• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

TINJAUAN TEORITIS

B. Karakteristik Kunjungan

2.5.2 Preferensi Wisatawan Terhadap Produk Wisata

Preferensi adalah keinginan atau minat wisatawan terhadap suatu keadaan yang merupakan cerminan nilai dan sikap kepribadian (personality) individu yang akan mengarahkan pada proses pencarian bentul-bentuk kepuasan atau kesenangan yang spesifik. Menurut syamsu (2000), nilai merupakan deskriptif dari pemikiran. Nilai adalah ungkapan rasa suka dan tidak suka, rasional, dan irasional, pandangan dan gambaran seseorang tentang sesuatu. Sedangkan sikap menggambarkan tanggapan atas hasil evaluasi dan perasaan terhadap seuatu dengan kata lain, sikap adalah kesipan mental atas sesuatu kebutuhan. Sikap dan nilai diciptakan dari proses belajar dan pembentukan persepsi.

Perferensi wisatawan sendiri timbul dari suatu keinginan dan kebutuhan wisatawan terhadap produk wisata yang ditawarkan dalam melakukan perjalanan wisata. Saat ini keinginan dan kebutuhan wisatawan terhadap produk wisata sangat kompleks, dinamis dan menuntut kualitas yang memadai yang dikaitkan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Untuk itu suatu daerah tujuan wisata harus mampu beradaptasi terhadap semua tuntunan perubahan dengan selalu mendengarkan suara dari berbagai pihak yang berkepentingan khususnya Wisatawan yang memiliki persepsi dan preferensi yang berbeda dalam memilih objek-objek wisata yang akan dikunjunginya.

Agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik maka orang yang akan menyediakan jasa wisata harus memahami perferensi wisatawan terhadap produk wisata yang ditawarkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan (preferensi) wisatawan terhadap komponen produk pengembangan pariwisata harus menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan wisata. Adanya potensi preferensi terhadap komponen produk pengembangan pariwisata pada hakekatnya merupakan permintaan yang menjadi landasan bagi penyediaan atau pengembangan produk wisata, sedangkan permintaan terhadap produk wisata sebenarnya menunjukkan adanya suatu keharusan untuk membayar sejumlah atribut yang terkait dengan pariwisata. Oleh sebab itu, preferensi wisatawan terhadap komponen produk wisata harus merupakan cerminan nilai dan sikap kepribadian individu terhadap komponen-komponen yang terkait dengan

pariwisata. Variabel-variabel dalam penelitian ini terdiri dari variable-variable laten yang terbentuk dari pertanyaan-pertanyaan didalam kuisioner yang berjumlah 33 pertanyaan dan di kombinasikan dengan teori dari beberapa pakar wisata maka didapat beberapa variabel preferensi wisatawan yang dimaksud diatas mencakup beberapa hal berikut ini:

1. Faktor Pendorong kunjungan (Gunn, 1994:18).

Ada beberapa alasan wisatawan untuk mengunjungi kawasan wisata, dalam penelitian ini yang menjadi indikator dalam variabel pendorong kunjungan adalah sebagai berikut: keindahan panorama alam, keunikan budaya/adat istiadat, peristiwa/sejarah, sarana bermain dan reakreasi di lokasi objek wisata, pertunjukan yang ditawarkan di objek wisata dan lain-lain

2. Jenis pertunjukan yang diminati dilokasi objek wisata (Nurusanti, 2005:26); tarian daerah/tradisonal, upacara adat, panggung musik dan lain-lain,

3. Pilihan tempat menginap yang disuka (Inskeep 1991:108); Hotel melati, Pondokan, Wisma, Rumah teman/penduduk/saudara, Berkemah dan Lain-lain 4. Faktor utama dalam memilih tempat penginapan (akomodasi) (Inskeep

1991:111-112); yaitu terkait dengan beberapa hal berikut ini: • Harga dan lokasi,

• Fasilitas yang tersedia, • Kebersihan,

• Prestige

• Keamanan dan kenyamanan • Lain-lain

5. Pilihan tempat makan dan minum yang paling disuka (Inskeep 1991:108), yaitu meliputi beberapa hal berikut ini:

• Rumah makan/restoran • Kafe

• Warung/kios • Lain-lain

6. Faktor utama dalam memilih tempat makan dan minum (Inskeep 1991:116) yaitu meliputi beberapa hal berikut ini:

• Jenis makanan dan minuman • Kualitas makanan dan minuman • Harga dan lokasi yang sesuai • Pelayanan yang baik

• Kebersihan/higieni • Lain-lain

7. Pilihan tempat belanja yang disuka (Inskeep 1991:117) yaitu meliputi beberapa hal berikut ini:

• Pedagang Kaki Lima,

• toko/kios dalam objek wisata, • toko/kios diluar objek wisata, • Pasar tradisonal,

• Galeri seni

• Supermarket dan Lain-lain

8. Faktor utama dalam memilih tempat belanja (Inskeep 1991:117) yaitu meliputi beberapa hal berikut ini:

• Keunikan/memiliki khas daerah, • Manfaat/kegunaan barang, • Harga yang murah,

• Ukuran dan Daya tahan,

• Tanpa perhitungan (asal ada/asal ada yang dibawa) dan Lain-lain.

Lebih jelasnya mengenai variabel-variabel preferensi Wisatawan akan dijelaskan pada tabel II.7.

Variabel Indikator Kategori Keterangan

Atraksi Wisata

Faktor Pendorong kunjungan (Pendit, 2003: 20)

Keindahan panorama alam1 Keunikan budaya/adat istiadat1

Peristiwa/sejarah1

Sarana bermain dan reakreasi di lokasi objek wisata1

Pertunjukan yang ditawarkan di objek wisata Lain-lain1

Hasil informasi yang diperoleh akan menentukan peningkatan kualitas lingkungan alam dan penataan kondisi ruang luar/lanscap disekitar objek wisata

Jenis pertunjukan yang diminati dilokasi objek wisata ( Nurusanti, 2005:26) Tarian daerah/tradisonal Upacara adat Panggung musik Lain-lain, sebutkan....

Hasil yang diperoleh akan menentukan pengembangan kualitas dan kuantitas daya tarik wisata budaya, alam dan minat khusus.

Fasilitas Wisata (Inskeep, 1991:108)

Pilihan tempat menginap yang disuka (Inskeep, 1991:108) Hotel melati Pondokan Wisma Rumah teman/penduduk/saudara Berkemah Lain-lain

Hasil yang diperoleh akan menentukan komposisi jensi dan jumlah akomodasi yang akan disediakan

Faktor utama dalam memilih tempat penginapan (akomodasi)

(Inskeep, 1991:111-112)

Harga dan lokasi Fasilitas yang tersedia Kebersihan

Prestige

Keamanan dan kenyamanan Lain-lain

Hasil yang diperoleh akan menentukan komposisi jensi dan jumlah akomodasi yang akan disediakan

Pilihan tempat makan dan minum yang paling disuka

(Inskeep, 1991:108)

Rumah makan/restoran Kafe

Warung/kios Lain-lain

Hasil yang diperoleh akan menentukan komposisi jenis dan jumlah tempat makanan dan minum yang akan disediakan

Faktor utama dalam memilih tempat makan dan minum

(Inskeep, 1991:116)

Jenis makanan dan minuman Kualitas makanan dan minuman Harga dan lokasi yang sesuai Pelayanan yang baik Kebersihan/higieni Lain-lain

Hasil yang diperoleh akan menentukan komposisi jenis dan jumlah tempat makanan dan minum yang akan disediakan

Variabel Indikator Kategori Keterangan

Pilihan tempat belanja yang disuka (Inskeep 1991:117)

Pedagang Kaki Lima Toko/kios dalam objek wisata Toko/kios diluar objek wisata Pasar tradisonal

Galeri seni Supermarket Lain-lain

Hasil yang diperoleh akan menentukan pola peneyediaan fasilitas belanja dan peningkatan fasilitas belanja

Faktor utama dalam memilih tempat belanja

(Inskeep 1991:117)

Keunikan/memiliki khas daerah Manfaat/kegunaan barang Harga yang murah Ukuran

Daya tahan

Tanpa perhitungan (asal ada/asal ada yang dibawa)

Lain-lain,...

Hasil yang diperoleh akan menentukan pola peneyediaan fasilitas belanja.

Aksesibilitas (Inskeep, 1991:120)

Penilaian terhadap aksesibilitas (Nurusanti, 2005:26)

Sarana Transportasi

Kemudahan Mencapai loaksi (kondisi jalan yang bagus dan lancar

Inforamsi ini akan mengoptimalkan pola pergerakan di lokasi wisata, pemilihan dan pengadaan jenis moda yang menarik serta peningkatan keamanan dan kenyamanan

Sarana Aksesibilitas Yang dirasakan kurang (Nurusanti, 2005:26)

Jumlah dan jenis moda angkutan Jadwal keberangkatan yang teratur dan ketepatan waktu.

Ketertiban/pengelolaan lalu lintas kendaraan Kenyamanan dan keamanan

Lain-lain

Inforamsi ini akan mengoptimalkan pola pergerakan di lokasi wisata, pemilihan dan pengadaan jenis moda yang menarik serta peningkatan keamanan dan kenyamanan