• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

KARAKTERISTIK, PERSEPSI DAN PREFERENSI WISATAWAN DI KAWASAN WISATA TERPADU BOJONGSARI

11. Penilaian Terhadap Pilihan Tempat Belanja

4.3.3 Analisis Preferensi Wisatawan Terhadap Aksesibilitas

4.3.3 Analisis Preferensi Wisatawan Terhadap Aksesibilitas

Analisis preferensi ini dilakukan untuk mendukung terhadap pernyataan wisatawan tentang aksesibilitas yang ada. Analisis preferensi wisatawan terhadap terhadap aksesibilitas meliputi: penilaian terhadap aksesibilitas dan sarana aksesibilitas yang dirasakan kurang.

Sarana transportasi merupakan salah satu faktor adanya transferabilitas, yaitu kemudahan bergerak dari satu daerah ke daerah lain. Tersedianya sarana angkutan antar daerah akan memudahkan wisatawan untuk mengadakan perjalanan menuju daerah tujuan wisata. Sarana angkutan umum untuk menuju ke objek wisata dari sub terminal Sindang yang merupakan terminal angkutan dalam kota yang menggunakan angkutan kota dengan berbagai jalur trayek yang ditunjang dengan jaringan jalan yang cukup bagus sudah cukup memadai dengan jumlah 188 buah.

Kendala yang cukup justru pada kemacetan yang terjadi di kawasan objek wisata terpadu Bojongsari. Salah satu penyebabnya adalah sempitnya lahan parkir sehingga banyak kendaraan yang diparkir di badan jalan selain itu kapasitas jalan yang masih kurang meskipun kondisi jalan yang ada sudah cukup bagus. Oleh karenanya masalah penyediaan tempat parkir yang memadai harus diperhatikan oleh pihak pemerintah karena secara tidak langsung menjadi kendala dalam peningkatan jumlah wisatawan. Berdasarkan hasil survei yang memakai kendaraan motor menuju objek wisata mendominasi sebesar 54%. Hal ini dikarenakan kelompok wisatawan adalah yang usia remaja maka wisatawan lebih memilih santai dengan memakai sepeda motor.

Tabel IV.22

Pilihan Responden Wisatawan Terhadap Aksesibilitas No.

Pilihan Responden Terhadap Aksessibilitas Penilaian Responden 1. Penilaian terhadap aksesibilitas

Sarana Transportasi 48

kondisi jalan yang bagus dan lancar 52

2. Sarana Aksesibilitas Yang dirasakan kurang

Jumlah dan jenis moda angkutan 38

Jadwal keberangkatan yang teratur dan ketepatan

waktu. 25

Ketertiban/pengelolaan lalu lintas kendaraan 20

Kenyamanan dan keamanan 12

Lain-lain 5

Jumlah N:100

Sumber: Hasil Analisis dan Survei Tahun 2008

Berdasarkan teori yang dikutip dari (Inskeep 1991;120) The major transportation consideration are access to the country or region and the internal transportation system and various modes of transportation to be considered by air, land and water. (Pertimbangan sarana transportasi yang utama adalah adanya akses ke dareah atau negeri dan adanya sistem transportasi yang internal serta penyediaan sarana transportasi yang dapat dipertimbangkan baik itu dengan transportasi udara, transportasi darat dan transportasi laut).

Dari analisis kuisioner terlihat bahwa memang kelompok usia dewasa 24-45 tahun lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dalam melakukan perjalanan wisatanya dikarenakan mereka pada usia tersebut telah berkeluarga dan biasanya perjalanan wisatanya membawa anak-anak atau keluarga untuk

kenyamanan diperjalanan. Sedangkan untuk kelompok usia 19-25 tahun merupakan kelompok umur terendah dikarenakan selain mempunyai aktifitas yang banyak (misal aktualisasi diri dalam pergaulan) juga dari sisi ekonomi masih tingginya ketergantungan kepada orang tua (belum mapan) sehingga mereka lebih memilih sarana transporatsi dengan ongkos yang terjangkau.

Seperti teori diatas bahwa transportasi dalam pengembangan pariwisata perlu adanya kemudahan dalam mencapai suatu obyek, karena dalam mengemas obyek dan atraksi wisata serta sarana akomodasi yang baik belum cukup untuk mendatangkan wisatawan ke suatu Kawasan Objek Wisata bila tanpa adanya kemudahan aksesibilitas menuju ke atraksi wisata. Sarana untuk mempermudah akses dan mobilitas wisatawan dapat dipenuhi dengan menyediakan sarana transportasi baik melalui darat, udara, dan laut. Dalam mengemas sarana transportasi yang baik perlu direncanakan di mana jasa kendaraan angkutan itu dapat diperoleh. Sebaiknya, jasa angkutan itu diselenggarakan antara tempat pemberangkatan (point of departure) dan tempat tujuan (point of arrival). Agar memiliki nilai tambah di mata wisatawan, transportasi di kawasan objek wisata harus memiliki fasilitas yang berkualitas, pelayanan yang sempurna, dan keramahtamahan.

Dari hasil pengematan dan fakta di lapangan, wisatawan tidak terlalu mempermasalahkan aksesibilitas karena Wisata Terpadu Bojongsari yang relatif mudah dijangkau. ada beberapa akses untuk menuju ke tempat lokasi Wisata Terpadu Bojongsari yaitu dapat melalui beberapa akses berikut ini:

1. Pintu gerbang utama yaitu dari pintu Lohbener sebelah Barat dengan tujuan wisatawan dari arah Jakarta, sedangkan pintu gerbang penunjang terdiri dari: 2. Pintu gerbang penunjang Balongan dan Karangampel di sebelah Timur dengan

tujuan wisatawan dari Cirebon, Jawa Tengah, Kuningan.

3. Pintu gerbang penunjang Jatibarang di sebelah Selatan dengan tujuan wisata dari arah Majalengka, Sumedang dan Bandung.

4.4 Kesimpulan Hasil Analisis A. Karakteristik Wisatawan

Karakteristik Wisata yang ada berupa wisatawan domestik, terutama wisatawan yang berasal dari Kota Indramayu, dan daerah sekitarnya pada umumnya. Wisatawan tipe ini memiliki pola kunjungan berombongan dengan melakukan kegiatan wisata yang bersifat bermain (berekreasi), tidak terlalu menyukai tantangan dan cenderung tidak berusaha untuk mengenal atau berinteraksi secara mendalam dengan obyek wisata yang dikunjunginya. Penghargaan serta apresiasi terhadap obyek wisata beserta lingkungan di sekitar wisata cenderung rendah serta tidak berupaya memperoleh pengalaman baru dari aktivitas wisata yang dilakukan.

Akan tetapi wisatawan ini adalah wisatawan domestik yang dominan ditemui di Kabupaten Indramayu dan sekitarnya. Wisatawan ini bisa merupakan penduduk kota Indramayu yang berekreasi, maupun penduduk sekitar Kabupaten Indramayu baik yang berasal dari Arjawinangun maupun daerah-daerah lain di sekitarnya.

Lebih jauh lagi, pemerintah pun masih harus tetap memperhatikan kebutuhan wisata domestic ini, karena ini adalah bagian dari pelayanan pemerintah kepada warga kotanya. Secara kuantitas, jumlah Wisatawan Domestik ini lebih banyak dibandingkan wisatawan dari daerah lain, dan lebih sering melakukan perjalanan, walaupun umumnya masih terbatas pada perjalanan rekreasi karena dilakukan kurang dari 24 jam, dan seringkali tidak menginap di hotel tetapi memilih bermalam di rumah sanak keluarga.

Secara umum, kunjungan Wisatawan Domestik dilakukan di akhir pekan, di hari libur sekolah, dan pada hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Hari Natal serta Tahun Baru. Perjalanan dilakukan secara berkelompok, baik kelompok keluarga maupun kelompok lainnya.

B. Persepsi dan Preferensi Wisatawan

Dari hasil analisis yang telah diuraiakan pada sub bab diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Persepsi wisatawan mengenai variasi objek wisata, daya tarik wisata dan keadaan objek wisata di objek Wisata Bojongsari dinilai masih ‘kurang’. Sedangkan Persepsi wisatawan mengenai akomodasi,

rumah makan, tempat belanja dan sarana serta prasarana umum lainnya di objek Wisata Terpadu Bojongsari masih “kurang” dan tingkat pelayanan serta mutu yang masih dirasakan kurang dan harga yang masih relatif masih ‘mahal’.

Ditinjau dari preferensi wisatawan yang berkunjung masih sangat dipengaruhi kondisi sarana permainan yang ada di objek wisata dan kondisi objek wisata yang ada. Pilihan terhadap keinginan menginap di akomodasi hotel, namun menjadi kendalanya karena faktor harga yang masih relatif mahal sehingga wisatawan lebih memilih menginap di rumah teman/saudara/penduduk. Sedangkan untuk pilihan tempat makan dan minum adalah warung/kios makan yang berada di luar objek wisata dengan pertimbangan dalam memilihnya karena faktor harga dan jenis makanan dan minuman. Untuk pilihan tempat belanja adalah tempat belanja yang berada di luar objek wisata dengan pertimbangan dalam memilihnya karena faktor harga yang relatif murah dan mempunyai ciri khas daerah.

Hasil analisis menunjukan bahwa kepuasan terhadap obyek wisata dapat diprediksi oleh variabel-variabel kepuasan terhadap obyek wisata ditentukan oleh: keindahan alam lokasi, kebersihan lokasi, kenyamanan lokasi, kearnanan lokasi, keunikan fisik lokasi, keunikan budaya, keramahan masyarakat, keterampilan pemandu wisata, tarif jasa pemandu, dan image destinasi sebesar 89.5% . Sedangkan kepuasan menyeluruh wisatawan dipengaruhi oleh kepuasan akomodasi, transportasi, obyek wisata dan prasarana dan sarana wisata yang ada sebesar 97.2%. Untuk lebih jelasnya dapat melihat pada tabel V.23 berikut ini.

166 Tabel IV.23

Ringkasan Hasil Analisis Persepsi dan Preferensi Wisatawan di Obyek Wisata Terpadu Bojongsari

Variabel Indikator/Kategori Hasil Analisis

Karakteristik Wisatawan

Demografi Daerah asal Wisatawan Secara umum pengunjung berasal dari wisatawan lokal

Usia Di dominasi oleh usia 20-<35

Tingkat Pendidikan Di dominasi oleh tingkat pendidikan SLTA Status Perkawinan Di dominasi oleh wisatawan yang sudah menikah

Tingkat Pendapatan Sebagian besar wisatawan Rekreasi Terpadu Kota Indramay mempunyai penghasilan per-bulan antara Rp. 500.000,- 1.000.000,- Karakteristik Kunjungan Pola Kunjungan Didominasi oleh wisatawan dengan tujuan berlibur /berekreasi

Tingkat Pengeluaran Secara umum tingkat pengeluaran wisatawan antara Rp.100.000,-200.000,-

Lama Kunjungan frekuensi kunjungan terbanyak yaitu 1-2 kali dengan teman perjalana keluarga serta lama kunjungan kurang dari 1 hari (2-4 jam) di loka Objek Wisata Terpadu Bojongsari.

Moda transportasi Moda transport yang digunakan oleh wisatawan yaitu kendaraa bermotor yaitu sebesar 54%.

Teman perjalanan Pada umumnya teman perjalananb dilakukan bersama keluarga Faktor menarik Faktor menarik wisatawan yang berkunjung didominasi oleh saran

bermain yang ada di objek wisata

Persepsi Wisatawan

Kondisi Umum Obyek Wisata

Daya Tarik alam, Daya tarik budaya Kualitas dan penataan sarana reakreasi Pelayanan petugas dan pemandu Keamanan dan kenyamanan

Kebersihan lingkungan dan fasilitas umum Sarana informasi dan harga tiket

Persepsi wisatawan mengenai variasi objek wisata, daya tarik wisa dan keadaan objek wisata di objek Wisata Bojongsari dinilai mas ‘kurang’

Informasi dan promosi masih sangat kurang sehingga jumla wisatawan yang berkunjung masih sangat kurang.

Fasilitas Wisata Penilaian Terhadap Penginapan Penilaian Terhadap Rumah makan

Penilaian Terhadap Tempat Belanja (Toko soevenir).

Persepsi wisatawan mengenai akomodasi, rumah makan, temp belanja dan sarana serta prasarana umum lainnya di objek Wisa Terpadu Bojongsari masih “kurang” dan tingkat pelayanan serta mu yang masih dirasakan kurang dan harga yang masih relatif ‘mahal’.

Tabel Lanjutan IV.23

Variabel Indikator/Kategori Hasil Analisis

Aksesibilitas Jenis dan moda angkutan Kemudahan mencapai lokasi Kualitas dan Kuantitas

Tingkat keamanan dan kenyamanan kendaraan

variabel-variabel fasilitas jalan raya, kenyamanan jalan raya, keamana jalan raya, fasilitas sosial terminal, kecepatan layanan termina kenyamanan, keramahan, ketepatan waktu dan image destinasi sebes 79.5%

Preferensi Wisatawan

Atraksi Wisata Faktor pendorong kunjungan

Pertunjukan yang ditawarkan di objek wisata

Preferensi wisatawan yang berkunjung masih sangat dipengaru kondisi sarana permainan yang ada di objek wisata dan kondisi obje wisata yang ada. Sehingga perlu menentukan peningkatan kualit lingkungan alam dan penataan kondisi ruang luar/lanscap disekitar obje wisata serta pengembangan kualitas dan kuantitas daya tarik wisata buday alam dan minat khusus.

Fasilitas Wisata Pilihan Penginapan

Faktor utama memilih fasilitas akomodasi Pilihan tempat makan dan minum Faktor Memilih tempat makan dan Minum Pilihan tempat belanja yang disuka Faktor utama dalam memilih tempat belanja

Pilihan terhadap keinginan menginap di akomodasi hotel, namun menjadi kendalanya karena faktor harga yang masih relatif maha sehingga wisatawan lebih memilih menginap di rumah

teman/saudara/penduduk.

Pilihan tempat makan dan minum adalah warung/kios makan yan berada di luar objek wisata dengan pertimbangan dalam

Variabel Indikator/Kategori Hasil Analisis

Pilihan tempat belanja adalah tempat belanja yang berada di luar objek wisata dengan pertimbangan dalam memilihnya karena faktor harga yang relatif murah dan mempunyai ciri khas daerah. Aksesibilitas Penilaian terhadap aksesibilitas

Sarana Aksesibilitas Yang dirasakan kurang

Keamanan moda di lokasi wisata perlu ditingkatkan.

Keterhubungan antara satu lokasi sarana dengan lokasi sarana wisata lainnya kurang memadai.

Luasan ruang parkir yang ada kurang memadai. Kurangnya keamanan lokasi parkir di pinggir jalan. Akses dari jalan utama ke tempat parkir kurang memadai.

BAB V

ANALISIS KARAKTERISTIK, PRESEPSI, PREFERENSI PENGUSAHA