan baik. Pada tahap ini, kegiatan awal yang dilakukan dalam proses produksi program Wisata Religi adalah rapat tim produksi. rapat ini dilakukan rutin setiap minggu sekali dan setiap akan melakukan program produksi dari 1 minggu sebelumnya.
Rapat tim produksi dihadiri oleh eksekutif produser, pengarah acara, dan pelaksana, rapat tim ini membicarakan produksi yang akan datang dan mengevaluasi program-program apa saja yang sudah tayang dengan membahas-membahas kekurangan/kesalahan-kesalahan apa saja yang terjadi pada produksi sebelumnya. Langkah selanjutnya menetapkan tempat atau lokasi yang menjadi sasaran Wisata Religi, membahas budget(biaya produksi), setelah itu menetukan tim-tim yang bertugas dalam produksi tersebut.
Menurut Badriansyah selaku produser eksekutif sekaligus pelaksana Wisata Religi, dalam memilih tempat yang dianggap layak untuk dilakukan produksi dan disampaikan ke masyarakat. Nilai tempat tersebut harus memiliki nilai sejarah dan dapat memberikan manfaat dan pengetahuan kepada khalayak/penonton.3
Tahapan pra produksi ini meliputi tiga bagian;
3
Wawancara pribadi dengan Badriansyah, Eksekutif Produser Pelaksana Program Wisata Religi, Jakarta 31 Januari 2013.
a. Penemuan Ide, tahapan ini dimulai ketika seorang produser menemukan ide atau gagasan, membuat riset dan menuliskan naskah sesudah riset.
b. Perencanaan, tahap ini meliputi penetapan jangka waktu kerja (time schedule), penyempurnaan naskah, pemilihan arti, lokasi dan crew. Selain estimasi biaya, penyediaan biaya dan alokasi merupakan bagian dari perencanaan yang perlu dibuat secara hati dan teliti.
c. Persiapan, tahap ini meliputi pemberesan semua kontrak, perizinan dan surat menyurat. Latihan para artis dan pembuat Setting meneliti dan melengkapi peralatan yang diperlukan. Semua persiapan ini paling baik diselesaikan menurut jangka waktu kerja (time schedule) yang sudah ditetapkan.
Kunci keberhasilan produksi program televisi sangat ditentukan oleh keberesan tahap perencanaan dan persiapan. Orang yang begitu percaya pada kemampuan teknis sering mengabaikan hal-hal yang bersifat pemikiran di atas kertas. Dalam produksi program televisi akan berakibat gagal.4
Dalam Proses Pra Pelaksanaan Produksi, terlebih dahulu Tim Kreatif melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Perencanan gagasan/ide
Semua siaran televisi baik dari bentuk yang sederhana hingga yang rumit sekalipun, selalu didahului oleh sebuah gagasan atau ide. Dalam
4
Fred Wibowo, Dasar - Dasar Produksi Program Televisi, (Yogyakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 1997), Cet. Ke-1, h.20.
menuangkan sebuah ide kedalam naskah harus memperhatikan faktor pemirsa dan waktu siaran, selera dan kebutuhan pemirsa agar apa yang disajikan dalam bentuk acara siaran dapat mencapai sasaran, serta pemilihan beberapa topik yang memang sedang banyak dibicarakan.
Gagasan/ ide merupakan buah pikiran dari seseorang perencana acara siaran yakni seorang produser. Namun ide juga dapat timbul dari kerabat kerja lainnya.
Program Wisata Religi sebelum melakukan proses produksi terlebih dahulu melakukan proses perencanaan dalam pembuatan suatu program, karena jika tidak melakukan perencanaan maka tidak akan diketahui apa yang akan dilakukan dan apa saja yang akan menjadi kekurangannya. Sebelum melaksanakan produksi maka crew yang bertugas untuk mencari lokasi dan tempat-tempat yang dianggap mengandung unsur sejarah Islam, setelah itu biasanya crew yang mencari lokasi tersebut bertanya dan mencari tahu dengan masyarakat sekitar tentang tempat tersebut, dan narasumber yang dianggap mengetahui secara keseluruhan tentang tempat tersebut, hal ini berfungsi agar ketika tayangan sudah ditayangkan ke televisi atau masyarakat luas, informasi yang diberikan itu benar dan sesuai fakta, tidak menambah atau mengurang-ngurangi suatu informasi yang sebenarnya.
Dalam pencarian ide tentang tema materi yang akan menjadi topik dalam penayangan program, produser dan kerabat kerja perlu memperhatikan hal-hal dibawah ini:
1) Apakah tema tersebut cukup menarik
2) Tema tersebut merupapan hal yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat
3) Apa manfaat bagi khalayak dan apa dampaknya
Ide yang telah didapat oleh produser dan berbagai element pruduksi lainnya, didiskusikan untuk dapat mengetahui kebutuhan sebuah produksi acara. Dan pada akhirnya ide dasar dapat diwujudkan menjadi program yang layak ditonton.
b. Sasaran Program
Remaja, anak-anak, dan keluarga merupakan sasaran utama dari terbentuknya program Wisata Religi karena ditayangkan pada hari minggu pagi dimulai pada pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 05.30 WIB. Hal ini dilakukan dengan harapan pada pukul 05.00 WIB remaja, anak-anak, dan keluarga sudah beraktivitas di pagi hari, maka program tersebut diharapkan dapat menemani keluarga pada saat santai tersebut.
c. Tujuan Program
Dalam perjalanannya wisata religi mempunyai tujuan yaitu dapat menambah wawasan kepada para penonton untuk mengetahui tempat bersejarah Islam yang ada di indonesia. Program ini mengagabungkan Ilmu Agama dengan Ilmu Pengetahuan, jadi disini umat Islam diajak mengulas dan mengetahui tentang tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan sejarah Islam, wisata religi memiliki tujuan yang
paling utama yaitu mempelajari dan membuka wawasan dan mencerahkan karena sebagaimana kita ketahui pada zaman modern seperti sekarang ini banyak remaja dan anak-anak yang tidak tahu dan salah mengartikan tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah Islam.
d. Garis-garis Besar Isi Program
Dalam program Wisata Religi memiliki garis-garis besar yang akan menjadi isi program yaitu, informasi mengenai tempat-tempat yang dianggap memiliki nilai sejarah dalam Islam yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Program ini tayang pada hari minggu pada pukul 05.00 WIB – 05.30 WIB. Wisata Religi lahir dengan format feature, namun dibuat menarik, kreatif, dengan menampilkan latar / setting alur cerita yang mengambil gambar yang menarik. Dan membahasnya secara santai tidak formal.
Dengan format religi dan format pengambilan gambarnya secara taping, pelaksanaan produksi program ini selalu melibatkan warga masyarakat sekitar yang berada tidak jauh dari sekitar wilayah tempat tersebut, masyarakat dilibatkan dalam rangka untuk mengetahui lebih dalam sejarah atau asal mula dari tempat tersebut. Namun tidak semua warga atau masyarakat diikutsertakan dalam produksi Wisata Religi tersebut, warga atau masyarakat yang dianggap memiliki pengetahuan lebih saja yang dilibatkan, biasa disebut dengan (sesepuh desa) atau narasumber bagi program Wisata Religi.
Pelaksanaan produksi program Wisata Religi dilakukan diluar studio atau outdoor yang dimana tempat produksi dilaksanakan sesuai
dengan tema yang akan ditayangkan. Durasi pada tayangan secara keseluruhan adalah 30 menit dengan beberapa jeda.
Ada beberapa tahap dalam pra produksi program Wisata Religi diantaranya:
1) Production Meeting, dalam program produksi Wisata Religi selalu melakukan rapat sebelum memulai proses pelaksanaan. Dalam production meeting ini beberapa divisi berkumpul mulai dari produser, tim kreatif, art director, cameramen, untuk membicarakan dan membahas persiapan-persiapan sebelum produksi dilaksanakan, agar kekurangan dalam produksi sebelumnya bisa diperbaiki.
2) Script atau Naskah, dalam program Wisata Religi script atau naskah penting agar supaya tidak ada kesalah pahaman antara host dengan narasumber dalam membahas materi yang akan ditayangkan, dan tidak keluar dari materi pembahasan.
3) Membuat Rundown, rundown berisikan sebuah perencanaan, gambar, suara, dan durasi waktu. Semua dikemas dan disusun dalam urutan yang disesuaikan dengan nomor adegan dan keterangan dari setiap adegan yang dibutuhkan.5 Yang digunakan untuk keperluan shooting pada program Wisata Religi yang dibuat oleh tim kreatif. Masalah tema yang disajikan dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada narasumber sehingga didapatkan tema yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
5