BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Pengertian Umum Dalam Pariwisata
Pendefinisian pariwisata dilakukan berdasarkan perspektif dari empat hal, yaitu: wisatawan, usaha penyedia pelayanan dan barang-barang untuk wisatawan pemerintah, atas wilayah dan masyarakat setempat. Pariwisata merupakan gabungan dari berbagai aktivitas, pelayanan, industri biro perjalanan, transportasi, akomodasi, penyedia minuman dan makanan, toko, hiburan dan pelayanan lainnya dari masyarakat untuk individu atau kelompok yang melakukan perjalanan jauh dari rumah. Jadi pada hakekatnya berpariwisata adalah suatu proses kepergian sementara dari seorang atau lebih menuju tempat lain di luar tempat tinggalnya, dorongan kepergiaanya adalah karena berbagai kepentingan, baik karena ekonomi, sosial, kebudayaan, politik, agama, kesehatan maupun keperluan lain seperti karena sekedar ingin tahu, menambah pengalaman atau untuk belajar. Pengertian pariwisata secara luas dapat dilihat pada Tabel II.1 Tentang Definisi Pariwisata.
Tabel II.1 Definisi Pariwisata
No. Sumber Definisi Pariwisata
1. UU.No. 9 Tahun 1990
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk wisatawan an objek dan daya tarik wisata serta usaha-usa yang terkait dengan bidang tersebut. Dapat dikatakan bahwa pariwisata merupakan suatu siatem yang didalamnya terdapat unsur manusia, aktifitas, motifasi, dan objek. Berkerjanya sistem tersebut mampu untuk menumbuhkan perekonoian dalam hal penyediaan lapangan dan timbulnya multiplier effect terhadap sektor lainnya
2. Dare A. Gunn 1988
Pariwisata merupakan suatu tempat dari semua perjalanan yang sementara untuk mengunjungi suatu tempat. Suatu hal yang spesifik dari perjalanan pariwisata ini ialah mereka yang melakukan perjalanan lebih dari 50 sampai 100 mill dari tempat tinggalnya, orang yang melakukan perjalanan ini dapat dikatakan sebagai wisatawan
4. Charles Kaiser Jr. and Lemy E. Helber 1978
Pariwisata merupakan perjalanan yang dilakukan secara individu maupun kelompok (keluarga). Di dalam dunia organisisi pariwisata, semua yang berhubungan dengan perjalanan dapat dikatakan sebagai pariwisata, seperti pejalanan menuju alam, kunjungan bisnis, militer, pendidikan atau studi, tempat kesehatan, mengunjungi kerabat dekat, dan lain-lainnya
Tabel Lanjutan II.1
No. Sumber Definisi Pariwisata
5. Sihite 2000 : 47
Pariwisata adalah suatu perjalanan yang di lakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusahan atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi dinamika dalam kehidupan
6. Happy Marpaung 2000
Pariwisata merupakan perpindahan sementara yang dilakukan manusia dengan tujuan keluar dari pekerjaan-pekerjaan rutin, keluar dari tempat kediamannya. Aktifitas dialkukan selama mereka tinggal di tempat yang dituju dan fasilitas yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan mereka
7.
Badan Pusat Statistik (BPS) (dalam PA, Ardiansyah. dan Rosmananto, 2004).
Pariwisata adalah keseluruhan rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan gerakan manusia yang melakulan perjalanan atau persinggahan sementara dari tempat tinggalnya ke sesatu atau beberapa temapat tujuan di luar lingkungan dari tempat tinggalnya yang didorong oleh beberapa keperluan atau motif tampa maksud mencari nafkah
8. Oka A Yoeti, 1982:109
Pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain , bersifat sementara, dilakuakn perorangan maupun kelompok , sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.
9. Word Tourism Organisation (WTO)
Pariwisata adalah kegiatan seseorang yang berpergian ke atau tinggal di suatu tempat
10. Prof Hunzieker dan Prof K. Krapf tahun 1992
Definisi pariwisata dikaji dari beberapa faktor yaitu: perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu, perjalanan yang dilakukan di suatu tempat ke tempat lainnya, orang yang melakukan perjalanan tidak mencari nafkah di tempat di kunjungi dan perjalanan itu, walau apapun bentuknya harus selalu dikaitkan dengan rekreasi. 11. Mc. Intosh, 1990
Pariwisata merupakan gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisata, bisnis, pemerintah, swasta serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan serta wisatawan lainnya.
12 Spillane, 1987:21
Suatu perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain bersifat sementara, dilakukan perorangan atau berkelompok sebagai usaha mencari keseimbangan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam, dan ilmu.
Sumber: Buku literatur dan laporan penelitian
Beragamnya definisi mengenai kepariwisataan seperti yang diuraikan diatas, maka beragam pula definisi mengenai wisatawan. Beberapa ahli membatasi pengertian wisatawan sebagai seorang yang melakukan perjalanan sejauh lebih dari 50 atau 100 mil (sekitar 80 atau 160 km) dari tempat tinggalnya. Definisi lainnya menyatakan bahwa mereka yang menginap di luar rumah yang terhitung sebagai wisatawan. Definisi yang lebih sederhana, bahwa setiap orang
yang melakukan perjalanan untuk kesenangan dapat dikategorikan sebagai wisatawan (The Dictionary of Tourism,1981). Selain itu dikenal juga istilah wisatawan , yang didefinisikan sebagai satu atau sekelompok orang yang mengunjungi suatu tempat tertentu. Baik negara, propinsi, perkotaan atau desa yang berbeda lokasinya dari lokasi tempat tinggal mereka. Dengan tujuan bukan mendapatkan mata pencaharian (Inskeep,1991:19).
Tabel II.2 Definsi Pelaku Perjalanan Wisata
No. Sumber Definisi Pariwisata
1.
International Union Of Official Travel Organization (IUOTO) 1963
wisatawan (tourist), yaitu wisatawan sementara yang paling sedikit tinggal 24 jam di negara yang sedang dikunjungi dengan tujuan perjalanan:
Pesiar untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, studi keagamaan dan olahraga.
Keluarga, bisnis, konferensi, misi dan sebagainya 2. Menurut Badan
Pusat Statistik
wisatawan nasional adalah mereka yang bepergian di tempat tinggalnya, ke objek wisata dan atau bukan ke objek wisata, menginap atau lamanya lebih dari 24 jam tapi kurang dari 6 bulan tidak dengan tujuan mencari nafkah
3. World Tourism Organization
wisatawan adalah mereka yang mengunjungi suatu tempat di negara tempat tinggalnya untuk sekurang-kurangnya 24 jam dan tidak lebih dari 1 tahun untuk tujuan rekreasi, liburan, olahraga, bisnis, pertemuan, konferensi, keluarga, berobat atau misi keagamaan dan sosial lainnya.
4. Inskeep, 1991:19
wisatawan yaitu satu atau kelompok orang yang mengunjungi suatu tempat tertentu baik negara, propinsi, perkotaan ataupun desa yang berbeda lokasinya dari lokasi tempat tinggal mereka. Dengan tujuan bukan untuk mendapat mata pencaharian:
wisatawan , yaitu wisatawan temporer yang menetap sedikitnya 24 jam di lokasi kunjungan. Pelancong, yaitu wisatawan temporer yang menetap
kurang dari 24 jam di lokasi kunjungan dan biasanya tidak menginap.
5. Gamal, 1997:4
wisatawan adalah seseorang atau kelompok orang yang melakukan suatu perjalanan wisata sekurang-kurangnya 24 jam di daerah atau negara yang dikunjunginya
Sumber: Buku literatur dan laporan penelitian
Supaya dapat membedakan pengertian antara wisata, wisatawan, pariwisata, kepariwisataan, usaha pariwisata, objek dan dayatarik wisata, serta kawasan wisata alam, studi ini akan menggunakan definisi yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan. Terdapat pada pasal 1, yaitu:
1. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut, yang